
Pov : Aldebaran
Aku bersumpah akan membunuh Becca jika dia melukai Selena!
Aku benar-benar marah saat ini!
Setir mobil kubanting saat aku tiba di titik yang kuduga adalah lokasi penyekapan Selena. Tak buang waktu, aku keluar tergesa-gesa menuju lokasi gudang.
Kecepatan 200 m/jam sudah kutempuh untuk mencapai lokasi terpencil di kaki bukit ini. Aku berusaha secepat mungkin tiba disini, setelah tadi sempat salah lokasi karena pengelabuan yang dilakukan Becca.
Becca tahu aku akan segera menyelamatkan Selena bagaimanapun caranya. Dan dia memanfaatkan celahku itu untuk menyiapkan petunjuk palsu.
Saat aku tengah kalut mencari hilangnya Selena dan keluarganya, dia mengirimkanku pesan yang berbunyi :
Walaupun kamu yakin cintamu padanya abadi, kamu tetap harus memilih salah satu : orang yang kamu sayangi di rumah kosong villa puncak atau orang tuanya di gudang terpencil di kaki gunung. Selamatkan mereka sebelum fajar menyinsing atau semuanya akan habis seperti debu.
Tentu saja aku bergerak untuk menyelamatkan Selena terlebih dahulu.
Aku mencari villa kosong yang dia maksudkan dan akhirnya berhasil menemukannya setelah berjam-jam menguras pikiran dan tenaga.
Aku pikir aku berhasil menebak petunjuknya dan segera menyelamatkan Selena.
Namun, aku malah menemukan keluarga Selena beserta sahabatnya yang ditahan disana.
Tidak ada Selenaku disana.
Becca sengaja mengelabuiku. Dia menyamarkan petunjuknya karena tahu aku akan memprioritaskan Selena diatas segalanya.
Untunglah, keluarga Selena dan sahabatnya dalam keadaan baik. Mereka hanya tampak terguncang karena Becca memplester mulut mereka dan mengikat mereka sejak malam sampai pagi tiba.
Namun, aku sangat takut kehabisan waktu.
Aku khawatir Selena akan dianiaya oleh orang suruhan Becca.
Dan yang paling membuatku merana, aku tidak tahu dimana lokasi Selena yang sebenarnya.
Sampai akhirnya aku mencoba mencari ide lain.
Aku memojokkan Celine dan memintanya bicara apa yang sedang direncanakan Becca.
Anehnya, Celine tidak tahu menahu mengenai rencana melukai Selena. Becca ternyata bergerak sendiri saat ini.
Namun, untunglah Becca mau memberitahukannya pada Celine. Dan Celine, yang saat ini dalam kondisi ketakutan kejahatannya akan terekspos, memberitahukanku detail lokasi penyekapan.
Dan akhirnya aku berada disini saat ini.
Awas kamu Becca!
Aku tidak akan memaafkanmu!
Ya, Becca benar-benar sudah kelewat batas.
Aku sudah menolaknya mentah-mentah saat kami dijodohkan oleh Celine tahun lalu. Namun, Celine tetap mencoba mendekatkan kami dan berharap dia bisa menjadi istriku.
Imajinasi yang tidak akan mungkin terjadi, bahkan jika dia adalah satu-satunya wanita yang tersisa di muka bumi ini.
Karena hatiku telah terparkir hanya untuk Selena Ariadna.
Selalu. Sejak dulu hanyalah Selena yang berhasil menancapkan mantranya di hatiku.
Kalau saja aku keras pada Becca sejak awal, Selena tidak perlu menderita begini.
Jika saja aku tegas pada Celine saat itu, aku dan Selena bisa melenggang mulus untuk mewujudkan mimpi kami bersama saat kecil dulu.
Bersama-sama ke altar pernikahan dan setia sampai mati bersama-sama.
Dan aku akan merasa sangat bersalah jika Selena terluka hanya karena kebodohan Becca.
Aku akan memberikan wanita gila itu pelajaran!
__ADS_1
...
Maafkan aku, Selena.
Becca tahu bahwa kamulah alasanku tidak bisa menerima cintanya. Dia pasti melihat pengakuan cintaku di televisi dan menjadi segila ini karena tidak terima dengan keadaan.
Mempertimbangkan sifat Becca yang pencemburu dan sangat kekanak-kanakan, Becca akan mati-matian meneror Selena.
Apalagi, Becca selalu menyalahkan Selena atas kematian kakaknya. Aku ingat saat Celine memintaku untuk menghibur Becca karena dia sangat terguncang ditinggal mati kembarannya saat itu.
Aku tidak pernah tahu bahwa ternyata perempuan yang diumpat dan disalahkannya saat itu adalah Selena, orang yang kucari-cari selama ini.
Dan aku tidak pernah tahu sebelumnya bahwa kakak Becca yang tewas karena kecelakaan di tempat saat itu seharusnya akan menikah dengan Selena.
Aku merasa dunia seperti membantuku menemukan kembali belahan hatiku, walaupun caranya sangat kompleks dan membingungkan.
Jika saja kakak Becca tidak mati, Selena pasti sudah menjadi istri dari orang lain.
Dan jika itu terjadi, Selena yang selalu menjadi bagian penting dalam mimpiku tidak pernah akan bisa kugapai.
Apakah ini yang namanya takdir?
Sehingga aku dipertemukan kembali padanya saat dia memang betul-betul membutuhkan pertolongan untuk membuatnya bangkit dan kembali hidup?
Semoga saja begitu.
Semoga saja ini semua belum terlambat.
Semoga Selenaku baik-baik saja.
...
Aku masih berlari dalam kecepatan penuh, berkejaran dengan waktu untuk memastikan Selena baik-baik saja.
Jika saja aku tidak pergi tadi malam, semua ini tidak akan terjadi.
Aku punya firasat Becca akan mengejar Selena. Aku yakin dia akan menemukan Selena dengan mengecek sinyal GPS ponselnya.
Karena itulah, aku sengaja meletakkan ponsel Selena di rumahnya yang kosong, untuk mengelabui Becca agar dia mengawasi titik yang salah alih-alih menemukan lokasi yang sebenarnya.
Namun, ternyata aku lah yang yang berhasil dikelabui olehnya.
Sejak awal, ternyata Becca sudah memantau pergerakanku. Sepertinya, dia sudah mengikuti gerakku sejak aku mengantarkan Selena yang dalam keadaan terbius ke villa keluarga Anna.
Padahal, aku sudah sangat berhati-hati untuk tidak ketahuan olehnya.
Dan hal inilah yang tidak kumengerti.
Apakah ada yang melapor kepada Becca bahwa aku memindahkan Selena ke lokasi persembunyian?
Aku sangat amat yakin dengan pergerakanku. Aku sangat berhati-hati dan yakin tidak ada yang berhasil mengendus rencanaku.
Tapi kenapa Becca bisa tau?
Jika benar, siapa yang memberitahukannya kepada Becca?
Apakah Celine?
Tidak. Celine sudah kuamankan dan berjanji tidak akan membahayakan nyawa Selena dan Josh Rainer lagi.
Dia sudah sangat ketakutan dan memohon padaku untuk bisa membebaskannya dari ancaman penjara.
Tidak mungkin dia.
Lalu siapa?
Tidak mungkin nenek Josh kan?
Aku tahu nenek tua itu tidak pernah menyukaiku. Namun dia tidak akan sejahat itu untuk membahayakan dokter yang sudah membantu cucunya keluar dari masa-masa kritis.
__ADS_1
Ataukah...
Tidak mungkin Josh Rainer sendiri kan?
..
Aku masih berlari menuju lokasi penyekapan dengan kepala berdesing kencang.
Josh pasti tahu aku yang mengeluarkan Selena dari rumahnya.
Tapi, mengapa dia repot-repot untuk memberitahukan Becca lokasi Selena? Becca adalah orang yang sudah hampir mengambil nyawanya!
Lagipula, jika Josh Rainer melakukannya, dia sungguh tidak tahu balas budi.
Karena aku sudah melakukan semua hal yang dia inginkan.
Aku telah berbohong untuknya.
Aku telah menahan Celine untuk tidak lagi beraksi.
Aku telah berakting semampuku untuk meyakinkan Celine dan Becca bahwa Josh masih mengalami amnesia.
Semua itu kulakukan agar rencana Josh bisa berjalan mulus.
Dan tentu saja, aku melakukan semua itu agar nama bersih Selena kembali dan mereka berdua tidak lagi berusaha menerornya.
Namun, ternyata aku salah perhitungan.
Ternyata Becca tetap bergerak sendiri karena rasa cemburu yang membabi buta.
Dia memang berniat mencelakai Selena sejak awal.
Sejak dia memberikan ide pada Celine untuk menumpakan seluruh kesalahan yang dilakukan dua orang jahat itu pada belahan hatiku.
Lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu Becca! Aku bahkan akan membuat ayah dan ibumu sengsara kalau kamh tega menyakiti orang yang kucintai!
Sebentar lagi aku sampai..
Tunggu aku Selena.
Kita akan pulang ke rumah bersama-sama.
Dan aku tidak akan membiarkanmu tersakiti lagi. Aku berjanji akan melindungimu dan selalu menjadi penyelamatmu.
Akhirnya aku sampai.
Dengan nafas masih menderu, aku mencoba mengamati lingkungan gudang terpencil yang tampak bobrok ini.
Namun, aku menemukan pemandangan yang tidak bisa aku percayai.
Dari jauh, aku melihat Josh Rainer menggendong Selena yang kelihatan lemah dalam dekapannya. Mereka kemudian hilang dari pandanganku dan masuk ke helikopter milik Josh.
Mataku nanar.
Bagaimana Josh tahu bahwa Selena dalam bahaya?
Bagaimana dia bisa menebak Selena ada disini?
Dan di luar itu, mengapa Josh terlihat sangat... tergila-gila dengan Selena?
Tatapannya itu...
Seperti tatapan yang Josh selalu berikan dulu pada Helena.
Apakah.. apakah...
Saudaraku itu menyukai orang yang sama denganku?
Dan apakah Josh Rainer adalah impostornya?
__ADS_1