Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
DIA YANG PALING MENDERITA


__ADS_3

Pov : Aldebaran


Aku tidak berfikir macam-macam saat melihat buket bunga dari Josh untuk Selena di kamarnya kemarin.


Aku fikir, itu hanya ucapan terima kasih saudaraku atas bantuan yang sudah diberikan Selena untuk keselamatannya.


Aku tidak berfikir lebih jauh bahwa…


Bahwa Josh Rainer menyimpan rasa untuk Selena?


Benarkah?


Bagaimana bisa?


Bukankah hanya Helena yang selama ini penting buat Josh?


Dua puluh tahun bersama, dan Josh Rainer akhirnya meninggalkan Helena?


Dia rela meninggalkan semua mimpi masa kecilnya untuk hidup bersama Helena?


Dan yang paling tidak bisa kuterima,


Bagaimana aku harus bersaing dengan saudaraku sendiri untuk mendapatkan hati orang yang kupuja?


Dan bagaimana sebetulnya perasaan Selena?


Apakah Selena membalas rasa Josh Rainer?


Aku mencoba mengingat-ingat setiap detail sikap Selena kepada Josh Rainer.


Waktu pertemuan pertama kami, Selena benar-benar khawatir dengan Josh dan berusaha sekuat tenaga untuk menolongnya keluar dari rumah Gurnawijaya.


Dia benar-benar memberikan semua kemampuan terbaiknya.


Dia tidak peduli bahwa Josh adalah orang asing yang baru dia kenal.


Dia sangat berani dan siap menerima semua konsekuensi terburuknya.


Dan dia...


Seperti siap jika harus mati di tangan Celine dan Becca.


Dia rela melindungi Josh meskipun nyawanya adalah taruhannya.


Apakah..


Apakah ini semua bukti bahwa Selena juga membalas perasaan Josh?


Apakah dia memang rela melakukan apa saja untuk Josh karena memang mencintainya?


Aku kini terduduk di tanah.


Menyaksikan semua hal yang kuperjuangkan selama ini seperti menguap di udara.


Aku sudah menunggu lama sekali untuk bersama ratuku itu.


Aku sudah lelah mencari Selena kesana dan kemari, sampai akhirnya nasib kembali mempertemukan kami begitu dekat.


Ternyata perempuan yang kucari selama ini adalah teman dekat Becca, orang yang selalu mengejar-ngejarku.


Dan setelah 18 tahun terpisah, perasaanku padanya tetap sama.


Dia tetap menjadi satu-satunya perempuan yang paling ingin kunikahi.


Yang paling ingin kulindungi seumur hidupku.


Dan sekarang..


Mereka berdua bersama..


Apa aku memang tidak ditakdirkan untuk bersisian dengan ratuku itu?


Apa semua permainan cosplay kami sebagai raja dan ratu saat kecil dulu tidak akan pernah terjadi?


Apa Selena tidak pernah menganggap penting surat cintanya padaku yang dia berikan saat aku pergi dulu?


Selena..


Aku tidak mampu jika harus berpisah lagi denganmu.


Aku tidak bisa..


Tidak bisa membayangkan jika kamu akan menjadi pengantin saudaraku sendiri.


Dan Josh Rainer..


Aku selalu rela melakukan apapun untuk kebahagiaanmu, Josh.


Aku rela menjadi mata-matamu untuk Celine.


Aku rela menimpakan semua kesalahan Celine atas kalian berdua padaku seorang.


Aku rela berbohong dan dibenci Nenek Karina untuk mengikuti permainanmu.


Aku menyetujui semua perjanjian kita untuk menutup rapat rahasia yang hanya kita ketahui berdua.


Aku benar-benar melakukan semuanya untuk melihat saudaraku bahagia.

__ADS_1


Dan sekarang,


Relakah aku melihat dirimu menggandeng orang yang paling kucintai dimuka bumi ini?


Relakah aku untuk sekali lagi berkorban?



Kalian berdua adalah orang yang kusayangi.


Sanggupkah aku mengalah untuk kebahagiaan kalian?


Aku masih tertelungkup di tanah saat melihat helikopter milih Josh Rainer terbang sepenuhnya ke udara.


Aku merasa tidak memiliki kekuatan.


Dan kini mulai meratapi nasibku yang suram sejak lahir.


Aku dibuang oleh keluargaku sendiri.


Masa kecilku dihabiskan dengan serba kekurangan kasih sayang dan materi, terdampar sendiri di panti asuhan.


Aku sempat menemukan rumahku, aku sempat menemukan cinta sejatiku, Selena Ariadna.


Dia menerangi kehidupanku dan memberikanku harapan bahwa hidup tidak selamanya gelap.


Namun perasaan seperti di surga itu tidak berlangsung lama.


Aku harus kembali ke rumahku yang sebenarnya.


Rumah keluarga Gurnawijaya.


Dan menerima penolakan dari saudara dan nenekku sendiri.


Hidup bertahun-tahun berlapiskan rahasia yang kupendam.


Hanya untuk membuat saudaraku menerimaku apa adanya.


Hanya untuk membuat Josh Rainer senang dan akhirnya berkata padaku.


“Terima kasih untuk semuanya, kak.”


Hanya untuk membuat satu-satunya adik yang kumiliki itu bahagia.


Dan sekarang…


Jika aku mundur dari persaingan ini sekarang..


Aku yakin kata-kata itu akan terucap.


Tapi ada harga yang harus dibayar untuk pengakuan itu.


Demi melihat dua orang yang paling kusayangi bisa menemukan kebahagiaannya.


Relakah aku?


Karena pada akhirnya nasib kembali membawaku tidak kemana-mana.


Dan kini aku tidak tahu harus bergerak kemana.


Aku harus apa?


Bisakah aku kembali hidup tanpa harapan yang sudah mati ini?


Semua perasaan merana ini tiba-tiba saja terdistraksi dengan pemandangan yang terjadi di depanku.


Sekitar dua puluh orang pengawal tampak berjalan ke luar gudang dan menggendong tawanannya.


Beberapa dari mereka adalah preman berbadan besar.


Namun mataku akhirnya terpancang pada salah satu potret tubuh yang berbeda.


Tubuh wanita yang langsing dengan rambut kecoklatan panjang terjuntai saat para pengawal membawanya keluar.


Itu Becca.


Aku berlari secepat mungkin dan menuju kearah pengawal yang ingin memasukkan tubuh lemah Becca ke dalam mobil paramedis.


Sekilas, Becca tampak tidak sadar dengan luka tembak besar di kakinya.


Namun, wajahnya terus menerus mengeluarkan air mata, yang membuatku yakin dia masih tersadar.


Wajah itu.


Wajah yang ingin membunuh Selena dua kali.


Aku harus memberinya pelajaran!


“Tuan muda Aldebaran!”


Pengawal itu tampak kaget melihat kehadiranku disini.


Sementara itu, Becca yang lunglai seperti kembali menemukan kesadarannya saat melihat namaku dipanggil.


“A..Ale..?” panggilnya lemah sambil berbaring di kasur paramedisnya, bersiap untuk masuk ke dalam ambulans.


“Kalian akan bawa dia kemana?” tanyaku datar.

__ADS_1


Salah satu pimpinan pasukan pengawal itu mencoba memberikanku informasi.


“Sesuai perintah, kami akan bawa mereka ke rumah sakit rahasia. Untuk menyembuhkan luka dan mentalnya,” kata si pimpinan


“Berikan si perempuan padaku.”


Para pengawal tampak berpandangan, tidak berani untuk membalas instruksiku.


“Maaf tuan, tidak bisa. Ini tidak sesuai dengan rencana.”


Aku mendengus kesal.


“Kalian tahu? Perempuan ini tidak perlu pengobatan. Yang dia perlu hanya..”


Aku melanjutkan kata-kataku dengan tindakan.


Aku mengambil salah satu senapan api yang dibawa oleh pengawal dan menempatkannya tepat di kepala Becca.


Becca yang masih terbaring spontan melotot memandangku.


Seperti tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Bahwa aku ingin menghabisi nyawanya dengan tanganku sendiri.


1.. 2.. 3…


Door!


Semua pengawal yang ada disitu terkejut setengah mati.


Becca tampak shock dan kembali lunglai di tempat tidurnya.


Melihat aku menembakkan senapan api..


Dan mengarahkan kepadanya.


Aku sangat ingin dia mati.


Namun...


Peluru itu nyaris mengenai kepalanya.


Namun, aku sengaja membuatnya meleset dan mendarat di samping kepala Becca persis.


Yang sepertinya sangat yakin aku telah menembaknya betulan.


Dia masih shock dan mungkin merasa telah mati.


Tentu saja tidak, Becca.


Aku tidak akan membunuhmu.


Karena itu membuatku sama saja denganmu.


Aku tidak serendah itu.


Aku hanya ingin satu hal darimu.


Jangan pernah menyakiti dua orang yang paling berharga buatku.


Selena dan Josh Rainer.


Aku bisa melihat bantal yang Becca gunakan untuk menyandarkan kepalanya bolong akibat sasaran peluruku.


Dan dia tampaknya baru sadar bahwa dia masih diberi kesempatan untuk hidup.


Yang aku harapkan bisa dia gunakan untuk menebus kesalahannya.


"Jika kamu masih sayang nyawamu sendiri, jangan pernah kamu buat masalah lagi dengan Josh Rainer dan Selena," ancamku tidak main-main.


Dalam keadaan terbaring, Becca menangis tersedu-sedu.


“Jika kamu nekat, aku tidak segan menggunakan tanganku sendiri untuk memutus kaki dan tanganmu, lalu kukirimkan potongan mayatmu itu ke ayah dan ibumu,” kataku jijik.


Becca terngaga ngeri mendengarnya.


Kini dia seperti sedang berteriak histeris sambil memanggil-manggil namaku.


"Ale!" Becca hanya bisa menangisi nasibnya.


“Dan jangan pernah datang lagi di depanku atau aku akan melakukan hal yang lebih buruk lagi! Berapa kali harus kubilang bahwa kamu tidak akan pernah.. TIDAK AKAN PERNAH menjadi orang yang kupilih untuk menghabiskan masa hidupku! ”


Mungkin Becca akan terkena serangan jantung setelah ini, tapi aku sungguh tidak peduli.


Karena saat ini Becca seperti sudah kehilangan kesadarannya.


Dia tampak seperti orang gila. Yang berteriak tidak karuan memanggil namaku.


Aku tidak peduli.


Karena hanya satu hal yang lebih penting di dunia ini.


Membuat Josh Rainer bahagia.


Dan kali ini dengan Selena yang ada disampingnya.


Meskipun aku harus selalu menjadi yang paling menderita dalam kisahku sendiri.

__ADS_1


Seumur hidupku.


 


__ADS_2