Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
PELAKU YANG TAK DISANGKA


__ADS_3

Pov : Aldebaran


Kurang ajar!


Josh memang terlibat dalam kecelakaan yang menewaskan Dio!


Dan dia masih berani mengejar Selena setelah mengambil nyawa mantan kekasihnya?


Apa Josh sudah gila?


“Berani-beraninya kamu menyakiti Selena seperti ini!”  amarahku memuncak.


Tanganku masih gemetar sambil memegang ponsel setelah mendengar pengakuannya.


Tidakkah Josh tahu bahwa dia sudah memberikan neraka kehidupan kepada Selena setelah mengambil nyawa Dio?


Dan kini dia kembali akan menorehkan luka dengan membohongi Selena dan mengaku mencintainya?


Bagaimana dia bisa tega seperti ini?


“Dengarkan aku dulu..” Josh Rainer masih berkata tenang dari ujung sana.


“Aku tidak bisa membantumu keluar dari masalah ini! Kamu harus selesaikan sendiri!” pekiku masih marah dan tidak habis pikir.


Di ujung telfon, nafas Josh tampak menderu.


“Hey, aku tidak pernah minta bantuanmu! Aku berterimakasih untuk semua bantuan dan inisiatif yang kamu lakukan padaku, namun untuk kali ini serahkan padaku sepenuhnya,” jelasnya tanpa beban.


Bagaimana bisa di masih sesantai ini?


Mengapa dia setega ini pada orang sebaik Selena?


“Kamu membuatku kecewa Josh Rainer! Dan ayah juga pasti kecewa padamu!” aku menghardiknya.


Yang membuat suasana menjadi lebih menegangkan.


“JANGAN BAWA-BAWA AYAH JIKA KAMU TIDAK TAHU MASALAH YANG SEBENARNYA!” teriaknya tak terkendali.


Dia kemudian terdengar ngos-ngosan di ujung sana.


Josh sedang mengendalikan emosinya.


Dan aku lebih baik tidak melawannya.


Sejak kecil, ayah selalu mengingatkanku agar tidak pernah memicu kemarahan Josh Rainer.


Atau, kondisi badannya... akan semakin parah tanpa dia sadari.


“Dengarkan aku..” dia kini sudah kembali stabil, meski masih terdengar kepayahan mengatur nafasnya.


Aku jadi khawatir.


Sudahkah dia check up dengan dokter belakangan ini?


Mengapa kedengarannya dia semakin sulit mengendalikan emosinya?


"Kamu baik-baik saja?" tanyaku cemas.


...


“Aku memang..pengendara Ferrari itu, tapi aku rasa.. aku dijebak..” katanya masih mencoba mengendalikan nafasnya. Tidak menghiraukanku.


Dijebak?


Aku berusaha mendengarkannya dengan seksama.

__ADS_1


“Saat itu, aku hanya ingat rem mobil tiba-tiba blong.. padahal mobilku selalu dalam keadaan baik. Tapi malam itu berbeda..” jelasnya lagi.


Kini Josh sudah kembali ke mode tenangnya yang biasa.


Namun, penjelasannya membuat kerongkonganku tercekat.


Mungkinkah.. Josh memang diincar untuk dibunuh Celine sejak lama?


“Dua hari sebelum kecelakaan, Helena mengirimkanku pesan bahwa dia minta kami membicarakan lagi soal lamaran pernikahan, tepat satu tahun setelah dia menolakku. Dia mengajakku bertemu di tempat favorit kami, sebuah kafe di kaki gunung dekat rumah nenek,” Josh Rainer memulai cerita saat itu.


“Namun.. dia tidak pernah datang. Dia melupakan janjinya untuk bertemu denganku dan pergi dengan lelaki lain.. Dia bahkan belum kembali ke Indonesia dan masih di Inggris."


Aku rasa aku tahu ini akan bermuara kemana.


“Aku sendiri sudah berjanji..apapun yang ingin dia bahas malam itu, tidak akan mengubah sikapku. Karena setelah setahun berlalu, aku akhirnya yakin Helena bukan pasangan yang terbaik untukku..."


"Dia terlalu mencintai dirinya sendiri dan terobsesi dengan mimpinya untuk menjadi nyonya Gurnawijaya. Dia tidak mencintaiku apa adanya..” jelas Josh.


Aku masih mendengarkan detail cerita ini, tak ingin ada yang terlewat.


“Setelah tahu dia tidak datang, aku langsung pulang. Saat itu tengah malam dan aku tersadar ketika menuruni jalan, bahwa ada yang tidak beres. Remku blong dan ban mobil belakang kempes. Kamu bisa bayangkan betapa kagetnya aku saat menyadari ini?" dia menekankan pada kata-kata rem blong dan mobil kempes.


"Saat itu sudah tengah malam, tidak ada orang di kaki gunung bahkan tak ada bengkel yang buka. Jalanan menuju rumah selalu menurun dan meliuk-liuk. Dan aku sangat beruntung masih bisa membawa si merah pelan-pelam dengan selamat hingga pusat kota..”


“Aku berkendara sepelan mungkin. Aku bahkan lewat jalan biasa, bukan jalan tol karena mobilku sudah dipastikan tidak bisa mengerem dan berhenti. Beberapa lampu merah kuterabas tanpa berhenti, untungnya jalanan sudah sepi...” jelasnya.


“Lalu itu terjadi… saat aku sudah tinggal beberapa blok dari rumah, mobil Volvo berkecepatan tinggi tiba-tiba saja menabrakku saat Ferrari tengah berbelok di tikungan. Rasanya sakit sekali... Lalu aku mendengar suara teriakan yang sangat pilu..sangat sedih.. . tiba-tiba saja aku terbangun di rumah sakit dan tidak kenal siapa aku..”paparnya.


“Aku tidak tahu bahwa aku mengalami koma dan harus dioperasi hingga sadar empat hari kemudian. Beberapa hari, aku tidak ingat siapa diriku dan apa yang sebetulnya terjadi. Sampai akhirnya dia datang..”


Suara Josh Rainer kini berubah, menjadi lebih lembut.


Saat dia membicarakan tentang Selena Ariadna. Kekasih hatinya saat ini.


“Selena datang dengan matanya yang masih sembab. Namun, dia menyembunyikan semua kesedihannya saat mengenalkan dirinya padaku. Dia pura-pura menjadi ceria...," jelasnya dengan nada lembut yang berbeda.


Maksudnya?


“Amnesiamu pulih setelah Selena memberitahu namanya padamu?” aku masih bingung dengan penjelasan yang satu ini.


“Benar.. Saat dia menyebutkan nama 'Selena', pikiranku seperti kembali ke tempat kejadian peristiwa kecelakaan itu. Kata itu kuat sekali pengaruhnya untuk mengembalikan ingatanku. Entah bagaimana, mendengar nama 'Selena' membuat ingatakanku berangsur kembali.." jelasnya, kini dengan nada bergetar.


"Dan aku baru sadar setelahnya bahwa suara pilu dan lirih yang kudengar di tkp saat itu adalah..”


“Suara Dio memanggil nama Selena?” aku mencoba menyimpulkan.


Josh Rainer terdengar menarik nafas panjang.


“Betul sekali. Lelaki yang bertabrakan denganku itu adalah Dio.. dia memanggil nama kekasihnya sebelum dia meninggal. Selena.. Selena.. lirihan itu tertinggal jelas di pikiranku.. mungkin karena kejadian itu sangat menggugah hatiku, aku bisa kembali mengingat semuanya kembali. Kata Selena seperti pemicu untuk mengingatkan aku tentang peristiwa itu..." katanya sedih.


Aku kini sudah menutup mulutku.


"Dalam keterbatasanku karena terus diawasi Celine, aku mencoba mencaritahu apakah Selena yang ada di depan mataku sama dengan Selena yang dimaksud si lelaki tersebut. Ternyata benar.. dia adalah perempuan yang ditinggalkan.. Mereka berdua adalah sepasang kekasih yang terpisah karena kecelakaan yang melibatkan aku..”


Bagaimana bisa keadaan ini kebetulan terjadi antara Selena, Dio dan Josh Rainer?


Bagaimana nasib mereka bisa terikat seperti ini?


Bagaimana bisa.. Dio seakan meminta pertolongan kepada Josh, yang telah ditabraknya untuk meneruskan takdirnya?


Apakah ini tanda dari semesta? Apakah ini yang dinamakan takdir?


Sepertinya, Tuhan sudah mengatur sedemikian rupa agar mereka bertemu.


Bertemu, dipersatukan dan menjalankan kembali takdir yang seharusnya berjalan lurus.

__ADS_1


Jika itu benar.. maka..


Maka.. Josh Rainer telah direstui Tuhan untuk bisa bersama Selena.


….


Semua cerita ini masih sulit untuk dimengerti.


Namun, aku harus mempercayainya. Karena dia adalah adikku, satu-satunya keluarga yang kumiliki.


“Maafkan aku telah menuduhmu.." aku masih tidak bisa berkata-kata.


Josh terdengar mendesis.


“Celine tidak bohong, akulah si pengendara Ferrari itu. Tapi kecelakaan itu di luar kuasaku. Ada yang menginginkanku mati dalam kecelakaan itu. Dan naasnya, Dio lah yang mati..” jelasnya.


"Kenapa kamu tidak pernah mau cerita masalahmu padaku? Ini adalah masalah yang serius. Tidak hanya soal hukum yang harus kamu jalani, tapi juga melibatkan kepercayaan dan kejujuran untuk Selena.." aku memintanya untuk lebih terbuka.


Josh Rainer memang tidak pernah menceritakan apapun padaku jika bukan aku yang memintanya. Sama halnya dengan kasus penyelamatan Josh Rainer dan Selena dari cengkeraman Celine dan Becca kala itu.


Untunglah saat itu Margaretha menghubungiku diam-diam dan aku bisa memastikan agar Josh dan Selena bisa keluar dengan selamat dari depan mata Celine.


“Aku bisa membereskan masalahku sendiri, kamu tidak perlu khawatir. Aku sendiri sudah cek hukuman di negara ini dan aku tidak harus menanggung hukuman apapun bila aku bisa membuktikan bahwa aku juga merupakan korban dalam kecelakaan ini,” katanya sekenanya.


Josh Rainer yang selalu tertutup dan tidak pernah meminta bantuan ini tidak pernah berubah sejak kecil.


“Tapi.. aku sudah menekan Celine sampai dia benar-benar tidak berdaya.. mengapa dia tidak cerita bahwa dia sebetulnya yang merencanakan ini semua?” tanyaku bingung.


Dengan agitasi yang dilakukan para pengawalku, Celine kini benar-benar ketakutan dan berjanji bahwa semua yang keluar dari mulutnya adalah fakta yang sebenarnya terjadi.


Dan dia masih berani tidak mengatakan semuanya padaku?


“Karena.. memang bukan Celine pelakunya.”


Apa?


Jantungku serasa tertohok mendengarnya?


“Maksudmu? Ada orang lain yang menginginkanmu mati selain Celine? Bahwa kamu dikejar-kejar pembunuh yang berbeda dalam satu bulan ini?” kataku tak percaya.


Josh Rainer kini terdengar melengos di ujung sana.


“Asumsiku begitu. Saat ini aku sedang mengumpulkan seluruh bukti untuk menuntutnya," jelasnya tenang.


Aku masih tidak habis pikir, siapa yang punya motif untuk membunuh lebih besar dari Celine?


Saat Margaretha menghubungiku saat itu, aku tidak pernah menyangka Celine yang penuh perhitungan mau terjun dalam risiko dengan membunuh Josh. Aku tahu hubungan mereka dari dulu tidak pernah akur, namun sejahat-jahatnya Celine, aku tidak pernah menyangka dia berani membunuh seseorang.


Setelahnya, aku janji akan memberitahukan Selena yang sebenarnya bahwa.. akulah yang ditabrak Dio.. akulah pembunuh pacarnya..” Josh Rainer terdengar sedih saat mengatakan itu.


"Josh.." aku mencoba menenangkannya.


"Aku telah membunuh Dio.... Akankah Selena memaafkanku? Atau dia malah pergi dan membenciku sampai aku mati?"


Aku tidak tahu bagaimana suara lirih Dio saat memanggil Selena, di saat sekaratnya kala itu. Tapi, aku yakin suara pilu itu tak berbeda jauh dengan kata-kata yang baru saja diucapkan Josh Rainer di telingaku.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Yaampun! Apakah maksud Josh kecelakaan mobilnya dan percobaan pembunuhan dengan obat oleh Selena saat itu dilakukan oleh orang yang berbeda? Jika bukan Celine, siapa sebenarnya otak dari rencana bengis ini?


Kita simak di chapter berikutnya yaa 💕


__ADS_2