Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
PENGAWAL KIRIMAN


__ADS_3

“Ibu!”


Aku tersentak dan jelas terperangah dengan kata-katanya.


Dengan semua hal buruk yang baru aku alami, Ibu dan ayah memintaku untuk menikahi Ale?


“Ibu, Dio baru saja meninggal!” aku tidak bisa menanggapi apapun kecuali mengatakan fakta ini.


Fakta bahwa tunanganku telah pergi meninggalkanku selama-lamanya tiga minggu lalu.


Dan Ibu, orang yang amat kusayangi memohon agar aku menjadi pengantin untuk pria lain secepat ini.


Aku sungguh tidak menyangka kata-kata ini akan keluar dari mulut ibuku.


Namun, ibu sendiri tampak santai menanggapiku dengan senyum merekah di wajahnya.


“Nak, ini hanya keinginan ayah dan ibu. Tidak harus buru-buru. Ibu tahu kamu sedang mengalami masa-masa sulit dan pernikahan bukanlah hal yang mudah," jelasnya sambil mengelus kepalaku.


Ibu lalu melanjutkan, "Namun, ibu hanya ingin kamu tahu bahwa kami akan sangat senang jika Ale benar-benar menjadi keluarga kita nantinya."


Aku merasa seperti ada beton yang berat di pundakku saat aku mendengar keinginan ini.


Bukankah artinya mereka sudah memilih calon menantu idamannya sendiri?


Aku adalah orang yang sangat menyayangi kedua orang tuaku.


Dan aku selalu berusaha membuat mereka bahagia.


Dengan mereka mengatakan begini, bukankah ini menjadi seperti ‘perintah’ untukku?


Menjadi semacam kode bahwa mereka akan sangat bahagia jika aku menjadi pengantin Ale.


Dan dengan sendirinya, aku yang selalu ingin membahagiakan mereka pastinya akan berusaha meraih keinginan mereka bukan?


Aku dan Ale… sepasang pengantin?


Kami akan hidup bersama sampai maut memisahkan?


Mungkinkah terjadi?


Tentu saja hatiku gundah.


Ale tidak sama dengan Dio.


Dio adalah satu-satunya orang yang dapat meyakiniku bahwa kami ditakdirkan bersama dan akan hidup selamanya.


Aku selalu berfikir tidak akan ada orang lain yang dapat menggantikan Dio.


Dio adalah inspirasiku sekaligus juga impianku.


Namun, semua yang terjadi belakangan ini turut mengubah cara pandangku.


Dio adalah hal yang terbaik yang pernah datang dihidupku. Namun dia juga telah menjadi kenangan yang tak bisa kembali ke dunia nyata.


Hidupku harus terus berjalan tanpa Dio.


Aku membutuhkan sandaran dan penguat untuk bisa menjalani hidup yang seringkali kejam ini.


Dan dalam tiga minggu sejak Dio pergi, dua sosok sudah cukup mengangguku pikiranku.


Dua sosok yang merupakan saudara sedarah.


Josh Rainer dan Aldebaran.


Jika Josh Rainer sanggup mengobrak-abrik hatiku, Aldebaran sukses mengambil hati keluargaku.


Tapi, aku harus ingat bahwa mereka berdua telah memiliki tambatan hati masing-masing.

__ADS_1


Josh Rainer telah menjalin cinta dengan Helena selama bertahun-tahun


Dan Aldebaran adalah calon tunangan Becca.


Bukankah lebih baik aku tidak memilih siapapun diantara mereka?


Karena tidak sepatutnya aku menghancurkan hubungan orang lain.


Sebagaimana aku tidak ingin hubungan percintaanku dihancurkan kembali.


Aku sudah cukup hancur kehilangan Dio, dan tidak ingin ada gangguan untuk hubunganku selanjutnya.


Aku ingin mencintai dengan damai.


Aku ingin dicintai dengan bebas.


Dan aku rasa, kedua orangtuaku perlu mengetahui situasi ini.


“Ibu, kehilangan Dio seperti kehilangan separuh diriku. Aku tidak bisa berandai-andai dan memberikan jawaban apapun saat ini,” kataku sambil mengurut keningku.


Ibu kini ikutan memijat kepalaku, dia juga tampak menyesal mengatakan harapannya karena cukup membuatku kembali tertekan.


“Maafkan Ibu nak. Kamu tahu, Ibu hanya ingin yang terbaik untuk anak Ibu,” katanya pelan.


Aku kini erat memeluknya.


“Aku juga ingin membahagiakan kalian berdua, sungguh,” kataku tegas. “Maafkan aku belum bisa memberikan kalian kebahagian..”


“Apa yang kamu bicarakan! Melihat kamu tumbuh menjadi anak yang baik dan menginspirasi banyak orang sudah membuat kami bahagia. Sudah, lupakan saja kata-kata Ibu tadi ya,” ibu kini benar-benar menyesal mengatakannya.


Kami berpandangan lalu saling berpelukan.


“Ibu.. Ale sudah punya calon tunangan. Dan wanita itu adalah Becca, adik perempuan Dio,” aku akhirnya mengatakannya.


“Dan.. Ale adalah anak dari orang yang ingin mencelakakanku,” sambungku.


Aku dan Ale sungguh berada di sisi dunia yang sulit untuk bersatu.


Namun, respons ibu tidak seperti yang kuperkirakan. Dia terlihat biasa saja.


“Ale tadi bicara ini kepada Ibu, dan itulah dia mengapa tadi bergegas pergi. Dia ingin menyelesaikan semua kesalahpahaman ini sehingga dirinya bisa bebas memilih dan menjalani hidup yang dia inginkan,” jelas Ibu.


Aku keheranan mendengarnya.


“Apa maksudnya bu?”


Menurut Ale, bertunangan dengan Becca dan menjadi anak dari seorang Celine adalah kesalahpahaman?


Cuaca yang dingin di area gazebo kini sudah berubah menjadi hangat dengan seluruh pembicaraan intensku dengan ibu.


“Ale bilang bahwa ceritanya akan panjang sekali. Dia berjanji akan menjelaskannya nanti. Namun, dia ingin kamu tahu bahwa dia tidak punya hubungan sama sekali dengan Becca ataupun Celine,” kata ibuku menjelaskan.


Apa?


Bagaimana bisa?


Jelas-jelas Ale ditemukan oleh pengawal Celine sedang berada dirumahku, dan akhirnya Ale dibesarkan oleh ibunya sendiri sejak saat itu.


Bagaimana bisa mereka berdua tidak terlibat?


Apa maksud Ale?


Atau… apakah ini merupakan tipuan?


Apakah.. Ale berusaha menjebakku dan keluargaku?


Memikirkannya membuat pikiranku cemas.

__ADS_1


Aldebaran, sebenarnya kamu ada di pihak siapa?


Saat aku sedang  termangu dalam pikiranku tentang Aldebaran, tiba-tiba saja teriakan terdengar dari depan rumah yang memekik telingaku.


Suara Anna.


“Lari! Semuanya lari! Ada pengawal bersenjata datang!”


Aku berusaha memproses teriakan Anna di kepalaku saat aku melihat sesosok pria berbadan tambun berlari dan mencapai ruang makan.


Pria itu melihat sekeliling dan akhirnya matanya yang ganas menemukan aku dan ibu tengah duduk di gazebo di luar rumah.


Pria itu tampak tersenyum menyeringai melihat sasaran yang dia cari ditemukan.


Meninggalkan aku dan ibu yang mematung, tak tahu harus membuat apa.


“Ibu ayo kita pergi!”


Aku mencoba menarik tangan ibuku, namun situasi membuatku harus kalah.


Ibuku syok dan pingsan di tempat.


Aku kini mencoba berusaha menahan berat badan ibu agar tak jatuh ke tanah.


Oh tidak.


Aku tidak mungkin kabur dengan memapah ibuku seorang diri.


Aku juga tidak mungkin meninggalkan ibuku begitu saja di tangan penjahat.


Aku terjebak.


Aku sudah tidak bisa lari.


Saat pengawal tersebut berlari secepat kilat kearahku dengan pandangan ingin mencabik-cabik dagingku.


Duarrr!


Dia menekan pelatuk senapan anginnya ke udara sebagai tanda agar aku tidak lari kemana-mana.


Aku benar-benar kalah.


Kali ini aku akan tertangkap.


Kini aku telah berdiri berhadapan dengan si algojo yang tak punya belas kasihan ini.


“Tidak ada jalan lagi untukmu kabur. Siap-siap menikmati neraka-mu,” kata si pengawal dengan suara parau.


.


.


.


.


.


...😔Waduh kira-kira pengawal yang menangkap Selena dan keluarganya kiriman siapa ya?😔...


...a. Aldebaran...


...b. Josh Rainer...


...c. Becca...


...d. Celine...

__ADS_1


...e. Nenek Josh Rainer...


__ADS_2