
POV : Helena
Untung saja, Margaretha mau memberitahuku dimana semua orang saat ini.
Aku yang baru pulang dari Inggris dan bermalam di rumah Gurnawijaya tentu saja bingung setengah mati saat melihat kamar Josh kosong melompong.
Dengan penuh inisiatif, aku membuka kamar Dokter Selena, dan dia pun tak ada disana.
Aku langsung tahu bahwa ada yang tidak beres.
Lebih kaget lagi saat melihat langit-langit kamar Dokter bolong besar, tepat disebelah lampu besar yang menggantung di ruang tamu kamar itu.
Langsung saja, aku sadar bahwa Al pasti terlibat dalam hilangnya dua orang ini.
Sejak kecil, lobang itu adalah "jalan rahasia" Al untuk bisa keluar dari rumah nenek yang tidak pernah suka padanya.
Dan setelah sampai di titik finish loteng, yakni tepat di langit-langit gudang di sebelah taman, dia akan keluar dan berjalan menuju kebun belakang rumah.
Jika sudah begitu, dia akan menyombongkan dirinya kepadaku bahwa dia telah berhasil membobol pertahanan dan keamanan paling canggih di rumah seorang konglomerat kenamaan itu.
Yang tanpa dia sadari, sifat perkasanya itu selalu membuatku tersipu.
Tapi..
Itu dulu sekali.
Saat aku memendam rasa sukaku kepada Aldebaran, tak pernah berani mengatakannya.
Ketika dia mulai pindah ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan SMP, aku sedih sekali. Karena waktu bertemuku dengan orang yang mengesankan itu menjadi sangat terbatas. Al hanya pulang ke rumah saat hari keagamaan dan liburan musim panas saja.
Meski demikian, aku bahagia sekali karena komunikasi kami tidak pernah terputus.
Dia selalu meneleponku lewat telepon di rumah orang tua asuhnya di Amerika, paling tidak sekali seminggu.
Namun, pembicaraan itu tidak menanyakan bagaimana hidupku tanpa. Semua pembicaraan Al denganku kebanyakan hanya untuk bertanya mengenai kabar adiknya.
Kasihan sekali aku saat itu. Namun, tetap saja aku senang karena masih bisa terus mendengar suaranya dan menyimak cerita hebatnya di sana.
Ya, Al amat sangat menyayangi Josh Rainer. Meskipun Josh selalu tidak pernah peduli. Josh selalu mengacuhkan Al dan menganggapnya tidak pernah ada.
Kebalikannya, Al selalu memberikan perhatiannya untuk Josh lewat aku. Selalu memintaku untuk melaporkan apakah ibunya menyakiti Josh, apakah Josh melewatkan pekerjaan rumahnya, apakah Josh menang lomba musik internasional lagi, dan apakah Josh merindukannya.
Untuk pertanyaan terakhir, jawabannya tentu saja tidak pernah.
Aku sendiri selalu bingung dengan sifat Josh. Bagaimana bisa dia menganggap Al hanya penghambat kebahagiaannya?
Padahal Al benar-benar sangat peduli dengannya.
Bahkan, alasan Al sekolah di Amerika sampai kuliah S1 adalah untuk menyenangkan Josh. Karena Josh tidak pernah suka Al dekat-dekat dengannya dan mengambil hati ayahnya.
Saat Josh melanjutkan sekolah S1 ke Amerika bersamaku, Ale juga langsung pindah ke inggris untuk melanjutkan pendidikannya hingga S3 karena alasan yang sama.
Agar Josh Rainer tidak terganggu mentalnya karena Al berada di dekatnya.
Namun untunglah, rasa benci Josh Rainer terhadap Al akhirnya memudar setelah bertahun-tahun lamanya. Karena satu kejadian itu..
Saat itu, Josh sedang mau menamatkan pendidikan S1 nya dan aku sangat kaget mendengar kabar bahwa Josh sakit keras dan harus dioperasi.
Satu ginjal Josh Rainer ternyata sudah lama tidak berfungsi dan satunya lagi juga tengah dalam kondisi kritis. Josh harus segera menerima cangkok ginjal.
Naasnya, cangkok ginjal tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Aku lupa apa syaratnya, namun ginjal tersebut harus sesuai dengan karakteristik yang akan menerima donor, mulai dari struktur dan darah si penerima juga harus sesuai. Dua minggu menunggu tidak ada pendonor yang sesuai dengan kriteria.
Josh hanya memberitau soal ini kepadaku dan ayahnya saja. Dia meminta kami untuk tidak membicarakan pada siapapun, namun akhirnya bocor juga dan terdengar sampai telinga Al.
Sepertinya, ayahnya yang memberitahukan pada Al soal kondisi Josh. Dan saat mendengar hal itu, Al marah karena dia tidak tahu dari awal. Dia langsung mengajukan diri menjadi pendonor.
Dia terbang dari Inggris ke Amerika dan langsung menandantangi perjanjian pencangkokan saat tahu bahwa dari kondisi ginjal mereka cocok untuk dilakukan pencangkokan.
Mulai dari saat itulah, hubungan keduanya berubah. Aku sangat bahagia saat melihat Josh Rainer dan Al akhirnya untuk pertama kalinya bisa berdekatan dalam waktu satu hari penuh. Meskipun keduanya dalam kondisi lemas akibat operasi.
Kemudian, mereka semakin dekat setelah akhirnya Al berhasil menguak rahasia yang disembunyikan Celine selama ini.
Bahwa ternyata Al dan Josh adalah saudara kandung. Dari ayah dan ibu yang sama.
Bahwa ternyata Al adalah kakak Josh, bukan adik dari ibu yang berbeda yang selama ini diceritakan oleh Celine.
Mereka bahkan adalah saudara kembar!
Bodohnya aku yang telah bersama Josh Rainer lebih dari dua puluh tahun ini, namun tidak melihat persamaan yang antara keduanya!
Setelah kupikir-pikir, mereka memang bukan kembar identik. Walaupun kemiripan itu masih bisa terlihat, namun mereka punya perbedaan warna bola rata, rahang dan hidung.
Mata Josh berwarna coklat keabuan, sedangkan Al berwarna hitam. Rahang Josh sangat tegas, mirip seperti orang skandinavia sedangkan Al tidak terlalu kentara. Hidung Josh samgat mancung, sedangkan Al mancung tapi tidak setajam Josh.
Tetap saja, aku bodoh sekali selama ini menganggap cerita Celine benar. Bahwa Al adalah anak dari perselingkuhan antara ayahnya dan dia saat ibu Josh Rainer mengandungnya.
Dan cerita inilah yang bertahun-tahun membuat Josh menghiraukan Al. Jika tidak ada Al, Josh merasa hidupnya akan lebih makmur dan bahagia.
Namun lihatlah, jika tidak Al Josh mungkin akan sekarat karena ginjalnya tidak akan pernah mendapatkan pasangan yang sepadan.
Di saat itulah, Josh mulai melunak terhadap abangnya.
__ADS_1
Al sendiri mulai menyelidiki hubungan sedarahnya dengan Josh Rainer saat pencangkokan itu terjadi. Al kaget saat tahu golongan darah Josh sama dengannya, golongan darah yang cukup langka di Asia yakni O rhesus negatif.
Awalnya, Al mengira ayahnya lah yang menurunkan golongan darah ini pada keduanya. Namun, ayah mereka sendiri sempat ingin mendonorkan ginjal untuk Josh namun ditolak karena golongan darahnya berbeda. Saat itulah, Al bingung.
Apalagi, Celine memiliki golongan darah yang berbeda dengannya. Al akhirnya menyelidiki keganjilan ini dan mendapatkan fakta bahwa Celine pernah memalsukan dokumen DNA yang menyebutkan Al adalah anak Celine. Namun, Al kembali melakukan tes DNA dengan ayahnya dan hasilnya 100% positif. Semua penyelidikan ini dilakukan tanpa diketahui Celine.
Dari situ, Al dan Josh semakin dekat dan mencari cara untuk membuktikan siapa sebenarnya Ibu Al.
Ayah sendiri mengaku hanya pernah berhubungan badan dengan dua orang di dunia ini, yakni ibu mereka dan Celine.
Setelahnya, Josh Rainer mendapatkan informasi yang sangat berharga, bahwa ibunya yang dulu tengah berada di rumah keluarganya saat melahirkan, ternyata melahirkan anak kembar. Dan hanya dokter dan suster yang terlibat saat itu saja yang tahu, bahkan ibu mereka tidak pernah tahu.
Dan entah bagaimana, anak itu bisa didapatkan oleh Celine dan ditempatkan di panti asuhan. Saat Ibu Josh Rainer meninggal, Celine akhirnya dipinang menjadi istri Gurnawijaya.
Dia kemudian mencari anak ini di panti asuhan yang pernah dititipinya untuk diakui sebagai anak haram dari hubungannya dan ayah mereka sebelumnya.
Benar-benar seperti cerita di sinetron tanah air, namun inilah yang terjadi!
Hubungan kakak beradik itu akhirnya semakin dekat, meskipun kadang Josh masih suka memberi jarak. Saat itu Celine bahkan kebakaran jenggot dan kaget karena mengapa tiba-tiba dua anak kembar yang dia pisahkan kini semakin tidak berjarak.
Dan untunglah, semakin kesini mereka berdua semakin menunjukkan rasa persaudaraan sebagaimana kakak dan adik kandung pada umumnya. Khususnya, perubahan besar terjadi pada Josh Rainer, kekasihku itu.
Ralat. Mantan kekasih yang kini mencampakkanku.
Ya.. aku sudah tahu semuanya dari Nenek.
Bahwa Josh membawa dokter itu ke Amerika dan ternyata dia sudah pulih dari amnesianya..
Mendengar itu, tentu saja hatiku seperti ditabuk paku bumi.
Bertahun-tahun, aku berusaha untuk menyayanginya sebagaimana seorang kekasih.
Dan saat aku sudah jatuh hati padanya, kini dia pergi bersama dokter yang baru dikenalnya itu?
Apakah kamu sangat membenciku Josh karena menolak lamaranmu tahun lalu?
Lalu, kamu cepat saja mengalihkan hatimu pada orang yang telah merawatmu dalam waktu singkat ini?
Benarkah begitu?
Karena kebingunganku ini, akhirnya aku memutuskan untuk bertanya pada Al. Terima kasih kepada Margaretha yang memberitahuku bahwa Al sedang berada disini.
Al pasti tahu semua kebenarannya.
Jangan tanyakan hatiku sekarang, rasanya seperti sedang tercabik-cabik sampai tidak tersisa lagi.
Aku juga takut perempuan itu akan bernasib sama denganku...
Padahal aku jelas-jelas tahu, bahwa cinta itu tidak pernah ada disana.
Kami sama-sama tahu, tapi kami berpura-pura cinta itu ada disana.
Aku dan Josh adalah pasangan paling bodoh sedunia..
Dan sebenarnya, alasan utama aku menolaknya saat itu karena fakta ini.
Bagaimana bisa aku hidup bersama orang yang bahkan tidak jatuh cinta padaku? Dia memintaku menjadi kekasihnya hanya karena aku adalah orang terbaik yang dia temui saat itu?
Aku tidak ingin begitu.
Karena aku telah mencoba bertahun-tahun untuk belajar mencintainya.
Dan akhirnya.. aku benar-benar bisa mencintainya..
Namun, tetap saja tidak ada cinta di hati Josh Rainer untukku.
Dia tidak pernah melihatku sebagai perempuan yang dia cintai. Dia selalu melihatku sebagai Helena yang selalu mendukungnya melewati kerasnya hidup.
Aku tak lebih sebagai pendamping hidup yang setia, dan dia ingin membalas budiku.
Aku tidak mau begitu.
Aku ingin suamiku adalah orang yang juga sama mencintaiku.
Meskipun Josh Rainer dan aku saling mengenal dan tumbuh bersama sejak kecil.. meskipun ayahku dan ayahnya selalu berharap kami bisa hidup bersama..
Namun aku tidak bisa terus dilukai.. merasakan cinta yang sangat dalam padanya, namun dia tidak bisa membalasnya.
Maka dari itu, aku memberikannya waktu satu tahun.
Untuk melihatnya benar-benar mulai mencintaiku.
Dan dengan begitu, kita bisa memulai keluarga yang kami sangat idam-idamkan.
Namun...
Aku akhirnya tersadar bahwa ini adalah langkah yang salah.
Setelah aku menolaknya, Josh Rainer semakin sulit kuraih.
Untuk pertama kalinya dalam dua puluh tujuh tahun kami saling mengenal dan bersama-sama, Josh Rainer menjauhiku.
__ADS_1
Aku sedih sekali dan akhirnya Becca mengusulkan ide itu.
Untuk bertemu di tempat rahasia kami dan kembali membicarakan lamaran yang sempat kutolak.
Aku ingin menjawab ya saat itu. Aku masih berharap mungkin cinta Josh Rainer padaku akan muncul saat kami membangun keluarga nanti.
Namun, aku sudah benar-benar kalah.
Rencana Becca malah menjadi awal pertemuan baru Josh Rainer dengan kekasih hatinya yang baru.
Aku tidak bisa mundur lagi.
Setahun menunggunya untuk berubah, ternyata hasilnya tak sesuai dengan yang kuduga.
Aku malah benar-benar mendapatkan ganjarannya karena telah menolaknya..
Aku tidak tahu bagaimana harus menyikapi ini. Dulu aku mencintai kakaknya, namun perlahan Josh berhasil merebut hatiku dengan pengakuannya kala itu.
Dan ketika aku sudah sangat mencintainya, dia tidak sama sekali membalasku.
Sedih.. sakit.. namun aku juga berharap dia bisa bahagia.
Karena Josh selalu menjadi bagian penting dalam hidupku.
Dan aku berharap yang terbaik untuknya.
Dan juga yang terbaik untukku.
Air mataku menetes lagi. Duh, padahal aku sudah menenangkan diriku satu hari ini dan tidak ingin memperlihatkan kecengenganku di depan Al.
Karena Al sangat benci perempuan yang cengeng dan manja. Sementara aku benar-benar butuh dukungannya saat ini.
“Helena?” suara laki-laki yang familiar memanggilku dari belakang, tepat ketika aku sedang menghapus tangisku.
Di depanku, Aldebaran berdiri tegap sambil menuruni tangga villa mewah ini. Aku berdiri dari sofa di ruang tamu ini dan berlari kecil ke arahnya.
Sampai akhirnya aku menyadari, bahwa Al juga habis menangis.
Al?
Bagaimana bisa?
Seorang laki-laki perkasa, yang telah makan asam garam kehidupan, sangat sukses dalam karirnya menangis dengan mata sembab seperti ini?
Apa penyebabnya? Masa iya Josh Rainer yang membuatnya menangis?
Meskipun dulu perbuatan Josh jelek sekali kepada Al, namun Al tidak pernah menangis begini.
Apa terjadi sesuatu padanya?
Aku memelankan langkahku dan kagetnya aku.
Al yang sudah berada di pijakan bawah tangga langsung meloncat ke depanku dan memelukku.
Tanpa aku sadari.
Dekapan ini…
Aku biasa memeluk lengan Josh Rainer, tapi Al?
Ini adalah untuk yang pertama kalinya.
Namun mengapa rasanya jauh lebih hangat dan nyaman dibandingkan punggung Josh?
Aku membalas pelukannya. Erat.
Aku semakin menggengam lengan kekar itu kuat-kuat.
“Helena.. nasib kita sama..” ujar Al berbisik tanpa aku tahu apa maksudnya.
Apakah artinya Al juga sedang patah hati sama sepertiku?
.
.
.
.
.
Yuhuu guyss gimana nih pendapatnya so far? Kalau Aldebaran dan Helena jadi pasangan kira-kira cocok gak ya?
A. Enggak deh, Aldebaran pokoknya harus jadi sama Selena. Titik! 🙌🏻
B. Aldebaran cariin cewek yang lain aja Thor! Helena ini takutnya ular karena dekat sama Becca 🤮
C. Selama Aldebaran bahagia, aku dukung aja dia sama siapapun 😘
Isi di kolom komentar ya!
__ADS_1