Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
PERPISAHAN


__ADS_3

Helena masih di depanku setelah menceritakan semua fakta tentang Josh Rainer yang baru kuketahui.


Fakta sebelum kecelakaan terjadi yang membuat Josh Rainer amnesia.


Bahwa saat itu, Josh Rainer ternyata tengah menunggu  jawaban dari ajakan pernikahannya kepada Helena.



Lalu, saat Helena tidak datang, dia berakting berminggu-minggu menjadi korban kecelakaan yang hilang ingatan.


Kebetulan saja aku lah yang menjadi dokter pribadinya.


Dan saat ada kesempatan, dia bilang bahwa aku malaikatnya.



Aku kecewa. Sedih. Marah. Semua bercampur jadi satu.


Aku hanyalah… pengganti Helena?


Karena wanita yang dia dambakan itu tak kunjung datang saat dia membutuhkan cinta?


Lalu dengan seenaknya dia mempermainkan perasaanku dan mengatakan aku penting baginya?


Kecewa. Sangat kecewa.


“Dokter, apakah Josh masih akan amnesia dalam waktu yang lama?” tanya sosok Barbie didepanku itu, membuyarkan lamunanku.


Hah?


Helena tidak tahu bahwa Josh sudah pulih?


Dan Josh tidak mau repot-repot memberitahunya?


Kerongkonganku tercekat.


Jika wanita ini penting buat Josh, mengapa dia masih merahasiakan ini darinya?


“Al bilang padaku bahwa Josh kemungkinan akan amnesia sampai enam bulan. Tapi dia menunjukkan perbaikan setelah ditangani olehmu. Bisakah dia pulih dalam waktu dekat?” tanyanya dengan nada khawatir.


Apa?


Aldebaran juga merahasiakan kondisi Josh Rainer yang sebenarnya dari wanita ini?


Aku berada dalam mode gamang, memikirkan apa yang harus kukatakan.


Apakah ada rencana yang disusun oleh Josh dan Aldebaran dan tidak boleh diketahui Helena?


Mengapa? Bukankah Helena adalah wanita terpenting untuk Josh Rainer?


...


Aku sungguh tidak mengerti dengan intrik keluarga konglomerat ini.


Dan aku seharusnya sudah tidak peduli lagi dengan rencana yang disusun Josh Rainer di belakangku.


Karena aku tidak penting baginya.


Buat apa aku masih peduli dengannya?


Helena masih memasang tampang cemas di depanku. Menunggu jawaban dariku.


“Becca sempat bilang padaku bahwa Josh mau bicara banyak denganmu. Mengapa saat ada aku dia diam saja membisu, Dokter?” kini Helena sudah tidak bisa menahan lagi bulir-bulir airmata untuk turun ke pipinya.


Oh tidak.


Helena pastilah sangat mencintai Josh Rainer.


Itu semua tergambar dari ekspresi di wajahnya, yang sangat-sangat sedih dan takut kehilangan Josh Rainer selamanya.


“Kenapa tidak aku saja yang mengalami kecelakaan itu? mengapa harus Josh?” kini dia telah menangis sesenggukan.


Aku tidak tahu harus melakukan apa.


Haruskah aku menenangkan wanita yang telah membuatku kalah ini?


__ADS_1


Untuk semua ketidaktahuannya?


..


Ketidaktahuan…


Oh tidak.


. .


Aku tiba-tiba teringat saat dia mengatakan Becca memberitahunya bahwa kondisi Josh Rainer membaik saat kutangani.


Artinya, wanita ini selalu berkomunikasi intens dengan Becca?


Apakah wanita ini memang sedekat itu dengan Becca? Melebihi kedekatanku dengan Becca?


....


Jika iya, aku kira aku paham mengapa tidak ada satu orangpun yang mau memberitahunya apa yang sebenarnya terjadi saat ini.


Karena orang ini bisa saja memberitahukan rencana tersembunyi Josh Rainer kepada Becca.


Karena itukah Josh masih berpura-pura amnesia?


Supaya tidak ada informasi yang bocor bahwa sebenarnya Josh Rainer tengah menyusun rencana untuk membongkar kejahatan Celine yang lebih besar?


Atau..


...


Atau mungkinkah Josh Rainer mencurigai Helena?


Mungkinkah Josh Rainer berpikiran bahwa Helena ada di tim Becca?


Kepalaku masih berputar-putar menyambungkan seluruh kejadian ini dengan akalku yang terbatas.


Aku seharusnya sudah tidak peduli dengan Josh Rainer.


Aku seharusnya bisa menjelaskan semua yang terjadi pada Helena saat ini bahwa pujaan hatinya telah sembuh total dan telah mengalami percobaan pembunuhan oleh Celine dan Becca.


Aku bisa saja mengatakan itu.


Hatiku…


Hatiku menahanku untuk mengatakannya.


Hatiku masih ingin memperjuangkan Josh Rainer.


Meskipun aku tahu ini sudah tidak mungkin.


“Helena,” akhirnya aku membuka suara. “Josh bisa kembali seperti semula hanya jika Josh menginginkannya,” kataku singkat.


Helena tampak mengkerut mendengar kata-kataku.


Aku tidak bohong bukan?


Josh saat ini tidak ingin ingatannya kembali di depan Helena. Jika dia ingin, dia seharusnya sudah membeberkannya di depan wanita ini.


“Apakah dia kurang motivasi? Apa dia menyerah untuk kembali mengingat masa lalunya?” Helena kini sudah setengah histeris.


Aku menutup rapat-rapat mulutku.


“Ini salahku! Seharusnya aku tidak membuatnya menunggu bertahun-tahun! Jika saja aku mengalah saat itu,” kini dia sudah menangis hebat.


Josh Rainer menunggu Helena bertahun-tahun?


Dan di malam kecelakaan itu, Josh Rainer masih menunggu Helena?


Namun, sepertinya Helena tidak memberikan kepastian padanya.


Apakah..


Josh Rainer menyerah padanya?


Dan pada akhirnya.. mencoba mengejarku?


Aku benar-benar tidak bisa mengatur detak jantungku sekarang.

__ADS_1


Josh Rainer adalah orang yang sangat misterius. Tidak transparan. Penuh kerahasiaan.


Yang membuatku sebal, namun semakin menyukainya dalam waktu bersamaan.


Benarkah begitu Josh?


“Aku rasa kamu perlu istirahat dan menenangkan diri. Josh akan terganggu jika tidak ada dorongan positif di sekitarnya. Kamu harus bisa menyemangatinya kan?” kataku berpura-pura.


Dia kini sudah mengelap wajahnya yang penuh air mata.


“Terima kasih, Dokter. Aku akan menyemangatinya,” katanya pelan dan kemudian dia undur diri dari depanku.


Kembali masuk ke dalam ruangan Josh Rainer.


Kali ini, dia tidak lupa menutup pintunya.


Membuatku kembali teringat dengan pemandangan yang tidak kusukai untuk kupadang tadi.


Saar Helena hampir mencium bibir Josh Rainer.


Dan tidak ada penolakan disana.


Apakah karena Josh masih berakting?


Atau memang dia juga menginginkannya?



Sudahlah.


Aku sudah memutuskan untuk keluar dari sini dan tidak lagi peduli dengan semua intrik ini.


Selamat tinggal, Josh Rainer.


Terima kasih karena kamu telah membantuku keluar dari kesedihan karena kepergian Dio.


Dan kini, permaisurimu sudah kembali.


Dia siap mencintaimu dengan sepenuh hati. Setiap hari bersanding denganmu.


Dengan ini, tugasku pun sudah selesai.



Akan ada banyak waktu untuk melupakan kegilaan ini.


Akan ada banyak waktu untuk menghapus perasaanku kepada Josh Rainer yang telah mekar.


Namun, prioritas saat ini adalah keluar dari rumah ini. Kembali berkumpul bersama ayah dan ibuku di tempat persembunyiannya.


Bersama dua temanku yang benar-benar melindungiku dan menyangiku apa adanya, Gery dan Anna.


Hanya itulah yang aku mau kini.


Aku membuka kenop pintu kamarku dan siap untuk mengambil tas dan pergi dari rumah ini.


Aku akan mengatakan pada Margaretha bahwa aku butuh ke supermarket untuk membeli kebutuhan pribadiku.


Margaretha pasti akan menyiapkan supir. Dan aku harus mencari cara untuk kabur dari pandangan supir ini saat berbelanja.


Itulah rencanaku.


Saat aku ingin mengambil tasku, tiba-tiba saja suara menggelegar yang familiar memecahkan suasana.


“Jangan bilang kamu menolakku karena kamu sudah digombali oleh kata-kata manis Josh Rainer?”


Aku kaget setengah mati dan menoleh si pemilik suara yang tengah duduk santai di sofa di ruang tamu ini.


Lelaki dengan setelan jas biru muda.


Dengan senyum lebar di wajahnya yang tegas.


Dan tampak narsis seperti dialah lelaki paling tampan di satu bumi ini.


Dan itu adalah Aldebaran.


Duduk di ruang tamuku dengan senyum menyeringai dan pandangan seperti tidak ingin melepaskanku kali ini.

__ADS_1


 


__ADS_2