
Segera menikah?
Aku yang baru saja dilamar beberapa jam yang lalu ini diminta untuk secepatnya menikah?
Mengapa harus terburu-buru? Apa yang terjadi?
Aku masih menunggu penjelasan lanjutan dari Josh Rainer.
“Nenek sedang dalam perjalanan kesini untuk menjelaskan semuanya..” kata Josh yang masih sama bingungnya denganku.
“Untuk menjelaskan semuanya atau untuk mengurus pernikahan secepatnya?” tanyaku sarkas.
Aku memang belum begitu mengenal Nenek Josh Rainer, namun dari pertemuan sebelumnya dan bagaimana Josh bercerita tentangnya, aku menebak Nenek adalah orang yang sangat dominan, opportunis dan senang jika semua hal berada di bawah kendalinya.
Dan kali ini, tampaknya pernikahanku pun harus berada di bawah kendali Karina Gurnawijaya.
Tentu saja aku tidak senang mendengar ini.
“Ceritakan padaku apa yang sedang terjadi,” aku menekannya untuk memberitahuku mengapa nenek harus ikut campur dalam pernikahan kami.
Josh masih tampak berpikir keras.
“Apa sesuatu terjadi pada Tel-X?” aku menebaknya.
Josh terperangah mendengarku.
Dia kini mencoba merangkulku.
“Kira-kira begitu.. direksi Tel-X sudah tahu soal penggelapan dana perusahaan atas nama Aldebaran..," katanya dengan nada dingin bercampur rasa kesal yang tak bisa dia tahan.
Penggelapan dana triliunan yang dilakukan Becca dan Celine? Bukankah baru segelintir orang saja yang mengetahui masalah ini?
"Mereka juga mendengar bahwa aku sedang amnesia akut dan tidak bisa memimpin perusahaan.. mereka saat ini sedang bail out dan meminta nenek untuk memilih calon pemimpin perusahaan yang baru.. selain aku dan Ale karena kami berdua sama-sama dinilai tidak mampu memimpin perusahaan,” jelasnya padaku.
Ya ampun.
Apa aku tidak salah dengar?
Siapa yang berani membocorkan fakta confidential yang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu di lingkungan Gurnawijaya ini?
“Seharusnya, masalah kamu mengalami amnesia hanya diketahui kita-kita saja kan? Dan soal penggelapan dana juga baru keluargamu saja yang tahu, bukan? Lalu siapa yang berani membocorkan ini kepada direksi?” tanyaku sama bingungnya.
Josh tampak linglung dan kini dia terduduk kaku di pasir pantai Malibu, California.
“Itu juga yang menggangu pikiranku.. Selena.. Siapa yang berani menggangu rencanaku?” katanya kini sambil menelungkupkan tangannya ke kepala.
Apakah Becca dan Celine kembali berkomplot dan berusaha menyerang keluarga Gurnawijaya?
Jika benar demikian, apa motif mereka?
Bukankah Celine dan Becca otak dari penggelapan itu? Jika mereka membocorkan isu ini, pastilah mereka juga dalam bahaya.
Karena merekalah perampok sebenarnya, Ale hanya sial dicatut namanya untuk pengalihan dana perusahaan itu. Jika Tel-X meminta dilakukan investigasi, pasti langsung ketahuan bahwa pundi-pundi itu tidak mengalir ke Ale sepeserpun, melainkan mengalir ke rekening keduanya.
Dan bukankah tujuan utama dari Celine dan Becca adalah menggeser Josh Rainer dan menempatkan Ale di puncak tertinggi perusahaan tel-X?
Dengan begini, rencana mereka tentu gagal. Kedua putra mahkota, baik Josh maupun Ale sama sekali tidak mendapatkan simpati para direksi. Yang satu terlibat dalam penggelapan uang, yang satu lagi tak berdaya karena mengalami amnesia akut.
Apakah... ada orang lain yang ingin menghancurkan kekuasaan keluarga Gurnawijaya?
“Bukan Becca dan Celine.. Becca berada dibawah pengawasanku, dan Celine diawasi terus oleh Al.. sepertinya ada orang lain yang ingin mencerai berai kami..” ucap Josh lagi-lagi seperti bisa membaca pikiranku.
Ada orang lain yang ingin melihat Josh dan Ale sengsara...
Benarkah begitu?
“Josh.. aku tidak tahu sejarah bisnis kalian sebelumnya. Bisa jadi ada direksi yang berusaha mengambil keuntungan dari situasi ini?” tanyaku padanya.
__ADS_1
Josh kemudian cepat menggeleng.
“Aku selalu mengecek riwayat direksi dan apa yang mereka lakukan di belakang kami. Semuanya bersih, mereka benar-benar tidak punya motif untuk menjatuhkan Tel-X atau bersekongkol untuk mengambil harta kami," calon suamiku kini tengah mengurut dagunya, tampak berpikir keras sekali.
Aku lalu datang pada kesimpulan yang teramat sederhana.
“Kalau begitu kamu atur saja pertemuan dengan direksi dan bilang kepada mereka bahwa kamu tidak mengalami amnesia dan sehat walafiat. Kamu juga bisa langsung membersihkan nama Aldebaran dan segera menangkap Becca dan Celine yang jelas-jelas pelaku dari penggelapan uang triliunan itu. Masalah selesai bukan? Tel-X tetap beradai di bawah kendalimu dan nenek juga akan bahagia” aku memberinya saran yang lugas.
Namun, Josh tampak tidak senang dengan saranku itu.
“Selena… aku sudah bilang padamu bukan apa yang aku ingin lakukan setelah kita menikah nanti?" Josh kini menatapku dengan pandangan kelu.
Aku kembali memikirkan percakapan di malam-malam kami bersama selama seminggu di California ini.
Josh ingin bahagia.
Dia ingin keluar dari Tel-X dan memberikan semuanya kepada Aldebaran, yang seharusnya menjadi pewaris sesungguhnya. Dia juga ingin mengumumkan kepada dunia bahwa Ale adalah kakak kandungnya, yang dengan begitu menjadi yang paling layak mendapatkan seluruh kuasa di Tel-X.
"Aku ingin menyerahkan semua warisan Tel-X pada Al karena dialah yang paling tepat berada disana. Dengan adanya ini, Al bisa terjegal dan rencanaku untuk bebas dari Tel-X hanya akan jadi utopia. Jika aku melakukan yang kamu bilang tadi, itu artinya aku akan berada di Tel-X selamanya. Selamanya aku tidak bisa menjalankah hidup yang aku inginkan..” katanya dingin.
Aku menelengkupkan tanganku ke mulut.
Aku tidak berpikir sejauh itu.
Aku pikir alasan utama Josh Rainer memilih menjadi pasien amnesia hanya untuk mengelabui Celine dan Becca.
Aku tidak menyangka bahwa menjadi amnesia juga akan memuluskan rencananya yang lain.
Untuk segera keluar dari Tel-X dan menyerahkan semua kekuasaan konglomerasi itu pada Al, kakak yang selama ini telah dia perlakukan dengan salah.
Aku tidak tahu bahwa Josh ingin cepat-cepat menyelesaikan ini semua dalam satu waktu.
Dan dengan Ale yang kini tersandera kasus triliunan, memang akan perlu waktu lagi bagi Josh agar Al dapat memenangkan hati pada direksi.
Aku benar-benar baru menyadari bahwa calon suamiku sangat amat erampil dalam hal strategi.
“Jadi.. amnesia akutmu ini juga bagian rencana untuk memberikan Al seluruh kuasa Tel-X? Dengan begitu, direksi tidak akan masalah jika dia menggantikanmu nantinya?” aku akhirnya bisa menebak bagian dari rencananya.
“Akan sangat sulit mendapatkan kesempatan ini lagi.. kesempatan untuk memberikan semuanya pada Al…," kini wajahnya menjadi muram
Aku berusaha menenangkannya.
"Aku yang sehat walafiat tidak akan bisa menyerahkan semuanya pada Al karena ada wasiat ayah! Ayah memberikan kuasa penuh Tel-X padaku dan bukan pada Al. Hukum tidak akan mengizinkan Al untuk melanjutkannya hanya karena tidak ada masalah yang sangat besar untuk menggantikanku,” ujarnya masih dengan nada pedih.
Aku langsung memeluknya, mencoba memberikannya semangat.
Aku sangat memahami perasaan Josh.
Dia lelah hidup bukan di dunianya.
Dan dia ingin memberikan kakaknya hak yang seharusnya dia dapatkan sebagai anak pertama keluarga Gurnawijaya. Lebih dari itu, dia ingin membalas budi kebaikan kakaknya..
Yang selama ini selalu direpotkan olehnya. Yang selama ini selalu dia perlakukan dengan buruk.
Dia menyesali itu semua dan ingin kehidupan yang lebih baik bersama kakaknya.
Namun, tiba-tiba saja masalah ini datang.
Josh pasti sangat amat terpukul dibuatnya.
“Josh..Seberapa bencinya kamu untuk melanjutkan perusahaan ini, ingatlah aku selalu ada disampingmu.. aku akan bersama-sama denganmu dalam ketidaksukaanmu..aku harap itu akan membuatmu lebih baik..” kataku sambil mengelus bahunya.
Josh membalas pelukanku. Lama dan hangat.
“Aku butuh waktu untuk memikirkan ulang semua ini. Kita pulang sekarang ya?” Josh tampak kewalahan.
Aku mengangguk dan menggamit lengannya. Kami bersisian kembali dari indahnya pantai Malibu di kala senja menuju ke mobil.
__ADS_1
Saat aku tersadar bahwa aku belum tahu paham kaitannya dengan seluruh kejadian di Tel-X dengan pernikahan kami yang diminta di percepat.
“Josh, tunggu, “ aku memintanya berhenti sebentar.
Josh masih dengan wajah muram memberhentikan langkahnya.
“Lalu apa hubungan semua masalah ini dengan pernikahan kita? Aku tidak melihat ada kaitannya sama sekali,” kataku bingung.
Josh terdiam.
Dia berada seperti di posisi tidak ingin menjelaskan apapun padaku.
Namun pandanganku padanya tegas, benar-benar meminta penjelasan yang relevan darinya.
"Josh?" Aku menekannya untuk bicara.
Josh Rainer kini menghembuskan nafas dalam-dalam.
“Kita harus menikah karena itulah isi wasiat ayahku. Saat ini aku masih pengganti sementara dan aku baru akan memegang kendali Tel-X sepenuhnya bila aku sudah menikah..." ujar Josh.
Sampai disini, aku masih belum mengerti.
"Dan aku punya keistimewaaan untuk mengatur perubahan pemimpin jika aku berada dalam keadaan tidak bisa bekerja..” katanya sambil membalas tajam pandanganku.
Perubahan pemimpin?
Dengan pernikahan kami, Josh bisa menunjuk pemimpin sementara untuk menggantikan dirinya?
Otakku berdesing dengan kuat, masih mencoba menyambungkan kedua fakta ini.
Dengan kasus yang menimpa Al, sudah pasti dia tidak bisa memberikan kendali Tel-X pada kakaknya.
Ah.
Jangan bilang… jangan…
Bulu kudukku merinding tak tertahankan.
Kini aku menganga saat tahu apa yang sebetulnya sedang disiapkan oleh Nenek Karina Gurnawijaya untuk menjadi pengendali Tel-X.
Dan entah mengapa aku merasa sangat pedih sekali.
“Nenek menyuruhmu menikah agar kamu bisa menunjuk aku untuk menggantikanmu di Tel-X?”
Tolong katakan tidak Josh Rainer.
Tolong katakan bahwa analisisku salah.
Namun, gerak-gerik Josh Rainer tidak mengamini harapanku.
Aku mendengar hal yang sebaliknya dari mulutnya.
“Ya.. Selena.. kami tidak punya pilihan selain memintamu untuk mengendalikan Tel-X. Istri Josh Gurnawijaya akan menjadi pemimpin sementara perusahaan. Hanya itu yang bisa menyelamatkan posisi Gurnawijaya sekarang ini.”
Aku tertegun tak percaya.
Rasanya pasir pantai Malibu yang kupijaki seakan runtuh ke dalam bumi.
.
.
.
.
...Hai semuanya! I am back!...
__ADS_1
...Terima kasih sudah menunggu lama ya. Semoga kita semua terus diberi kesehatan, sehingga aku bisa terus memposting update baru dari series Menikahi Pembunuh Pacarku ini sampai tamat nanti 💕...
...Penasaran dengan apa yang terjadi nanti? Yuk ditunggu ya chapter berikutnya 💕💕...