Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
BELUM SELESAI


__ADS_3

Selesai sudah.


Becca menangkap basah kami!


Di depanku, Becca masih berdiri terperanjat seperti tak yakin dengan apa yang dilihatnya.


Josh Rainer kelihatan segar bugar dengan kaus olahraganya dan tengah berbincang denganku.


Sementara disampingnya, ada aku yang menggigiti bibirku saking gugupnya.


Aku harus segera mencari cara agar Becca percaya bahwa Josh memang mengalami amnesia.


Yang terpenting, dia juga harus percaya bahwa kami tidak tahu menahu tentang rencana Celine.


Pikirkan Selena, kamu biasanya sangat cerdik di situasi genting seperti ini.


Saat aku tengah kebingungan mencari cara, Josh Rainer tampaknya telah menemukan cara menutupi pergerakan bawah tanah kami.


Dia berdiri cepat dan berlindung di belakang pundakku dengan badan gemetaran.


Aku lalu menatap ke arah Becca dan menemukan dia tampak kaget dengan akting yang Josh lakukan.


Aku harus mengikuti permainan Josh.


Ini sinyal dari Josh Rainer untuk terus berpura-pura dan aku harus bergerak cepat.


Tanpa kusadari Josh telah menuliskan sesuatu lagi di papan tulis mini.


"Siapa dia, Dokter?"


Josh sengaja menuliskannya searah dengan pandangan mata Becca agar dia langsung melihatnya.


Dengan badan masih gemetar dan berlindung di belakang pundakku.


"Jangan takut, Josh. Ini Becca, kekasihmu. Benar kan, Becca?"


Aku mencoba sehalus mungkin mengikuti akting menawan Josh agar tidak ketahuan.


"Dan Becca, tolong kalau datang jangan teriak-teriak. Josh masih mengalami trauma sehingga sangat sensitif dengan sesuatu yang bisik dan ramai," aku mencoba berbohong.


Becca terdiam.


Dia kini tampak kebingungan, mau mempercayai instingnya atau apa yang dia lihat.


"Perkembangan Josh Rainer sudah sangat bagus dua minggu ini. Dia bahkan sudah bisa senam kecil tadi. Jangan sampai sedikit pemicu darimu membuat kondisinya kembali menurun," aku menghardiknya.


"Ta..tapi kalian tadi mengobrol soal minta maaf?" Becca masih tidak yakin.


Pikirkan Selena, pikirkan cepat alasannya!


"Josh minta maaf karena dia hanya mau sarapan kalau aku suapi. Ya aku bilang tidak bisa kan akan pergi dengan kamu," aku mencoba sehalus mungkin dalam berakting.


Aku kini sudah berdiri dan berjalan ke samping Becca.


"Becca, kamu dua minggu ini tidak pernah mendatangi Josh tapi sekarang malah mempertanyakan apakah dia amnesia atau tidak. Kalau dia berangsur sembuh bukankah sebagai pacar kamu seharusnya senang?"

__ADS_1


Efek kata-kataku barusan sukses membuat Becca tak berdaya.


"Aku.. tidak.. maksudku.. aku kaget sekali kalau Josh sudah sembuh secepat ini makanya aku seimplusif itu tadi," ucapnya palsu sambil berjalan menuju arah Josh.


Dia cepat-cepat melanjutkan, "Tapi tentu saja aku senang jika Josh segera menunjukkan perbaikan. Lagipula.. aku bukan pacarnya, Sel."


Becca akhirnya berkata jujur padaku?


Dari banyak kebohongan yang dia ucapkan padaku dalam dua pekan ini, akhirnya dia berkata jujur?


"Bukannya saat itu kamu bilang kalian adalah pasangan?" tanyaku mengonfirmasi.


"Aku hanya bercanda!" katanya sambil tertawa dipaksakan.


Becca melanjutkan, "Lagipula, Josh kan sudah punya kekasih. Helena namanya. Dia teman kuliahku dulu di Inggris."


Oh.


Ternyata Josh Rainer memang sudah punya kekasih.


Pacar Josh Rainer adalah wanita bernama Helena, yang berteman dengan Becca saat dia mengambil studi master di Inggris sana.


Pantas saja dia tegas mengatakan Becca bukan pacarnya kemarin.


Aku lalu menatap Josh, seakan minta konfirmasi darinya dalam diam.


Namun, Josh tidak membalas tatapanku dan malah membuang arah kepalanya ke arah yang lain.


Aku tahu, Josh seharusnya tak perlu mengonfirmasi apapun. Buat apa Josh Rainer menjelaskan hubungan pribadinya denganku?


"Kekasihmu sangat mengkhawatirkanmu Josh," Becca kini berjalan mendekati Josh yang sudah berdiri bersisian denganku.


"Dia sangat khawatir saat tahu kamu kecelakaan dan amnesia. Dia yang meminta aku untuk memberikan perawatan terbaik untukmu. Makanya aku merekomendasikan kamu ke Tante Celine, Selena."


Aku terdiam.


Apakah Becca mengatakan hal yang sebenarnya?


Bahwa ternyata aku diutus oleh kekasih Josh Rainer untuk merawatnya.


"Apa aku bisa melakukan panggilan video untuknya? Dia sangat ingin melihat kamu baik-baik saja," Becca kembali berinteraksi dengan Josh.


Kini, aku menunggu balasan Josh Rainer atas permintaan Becca.


Josh masih memasang tampang datar dan entah mengapa aku sangat menunggu apa yang akan dia lakukan.


Entah kenapa, aku berharap Josh Rainer menolak permintaan ini.


Tapi di sisi lain, aku juga ingin tahu seperti apa sosok kekasih Josh Rainer.


Seperti apa wanita yang beruntung mendapatkan seorang Josh Rainer untuk menjadi pendamping hidupnya.


Dia pasti sama hebatnya dengan Josh.


Dia pasti cantik sekali, sama indahnya dengan Josh.

__ADS_1


Dia pasti sangat diterima oleh keluarga Gurnawijaya.


Di saat aku tengah tenggelam dalam pikiranku, tiba-tiba tangan kekar menarik bahuku.


Tangan Josh Rainer.


Setelahnya, dia lalu menjatuhkan kepalanya di punggungku.


Kemudian, suara meringis terdengar dan semakin lama semakin kencang seperti petir yang membelah langit.


"Aaarrrrrgh!"


Josh Rainer gemetaran dan berteriak dengan satu tangannya meremas bahuku dan satu tangannya memegang kepalanya.


"AARRRGHH!" teriaknya lagi sambil menunjuk-nunjuk kepalanya.


Dia kembali berakting untuk membebaskan dirinya dari Becca.


Mengapa dia harus bertindak seperti ini?


Tidakkah dia rindu dengan kekasihnya dan ingin memberi kabar bahwa dia sudah lolos dari koma?


"Josh!' aku berpura-pura kaget dan mencoba menenangkannya.


"Becca, bisa minta tolong bantu aku papah Josh ke tempat tidurnya?"


Becca tampak kaget dengan perubahan Josh namun akhirnya menurutiku. Kami berdua memapah tubuh Josh dan mencoba menidurkannya di kasur.


"Dia kenapa, Sel?" tanya Becca kelihatan khawatir.


Aku mengambil kotak obat untuk semakin meyakinkan akting Josh Rainer kali ini.


"Sepertinya, informasi yang kamu berikan tadi membuat otaknya bekerja untuk mengingat kembali," kataku sigap.


Di saat Josh sudah terbaring di kasurnya, aku lalu mengambil suntikan dan berpura-pura mengisinya dengan obat cair.


Tentu saja, sebelumnya aku sudah mengganti botol obat ini dengan vitamin C. Jadi, aku hanya menyuntikkan suplemen yang akan memperkuat imun Josh dan tidak akan berdampak apapun pada otaknnya.


"Apakah artinya ingatannya sudah kembali?" tanyanya dengan nada meninggi.


Oh Becca. Jika kamu bukan temanku, aku ingin mendorongmu jauh-jauh dari sini.


Dari cara bicaranya, keliatan sekali Becca panik bila Josh sudah pulih dari amnesianya.


"Kemungkinan besar belum, sakit di kepalanya itu respons bahwa otaknya masih sangat lemah," kataku.


Aku melanjutkan, "Mengapa kamu malah panik, Becca?"


"Aku tidak panik, Sel. Aku cuma takut dia bertambah buruk karena aku. Maaf ya," katanya cepat menutupi kepanikannya.


Becca semakin memperlihatkan belangnya di depanku.


Becca, kenapa kamu harus berada di pihak yang berseberangan denganku?


Aku sudah ditinggal pergi oleh Dio, mengapa Becca yang ku kenal seakan juga pergi meninggalkanku?

__ADS_1


__ADS_2