Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
DUA CINTA SEGITIGA


__ADS_3

Jika Josh Rainer punya jalan rahasia untuk menuju belakang rumahnya sendiri, begitu juga dengan Aldebaran.


Bedanya, Aldebaran punya jalan rahasianya sendiri di rumah nenek yang tidak pernah menyukainya, Karina Gurnawijaya.


Ya, kedua penerus darah Gurnawijaya ini punya jalan rahasia masing-masing untuk kabur dari kamarnya sendiri. Jika Josh kabur dari Celine, Aldebaran kabur dari Karina.


Sungguh ironi.


Kini Aldebaran yang telah melepas jas birunya dan hanya mengenakan kemeja lengan panjang putih, saat dia menarikku ke dekatnya.


“Kita tidak perlu kunci untuk pergi dari rumah ini,” katanya padaku. “Ayo, sebelum satupun orang menangkap kita,” ujarnya lagi sambil membuka tangannya untuk kuraih.


.....


Jika Aldebaran bukanlah Ale, aku jelas-jelas tidak akan mengikuti arahannya.


Dia adalah anak Celine, si antagonis utama yang menciptakan seluruh huru-hara ini.


Namun, Aldebaran adalah Ale.


Ale yang kukenal sudah seperti saudara kandungku sendiri.


Ale yang sangat menyayangi keluargaku.


Apa masih ada alasan aku untuk tidak mempercayainya?


“Selena?” Aldebaran  kembali mengajakku dengan tangan terbukanya.


….


Aku yakin padanya.


Meskipun dia adalah anak Celine, tapi dia juga adalah Ale yang kukenal.


Ale tidak akan mencelakaiku.


Jika ada satu orang yang harus kupilih untuk paling kupercayai dikeluarga ini, dialah orangnya.


Aku percaya padanya.


Tak makan waktu lagi, aku meraih tangannya yang hangat.


Aldebaran tersenyum lebar sekali.


“Kita pulang ya,” katanya halus padaku.


Aku mengangguk. “Kita keluar lewat mana?” tanyaku bingung.


Dia lalu menunjuk langit-langit kamar dengan wajah puas.


Astaga.


Aku dan dia akan lewat langit-langit kamar ini?


“Kita gelantungan?” tanyaku bingung sekali.


Dia kini sudah menyeret kursi kayu ke tengah ruangan.


“Aku akan tunjukkan jalan rahasiaku setiap kali aku dikurung oleh nenek  tua itu disini,” katanya dengan nada tertawa.


Jadi tidak hanya Celine, tapi Karina juga suka mengurung Aldebaran?


Aku benar-benar tidak mengerti dengan keluarga konglomerat ini.


“Kamu sering dikurung oleh Karina?” tanyaku tidak percaya.


Yang aku lihat, Karina adalah orang yang bijaksana. Sangat jauh berbeda dengan Celine. Dan ternyata dia juga suka mengurung cucunya?


“Tidak juga sih. Jika aku sedang main kesini dan tidak ada ayahku, dia tidak pernah mau melihatku. Bahkan tidak pernah menyapaku. Jadi yaa aku akan menghabiskan waktuku disini sambil membuat jalan rahasia,” katanya dengan nada biasa saja.


“Jadi ini adalah kamar yang biasa kamu tinggali kalau sedang disini?” tanyaku.


“Betul. Lena juga sering menginapi kamar ini jika sedang bermain kesini,” katanya santai. Kini dia sudah menaikki kursi itu dan mengetuk langit-langit kamar ini.

__ADS_1


Lena pastilah adalah Helena. Dan dia juga sering tidur disini.


Bersisian dengan kamar Josh Rainer.


Entah mengapa, membayangkan mereka berdua sedang berpelukan membuat hatiku seperti patah kembali.


Sementara itu, Aldebaran sudah berhasil membuat langit-langit yang dia ketuk bergeser ke kanan dan lobang loteng pun terbuka untuk kami naiki.


Dan disitulah jalan rahasianya.


“Jika kamu bisa keluar dari balkon dengan mudah, kamu juga pasti bisa melewati loteng ini menuju jalan keluar kita,” kata Aldebaran sambil gelantungan di kedua sisi lobang di loteng itu.


Dia lalu mencoba memanjatnya dan dengan gampang saja seluruh badannya sudah tidak terlihat lagi.


Dia sudah berada di loteng.


“Ayo Selena, sekarang giliranmu,” katanya dengan kepala menyembul dari bawah loteng.


Permainan manjat-memanjat adalah hal yang sering aku lakukan dengan Gery dulu. Gery lah yang membawaku ke dunia petualangan, seperti membobol masuk rumah angker yang tidak ditempati, memanjat pohon untuk mengambil layangan sampai main gelantungan di tali jemuran di lantai dua rumahnya.


Jika mengingat hal itu, aku baru sadar bahwa masa kecilku amat sangat berisiko. Gery yang memang lelaki berbadan besar hampir tidak punya rasa takut dengan apapun. Dan dia sering menganggap aku seperti teman laki-lakinya sendiri saat kami main bersama dulu.


Barulah sejak aku berkenalan dengan Dio saat SMA, sifat tomboyku perlahan-lahan terkikis. Aku mulai suka menggunakan rok untuk berpergian, senang berdandan dan memanjangkan rambut sampai memakai wewangian yang tidak pernah aku lakukan sebelumnya.


Sayangnya, saat aku berpetualang dengan Gery saat kecil dulu, Ale sudah tidak ada lagi di rumahku. Tepat sebulan ketika Ale pergi dengan para pengawal, kami pindah rumah dari di daerah Jakarta Barat ke daerah Jakarta Timur. Kami pindah rumah karena ayahku mendapatkan pekerjaan menjadi guru di salah satu sekolah swasta di Timur Jakarta, sehingga orangtuaku memutuskan kami untuk juga pindah domisili. Yang akhirnya menjadi rumahku sampai saat ini.


Dan yang akhirnya menghilangkan bekas jejak antara aku dan Aldebaran sampai hari ini.


“Tunggu aku,” kataku padanya. Aku kini sudah menaiki kursi kayu itu dan menangkap tangannya dari atas loteng.


Dia lalu mencoba mengangkatku sebelum akhirnya aku bergelantungan dengan tepian lubang loteng. Aku lalu mencoba mendorong berat badanku untuk naik. Aldebaran membantuku agar aku tidak terjatuh.


Dan pada akhirnya disinilah kami.


Diatas loteng kamar di rumah Nyonya Gurnawijaya.


Aldebaran lalu menutup lobang itu dengan potongan persegi langit-langit yang dia preteli. Yang membuat loteng penuh debu itu menjadi sangat gelap.


Dia lalu menyalakan senter dari ponselnya untuk menerangi kami.


Aku mengangguk dan langsung menerangi loteng yang kosong itu dengan cahaya.


Ukuran loteng itu sendiri cukup tinggi, sehingga aku tidak perlu merangkak. Aku dan Aldebaran kini berjalan sambil menunduk menuju jalan keluar dengan kepala ke bawah.


Dia memegang tanganku erat.


Aldebaran sempat berhenti ketika kami baru berjalan dan berbalik padaku.


“Di bawah ini adalah kamar Josh Rainer,” katanya bicara padaku.


Seketika jantungku rasanya seperti menggelora.


“Aku juga membuatkan jalan keluar masuk rahasia disini, untuk menganggunya dulu. Habisnya dia pendiam sekali, aku tidak tahan untuk tidak mengusilinya. Tapi dia mengetahuinya dan lalu menutupnya dengan beton,” katanya sambil tertawa.


“Waktu belum ketahuan, aku sering menjadi hantu jadi-jadian dan turun kebawah. Percaya atau tidak, eskpresinya saat melihat hantu sama saja dengan dia melihat ibuku,” Aldebaran terkekeh.


Mereka berdua sangat berbeda.


Josh Rainer adalah orang yang penyendiri, sedangkan Aldebaran adalah orang yang sangat terbuka.


Mereka benar-benar berbeda.


"Tapi, Josh Rainer belum tahu bahwa masih ada lubang rahasia disini. Aku s34ing menguping dari sini jika nenek tua itu sedang bicara dengan Josh Rainer dikamarnya. Sini aku perlihatkan,” katanya kemudian.


Aldebaran lalu meraba salah satu permukaan langit-langit dan menemukan baut besar yang tampaknya jadi tombol utama untuk membuka langit-langit kamar Josh.


Oh tidak.


Jika Aldebaran membuka pintu ini, bukankah artinya aku bisa kembali melihat apa yang dilakukan Josh Rainer dan Helena dibawah?


Aku lalu menghentikan gerakan Aldebaran.


“Kenapa? Kamu tidak ingin dengar apa yang Josh dan Helena perbincangkan jika sedang berdua saja? aku dulu sampai menangis tertawa  mendengar bagaimana mereka berdua sejak kecil sudah bicara tentang menikah, punya anak dan hidup bahagia di Amerika. Aku selalu menguping mereka dari sini,” kata Ale bersemangat, seperti tidak ada masalah.

__ADS_1


Padahal, kata-kata itu sangat bermasalah buatku.


Jantungku kini seperti tidak bisa kukendalikan lagi.


Aku benci mereka berdua sedang dibawah sana.


“Ale, sudahlah. Ayo kita keluar,” kataku menarik tangannya.


Namun, aku terlambat.


Ale telah membuka lobang kecil langit-langit yang tampaknya berada di samping lampu diatas tempat tidur Josh Rainer.


Lewat lobang ini, aku tidak bisa melihat mereka berdua. Namun, aku bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan.


Dan kali ini, aku mendengar Helena sedang menangis.


Menangis sesenggukan sambil bergumam. Namun, kata-kata yang keluar dari mulutnya bisa kudengar jelas.


“Josh, mengapa kamu mencoba membalas perlakuanku dengan mencelakakan dirimu sendiri di malam itu? Aku sungguh amat menyesal,” gumamnya.


Hah?


Apa maksudnya?


Menurut Helena, Josh mencelakakan dirinya sendiri malam itu?


Sekarang, aku menempelkan kupingku erat-erat pada perbincangan mereka, menjadi sangat penasaran dengan pernyataan Helena.


“Kata Becca, ibu tirimu membersihkan semua berita karena tidak ingin ada pemberitaan jelek tentangm . Kamu sengaja menabrakkan dirimu ke tiang pembatas tol saat aku tidak datang ke malam janjian kita saat itu,” ujarnya.


Aku menutup mulutku.


Tidak mungkin.


Ini pastilah rekaan cerita yang Becca dan Celine susun untuk mengelabui Helena.


TIdak mungkin kan?


Tidak mungkin Josh Rainer ingin mengakhiri hidupnya sendiri karena cintanya tidak dijawab oleh Helena kan?


“Josh Rainer, aku sangat menyesal. Kamu tahu betapa aku sangat serius untuk mengejar karirku. Aku tahu aku telah lama membuatmu menunggu, tapi karirku juga tidak bisa menunggu. Aku berencana kembali kepadamu. Aku berencana meneleponmu saat itu, tapi kamu menelepon duluan dan yang menjawab adalah produserku. Dan saat itu dia mengatakan bahwa aku sedang nginap di rumahnya. Aku tahu itu pasti melukaimu,” katanya kini sudah menangis tidak beraturan.


Ya Tuhan.


Jadi Josh Rainer mengira Helena selingkuh darinya?


Dan setelahnya Josh kecewa lalu ingin mengakhiri hidupnya?


“Aku memang sedang dirumah produser itu untuk membicarakan proyek broadway baru kami. Sehingga aku tidaa bisa meneleponmu seharian saat itu. Aku harusnya bilang bahwa aku tidak bisa kembali ke Indonesia, namun aku sibuk sekali. Aku sibuk sekali dengannya Josh, namun dia tidak suka perempuan! Aku tidak ada hubungan apapun dengannya. Kamu bisa cek sendiri,” jelas Helena.


Aku masih mencoba menelaah seluruh pernyataan Helena.


“Aku sudah berjanji tidak akan mengkhianatimu lagi. Setelah dulu.. dulu


..aku sempat jatuh cinta dengan Al,” kata Helena yang membuatku kaget setengah mati.


Ya Tuhan!


Apa aku tidak salah dengar?


Aku lalu mendelik pada Ale dan dia memasang wajah datar di mukanya.


Apa yang terjadi disini?


Aldebaran terlibat dalam cinta segitiga Josh Rainer dan Helena?


Inikah yang dimaksud Josh Rainer tadi di ruang persembunyiannya bahwa.. dia selalu kalah dari Aldebaran?


Bahwa ternyata Helena pernah berniat untuk meninggalkan Josh dan mencintai adik tirinya sendiri?


….


Dan kini…

__ADS_1


Apakah siklus itu kembali terulang?


Dengan aku, Josh Rainer dan Aldebaran saling memendam rasa?


__ADS_2