Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
KEINGINAN IBU


__ADS_3

Makan malam kali ini terasa nikmat sekali.


Aku bahkan menambah piringku hingga tiga kali. Rasanya, aku seperti tidak diberi makan saat aku bertugas di kediaman Gurnawijaya tiga minggu terakhir.


Terutama, rasa nikmat itu bertambah puluhan kali lipat karena aku kembali berkumpul dengan orang-orang yang penting buatku.


Keluargaku. Dan sahabatku.


Di tengah makan malam, aku menceritakan seluruh yang kualami pada mereka semua. Kecuali hal-hal pribadi yang terjadi antara aku dengan Josh Rainer dan Aldebaran.


Aku menyimpan semua kisah-kisah manis bersama Josh Rainer yang terjadi selama tiga minggu terakhir untuk konsumsiku sendiri.


Tentu, aku juga merahasiakan bagaimana Aldebaran sangat getol untuk menikahiku sejak reunian pertama kami.


Mereka mendengar ceritaku cermat, namun tampak tidak terlalu kaget. Sepertinya Josh Rainer telah menjelaskan sedikit kepada Anna sebelumnya. Aldebaran pun tampaknya sempat bercerita kepada kedua orangtuaku mengenai apa yang terjadi.


Selesai makan, Aku, Anna dan Gery membereskan meja makan dan mencuci piring di dapur.


Saat aku melihat mereka berdua tengah dekat sekali dan bercanda saat menyortir piring bersih, aku memutuskan untuk menjauh dan memberikan mereka ruang untuk bersama.


Setidaknya, dari seluruh rentetan kasus yang menimpaku, masih ada yang membuatku bahagia.


Melihat kedua sahabatku mulai bertukar rasa.


Entah mengapa, fakta ini sangat membuatku senang dan seakan menjadi pelipur lara dari seluruh penatku.


Saat ibuku melihat aku sendiri, dia menggandengku. Kami kini saling berjalan bersisian menuju gazebo di belakang villa rumah Anna.


Aku mengenakan jaket wool milik Gery yang dia berikan kepadaku tadi setelah makan. Ya, cuaca disini menjadi sangat dingin karena sudah semakin malam dan tidak ada pemanas ruangan di gazebo.


Aku lalu duduk berdua dengan ibu di kursi gazebo yang menunjukkan pemandangan malam dari atas bukit yang indah.


“Nak, Ibu tadi kaget setengah mati melihat kamu pingsan saat tiba disini," katanya berkaca-kaca.


Aku respons memeluknya lagi.


"Tapi ibu lebih kaget lagi saat tahu yang membawamu kemari dan membantumu untuk keluar dari bahaya adalah Ale.. Ale anakku..” suara ibu tercekat saat mengatakannya.


Sudah kuduga, ibu pasti terguncang, terharu dan bahagia sekaligus saat melihat Ale kembali ke depan matanya.


“Dia tumbuh menjadi anak yang rupawan, sopan dan sangat dewasa. Ibu.. benar-benar tidak menyangka Ale akan kembali. Ibu pikir.. status sosial telah mengubahnya, namun dia malah bilang sangat merindukan kita dan telah berusaha menemukan kita bertahun-tahun,” ujar ibu penuh haru.


Ibu lalu bercerita bahwa Ale menggendongku dan segera membawaku ke kamar kosong yang masih tersisa di villa ini agar aku istirahat.


Ibu bilang dia sempat meminta waktu sebentar di kamarku, yang kuduga dilakukannya untuk menulis surat buatku.

__ADS_1


Dan… apakah saat itu dia juga mengganti bajuku waktu aku tertidur?


Aku tidak berani menanyakan itu pada ibu. Wajahku pasti akan berubah menjadi seperti kepiting rebus karena malu.


Dan aku benar-benar berharap dia tidak melakukan hal sejauh itu padaku.


Setelahnya, dia turun kebawah dan menyambut kembali ibu dan ayahku.


Ibuku bilang bahwa Ale sempat menangis dan bahkan mencium kaki ibuku.


Hal yang sama dia lakukan saat perjumpaan pertama kali mereka dulu. Dia mendapatkan pengampunan dari ibu setelah dia berusaha menjambret tas ibu saat itu.


Sampai disini, aku merasa Ale benar-benar memaksudkan seluruh perkataan dalam suratnya untukku.


Ale memang tulus dan ingin melindungiku.


Yang membuat jantungku berkecamuk, bimbang dengan rasa yang sedang kualami.


Ale juga sempat bercerita bahwa setelah dua bulan dia kembali ke rumah keluarga Gurnawijaya, Ale menyuap pengawal untuk datang kembali ke rumah kami dulu.


Dia butuh waktu karena berkali-kali tidak diizinkan keluar oleh ibunya karena peraturan di rumah sangat ketat. Ibunya takut Ale kabur dari pengawasannya dan sangat selektif memilih lingkungan pergaulan untuk anak semata wayangnya.


Namun, saat dia berhasil kembali ke rumah kami, telah ada keluarga lain yang menempati rumah kami.


Ale tidak bisa menemukan kami lagi saat itu.


Ale merasa hancur.


Dengan pengawasan yang ketat dari keluarganya, dia mencoba tetap menghimpun informasi kemana kami pergi.


Dia berusaha mendatangi sekolah lama ayahku, menanyai wali kelas di sekolahku hingga mengecek siswa bimbel yang diajar oleh ibuku. Semuanya memberikan informasi yang singkat saja, bahwa kami pindah rumah karena ayahku pindah kerja.


Sepertinya, tidak ada yang menanggapi serius rasa penasaran Aldebaran muda saat masih berusia 10 tahun kala itu.


Yang membuat Ale semakin sedih, saat masuk ke SMP, Ibunya memutuskan agar dia untuk melanjutkan sekolah di Amerika.


Ale menyempatkan pulang di saat ada waktu hari libur sekolah dan berusaha tetap mencari kami.


Namun, dia menyesal karena tidak tahu banyak tentang nama panjang ayah dan ibuku sehingga sulit sekali menelusuri jejak kami.


Dia hanya tahu aku bernama Selena Ariadna dan ternyata, namaku tidak langka. Banyak yang memiliki nama serupa di Jakarta dan saat itu, belum ada kekuatan google yang bisa mencari tahu informasi akurat. Apalagi, dia mulai sibuk dengan seluruh tugas-tugas sekolahnya saat dia kembali ke Indonesia.


Ale lalu menghabiskan banyak waktunya di luar negeri. Setelah selesai menamatkan pendidikannya hingga sarjana di Amerika, dia pindah ke Inggris untuk menyelesaikan gelar pendidikan masternya.


Saat itu, dia selalu pulang saat libur sekolah dan hari raya besar, namun sudah tidak lagi mencoba mencari kami.

__ADS_1


Dia sudah menyerah untuk menemukanku dan keluargaku.


Dia lalu sibuk dengan dunianya, yakni mempersiapkan diri untuk masuk ke manajemen eksekutif bisnis Gurnawijaya sambil menggeluti terus hobinya. Hobi baru yang dia sukai setelah menjadi tuan muda Gurnawijaya.


Berkuda.


Dan dengan serangkaian prestasi yang dia miliki, Ale terpilih menjadi anggota kontingen untuk olahraga berkuda pada Olimpiade yang juga akan digelar di Inggris. Dia berharap bisa mengharumkan nama Indonesia dengan mendapatkan medali nantinya.


Saat sedang latihan berkuda bersama kontingen lainnya di Inggris,  dia kaget saat mendengar saudaranya mengalami kecelakaan dan memutuskan untuk kembali ke Indonesia.


Dan dia lebih kaget lagi saat mendengar nama dokter yang mengurus saudaranya yang mengalami amnesia adalah aku.


Selena Ariadna.


Dia lalu mencari tahu tentangku dan ternyata aku adalah orang yang dicari-carinya sejak dulu.


Dan setelah itu, dia langsung segera ingin menemuiku dan membawanya pulang ke rumah, untuk bertemu ayah dan ibuku.


Karena itulah harapan terbesarnya sejak dulu. Berkumpul lagi bersama kembali  bersama lagi berempat saja.


Ibu selesai bercerita dengan pandangan mata yang bahagia.


Dia sangat bangga dengan pencapaian Aldebaran, anak yang pernah dia pungut dan tidak pernah melupakannya.


Aku sendiri juga merasa terharu.


Namun, masih ada keraguan yang teramat besar untuk mempercayai Aldebaran.


Dia adalah anak Celine.


Dan dia adalah kekasih Becca.


Benarkah semua yang keluar dari mulutnya dapat dipercaya?


Apakah dia benar-benar menyanyangiku tanpa motif tertentu?


Saat aku tengah bergumul dengan keraguanku, Ibu meraih tanganku.


“Nak, ibu tahu ini terlalu cepat buatmu. Tapi, ayah dan ibu akan sangat bahagia bila Ale bisa menjadi bagian dari keluarga kita seutuhnya," katanya yang membuat jantungku berpacu.


Apa maksud ibu?


Dia lalu melanjutkan kata-katanya, yang membuat bulu kudukku berdiri.


"Kami sangat senang jika bisa melihatmu bahagia bersama Ale dalam ikatan pernikahan.”

__ADS_1


__ADS_2