Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
PRIA PALING MISTERIUS


__ADS_3

“Sayang?”


Aku masih merasa geli dan belum terbiasa dengan panggilan itu.


Panggilan cinta dari Josh Rainer untukku.


“Kita sudah sampai,” katanya berbisik di telingaku.


Mataku masih berusaha beradaptasi dengan cahaya pagi di Negeri Paman Sam saat pintu pesawat pribadi Josh Rainer yang membawa aku dan keluargaku itu terbuka, tanda telah tiba di rumah pribadinya.


“Selamat datang di duniaku,” katanya lagi sambil mengecup keningku hangat.


Aku meleleh.


Namun, aku langsung melepaskan diri darinya, tidak enak jika kami terlalu intim di depan ayah dan ibuku yang juga berada di pesawat yang sama dengan kami.


Dan Josh Rainer malah tertawa melihat responsku. Dia lalu mengusap-usap kepalaku dan menunggu pesawat aman sebelum kami turun.


Pesawat pribadi Josh Rainer sangat eksklusif. Kendaraan mewah ini memiliki dua kamar VIP di lantai atas pesawat, lengkap dengan kasur besar yang nyaman dan kamar mandi di dalam kamar.


Ayah dan ibuku berada di salah satu kamar VIP sejak kami berangkat, sehingga membuat ayah tidak perlu duduk sepanjang 24 jam perjalanan dari Jakarta menuju California, Amerika Serikat.


Sementara itu, Josh Rainer memberikan satu kamar tidurnya untukku. Namun, aku tidak menggunakannya dan memilih untuk bersamanya di tempat duduk yang juga sangat lega untuk bersama dengannya semalaman.


Dia sempat khawatir awalnya, karena aku belum pulih setelah peristiwa penculikan itu dan memintaku untuk tidur di kamar yang tersisa.


Namun, aku bersikeras dan mengatakan padanya bahwa aku sudah sembuh total. Dan bersamanya sepanjang malam akan membantu menyembuhkan mentalku yang masih sedikit terganggu atas semua yang telah kulalui.


Saat mendengar itu, wajah Josh Rainer seperti memerah dan dia mendaratkan ciuman bibirnya yang candu itu di bibirku. Lama.


Dan setelah bersamanya semalaman, memandanginya saat terlelap tidur kini adalah salah satu hobiku.


Dia sangat amat tampan. Dan aku tidak bisa memejamkan mataku saking merasa beruntung bisa bersisian dengannya saat ini.


Aku benar-benar sangat bahagia saat ini. Sangat bahagia.


Josh Rainer seperti hadiah yang Tuhan kirimkan padaku untuk tetap waras menjalani hidup sepeninggal Dio.


Dio.. kami berbicara banyak tentang hebatnya Dio di masa lampau dan bagaimana dia bisa mencuri hatiku.


Entah mengapa, Josh Rainer tampak sangat ingin tahu tentangnya, namun juga beberapa kali menunjukkan empatinya padaku dengan ikut bersedih bahwa Dio yang selama ini menjagaku itu telah pergi selamanya.


“Aku yang sekarang menjagamu dan akan terus bersamamu sampai maut memisahkanku dari raga ini,” katanya saat mencoba menghapus tangisku tadi malam setelah aku bercerita tentang Dio.


Satu hal yang paling aku suka dari Josh Rainer adalah dia seorang pendengar yang baik. Dia benar-benar senang mendengarkan semua cerita tentang kehidupanku, mengingat semua hal detail yang telah kuceritakan dan berempati terhadap semua hal sedih maupun bahagia yang aku rasakan.


Yang paling kusuka darinya tentu saja bagaimana dia menerima aku apa adanya, meskipun aku baru saja ditinggal mati calon suami dan status finansial kami yang berbeda jauh.


Dia tidak mempermasalahkan semua itu dan menilai bahwa aku adalah permata yang benar-benar mengubah hidupnya menjadi jauh lebih baik.


Dia meyakinkan bahwa aku dan dia setara, kami sama sama mendorong hidup yang kami pikir telah hancur untuk kembali bangkit dan menjadi lebih baik. Kami saling melengkapi dan mendukung satu sama lain.


Dan aku rasa karena itulah cinta diantara kami berkembang. Josh Rainer menganggap aku adalah penyelamat hidupnya, dan sama halnya aku juga memandangnya.


Namun, sepanjang malam, aku sadar bahwa aku lah yang terlalu banyak bercerita tentang hidupku.


Dia sendiri belum banyak membuka dirinya kepadaku. Josh Rainer tetap menjadi pribadi yang tertutup terhadap dunianya dan lebih memilih menjadi pendengar yang baik semalaman.

__ADS_1


Padahal banyak sekali yang ingin kudengar dari Josh. Yang paling ingin kudengar adalah seperti apa rencana yang dia siapkan untuk memberingus Becca dan Celine yang telah menyakiti kami.


Juga bagaimana dia menjelaskan kepada Helena tentang hubungan kami di saat dia masih berpura-pura amnesia dan meninggalkan Indonesia karena kebohongan lain, yakni untuk melakukan terapi amnesia bersamaku di Amerika.


Aku bahkan masih sangat penasaran dengan bagaimana hubungannya dengan adik tirinya yang juga orang yang selama ini kuanggap kakak laki-lakiku, Aldebaran.


Jika aku mendengar cerita mereka, sepertinya mereka berdua akur dan selalu berhubungan satu sama lain. Ale bahkan bersedia disalahkan atas rencana pembunuhan Celine di media massa dan sengaja menciptakan cerita palsu untuk melindungi Josh. Ini adalah salah satu bukti bahwa Aleada dibelakang Josh Rainer selama ini, selalu mendukungnya walaupun ibu nya sendiri ingin menghancurkan kakaknya.


Namun, ada pula beberapa hal di cerita Josh Rainer yang menyiratkan ada jarak diantara mereka.. dan banyak hal lainnya yang belum kuketahui.


Termasuk rahasia yang hanya diketahui dirinya dan Ale yang sempat dia ceritakan padaku, namun diinterupsi karena kedatangan Helena saat itu.


Saat aku bertanya padanya mengenai seluruh rasa penasaranku ini tadi malam, Josh hanya bilang bahwa dia akan menjelaskan padaku di malam-malam kami berikutnya.


“Bolehkah malam ini aku hanya mendengar semua yang tidak kuketahui tentang kekasihku ini? Aku ingin lebih jauh masuk ke duniamu, cerita tentang hidupku nanti saja,” ujarnya tadi malam.


Karena itulah, sepanjang malam kami hanya bercerita mengenai masa laluku : cita-citaku yang ingin mengambil spesialis kedokteran bidang neurologi, kisah cintaku yang kandas karena maut bersama Dio, hubungan persahabatanku dengan Gery dan Anna, hingga betapa pentingnya sosok Aldebaran di keluargaku.


Dan saat aku mengatakan bahwa aku salah menilai Aldebaran saat awal kami bertemu kembali, wajahnya menunjukkan perubahan menjadi lebih dingin.


“Jika kamu tahu sejak awal bahwa dia adalah Aldebaran yang hilang, apa kamu tidak akan melihat cintaku untukmu?” katanya tadi malam dengan wajah serius.


Aku mengelus pipinya lembut.


“Josh.. jangan lagi membandingkan dirimu dengan Ale ya? Dia memang orang yang aku tunggu untuk kembali.. namun kamu adalah hal indah yang berkembang di saat duniaku runtuh,” kataku padanya.


Dia terbelalak mendengar jawabanku.


Dia lalu mencium tanganku tadi malam, namun dari wajahnya aku menduga dia belum puas dengan jawabanku.


“Kalian sangat berbeda. Aku selalu menyayanginya namun hatiku tidak merasakan perasaan indah sebagaimana yang aku rasakan padamu saat ini. Aku memilihmu karena mencintaimu, Josh. Dan Ale akan selalu menjadi kakak laki-lakiku.”


Kami lalu berpelukan sepanjang malam dan tanpa sadar aku tertidur di pundaknya yang hangat semalaman.


Sampai akhirnya dia membangunkan aku saat ini karena kami telah sampai di rumahnya.


“Apakah jarak dari rumah sakit dari rumahmu jauh?” tanyaku, khawatir dengan keadaan ayahku.


Ayahku sendiri saat ini sudah tidak menggenakan infus lagi, namun dia disarankan untuk terus istirahat sepanjang perjalanan dan itulah yang dilakukannya seharian ini.


Ayah juga diminta untuk makan sedikit-sedikit, tapi sering untuk mengisi lambungnya. Dan koki yang ada di pesawat ini telah memberikan bernutrisi baik untuk kesehatan lambung ayahku sepanjang perjalanan.


 “Sekitar 10 menit dari rumahku. Tenang saja, rumah sakit ini yang terbaik di California. Dan aku kenal betul dokternya yang seorang ahli gastroenterology, karena dulu ayahku juga punya masalah di pencernaannya dan berobat dengannya,” jelas Josh Rainer, berusaha menghapus rasa khawatirku.


“Ayo kita turun dulu,” ajaknya. Dia lalu membimbing ayahku untuk turun dari pesawat di lantai atas dan turun menggunakan tangga berjalan yang baru tersedia.


Saat kami turun,selusin asisten rumah tangga telah menyambut kami dan mengambil koper-koper kami tanpa disuruh. Aku, Josh, ayah dan I


Ibu langsung menuju golf car yang terparkir tidak jauh dari tangga pesawat untuk segera mengantarkan kami ke rumah utama.


“Apakah om cukup tidur?” tanya Josh Rainer ramah.


Aku sendiri saat ini tengah mengalungkan lenganku pada ayahku yang masih tersengal-sengal nafasnya karena lelah turun dari tangga.


“Luar biasa, Nak. Terima kasih untuk pelayanannya kepada kami. Kami tidak bisa membalas apapun selain mengucapkan terima kasih,” kata ayah sopan pada Josh.


Ibu juga mengangguk dan berterima kasih kepada Josh yang sudah sangat baik hati memberikan pelayanan nomor satu kepada kami, termasuk pengobatan kepada ayahku.

__ADS_1


“Jangan sungkan, om dan tante. Aku tidak bisa memberikan apapun juga setelah anak kalian membantu menyelamatkan nyawaku,” ucapnya sungguh-sungguh.


Ayah dan ibu tampak puas tersenyum, seperti senang bahwa Josh Rainer adalah anak yang rendah hati dan sopan, meskipun berlatar belakang konglomerat.


“Apakah Nak Josh tinggal sendiri disini? Rumah ini besar sekali..” tanya ibuku sambil mengangumi tiap sisi rumah yang kami lewati dari golf car.


Rumah ini luasnya sama seperti rumah nenek Gurnawijaya dan sama-sama berada di kaki perbukitan. Bedanya, rumah Josh dibangun dengan gaya luxury-american classic classic, sementara rumah nenek lebih condong ke luxury- meditteranian classic.


Josh tersenyum dikulum.


“Betul, tante. Ini adalah rumah yang diberikan ayah untuk ibuku sebelum dia meninggal dunia. Lalu, ibu mewariskannya untukku. Seharusnya, saat ayah dan ibu cerai, aku tinggal disini bersama ibuku. Namun ibu meninggal sehingga aku harus tinggal di Indonesia bersama ayah dan istri barunya,” jelas Josh Rainer.


Oh.


Ini adalah informasi baru yang aku tahu tentang Josh Rainer.


Selama ini, aku ternyata salah mengerti. Aku fikir ibu dan ayah Josh Rainer berpisah karena ibunya meninggal dunia.


Namun, ternyata kedua orang tua Josh lebih dahulu bercerai sebelum akhirnya mereka benar-benar berpisah.


Jika ibunya masih hidup, itu artinya Josh Rainer akan tinggal disini sejak kecil hingga dewasa, dan mungkin tidak akan pernah mau kembali ke keluarga Gurnawijaya di Indonesia.


Josh..


Inilah yang paling mengangguku dalam hubungan ini.


Aku merasa seperti tidak tahu apa-apa tentang kehidupan Josh Rainer.


Josh seperti berselimut rahasia dan tidak ingin membagikan dunianya yang paling dalam padaku.


Padahal, aku sudah sangat terbuka tentang duniaku padanya.


Setelah ini, aku harus lebih banyak mendesaknya.


Mendesaknya untuk lebih jujur tentang hidupnya padaku.


Dan jika ada satu hal yang dia sembunyikan atau dia sengaja tutupi dariku, tentu aku akan marah padanya.


Karena tidak ada satu orangpun di dunia ini yang mau dibohongi kekasih hatinya sendiri bukan?


 


.


.


.


.


.


...Sampai sejauh ini, kalian lebih suka liat kisah percintaan pasangan yang mana nih?...


...A. Selena dengan Josh Rainer lah! Meskipun Josh tertutup, tapi mereka berdua saling cinta 💕...


...B. Tetep dukung Ale biar bisa happy ending sama Selena 💕...

__ADS_1


...C. Tetep Selena sama Dio, paling tulus dan kalau Dio masih hidup seru kali ya liat mereka bertiga rebutan Selena? 🤗...


Yuk isi di kolom komentar! Jawaban kalian sangat penting nih untuk aku menentukan ending cerita ini hihihi 😘


__ADS_2