Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
RATU YANG SALAH


__ADS_3

Pov : Becca


Dio!


Tolong bantu aku Dio!


Jemput aku! Aku sudah tidak sanggup berada di dunia ini!


Aku fikir aku sudah di telan kematian,


Nyatanya itu semua semu.


Kembalinya Aldebaran di depan mataku membuatku bangkit kembali.


Aku merasa... dipanggil kembali.


Aku merasa kembali memiliki kekuatan untuk hidup.


Namun..


Tidak hingga aku mendengar semua kata-kata itu keluar dari mulutnya.


Sakit! Sakit sekali!


Aku mencintainya sepanjang hidupku.


Aku memujanya sejak delapan belas tahun lalu.


Dan dia kembali bukan untuk membalas semua pengorbanan ini.


Bukan..


Dia hanya ingin membunuhku dengan tangannya sendiri!


Aku sudah tidak tahu lagi perbedaan hidup dan mati.


Karena aku kini benar benar merasa tak lagi hidup.


Mengapa semesta tidak pernah menolongku?


Mengapa aku harus diperlakukan seperti ini?


Dio.. aku mohon Dio..


Ajak aku ke duniamu yang kekal.


Aku sudah tidak sanggup lagi menapak di bumi


Aku benar-benar tidak punya alasan lagi untuk hidup.


Tuhan..


Tolong ambil nyawaku sekarang juga!


Aku sungguh tidak kuat melihat orang yang kuperjuangkan itu kini ingin membunuhku setengah mati!


Aku benar-benar tidak berarti sedikitpun untuknya.


Aku hanyalah sampah baginya.


Aku memandangnya lemas.


Masih dengan situasi yang mencekam, Aldebaran tampak membanting senjata AK-48 dari tangannya.


Pundaknya kembali memunggungiku. Kini dia berjalan menuju mobilnya untuk meninggalkanku.


Meninggalkanku untuk selamanya.


Dia tidak pernah menginginkanku dalam kehidupannya.


Dia ingin aku enyah saja.


Dia ingin membunuhku saking bencinya dia padaku.


Padahal, aku masih ingat betul..


Saat dulu pertama kali aku jatuh hati padanya.


Kembali ke pertemuan pertama kali kami saat itu.


Setelah pengumuman pewaris keluarga hampir selesai, tiba-tiba saja aku terilhami sesuatu.


Ide untuk menarik perhatian si pangeran yang begitu menawan.


Tanpa pikir panjang, aku menyelinap masuk ke dalam salah satu kamar di rumah Gurnawijaya secara diam-diam.


Aku mencari kertas dan pulpen di salah satu kamar yang kumasuki. Entah kamar siapa saat itu.


Aku menemukannya dan segera menggambar.


Dulu, pelajaran menggambarku selalu mendapatkan nilai A. Dan aku memanfaatkan waktu yang tersisa saat itu untuk melukiskan gambar sederhana dengan bantuan pulpen berwarna biru.


Yakni lukisan gambar diri seorang raja dan ratu.


Dengan busana khas kerajaan dan berpegangan tangan.

__ADS_1


Keduanya menunjukkan mimik bahagia.


Karena akhirnya keduanya bisa bersama.


Aldebaran memang bilang sudah memiliki ratu, namun bukan berarti aku tidak bisa menggantikan ratu itu bukan?


Dan inilah aku persembahkan padanya.


Gambar dia sebagai raja dan aku sebagai ratu di masa depan.


Lengkap dengan tulisan angan yang ditulis oleh bocah 8 tahun, jelek dan berantakan.


 


Kak,


Aku janji akan menjadi ratumu di masa depan.


Walaupun jarak memisahkan kita saat ini.


Aku akan selalu menunggu sampai waktu itu tiba.


-Ratumu


 


Selesai!


Saat itu, aku berharap Aldebaran akan bersimpati padaku.


Dia akhirnya akan melihatku dan mulai mempertimbangkanku.


Setelah selesai menggambarnya, aku melipat kertas itu dan kembali menyelinap keluar dari kamar.


Aku lalu mencoba menaiki lantai dua rumah keluarga Gurnawijaya dan berpapasan dengan salah satu pelayan perempuan yang lewat.


Aku lalu mengelabuinya. Bertanya dimanakah kamar Aldebaran?Aku lupa letak kamarnya dan aku mengatakan padanya bahwa bonekaku ketinggalan disana.


Pelayan itu percaya karena sering melihatku datang bersama ibuku ke rumah ini, dia lalu menunjukkan jalannya.


Aku akhirnya berhasil masuk ke dalam kamar pangeran masa depanku itu!


Pelayan menutup pintu dan meninggalkanku sendirian.


Aku lalu celingukan mencoba mencari tempat yang paling tempat untuk meletakkan surat cintaku ini.


Dimanakah seharusnya ku letakkan isi hatiku ini?


Tak mau buang waktu, aku akhirnya memutuskan untuk meletakkannya di dalam tas ranselnya.


Alasannya aku takut pelayan akan datang dan membereskan kamar Aldebaran seenaknya jika aku meletakkan surat ini di meja atau kursi begitu saja.


Lalu aku membuka resleting dan memasukkannya kesana.


Berharap dalam hati Aldebaran nantinya ingin berteman dekat denganku.


Setelahnya, aku pulang ke rumah bersama ayah dan ibuku.


Saat itu ibuku mengomeliku karena aku kotor dan compang-camping sekali. Namun, aku tetap tidak mengatakan bahwa aku baru saja memasuki semak-semak menuju tempat persembunyian rahasia pewaris keluarga Gurnawijaya.


Ya, aku tetapmenjaga janji kecil yang diminta oleh Aldebaran padaku.


...


Sebulan berlalu,


Tetap tidak ada kabar dari Aldebaran.


Aku merengek kepada mamaku untuk main ke rumah Gurnawijaya beberapa kali, namun mamaku mengatakan belum ada undangan dari Celine sehingga dia tidak berani datang begitu saja ke rumah konglomerat itu.


Sampai akhirnya satu bulan setelahnya, aku mendapat kesempatan untuk ikut ibuku ke acara arisan yang digelar di rumah Gurnawijaya.


Aku kembali menggunakan gaun princessku, kali ini berwarna putih.


Aku tidak sabar bertemu dengan Aldebaran saat itu.


Setibanya di sana, aku langsung mencarinya.


Namun dia tidak ada dimana-mana.


Aku tidak menyerah.


Aku rasa aku tahu dia dimana.


Aku mencoba melihat taman, menemukan semak-semak rahasia itu dan memutuskan untuk kembali menyelinap masuk lokasi rahasia.


Dan disitulah aku melihat kembali Aldebaran.


Kali ini dengan wajah sangat sumringah.


Sedang bermain bola sepak dengan Josh Rainer.


Tidak seperti pertemuan sebelumnya, mereka tampak sangat akrab.


Dan terlihat bahagia.

__ADS_1


Lalu aku melihat perempuan lain disana.


Sangat cantik. Sedang duduk diatas teras rumah pohon memandangi kedua lelaki itu berebut bola.


Aku menaksir dia seusia dengan Aldebaran saat itu.


Dia tampak seperti boneka Barbie. Benar-benar sangat cantik.


Setelahnya, baru aku tahu bahwa dia adalah Helena.


Perempuan yang merupakan kekasih Josh Rainer sejak kecil.


Lalu, tiba-tiba aku tersadar.


Bahwa Aldebaran pernah menghardikku untuk tidak lagi datang ke tempat persembunyian ini.


Aku seharusnya tidak berada disini lagi.


Atau Aldebaran akan marah padaku!


Jika dia marah, pasti dia tidak ingin berteman dekat denganku.


Aku lalu cepat-cepat kabur dari situ.


Menunggunya berjam-jam untuk muncul namun dia tak kunjung menyelesaikan quality time nya bersama saudara seayahnya itu.


Aku akhirnya menyerah dan mencoba mencari tahu apakah Aldebaran menyimpan karya gambarku saat itu?


Jika dia menyimpannya, pastilah aku penting buatnya. Pikirku saat itu.


Aku kembali menyelinap ke kamar Aldebaran.


Kali ini tidak mudah. Karena aku berpapasan dengan pemimpin asisten rumah tangga, Rikian yang mengatakan padaku aku tidak boleh masuk ke kamar tuan muda tanpa persetujuannya.


Aku akhirnya menunggu Rikian tidak lagi memperhatikanku dan kembali menyelinap ke tangga atas.


Lalu aku sampai di kamarnya.


Untunglah pintunya tidak dikunci.


Aku masuk dalam mulai mencari adakah karyaku itu tersimpan di kamar ini.


Aku mencoba masuk dan mencarinya di laci meja belajarnya.


Namun aku tidak perlu berusaha payah.


Karena aku melihatnya dengan jelas.


Seketika mulutku terngaga namun hatiku bahagia sekali.


Saat melihat kertas gambarku itu terpampang di dinding dekat meja belajar.


Dengan pigura berlapiskan emas.


Gambar diri aku dan aldebaran yang akan bersisian di masa depan.


Aku sangat bahagia saat itu!


Dia menyimpannya dan bahkan menempatkannya di dalam pigura!


Gambar ini penting untuk Aldebaran!


Tapi..


Ada yang aneh.


Aku mencoba melihatnya lebih seksama dan menemukan keganjilan dalam gambarku.


Tidakk….


Aku kini menutup mulutku tidak percaya.


Ada tulisan yang ditambahkan dibawah surat cintaku untuknya.


Sepertinya itu tulisan Aldebaran sendiri.


Namun, tulisan itu sukses membuat hatiku terkoyak-koyak.


Aldebaran menambahkan sesuatu disana.


Sesuatu yang sangat salah!


Aku akan menemukanmu kembali, Selenaku…


Tidak..


Siapa Selena?


Akulah yang mengirimnya!


Mengapa kamu pikir perempuan asing yang bernama Selena ini yang mengirim?


Siapa dia! Aku tidak terima!


Itulah pertama kalinya aku merasakan patah hati.

__ADS_1


Yang tanpa kuketahui akan selalu kurasakan sepanjang hidupku karena cinta yang tak pernah terbalas ini.


Selamanya.


__ADS_2