Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
RAHASIA YANG DIJAGA


__ADS_3

Aku masih melongo mendengar kata-kata Gery barusan.


Diana yang sudah dipecat sebagai suster oleh Celine kini berganti jabatan menjadi staf khusus komisaris di perusahaan Josh?


Apakah ini bagian dari rencana Celine?


Apa yang sebenarnya ingin dia lakukan?


“Gery tolong pantau terus ya,” kataku masih terperanjat.


Gery di ujung sana terdengar khawatir.


“Selena, jika mereka merencakan sesuatu yang buruk dan melukaimu..”


“Tidak akan. Aku tahu betul instingku,” balasku cepat.


Sebetulnya banyak yang ingin kutanyakan kepada Gery namun kekhawatiran audio penyadap di kamar Josh Rainer menghentikanku.


“Kita sambung lagi nanti. Kirim pesan ke aku saja ya kalau ada informasi baru,” pintaku.


“Tunggu, ada satu lagi,” Gery belum selesai dengan ceritanya.


Aku sudah ingin menutup telepon untuk memberitahu Josh dan Margaretha agar berhati-hati dengan pergerakan Celine namun Gery masih ingin menyampaikan informasi lainnya.


“Tadi Becca juga ada disini bersama mereka,” ujar Gery.


Tidak!


Apakah Gery menceritakan semua pergerakan bawah tanahku kepada Becca?


“Gery, jawab aku. Apa kamu cerita sesuatu kepadanya?” suaraku kini terdengar bergetar.


“Kenapa kamu tidak cerita dengan Becca juga? Dia tadi tampak khawatir saat aku bilang padanya bahwa kamu sedang dalam bahaya.”


Lututku lemas.


Jantungku rasanya ingin copot dari rongganya.


Aku kini sudah berlutut di lantai saking lemasnya.


“Gery kamulah yang membahayakan nyawaku sekarang.”


Gery terdengar bingung di ujung telepon. Aku mematikan telfon karena terlanjur marah padanya.


Gery mungkin saja menghancurkan semua rencana Josh Rainer dan neneknya sekarang.


Aku langsung masuk ke kamar Josh dan menceritakan padanya mengenai apa yang terjadi dengan Diana lewat papan tulis dan spidol. Aku sengaja tidak memberitahunya perihal keluguan Gery yang kemungkinan besar mengancam eksistensiku kali ini.


Josh tampak marah dan berpikir apa yang sedang direncanakan Celine. Sementara itu, aku juga mengabari kabar ini kepada Margareth lewat pesan untuk dia bisa berjaga-jaga dan mengirimkan orang menjaga kelangsungan perusahaan.


Gery lalu menghubungiku lagi. Aku tidak menjawabnya dan melanjutkan pembicaraan dengan Josh, sampai akhirnya dia mengirimkan pesan panjang lebar kepadaku.


Selena, aku hanya bertemu sebentar dengan Becca karena dia selalu mengekor Celine.


Saat di kafetaria, aku bertanya apa keperluannya di kantor Tel-X dan dia mengatakan sedang bekerja sebagai konsultan independen Celine untuk mengevaluasi proyek jaringan 5G.


Lalu, aku bilang padanya bahwa aku khawatir tentang bahaya besar yang mungkin datang padamu karena ketegangan yang terjadi dengan Celine.


Dia kaget sekali saat mendengar aku cerita seperti itu.


Aku mengatakan itu karena dialah yang mengenalkanmu dengan pekerjaan ini, sehingga aku pikir kamu juga cerita padanya.


Sudah itu saja. Lalu dia dipanggil Celine lagi dan dia bilang akan ke ruanganku jika urusannya dengan Celine selesai.

__ADS_1


Tapi apakah adil Becca tidak tahu ini semua? Mungkin dia bisa membantu kita?


Aku membacanya dengan mata setajam kilat.


Aku merasa lega. Aku masih bisa selamat.


Aku lalu membalas pesan Gery sesegera mungkin.


Tutup mulut dan jangan bicara apapun kepada Becca.


Atau kamu tidak akan lihat aku lagi.


Aku tahu ancaman kepada Gery ini berlebihan. Namun, Gery harus tahu bahwa sedikit membocorkan gerakan bawah tanahku kepada Becca artinya membunuhku hidup-hidup.


Dengan sumber daya yang dimiliki Celine, bukan tidak mungkin dia akan menghanguskanku bukan?


Gery membalas pesanku.


Kenapa?


Selena, Becca sekarang mengetuk pintuku!


Oh Tuhan, jangan sampai Gery bertindah bodoh.


Ikuti instruksiku, Gery. Aku mohon padamu.


Jangan biarkan Becca tahu.


Aku akan cerita padamu besok. Tapi tolong janji kepadaku.


Kamu akan melindungiku kan?


Satu menit berlalu.


Tiga menit berganti. Dan aku masih menggigit kuku sambil mengecek pesan masuk di ponselku yang tak kunjung datang.


Gery selalu menyayangi Becca. Cinta Gery padanya tidak pernah pudar.


Apakah dia akan mengorbankan semua perjuanganku untuk membantu Josh dan memberitahu segalanya pada Becca?


Apakah semua yang kulakukan saat ini sia-sia?


Apa yang harus aku lakukan sekarang untuk membantu Josh Rainer?


Saat aku tengah dalam ketakutan, aku lupa bahwa sedari tapi Josh Rainer berada di depanku.


Dia memperhatikan gerak-gerikku.


Dia bahkan sudah menulis sesuatu di papan tulis kami.


“Apakah kamu baik-baik saja?”


Dia menunggu jawabanku sedari tadi namun dia diam saja dan tak mau mengangguku.


Aku kini memandang wajah tampan yang sedang mengkhawatirkanku itu.


Aku tersenyum padanya dan mengangguk.


Dia lalu cepat menuliskan lagi kalimatnya di atas papan tulis.


“Jangan bodohi aku.”


Josh kini memasang tampang cemberut. Dia merasa aku tidak jujur padanya.

__ADS_1


Tentu saja, bagaimana mungkin aku bisa menipu orang secerdas Josh Rainer?


“Aku punya masalah keluarga.”


Aku masih berbohong padanya.


Josh Rainer membalas pesanku cepat.


“Orang tuamu baik-baik saja?”


Aku mengangguk. Lalu dia bertanya dengan bahasa isyarat lalu apa yang mengangguku?


Aku berfikir untuk dia tidak merisaukan apa yang terjadi antara aku, Gery dan Becca.


Mungkin, karena aku tidak ingin membuatnya kecewa.


Aku benar-benar ingin menolongnya. Berapapun harga yang harus kuambil.


Tiba-tiba saja, aku teringat bahwa besok adalah hari Sabtu. Hari dimana Becca akan mempertemukanku dengan orang tuanya untuk menyelesaikan uang kerugian yang mereka minta padaku.


Aku menggunakan alasan ini untuk berkelit dari Josh.


“Aku harus pergi besok meninggalkanmu. Menyelesaikan urusanku dengan keluarga mantan tunanganku.”


Josh memandang tulisan itu lekat-lekat.


Dia lalu balik memandangku. Tatapannya kelu.


Dia seperti bersimpati dengan apa yang akan kuhadapi.


Namun di saat yang sama, dia seperti tidak rela melepasku pergi.


“Aku akan kembali sesegera mungkin.”


Aku mencoba untuk tidak membuatnya khawatir. Aku sudah berjanji pada neneknya untuk menjaganya dan aku harus menepatinya.


Josh kembali mengambil spidol dari tanganku dana menuliskan pesan di papan tulis.


Aku membacanya heran.


“Aku ingin istirahat.”


Jelas sekali perubahan mood yang dialami pangeran ini dalam sekejap.


Apa dia kesal karena aku besok akan meninggalkannya?


Atau ada alasan lain?


Aku menganggapnya itu sebagai sinyal untukku pergi dan menyelesaikan terapiku hari ini.


“Sampai ketemu besok, Josh Rainer.”


Dia membalasku dengan senyuman ganjil.


Aku menghapus semua tulisan yang tersisa di papan tulis dan segera keluar kamar.


Kemudian, mengingat-ingat kembali kejadian manis hari ini bersama Josh Rainer. Semua percakapan dengannya membuatku serasa kembali dengan duniaku yang lama. Sedikit melegakan penderitaanku atas kehilangan mantan kekasih yang kucintai beberapa hari lalu.


Saat menuju kamarku, bunyi pesan masuk membuatku terkesiap. Aku terburu-buru membuka pesan masuk itu.


Dari Gery. Yang kutunggu sejak tadi.


Jantungku berdegup kencang saat membuka pesan itu dan menemukan kata-kata yang melegakan pada balasannya.

__ADS_1


Aman, aku sudah mengelabui Becca. Sebagai gantinya, dua bulan pijat gratis di tempat gaul yang aku pilih, oke?


Dasar Gery!


__ADS_2