Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
KECELAKAAN YANG MISTERIUS


__ADS_3

Pov : Aldebaran


Aku lepas kendali.


Selama dua puluh sembilan tahun aku hidup, ini pertama kalinya aku menangis tersedu-sedu.


Dan di depan orang lain pula. Yang tak lain adalah Ibu.


Ada rasa malu yang menjalariku, bahwa aku yang selama ini terlihat ceria dan sangat flamboyan tiba-tiba saja mengeluarkan sisi lainku.


Apalagi, di depan Ibu perempuan yang aku cintai.


Namun, setelahnya aku merasa lebih baik.


Jauh lebih baik.


Mungkin ini mengapa perempuan akan menangis saat sedang sedih. Karena setelah mengeluarkan apa yang kita pendam, pikiran dan hati akan terasa lebih enteng.


Dengan menangis, semua terasa jadi lebih mudah untuk dihadapi.


Termasuk perasaanku yang tak berbalas kepada Selena..


Ibu kembali ke dapur dan memberikanku gelas teh susu kedua yang kuteguk hari ini.


Minuman kesukaanku saat kecil yang sampai kini tetap menjadi minuman favoritku.


“Jadi apa rencanamu setelah meninggalkan Indonesia, Nak?”


Setelah aku menangis tersedu tadi, Ibu dan aku tidak mengungkit-ungkit lagi perihal Selena dan Josh Rainer.


Kami lebih banyak membicarakan tentang hal-hal seputar kehidupanku, misalnya mengenai sekolahku di Amerika dan Inggris, pekerjaanku hingga hobiku.


Ibu pasti paham bahwa membicarakan Selena artinya membuka kembali pilu di hatiku, yang berpotensi membuatku kembali emosi seperti saat di kamar tadi.


“Aku akan tampil di Olimpiade Jepang bulan Agustus nanti untuk cabang olahraga berkuda, Bu. Aku akan kembali berlatih demi memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” jelasku padanya.


Ibu tampak kagum dan juga setengah tak percaya.


“Bagaimana bisa kamu terpilih? Selama ini bukankah kamu disibukkan dengan bisnis keluarga Gurnawijaya?” tanya ibu bingung.


Aku meminum seteguk teh susu buatan ibu yang legendaris itu sebelum menjawabnya.


“Sejak aku SMP hingga di kuliah, aku selalu ikut klub berkuda Bu. Lima tahun lalu, pelatih Indonesia sempat melihat permainanku di kejuaraan tingkat nasional di Inggris dan mengajakku untuk bergabung dengan skuad Indonesia di olimpiade sebelumnya," jelasku.


"Namun, karena saat itu aku masih menyelesaikan program doktoralku, aku menolaknya. Dan sekarang lah ada kesempatan di sela kesibukanku menjalankan perusahaan di sana..” jelasku sekali lagi.


“Doktoral? Jadi kamu sudah kuliah sampai S3?” tanya ibu terkaget-kaget.


“Betul Bu, aku mendapatkan gelar doktoral di bidang Keuangan tiga tahun lalu. Sejak kuliah S1 ku selesai, aku langsung melanjutkan pendidikan hingga S3. Semuanya kuselesaikan di Inggris,” kataku di depan Ibu yang masih berbinar-binar melihatku.


Dia seperti sangat bangga melihat Ale yang dulu dipungutnya di terminal menjadi orang yang sangat berbeda delapan belas tahun setelahnya.


“Nak.. Ibu bangga sekali padamu..” dia kini mendekap kedua tanganku dan mengelusnya lembut.


Padahal, pendidikan tinggi yang kutempuh ini termotivasi karena rasa peduliku untuk menjaga Selena.


Aku bertekad menjadi calon pasangan Selena yang mumpuni, sehingga ayah, Ibu dan Selena tidak perlu lagi hidup sederhana dan selalu diremehkan.


Namun, semuanya tidak berjalan sebagaimana yang aku rencanakan.


Aku terlambat.

__ADS_1


“Jadi kapan kamu akan kembali ke Inggris?” tanya ibu memecahkan lamunanku.


“Mungkin besok, Bu. Aku sudah cukup lama meninggalkan perusahaan.. Saat ini, aku memegang kendali di Eropa sana, meskipun untuk pengendali utama dipegang oleh Josh Rainer dari Indonesia..” jelasku lagi padanya.


Ibu tampak sedih mendengar aku akan segera pergi, namun berpura-pura ceria kembali.


“Ibu juga akan pergi beberapa hari ke depan. Ini makanya Ibu bawa koper, karena Josh Rainer mengajak Ayah untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut di Amerika sana.. ternyata lambung Ayah infeksinya cukup serius."


Apa?


Mengapa Josh tidak cerita soal ini padaku?


“Kondisi ayah segawat itu kah, Bu?”


“Kata Anne, dalam dua minggu ayah akan pulih jika dirawat intensif. Namun, dia menduga sudah ada luka yang berpotensi membuat lambung ayah bolong. Anne sendiri mendukung pengobatan yang lebih eksklusif di Amerika Serikat sehingga ayah tidak akan kambuh lagi di kemudian hari," jelas ibu panjang lebar.


"..Dan Josh Rainer langsung menawarkan dokter pribadinya selama dia tinggal di Amerika kepada ayah, dan ayah setuju... Josh akan menemani kami..” jelasnya.


Artinya, Selena juga ikut ke Amerika bersama mereka?


Mengapa Josh Rainer tidak menceritakan hal penting ini padaku?


Mereka adalah keluargaku!


Atau..


Josh tidak ingin aku menganggunya?


Karena sekarang dia tahu bahwa aku juga mengejar Selena?


Ya pasti, begitu.


Dia tidak ingin aku menjadi penghalang kisah cinta mereka.


Pada akhirnya, aku tidak mendapatkan apa-apa.


Tidak juga cinta Selena, tidak juga rasa persaudaraan dari Josh Rainer.


“Aku berharap Josh Rainer bisa menjaga baik-baik Selena, Ibu dan Ayah sebagaimana janjinya dia kemarin padaku..”


Tiba-tiba saja, aku spontan mengatakan itu.


Ibu tampak keki, bingung mau bicara apa.


“Nak.. Ibu.. tidak bisa berbuat apa-apa. Selena yang menjalani hubungannya dan ibu tidak bisa menginterupsinya.. Maafkan Ibu,,”


“Ibu! Aku sudah bilang ini bukan salah ibu. Selena dan Josh Rainer saling mencintai, dan aku tidak boleh menghalangi dua orang yang paling kusayangi untuk bersama..” kataku padanya.


Ibu masih tidak mau menatapku.


“Ya Nak.. mereka saling mencintai.. Ibu selalu yakin cinta adalah pemberian Tuhan paling kuat yang diberikan kepada manusia. Ibu ingat karena cintanya kepada Dio, Selena bisa tegar menghadapi semua yang dia alami satu bulan terakhir ini. Dan kini.. Selena telah mendapatkan kekuatannya lagi untuk terus hidup di dunia yang mengerikan ini.”


Aku berusaha tersenyum, walaupun dalam hatiku rasa pilu mengiris-iris hebat.


Tiba-tiba, aku sangat ingin tahu lebih banyak mengenai Dio dan bagaimana Selena bisa mencintai kakak Becca, yang memiliki sifat yang sangat jauh berbeda dengan adiknya itu.


Ibu menjawab rasa penasaranku dengan bercerita singkat tentang hubungan Selena dan Dio yang melawan restu, namun akhirnya mendapatkan izin dari keluarga Dio setelah berjuang 8 tahun lamanya.


Namun, hanya dua hari sebelum pernikahan, semuanya sirna.


Kecelakaan mobillah yang membuat Dio tewas di tempat, yang saat itu sedang dalam perjalanan untuk menjemput Selena dari lokasi kerjanya.

__ADS_1


Satu bulan lalu.


Satu bulan lalu?


Kecelakaan juga terjadi kepada Josh Rainer.


….


Bagaimana bisa ini jadi sangat kebetulan?


“Ibu.. kalau aku boleh tahu, kapan kecelakaan itu terjadi? Dan adakah korban jiwa lain selain Dio?”


Ibu terlihat mengingat-ingat kejadiannya.


“Ehm.. bica cari di google nak, banyak sekali yang memberitakan kecelakaan itu karena Dio adalah anak dari anggota DPR," kata Ibu masih berusaha mengingat-ingat.


"Seingat Ibu, tidak ada korban lainnya. Mobil Dio menabrak mobil yang sedang terparkir di tikungan jalan raya di dekat rumah sakit Selena bekerja. Sepertinya, Dio sedang dalam kecepatan tinggi saat itu sehingga dia tewas di tempat..” jelas Ibu.


Oh, tentu saja lokasi itu cukup jauh dengan lokasi kecelakaan Josh Rainer.


Saat itu, Celine bilang Josh menabrak plang di dekat pintu masuk tol. Sedangkan lokasi Dio berada di pusat kota, yang selalu ramai dan macet.


“Ibu lupa harinya kapan.. tapi itu terjadi hampir subuh.. saat Selena menyelesaikan tugas jaga malamnya.


Seingat Ibu, Selena pernah cerita bahwa kecelakaan Dio hanya terpaut dua hari dengan kecelakaan yang dialami Josh.. “ kata ibu mencoba mengingat-ingat.


Dini hari?


Berarti ada kemungkinan kecelakaan yang dialami Dio hanya disaksikan oleh sedikit orang saja?


Saat ibu sedang menjelaskan, aku yang penasaran mencoba menggoogling kecelakaan yang dialami oleh Dio.


Aku membuka salah satu portal online terkemuka dan membaca beritanya.


Bahwa kecelakaan yang terjadi adalah kecelakaan tunggal yang disebabkan oleh olengnya kemudi si pengendara sampai akhirnya menabrak mobil sport mewah yang sedang terparkir di tepi jalan. Korban diduga mengantuk karena saat kecelakaan terjadi diduga sekitar pukul 02.00 WIB.


Dan mobil sport yang ditabrak oleh Dio adalah Ferrari berwarna merah.


Apa!


Seketika bulu kudukku merinding.


Josh Rainer juga memiliki mobil ferarri merah!


Aku mencoba kembali menggoggle berita lainnya dan mencari seperti apa foto mobil Ferrari yang ditabrak oleh Dio.


Namun, tidak ada apapun.


Aku tidak bisa menemukan informasi tentang foto si Ferrari merah itu, maupun plat nomor polisinya.


Di salah satu berita hanya disebutkan bahwa mobil tersebut sedang terparkir dan pemiliknya tengah berada di dalam bar pusat kota yang hits di sekitar situ.


Sisanya, tidak ada informasi apapun. Seakan-akan sudah ada yang berniat membersihkan jejak kejahatan sejak awal.


Ya Tuhan..


Jangan bilang... jangan bilang..


Bahwa Ferrari merah itu memang milik Josh Rainer?


Dan artinya...

__ADS_1


Kecelakaan yang terjadi malam itu adalah antara mobil Dio dan Josh Rainer?


__ADS_2