
Gery pasti bercanda.
Mana mungkin dia serius?
Aku dan dia telah mengenal sekitar 17 tahun, kala itu kami masih duduk di bangku kelas 3 SD. Tepatnya, sejak aku pindah rumah dari Jakarta Barat ke Jakarta Timur, sesaat setelah Ale meninggalkan kami,
Aku sendiri tidak pernah menganggap Gery hanyalah teman mainku yang biasa. Tentu saja karena sepanjang hidupku, aku paling banyak menghabiskan waktuku dengannya. Kami selalu bersama-sama sejak SD, SMP, SMA dan kuliah. Meskipun, saat kuliah kami mengambil jurusan yang berbeda, aku mengambil kedokteran sedangkan dia psikologi.
Jadi, mendengar pengakuan cinta Gery sangat amat terasa janggal bagiku.
Karena bagiku, dia adalah saksi hidup dan tumbuh bersamaku.
Jika aku menganggap Ale sebagai kakakku yang harus terpisah, aku menganggap Gery seperti.. saudara kembarku.
Dia tahu semua kelebihan dan kekuranganku. Dia selalu ada di saat momen bahagia dan sedihku.
Bahkan dia lah yang mengenalkan aku dengan Dio dan selalu mendukung hubungan kami sampai maut memisahkan Dio dariku!
“Gak percaya ya?” Gery kembali pada sifatnya yang biasa.
“Palingan prank,” kataku santai, tak menganggapnya serius.
Dia lalu tertawa terbahak-bahak sebelum memberikan apel yang sudah dia kupas kepadaku.
“Faktanya, itu benar Selena. Aku benar-benar menyesal dulu pernah mengenalkanmu dengan Dio,” katanya kembali mellow.
Aku tak mengerti, apakah aku sedang di permainkan oleh Gery atau tidak.
“Duh aku mending pingsan lagi aja deh,” balasku padanya sambil mengambil satu apel segar yang sudah dia kupaskan padaku.
“Aku menyesal awalnya.. karena darisitulah aku paham bahwa aku sangat amat menyayangimu. Aku kesal ketika kamu lebih banyak menghabiskan waktu dengan Dio.. aku kesal ketika kamu setiap hari menceritakan bagaimana luar biasanya seorang Dio dan betapa kamu tergila-gila padanya,” katanya tak peduli dengan gurauanku.
Gery!
Jadi ini memang benar?
Aku benar-benar keki saat ini. Tidak tahu bagaimana mau menanggapi seseorang yang kamu anggap sebagai saudara selama ini malah tiba-tiba mellow menyatakan cinta.
Tepat ketika semua huru-hara baru terjadi dan aku baru bertemu dengan mantan kekasihku di alam baka walau hanya sesaat.
Hidup memang terkadang bisa menjadi sangat aneh seperti ini.
“Tapi.. akhirnya aku paham, Selena..” katanya melanjutkan.
Sementara aku masih terdiam, bingung mau menanggapi apa.
“Aku mencoba membuang rasa kepadamu dengan menjalani hubungan tanpa rasa dengan Becca. Namun itu memang benar-benar tidak berhasil, dan Becca tahu betul bahwa aku jatuh cinta padamu sehingga hubungan kami gagal total,” jelasnya.
Apa?
__ADS_1
jadi.. Becca pun tahu bahwa Gery memiliki perasaan padaku?Dan mereka putus karena aku?
Dengan begini semua sudah jelas. Semua sudah terjawab.
Mengapa Becca berubah menjadi sangat membenciku. Dia pasti merasa bahwa aku telah mengambil semua hal yang penting di hidupnya.
Dio.. Gery.. dan juga Ale..
Becca.. aku prihatin padanya tapi juga tidak bisa membenarkan sikapnya yang jelas-jelas ingin membunuhku.
“Aku pikir.. Becca akan cerita padamu penyebab kami putus saat itu..aku sudah khawatir karena aku tidak mau menghancurkan hubungan kamu dengan Dio yang semakin serius. Namun, ternyata dia diam saja. Dan untuk mengelabuimu, bertahun-tahun.. aku selalu bilang padamu bahwa aku masih sangat mengagumi Becca dan hubungan kami kandas karena ketidaksetujuan orangtuanya..” jelas Gery.
Dasar Gery bodoh.
Dan aku pun juga bodoh, bisa saja dikelabui olehnya bertahun-tahun dan yakin bahwa Gery masih menyimpan perasaannya untuk Becca.
Padahal, dia selama ini selalu menyimpan perasaannya secara hati-hati padaku.
“Yang kamu lakukan itu bodoh, Gery,” kataku menghardiknya.
“Ya.. aku tahu.. aku hanya bingung.. aku tidak tahu harus bersikap seperti apa, apalagi setelah kamu akhirnya bertunangan dengan Dio.. sementara aku terjebak dalam perasaanku sendiri selama belasan tahun.. menyakiti diriku sendiri dengan pura-pura bahagia ketika melihatmu sedang bahagia..” jelasnya padaku sungguh-sungguh.
Aku masih melipat dada, menunggunya untuk selesai berbicara.
“Nah.. tapi aku juga tertampar begitu hebat saat melihatmu kehilangan Dio.. aku rasa disitulah titik baliknya,” katanya
“Saat melihatmu begitu tegar, disaat semua orang menyalahkanmu… Saat kamu mencoba bangkit, di tengah semua masalah yang bertubi-tubi..Aku sadar rasa cintamu padanya tidak bisa diukur dengan hal apapun, Selena. Dan ternyata rasa cintaku padamu tidak bisa dibandingkan dengan bagaimana kamu mencintainya..”
Aku mencoba meresapi kata-katanya.
“Lalu kemarin.. saat kamu diculik, aku benar-benar tidak berdaya. Aku hanya bisa berdoa dalam hati kamu akan selamat dan kita bisa bertemu lagi. Namun.. dua kakak beradik itu.. mereka rela mengorbankan nyawa mereka masing-masing untuk menyelamatkanmu.. aku seperti dejavu..”
“Dejavu?” tanyaku bingung.
“Dejavu.. aku seperti melihat dirimu yang sangat kuat mencintai Dio dan rela berkorban bagaimapun takdir menentangmu. Dan yang Josh dan Ale perlihatkan juga hal yang sama, Selena. Mereka berani menentang dunia. Karena mencintai berarti juga berkorban, bagaimanapun caranya untuk melihat orang yang kamu cintai bahagia..” jelasnya.
Gery kini kembali mengelus kepalaku.
“Ternyata.. aku belum sampai ke level itu.. aku disadarkan bahwa aku mungkin memang menyayangimu sepenuh hati.. namun mungkin bukan cinta sebagaimana yang seharusnya dilakukan orang yang mencintai..” jelasnya.
Oh Gery.
“Aku selesai mengharapkanmu Selena. Mulai sekarang, persahabatan kita akan murni karena aku menyanyangimu sebagai teman baikku, tidak ada harapan yang lebih. Jadi jangan berubah ya!”
Aku kini mencoba meraih punggungnya dariku dan memeluknya.
“Terima kasih telah menilaiku begitu tinggi Gery. Aku selalu menyayangiku juga, sebagaimana aku menganggapmu selama ini sebagai saudaraku,” aku jujur mengatakannya.
Gery balas memelukku.
__ADS_1
“Aku benar-benar bahagia kamu kembali dipertemukan dengan orang yang begitu mencintaimu, Selena. Aku benar-benar tidak masalah siapapun yang kamu pilih sekarang. Dan aku yakin Dio juga akan punya sikap yang sama dari atas sana,” katanya.
Perutku rasanya seperti melilit saat Gery mengatakan siapapun yang kupilih antara Ale dan Josh Rainer pastilah baik buatku.
“Aku sudah memilih Ger.. Dan aku juga sudah berbincang dengan Dio… dia bilang.. lakukan hal yang membuatku bahagia. Selama aku bahagia, dia akan bahagia juga. Dan orang inilah yang paling membuatku bahagia saat ini,” jelasku.
Gery tampak kebingungan saat mendengar aku berkata berbincang dengan Dio. Aku lalu menjelaskan semuanya. Semua hal yang terjadi kepada Gery tanpa ada yang kututupi. Pertemuan magisku dengan Dio, Aldebaran yang meminta aku untuk membuka hati, sampai Josh Rainer yang telah menembus hatiku.
Dan setelah semua yang terjadi, aku yakin Josh Rainer lah yang paling membuatku bahagia.
“Kamu yakin?” Gery kini bertanya padaku.
Aku mengangguk pasti.
“Aku pikir kamu akan memilih Ale. Karena, sejak kecil kamu selalu bercerita padaku betapa kamu sangat menginginkan dia kembali. Dan kini dia sudah kembali lagi dan kamu malah memilih kakaknya?” tanyanya bingung.
“Gery… kamu selalu bisa mengontrol bagaimana isi pikiranmu bekerja, tapi tidak hatimu,” balasku.
Dia masih belum yakin dengan penjelasanku.
“Aku tidak menjelaskannya.. tapi aku dan Josh Rainer seperti memiliki ikatan batin dan telepati yang terhubung. Badan kami seperti otomatis seperti ingin saling melindungi.. dan hatiku benar-benar tidak bisa dikendalikan saat berada dekat dengannya,” kataku.
Aku melanjutkan, “Dan Ale.. dia.. selama ini aku mengharapkannya kembali karena dia membuat keluargaku terasa menjadi utuh. Kamu paham maksudku?”
Gery kini manggut-manggut.
“Hadirnya Ale menyempurnakan fungsi keluarga buatku, dan Josh Rainer.. dia melengkapi hidupku,” jelasku terharu.
“Baiklah kalau begitu. Aku berharap Josh Rainer akan segera menyelesaikan masalahnya dengan Helena, lalu bisa membuatmu bahagia setiap hari,” Gery kini bangkit dari tempatnya berdiri. “Aku harus memanggil ibumu dan Josh, sepertinya Anne ngibrit ke toilet dan lupa untuk bilang pada mereka bahwa kamu sudah sadar,” katanya.
“Terima kasih untuk semuanya, Gery.”
“Dan terima kasih untuk tidak berubah, Selena,” kata Gery tersenyum sambil beranjak dari kursinya. Kini dia telah memegang kenop pintu sebelum aku ingat sesuatu yang sangat penting untuk dikatakan.
“Gery, bukan aku saja yang tidak peka. Tapi kamu juga! Jangan bicara terlalu jutek kepada Anne ya?” kataku memohon padanya.
Gery terbahak sebelum membuka pintu.
“Aku menyadarinya Selena, namun aku ingin menyelesaikan semuanya dulu denganmu karena aku tidak ingin dia terluka. Dan sekarang, aku rasa aku siap untuk mulai memperjuangkannya.”
Kata-kata Gery membuatku amat senang. Akhirnya semuanya berakhir bahagia.
Aku bisa melihat Ale kembali ke keluargaku
Aku pun kini berjalan bersisian dengan Josh Rainer yang telah menembus hatiku.
Lalu dua sahabat baikku pun akan menciptakan cerita baru.
Tanpa aku tahu, bahwa semua kebahagiaanku ini akan segera berganti dengan pilu dan sedu yang berkepanjangan.
__ADS_1