Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
ANTITESIS ALDEBARAN


__ADS_3

Aku masih menatap mata pria yang sudah mengacak-acak hatiku beberapa hari terakhir ini.


Berharap ada penjelasan disana.


Berharap dia mengacuhkan pertanyaan Margaretha dan tetap berada disini bersamaku.


Tetap melanjutkan kata-kata manisnya buatku.


"Josh, lanjutkan. Apa rahasia antara dirimu dan Aldebaran?"


Aku berusaha melanjutkan pembicaraan kami dan melupakan bahwa Margaretha tengah menunggu balasan Josh Rainer.


Aku berharap Josh akan menjawab semua pertanyaaan dan kebingunganku sampai puas disini.


Dengan begitu, Josh tidak perlu bertemu lagi dengan Helena.


Aku berharap dia benar-benar memaksudkan kata-katanya. Dia yang peduli padaku. Dia yang meminta kesempatan untuk membuka hatiku.


Namun, kenyataannya berbeda.


Dia malah seperti tidak ingin memandangku saat ini.


Raganya di depanku, namun fikirannya tengah melalangbuana entah kemana.


Dia memalingkan wajahnya dariku.


Dia bahkan tidak ingin menjelaskan seperti apa sebenarnya posisiku di hatinya saat ini.


Setelah nona yang ditakdirkan untuk bersamanya kembali pulang ke rangkulannya.


Helena.


Dia kembali untuk Josh Rainer.


"Aku harus pergi. Kita bicara lagi nanti," katanya sambil mengusap kepalaku.


Aku memandangi pundak tegap yang telah memelukku hangat itu, keluar menjauh dari tatapanku.


Dia lalu menutup pintu.


Josh pergi tanpa meninggalkan penjelasan padaku.


Kelu.


Rasanya sakit sekali.


Sakit sekali setelah aku sudah memberikannya jalan untuk masuk ke hatiku.


Namun dia malah berlalu untuk menyambut seseorang yang selama ini sangat berarti buatnya.


Sakit sekali karena aku telah menaruh tinggi harapanku di atas sana untuk kembali merasakan jatuh cinta.


Sangat sakit.


Padahal aku sudah tau sejak awal ini akan terjadi.


Helena adalah wanita yang ditakdirkan untuk bersamanya.


Sedangkan aku?


Aku hanyalah wanita yang kebetulan menyelamatkannya.


Dan kelakuan manisnya selama ini hanyalah untuk membalas rasa terima kasihnya padaku karena sudah menolongnya.


Seharusnya aku tidak menganggap perasaan ini kelewat serius.


Aku sudah menginginkannya terlalu jauh.


Inilah kenyatannnya.


Aku dan Josh Rainer mungkin memang tak bisa bersama.


Baru saja perasaan ini mekar, namun aku kembali dijatuhkan ke bumi yang tidak berdasar.


Sama halnya saat aku kehilangan Dio dulu.


Oh tidak, mengapa aku jadi selemah ini?


Padahal, aku baru mengenal Josh Rainer tiga minggu terakhir!


Dia tidak boleh mengobrak abrik isi hatiku seperti ini. Lalu meninggalkannya tanpa bekas.


Dia tidak bisa semena-mena denganku seperti ini.

__ADS_1


Mengucapkan seluruh kata manis yang indah, namun pergi saat kekasih sebenarnya memanggilnya.


Josh Rainer..


Jika kamu bisa seenaknya pergi dan tidak memegang ucapanku, aku juga bisa!


Aku tidak lemah.


Jika dia hanya bermain-main saja dengan ucapannya, maka dia sudah kehilangan rasa hormatku.


Yang artinya, sudah tidak ada alasan untuk aku ada disini.


Oke kalau begitu.


Dengan cepat, aku memutuskan untuk kabur dari rumah ini!


Aku harus pergi saat Josh tengah menikmati romantisnya waktu berdua bersama Helena. Dengan begitu, dia tidak akan menghentikanku.


Karena tidak ada wanita dimanapun di muka bumi ini yang mau membagi perasaan pasangannya dengan orang lain.


Tidak ada, Josh.


Saat aku ingin keluar dari tempat persembunyian ini, tiba-tiba saja ponselku berdering.


Aku segera mengecek dari siapa telfon itu dan saat melihat nama di layar ponsel, jantungku serasa ingin copot.


Becca!


Orang gila ini masih berani meneleponku!?!


Otakku lalu berpikir keras, harus kuapakan telfon ini?


Sangat berbahaya jika aku masih berhubungan dengan Becca. Dia bisa saja membuat tipu daya kembali agar aku masuk ke dalam perangkapnya.


Aku sungguh tidak ingin kenal dia lagi.


Aku tidak mau membahayakan diriku dengan kembali beinteraksi dengannya.


Akhirnya, aku memilih untuk menolak telfonnya.


Aku menggigit bibir, dalam hati penasaran sekali dengan apa yang ingin Becca katakan kepadaku.


Pastilah dia ingin membela dirinya dan memberikan alibi palsu untuk membuatku percaya.


Kemudian teleponku berdering lagi. Kali ini suara pesan masuk.


Lagi-lagi dari Becca.


Haruskah nomor Becca ku blokir saja?


"Aku yakin kamu sedang marah luar biasa kepadaku, tapi aku punya alasan untuk semua ini. Kita harus bicara."


Aku membaca pesan itu pelan-pelan.


Si bengis ini masih ingin menyangkal perbuatannya?


Kemudian bunyi pesan sekali lagi dan lagi-lagi itu dari Becca.


"Alasanku melakukan ini semua ada kaitannya dengan Dio. Kamu tahu betapa aku mencintai kakakku itu kan? Aku melakukan ini untuk membalaskan kematian kakakku,"


Oh enyahlah!


Ternyata Becca sama saja dengan kedua orang tuanya!


Dia juga menganggap aku adalah penyebab kakaknya meninggal. Karena itu dia menjadikanku kambing hitam untuk diumpankan berada di penjara atas pembunuhan Josh Rainer!


Aku sudah habis kesabaran dengannya!


Selamanya, aku tidak pernah lagi mengingat kebersamaan kami dan kenangan indah yang dulu kami habiskan bersama-sama dengan kakaknya.


Aku akan menganggap Becca tidak pernah ada mulai detik ini.


Ya, Becca adalah ular berbisa yang tega mengorbankan persahabatan tanpa melihat konteks kejadian kecelakaan itu sendiri. Bagaimana bisa aku memaafkannya?


Tak perlu waktu lama, aku langsung memblokir namanya dari kontak telfonku.


Aku kesal, benci dan marah dengan semua yang terjadi di hari ini.


Saat aku kembali ingin keluar dari kamar ini, lagi-lagi telfonku berdering.


Kali ini dari nomor yang tidak kukenal.


Apakah ini Becca?

__ADS_1


Ataukah orang lain yang memang sedang butuh bicara denganku?


Aku gamang.


Namun akhirnya, aku memutuskan untuk mengangkat telfon itu.


"Halo?" kataku.


"Hai, Ratuku. Kamu merindukanku?"


Aku berpikir keras, siapa orang ini?


Aku kembali mengingat-ingat gaya bicaranya yang narsis dan sangat percaya diri.


Ratuku?


Oh tidak.


Jangan bilang ini..


Aldebaran!


"Aku menagih janjimu untuk bersedia menikah denganku," katanya tanpa basa-basi.


Yang membuat kepalaku berdenging saking banyaknya masalah yang datang silih berganti.


Oh, jangan bilang...


Fakta menarik tiba-tiba muncul di kepalaku.


Anak dari Celine tetap ingin menikahiku.


Anak dari Celine juga membantuku dan Josh Rainer keluar hidup-hidup dari neraka kemarin.


Anak dari Celine juga menimpakan seluruh kesalahan ibunya untuk memperbaiki nama baikku.


Anak dari Celine mau membantu dan menuruti rencana Josh Rainer untuk membungkam ibunya sendiri


.....


Mengapa Aldebaran melakukan ini semua?


Mengapa dia malah menghalangi ibunya sendiri?


Dan mengapa dia mau repot-repot membantu dan menuruti rencana musuhnya?


...


Fakta-fakta ini membuatku semakin gamang.


Apakah...


Apakah sejak awal Aldebaran berada di tim yang sama dengan kami?


Dan apakah dia memang ingin mencelakai ibunya sendiri?


.


.


.


.


.


.


...❤❤WAKTUNYA QUIZZZZZ❤❤...


Menurut kalian, apa yang akan dilakukan Josh Rainer saat bertemu lagi dengan Helena?


a. Berpelukan dan melepas rindu


b. Meminta Helena pergi karena sudah ada Selena di hati Josh


c. Josh berpura-pura amnesia, tidak kenal dengan Helena


d. Josh minta bantuan neneknya untuk mengusir Helena


e. Josh sembunyi sampai Helena pergi


f. Bukan semua pilihan diatas (yuk sebutin kalau kalian punya ide lain!) ❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2