
Aku resah di balik selimutku.
Berulang kali, aku mencoba memejamkan mata namun kelopak mataku tidak mau menurutiku.
Aku mengecek jam weker di samping kasurku dan waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi.
Insomnia ku kambuh. Kali ini disertai rasa cemas, khawatir dan takut saat aku mengingat apa yang terjadi dalam dua minggu terakhir.
Aku ditinggal mati tunanganku.
Aku harus membayar Rp500 juta sebagai uang ganti rugi kematian tunanganku kepada keluarganya.
Aku membantu penyelamatan diri pewaris perusahaan Tel-X milik keluarga Gurnawijaya dari siksa ibunya sendiri.
Sahabatku yang juga saudara kembar tunanganku berbohong dan kemungkinan besar terlibat dalam persekongkolan menghancurkan si pewaris keluarga Gurnawijaya.
Dan nomor terakhir adalah yang paling mengangguku sejak kemarin.
Fakta bahwa Becca kemungkinan besar berseberangan denganku dalam kasus kali ini.
Aku berteman dengan Becca sejak delapan tahun yang lalu di saat yang sama aku memulai hubungan dengan saudara kembarnya, Aldio Revano atau Dio.
Becca adalah sahabat yang baik. Dia sangat suportif mendukung hubunganku dengan Dio saat orang tuanya berulang kali ingin memisahkan kami.
Saat di kampus dulu, Becca adalah teman yang selalu ada di saat aku susah maupun senang. Meskipun jurusan kami berbeda, Becca selalu menyampirkan waktu untuk bertemu denganku setiap hari sembari mengunjungi Gery, kekasihnya dulu.
Becca selalu bilang bahwa aku akan menjadi kakaknya di masa depan. Tak heran, aku banyak menghabiskan waktu bersama dia untuk belanja, memperluas pertemanan hingga malam-malam menginap bersama kami yang penuh gelak tawa.
Saat kami lulus sarjana, Becca mengikuti langkah Dio untuk melanjutkan kuliah pascasarjana di luar negeri. Sementara aku, terperangkap dalam kesibukan menyelasaikan tahapan co-assistant (co-as) sebagai syarat menjadi dokter di dalam negeri. Dua tahun lamanya komunikasi kami yang sangat intens berubah menjadi sambungan jarak jauh Jakarta-London.
Dari situlah hubungan persahabatan kami memang agak merenggang. Tidak seperti Dio yang berusaha sering pulang untuk mengunjungiku, Becca hanya pulang saat hari raya besar saja.
Becca terlalu sibuk dengan dunia barunya.
__ADS_1
Becca yang ceria dan selalu menjadi penolongku saat aku susah itu sepertinya telah berubah. Dia kini banyak berbohong dan menutupi banyak hal dariku.
Becca tidak jujur bahwa dia sedang bersama Celine di Singapura beberapa hari lalu.
Becca tidak jujur bahwa dia sebetulnya tidak punya hubungan romantis dengan Josh Rainer.
Dan Becca tidak pernah jujur mengenai perannya di belakang Celine setelah hari ini mereka tampil bersama di perusahaan Josh Rainer.
Becca, apa yang sedang kamu rencanakan di belakangku?
Apakah kamu merencanakan hal buruk?
Mengapa kamu sekarang tidak bisa dikenali lagi?
Aku kecewa, sedih dan marah padanya dalam bersamaan.
Becca harus menjelaskan semuanya kepadaku.
Ya, Becca harus mengklarifikasi semua masalah ini, tepat ketika aku akan menyerahkan uang ganti rugi kepada Ibu dan Ayah Dio siang nanti.
Dan semoga, Becca tidak bersekongkol bersama Celine untuk menjatuhkan Josh Rainer.
Sejauh yang aku tahu, motif Celine untuk mencelakakan anak tirinya kemungkinan besar terkait dengan kekuasaan dan uang di perushaaan Tel-X. Bila Josh Rainer lumpuh atau mati, kemungkinan besar seluruh penguasaan perusahaan akan jatuh kepada Celine selaku wali dari Josh Rainer.
Celine adalah wanita mengerikan. Dan aku berharap Becca tidak salah memilih kawan dalam masalah ini.
Aku kembali berusaha memejamkan mata namun pikiranku melesak tak mau diatur.
Kali ini, tiba-tiba saja wajah tampan Josh Rainer tergantung di otakku.
Josh Rainer Gurnawijaya.
Dua minggu telah berlalu dan siapa yang menyangka bahwa Josh dapat berakting luar biasa sempurna. Bagiku, kemampuan berakting Josh layak mendapatkan penghargaan setara Oscar.
__ADS_1
Dia telah menipu Dokter Bernard yang dikenal sebagai salah satu neurologis terbaik di Indonesia dengan berpura-pura amnesia. Dia juga sukses menipu ibu tirinya yang licik dengan terus kelihatan tidak berdaya. Dia juga pernah menipuku sebelum aku menemukan rahasianya dan kini menjadi sekutu untuk menolongnya.
Sekutu.
Ya, aku adalah sekutunya. Aku telah menyetujui untuk membantunya keluar dari rumah ini.
Aku tidak tahu apa yang dilakukan Josh Rainer kepada Celine jika dia sudah berada dalam kendali penuhnya. Namun, dengan semua kebengisan Celine, aku yakin Josh tidak akan melepaskannya dan akan mengurung wanita jahat itu atas perbuatannya.
Setelah itu, Josh Rainer akan bebas menjalani hidupnya sendiri.
Begitu juga aku, akan bebas menjalani hidupku sendiri. Kontrak kerja sama dengan Celine otomatis berakhir karena Josh sudah sembuh total.
Setelah itu tiba, bisakah aku dan Josh Rainer menjadi teman?
Bisakah kami mengobrol biasa seperti yang aku lakukan dengan Gery?
Terlepas dari hebatnya seorang Josh Rainer sebagai pengusaha dan violis ulung, Josh Rainer adalah orang yang sangat sopan kepadaku.
Tertutup pada awalnya, seiring berjalannya waktu dia semakin membuka dirinya.
Dia cerdas, sangat berhati-hati dan juga waspada. Dia juga sangat perhatian dengan hal detail dan punya insting yang sangat baik.
Namun, dia mengakui bahwa dirinya juga jahat.
Entah mengapa, pengakuannya itu ingin membuatku semakin mengenalnya.
Apa hal jahat yang sudah Josh Rainer lakukan?
Apakah sejahat yang Celine lakukan padanya?
Aku sungguh ingin menghentikan pikiran-pikiran ini dan bergegas tidur untuk menyambut peristiwa besar besok. Memutus hubungan selama-lamanya dengan keluarga Dio.
Di sisi lain, pikiranku juga memohon-mohon agar kerelaan aku membantu Josh Rainer bukanlah hal yang bodoh dan tidak digunakan untuk menggandakan sisi jahatnya.
__ADS_1
Karena semakin aku mengenalnya, aku semakin tidak bisa melihat sisi buruk dari dirinya.