Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
KECEWA


__ADS_3

Aku masih berada di ruangan pertemuan bersama Josh Rainer dan neneknya, menanti kelanjutan penjelasan dari Aldebaran.


Dengan perasaan kecewa terhadap Josh dan neneknya.


Di layar proyektor, Aldebaran kembali mendekatkan bibirnya ke microphone dan mulai kembali menjelaskan kronologis palsu yang telah disiapkannya. Yang aku duga adalah bagian dari rencana Josh Rainer.


“Teman-teman media, kakak saya sedang sakit dan membutuhkan pertolongan medis, yang diberikan langsung oleh Dokter yang sangat berpendidikan dan berpengalaman, Selena Ariadna. Saya rasa anda semua sudah dengar soal ini," katanya dengan intonasi public speaking yang sempurna.


"Yang saya perlu tegaskan disini adalah Dokter Selena tidak membawa kabur kakak saya, melainkan mereka sedang berlibur ke tempat yang saya siapkan untuk kesembuhan kakak saya di luar negeri. Nah, ada kesalahpahaman yang terjadi di internal keluarga karena memang semua ini terjadi tiba-tiba, jadi beredarlah asumsi bahwa Dokter Selena merencanakan hal yang jahat kepada kakak saya. Saya bisa pastikan ini semua tidak benar,” jelasnya lagi.


“Saya yang bertanggung jawab atas kegaduhan ini. Saya hanya ingin memberikan kakak saya kejutan dan tidak memberitahukan siapapun, namun Ibu saya yang sangat protektif berpikir ini adalah kejahatan yang dilakukan dokter pribadi kakak saya. Sekali lagi saya minta maaf."


Keringat dingin kini mulai mengucur dari keningku saat mendengar penjelasan palsu untuk membersihkan namaku dari mulut Aldebaran.


"Jika ada yang mempertanyakan, ya mereka berdua keluar dari rumah lewat tali dari balkon kamar kakak saya. Kemudian mereka menuju landasan belakang untuk terbang menggunakan helikopter ke bandara terdekat lalu naik pesawat pribadi kami ke luar negeri. Saya katakan sekali lagi, saya dan kakak saya senang bermain teka-teki dan inilah yang saya siapkan supaya kakak saya terhibur dan bisa sembuh dari penyakitnya,” katanya lagi.


Aku rasanya ingin pingsan mendengarnya.


Sementara itu, raut wajah Nyonya Gurnawijaya tampak sangat puas sekali.


Tampak beberapa wartawan mengangkat tangannya ingin bertanya lebih jauh, Aldebaran lalu mempersilahkan salah satu wartawan wanita bertanya dengan gaya sok tampannya.


"Bagaimana dengan temuan obat-obatan keras untuk melumpuhkan syaraf di kotak obat Josh Rainer? Apakah ini juga bercandaan saja?" kata wartawan itu.


Aldebaran mengeluarkan tertawa kecil namun kembali berpose tegap seperti sebelumnya untuk menjawab pertanyaan itu.


"Jika kalian mempertanyakan mengapa ada obat untuk melemahkan syaraf, ya tentu saja ada karena kakak saya memang punya masalah dengan syarafnya. Obat ini digunakan dengan dosis yang tepat oleh Dokter Selena untuk kakak saya sehingga kakak saya sekarang sudah bisa beraktivitas dengan baik. Obat itu tidak digunakan untuk melumpuhkan kakak saya! Saya bisa jamin itu," ujarnya.


"Sebenarnya Josh Rainer sakit apa?" salah satu wartawan menceletuk tanpa dipersilahkan oleh Aldebaran.


"Kakak saya mengalami permasalahan syaraf karena dia sempat jatuh ketika sedang berkuda bersama saya. Saya yakin tidak berapa lagi dia akan segera sembuh dan kembali bisa mengatur perusahaan yang sangat dicintai banyak orang ini," katanya kembali berbohong.


“Saat ini mereka berdua pastilah baru sampai di Kepulauan Bahamas, di Amerika dan kaget dengan semua pemberitaan yang ada hari ini. Teruntuk Dokter Selena dan keluarga, kami dari Keluarga Gurnawijaya meminta maaf atas kehebohan ini dan berharap teman-teman sekalian dapat membersihkan nama Dokter Selena sebagaimana sebelumnya.”


“Kemudian, untuk kelanjutan perusahaan, sebagaimana yang tertuang dalam aturan perusahaan, jika CEO tidak bisa menjalankan pekerjaannya karena satu dan lain hal maka pemilik dapat mengatur dan menunjuk pejabat sementara untuk menjalankan perusahaan. Oleh karena itu, pemilik saham terbesar Tel-X yakni Nyonya Gurnawijaya akan menentukan kemudian,” jelasnya.


Jadi seperti Inikah rencana yang Josh dan Nyonya Gurnawijaya susun?


Selain membersihkan namaku, mereka hanya peduli untuk merebut tampuk kekuasaan kembali? Mereka hanya peduli yang penting harta mereka tidak jatuh ke tangan Celine?


Masih dengan wajah puasnya, Nyonya Gurnawijaya kembali menyeruput teh kesukaannya dengan cangkir di genggamannya.

__ADS_1


“Sekali lagi, saya ingin meminta dukungan kalian semua untuk kesembuhan kakak saya. Saya juga berharap kalian dapat mendukung saya yang mewakili Indonesia dalam Olimpiade nanti. Saya juga memohon kesediaan kalian untuk tidak melanjutkan pemberitaan bohong terhadap Dokter Selena Ariadna. Saya pribadi mengenalnya sebagai sosok yang luar biasa berkomitmen terhadap pekerjaannya dan sangat dicintai oleh orang-orang disekitarnya. Saya mengenalnya sejak kecil dan sangat mengangguminya sejak saat itu.”


Oh tidak, ini terjadi lagi.


Aldebaran membuat pengakuan bahwa kami saling mengenal sejak kecil?


Namun, efek pengakuan Aldebaran sangat dramatis di sekitarku saat ini.


Senyum lebar yang dari tadi ditunjukkan Josh, kini menciut menjadi tanpa ekspresi dan dingin saat mendengar kata-kata itu. Dia lalu menengok padaku dalam diam, minta penjelasan.


Nenek Josh Rainer juga terlihat sama bingungnya dengan cucunya. Wajahnya terperanjat.


“Kami bahkan memiliki janji kecil dulu, untuk bersama-sama mengarungi kehidupan saat telah dewasa nanti. Meskipun Dokter Selena tampaknya lupa dengan janji itu, saya akan membuatnya ingat kembali bahwa tanpa janji darinya mungkin saya tidak bisa berdiri disini, bangga dengan diri saya meskipun saya tumbuh tanpa menggunakan embel-embel keluarga Gurnawijaya di belakang saya…”


Aku sudah tidak bisa mendengar lanjutan kata-kata Aldebaran.


Karena Josh Rainer mematikan siaran langsung itu dengan remote yang kini sudah ada di tangannya.


Tidak ada lagi senyum manis dan wajah nyamannya untukku.


Yang ada malah ekspresi dingin dan sangat menakutkan.


“Selena, bagaimana bisa kamu tidak cerita pada kami soal ini?” nenek Josh lah yang menanyakan itu padaku.


Mereka berdua kini sudah mengerubutiku, seperti menjagaku agar tidak lari sebelum memberi penjelasan.


Dan wajah Josh...


Jangan tanyakan betapa dia terlihat sangat marah dan kesal karena tidak tahu apapun antara aku dan Aldebaran.


“Nyonya, kalau saya bilang saya tidak tahu sama sekali, apa Nyonya percaya?” balasku datar.


Ya, karena aku sama sekali tidak tahu menahu mengenai omong kosong yang dibicarakan Aldebaran di depan media mengenai masa lalu kami.


Aku ingat betul tidak pernah bertemu dengan Aldebaran bahkan membuat janji yang aku sendiri tidak yakin bisa kutepati. Ini bukan gayaku.


“Lalu bagaimana anak itu bisa bicara seperti itu tadi? Bahwa kalian mengenal sejak kecil dan pernah berjanji untuk menjadi.. pasangan hidup?” Nyonya Gurnawijaya kini telah mengeluarkan ekspresi jijiknya saat menyebut Aldebaran dengan kata ganti 'anak itu'.


Sementara itu, Josh Rainer masih menunjukkan wajah masamnya yang dingin, seperti ingin menikam orang.


“Saya benar-benar tidak tahu, Nyonya," kataku membalasnya tajam

__ADS_1


"Sama halnya dengan saya tidak tahu sama sekali dengan rencana yang kalian susun. Seluruh kejadian ini melibatkan saya, dan saya adalah satu-satunya orang yang tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi disini," lanjutku akhirnya mengeluarkan seluruh unek-unekku.


"Dan jika Anda khawatir saya adalah orang yang tidak bisa dipercaya, saya juga takut bahwa mungkin saja saat ini saya sedang dimanfaatkan kembali karena ketidaktahuan saya,” kataku tegas.


Aku lalu berjalan begitu saja menuju pintu keluar.


Mereka tidak memikirkan betapa bingungnya aku terhadap seluruh pengakuan palsu Aldebaran. Mereka tidak sadar betapa kecewanya aku yang sangat ingin Celine dihukum secara adil karena nyaris menghilangkan nyawa Josh Rainer dan diriku sendiri.


Mereka malah menimpakan semuanya ke Aldebaran yang membantuku keluar dari rumah itu. Mereka malah menciptakan alibi palsu yang konyol, dan bilang ini hanyalah permainan teka-teki. Mereka malah membiarkan Celine dan Becca lolos dari hukum dan bergerak sesukanya di luar sana.


Apa mereka tidak memikirkan perasaanku sama sekali saat mengatur semua rencana ini?


Mereka tidak memikirkan bahwa aku nyaris mati untuk menolong cucunya? Mereka tidak memikirkan bagaimana jika Celine yang masih berkeliaran di luar sana kembali ingin menghancurkan hidupku esok hari?


Aku sangat amat kecewa.


Mereka memilih cara yang paling aman. Memberitahukan publik bahwa ini hanya kesalahpahaman, bukanlah masalah perburuan harta keluarga antar anggota keluarga Gurnawijaya.


Dengan begitu, bisnis Tel-X tidak akan terganggu karena semua investor pastilah mengancam akan pergi jika mendengar komisaris Tel-X sendirilah yang ingin membunuh dan melengserkan CEO sendiri.


Mereka tahu cerita yang sebenarnya akan berdampak buruk untuk perusahaan, sehingga mereka menciptaakan cerita fiktif agar kelangsungan perusahaan tidak terganggu. Dengan begitu, bisnis mereka tetap berjalan lancar dan tetap menjadi penguasa.


Tanpa mereka memikirkan mentalku. Psikisku. Dan keamananku setelah dua pekan diteror dan hampir dihancurkan oleh Celine.


Bagaimana bisa mereka membiarkan orang yang ingin menghancurkanku dan memfitnahku dengan kejam itu lolos dari hukum begitu saja?


Mereka memang telah membersihkan namaku, tapi tetap saja Ini sangat tidak adil!


Seluruh intrik ini hanya menguntungkan bisnis mereka, tapi tidak menegakkan keadilan sama sekali!


Pada akhirnya, orang kaya hanya akan melihat apa yang menguntungkan baginya. Bukan apa yang adil untuk sesama.


Aku rasa aku sudah tidak alasan untuk tetap disini. Mereka membersihkan namaku, tapi tidak menyelamatkan kesehatan mentalku dan tidak memberikan keamanan buatku.


“Saya rasa semua sudah selesai, saya izin permisi untuk pulang. Terima kasih atas bantuan keluarga Gurnawijaya yang sudah membersihkan nama saya,” kataku beranjak pergi dan berusaha tetap sopan kepada Nyonya Gurnawijaya.


Saat aku sudah ingin mencapai pintu, tangan kekar yang sejak kemarin selalu menganggu pikiranku itu kembali menghentikanku.


Josh Rainer kembali memelukku. Kali ini dari belakang.


“Dengarkan dulu penjelasanku,” katanya dengan nada yang lirih seakan memang tidak ingin kehilanganku.

__ADS_1


__ADS_2