
“Ikut aku.”
Suara dalam dan dingin Josh Rainer menggema di ruangan yang hanya ada aku, neneknya dan Margaretha ini.
Dia lalu merangkul tanganku dan mengajakku keluar dari ruangan pertemuan ini.
Dari sudut ruangan, aku melihat Nenek Gurnawijaya tampak mengurut kening dengan tangan kanannya, seperti kepusingan dengan apa yang terjadi di depan matanya. Margaretha lalu datang menghampiri untuk membantu Nyonya berdiri.
Tentu saja Nyonya Gurnawijaya tengah pusing setengah mati. Meskipun seluruh rencana yang dia susun bersama Josh Rainer sukses, namun pastilah dia tidak menyangka ada kepenatan lain saat mendengar pernyataan dari cucu yang tidak pernah dia akui selama ini.
Pernyataan dari Aldebaran, anak kandung Celine.
Yang mengatakan bahwa dia mengenalku sejak kecil dan memproklamirkan bahwa aku adalah belahan jiwanya dalam siaran langsung tadi.
Yang tentu saja itu adalah bohong.
Sementara itu, Nyonya Gurnawijaya sendiri sebelumnya telah memberikan lampu hijau untukku bisa mendekati cucu kesayangannya, Josh Rainer.
Sekarang, Nenek Josh pasti tengah berhati-hati padaku. Dia pasti curiga dan mempertanyakan motifku yang berada di keluarga Gurnawijaya saat ini.
Atau menurutnya aku sebenarnya adalah penyelundup yang berada di tim Celine untuk memata-matainya?
Apapun kekhawatirannya, itu semua tidak benar.
Aku sama sekali tidak mengenal Aldebaran dan tidak peduli dengan omong kosongnya. Titik.
Meskipun, aku penasaran dan tengah mempertanyakan motif Aldebaran.
Untuk apa Aldebaran mempublikasikan informasi bohong ini kepada semua orang?
Apakah ini bagian dari rencana lain yang disusun oleh Aldebaran dan Celine untuk tetap menghancurkan Josh Rainer?
Aku sebetulnya tidak ingin tahu lagi.
Aku lelah.
Aku bukanlah bagian dari keluarga ini dan seharusnya aku tidak terlibat lebih lanjut dalam huru-hara ini.
Aku ingin kembali melanjutkan hidupku yang damai dengan ayah dan ibuku ada disampingku.
Namun, ternyata tidak semudah itu.
Aku rasa aku tidak akan bisa cepat keluar dari jeratan keluarga Gurnawijaya seperti yang kuharapkan.
Tentu saja, karena kini ada dia.
Josh Rainer.
Aku memang ingin lebih jauh mengenalnya.
Aku memang ingin terus bersamanya.
Tapi aku merasa tidak mampu lagi terlibat dalam intrik yang terjadi di keluarga ini.
Aku ingin enyah saja.
Dan dengan Josh yang juga tidak terbuka padaku, aku seperti kehilangan kepercayaanku padanya.
Bisakah kamu memberikan penjelasan yang logis untuk ini Josh?
Dia masih menggandengku dan berjalan cepat. Dia ternyata membawaku ke ruang yang belum pernah aku masuki di rumah ini di lantai dua.
__ADS_1
Saat pintu menjeblak terbuka, aku baru tahu ini pastilah “tempat persembunyian” Josh Rainer di rumah ini.
Adalah ruangan musik yang menyatu dengan perpustakaan dengan rak-rak buku setinggi empat meter.
Ruangan tertutup tanpa jendela yang bahkan sudah dilengkapi dengan kasur dan kamar mandi di dalamnya.
Di tengah ruangan, terdapat beberapa biola, piano, gitar, drum dan standing microphone. Banyak pula sound system dan kabel-kabel yang saling terhubung dengan alat musik di depanku.
Yang paling utama, ruangan ini kedap suara. Sehingga apapun pembicaraan kami tidak akan terdengar sampai luar.
Dan kini, aku dan dia berada di tengah-tengah ruangan ini. Berdiri bertatapan dengan cahaya lampu yang temaram.
“Saat aku mengatakan tolong berikan kesempatan padaku, aku benar-benar serius,” katanya memulai pembicaraan.
Kini dia telah melepaskan tangannya dan bicara tajam secara empat mata denganku.
Dia lalu menghembuskan nafasnya dalam-dalam sebelum mulai bicara lagi.
“Namun, seperti yang nenekku pernah bilang, menghadapi Celine harus dengan rencana yang terukur. Aku sungguh ingin melibatkanmu disini dan membuat Celine jera dengan memprosesnya secara hukum, tapi aku belum bisa melakukannya saat ini,” katanya sungguh-sungguh.
Aku masih mencerna segala perkataannya.
“Aku dan nenekku percaya ada kejahatan yang lebih besar lagi yang telah dilakukan Celine. Dan karena itulah kami harus membuat rencana, memantau pergerakannya kemudian menjebaknya agar dia mengakui seluruh kejahatannya,” katanya meyakinkanku.
“Jika aku bicara denganmu sejak awal, kamu pasti menolak karena aku tahu kamu menginginkan keadilan. Aku tahu Celine telah berlaku brutal, hampir menghancurkan karirmu, hampir membunuhku dan dirimu hidup-hidup," katanya lagi.
Aku masih menunggu penjelasan lanjutan darinya sambil mencerna seluruh informasi ini.
"Dia memang berhak dihukum, tapi jika dia diadili sekarang, aku tidak akan pernah mendapatkan bukti kejahatan lain yang sudah dia lakukan. Aku kenal Celine, dia tidak akan mau mengakui kesalahan lain yang bisa menambah berat hukumannya,” katanya.
“Aku pastikan padamu Celine akan dihukum sesuai dengan perbuatannya. Namun aku masih mencari bukti untuk membuatnya benar-benar bisa dihukum adil," tegasnya.
Josh mengambil nafas sebentar lalu melanjutkan.
Aku tidak mampu berkata-kata. Penjelasan ini terdengar sangat tulus.
“Saat aku sadar dari rumah sakit saat itu, aku benar-benar mengalami amnesia. Kamu percaya itu?”
Aku menggelengkan kepalaku.
Aku pikir sejak awal Josh hanya berpura-pura amnesia. Mengelabui Dokter Bernard dan mencoba berakting di depan semua orang untuk mencari jalan kabur dari neraka yang diciptakan Celine.
“Aku amnesia. Lalu kamu pulalah yang membuat ingatanku pulih. Kamu tahu itu?"
Apa? Bagaimana bisa?
Saat awal operasi selesai, Josh Rainer divonis akan mengalami amnesia retrograde hingga 6-8 bulan ke depan. Ternyata, dia hanya beberapa hari saja mengalami amnesia dan kembali pulih karena... aku?
"Kejadiannya saat aku menyerang Celine pertama kali di rumah sakit. Waktu itu ada kamu disana sedang mencoba mengobservasiku. Awalnya aku tidak ingat apa-apa," jelasnya.
"Namun, saat itu entah bagaimana ingatanku jadi terbuka karena Celine menyebut namamu. Dokter Selena. Disaat itulah secara perlahan ingatanku berangsur pulih, namun aku memilih untuk berakting agar Celine lengah,” jelasnya.
“Kamu menyembuhkanku. Kamu adalah malaikatku, Selena.”
Oh tidak, mengapa kata-kata itu seperti tajam sekali menusuk di hatiku?
“Kamu tidak hanya mengorbankan keselamatanmu untuk menolongku dari cengkeraman Celine. Kamu juga telah membawa ingatanku kembali. Jika aku tidak bertemu kamu, mungkin Celine sudah mendapatkan segala yang dia inginkan dan kita tidak bisa berbicara disini saat ini.“
“Bagaimana bisa?” aku masih belum mencerna seluruh informasi membingungkan ini.
Bagaimana bisa aku bisa membantunya mengingat dirinya meskipun itu adalah pertemuan pertama kami?
__ADS_1
“Karena… aku mengingat namamu saat sebelum aku mengalami tabrakan mengenaskan itu,” katanya.
Kini tatapannya tidak lagi tajam dan membara sebagaimana dia berapi-api saat bicara tentang kejahatan Celine.
Tiba-tiba saja wajahnya jadi terlihat sedih sekali.
“Aku.. aku tidak mengerti. Mengapa namaku? Kita baru pertama kali bertemu dan.,”
Josh kini semakin mendekat dan merangkul kedua tanganku.
“Karena.. aku ingat ada yang menyebutkan namamu saat aku mengalami kecelakaan saat itu. Aku tidak bisa menggambarkannya, tapi saat itu rasanya… terdengar sedih sekali,” potongnya. “Nama itu lalu.. entah mengapa terngiang-ngiang di kepalaku.”
Aku ingat saat itu, Dokter Bernard mengatakan padaku bahwa Josh Rainer dibawa ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan tunggal, dua hari setelah nyawa Dio direnggut oleh Tuhan. Jika memang hanya dia sendiri yang mengalami kecelakaan, bagaimana bisa dia mendengar ada orang lain yang menyebut namaku saat itu?
“Aku masih tidak mengerti maksudmu, Josh Rainer,” kataku. "Bukankah kamu mengalami kecelakaan tunggal? Mengapa bisa ada orang disekitarmu? Dan mengapa pula namaku yang disebut?"
Semua fakta ini semakin menarikku dalam pusara kebingungan yang semakin tak pasti.
“Selena.. inilah yang sedang kuselidiki," kini dia melepaskan tangannya dan kembali tajam memandangku sambil melipat dada.
"Aku menduga.. Celine juga berada di belakang ini. Dialah yang merencanakan kecelakaan ini. Bersama temanmu itu,” ucap Josh Rainer berapi-api.
Oh tidak.
Kata-kata itu membuatku serasa disambar petir dan terasa melawan gravitasi.
.
.
.
.
.
.
.
.
...TEBAK KARAKTER...
...Halo semuanyaaa. Yuk ikutan lagi tebak karakter di bawah ini!...
...K***alau mba dibawah ini kira-kira siapa ya?...
...Clue : wajah si manis, tapi beraninya setengah mati! Tergila-gila sama kasus detektif Sherlock Holmes di dunia nyata***...
.
...A. Anna...
...B. Selena...
...C. Helena...
__ADS_1
...Yuk isi kolom dibawah! Jawabannya tunggu di next chapter ya! ❤❤❤...