Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
PASANGAN SERASI


__ADS_3

Dengan gagah, Josh Rainer masuk ke dalam ruangan pertemuan di lantai satu yang dulu pernah kumasuki bersama Gery.


Aku mengikuti langkahnya dari belakang. Tiba-tiba saja, dia berhenti berjalan yang membuat aku menabrak belakang tubuhnya dan refleks memeluk pinggangnya.


“Oh maaf,” kataku langsung menjauh darinya.


Sebisa mungkin, aku harus menjauhi kontak fisik dengan Josh.


Aku harus meluruskan kesalahpahaman ini dan kembali mengingatkannya bahwa hubungan di antara kami adalah dokter dan pasien.


Meskipun, perasaanku bak berteriak tak mau kompak dengan fikiranku.


Namun, inilah hal yang benar untuk kulakukan.


Josh berbalik ke belakang. Dia sepertinya ingin kembali bertanya padaku apakah aku merasa sakit namun mengurungkannya dan kembali bersikap dingin.


“Aku harus bicara sendiri dengan nenekku. Dokter mohon menunggu di luar sampai urusanku selesai,” katanya tanpa memandang wajahku.


Josh.


Sepertinya dia menyadari penolakanku.


Dia tahu bahwa aku tengah menjauhinya dan dia pun mengikuti apa mauku. Sejak dia bangun tadi, ini adalah kali pertama dia memanggilku ‘Dokter’, bukan Selena.


Aku tahu memang inilah yang seharusnya terjadi, tapi mengapa rasanya begitu sakit?


Aku mengangguk membalasnya dan tanpa senyum dia masuk ke dalam ruangan sendirian.


Meninggalkanku bersama Margaretha di luar ruangan.


“Dokter Selena, saya melihat ada bekas darah di pipi anda. Apakah anda baik-baik saja?” tanya Margaretha sambil memperhatikan penampilanku.


Aku lalu mengecek penampilanku di cermin yang terpasang di dekat ruang tamu dan kaget melihat parahnya penampilanku saat itu.


Di pipiku, terdapat beberapa goresan darah kering akibat melewati ranting liar di hutan pemakaman Dio.


Tak hanya itu, rambutku awut-awutan tak beraturan akibat tak sisiran setelah membuka helm dan jatuh bersama Gery.


Belum lagi pakaianku yang di sobek di beberapa tempat karena ranting tajam dan bercak lumpur di sekitar celana bagian bawah.


Dan dengan penampilan seburuk ini, Josh Rainer tetap memelukku.


Dia tetap menggengam tanganku.


Dan dia mencium keningku.


Dia tak peduli dengan parahnya penampilanku dan tetap menarikku untuk terus di sisinya.


Namun aku malah menjauhinya.


Maafkan aku Josh.


Tapi, memang seharusnya kita begini.

__ADS_1


Apalagi, kamu sudah punya Helena yang selalu mengkhawatirkanmu.


Calon istri penerus keluarga Gurnawijaya yang sangat pantas bersanding denganmu.


Aku bukan tandingannya untuk bermimpi bisa bersamamu.


Oh, Selena!


Kenapa otakku jadi dipenuhi Josh Rainer begini! Aku tidak boleh memikirkan yang lebih jauh dari ini!


Margaretha masih berdiri disana menunggu jawabanku.


“Tidak apa-apa Margaretha, hanya teriris ranting dan lukanya tidak dalam kok,” kataku menenangkannya.


“Saya sedang menyiapkan kamar untuk Anda, jika anda butuh kotak P3K ada di dalam kamar mandi Anda, Dokter,” katanya sopan.


Aku akan menginap disini?


Aku pikir setelah ini aku bisa pulang ke rumah orang tuaku dan tidur di kamar kecilku yang biasa.


“Aku rasa itu tidak perlu Margaretha, aku akan pulang ke rumah malam ini,” kataku.


Margaretha membetulkan kacamatanya dan mendekat ke arahku.


“Maaf Dokter, tapi ini perintah dari Nyonya Gurnawijaya. Dia bilang Anda akan menginap disini sampai semua urusan dengan Celine selesai," balasnya


"Anda adalah saksi kunci dan sangat berbahaya jika Anda berkeliaran ke luar,” tambahnya.


Aku tidak berfikir ke arah sana sebelumnya.


“Ini untuk keselamatan Anda juga Dokter, Nyonya Gurnawijaya sangat berterima kasih dengan pertolongan yang Anda berikan untuk keluarga ini. Dia ingin membalas budi Anda,” katanya lagi.


Aku terdiam dan memikirkannya lagi.


Aku akan hidup di istana ini bersama Nenek Karina Gurnawijaya yang sangat disegani semua orang.


Serta cucu kesayangannya, Josh Rainer Gurnawijaya yang tidak lagi berpura-pura amnesia.


Aku tidak tahu apakah ini sebuah keberuntungan buatku atau malah akan menyulitkanku.


Namun, Margaretha benar. Tempat teraman saat ini adalah tetap berada dekat dengan pengatur bisnis keluarga Gurnawijaya. Dengan begitu, Celine tidak akan berani mencelakaiku untuk menghilangkan bukti utama.


“Baiklah Margaretha,” aku akhirnya menyerah.


Margaretha tersenyum cemerlang. Sebelum aku lupa, aku mencari tahu beberapa informasi darinya yang sedari tadi terasa janggal buatku.


“Margaretha, apakah ada orang lain yang tahu tentang bantuan pengamanan yang kalian berikan tadi pada kami?” tanyaku mencoba mengorek info.


Dia tampak bingung dengan pertanyaanku.


“Tentu saja tidak, Dokter. Saat Anda mengirimkan pesan peringatan kepada saya, tepat sekali saat nyonya baru mendarat disini. Saat dia tahu itu, dia lalu memintaku untuk mengatur pengamanan sekuriti dan mengirim helikopter di tempat rahasia tuan muda,” katanya.


Lantas, bagaimana Aldebaran bisa tahu rencana ini?

__ADS_1


“Jadi ini hanya antara Nyonya Gurnawijaya, saya dan Anda. Ada apa memangnya Dokter?”


Aku berusaha menutupi fakta bahwa seluruh tindakan penyelamatan ini aku ketahui dari Aldebaran, bukan dari pesan yang dikirimkan Margaretha.


“Tidak apa-apa, saya hanya takjub bahwa tidak ada satupun kawanan dari Celine bisa mengendus rencana kami untuk kabur menggunakan helikopter di bagian belakang rumah,” kataku memujinya.


Margaretha tampak gatal ingin menjelaskanku lebih banyak.


“Celine tidak pernah tahu kami punya bagian rumah rahasia. Ini hanya diketahui oleh tuan muda Josh dan Nyonya saja. Ayahnya bahkan tidak tahu,” jelasnya.


Bagian rumah rahasia?


Apa ini maksudnya tempat rahasia yang Josh sempat bilang sebelumnya?


“Maksudnya lapangan luas di belakang kebun bunga itu adalah tempat rahasia?” tanyaku.


“Betul, Dokter. Nyonya diam-diam melakukan perluasan bagian rumah untuk membuat lapangan sendiri buat tuan muda karena dulu Celine sering mengurung tuan muda sampai tidak diberi makan,” katanya.


Oh tidak, Celine memang biadap.


“Jalan masuk menuju lapangan itu hanya bisa dilewati dari semak-semak samping kamar tuan muda. Jika Celine dan kawanannya mau melewati kebun pun tidak bisa karena kami batasi dengan pagar tinggi yang kami aliri listrik. Celine tidak pernah tahu bahwa selama dia mencoba mengurung tuan muda saat tidak ada tuan Gurnawijaya, tuan muda selalu kabur ke bagian belakang rumah ini,” katanya.


Ya Tuhan, sepertinya Josh Rainer memiliki kenangan masa kecil yang tidak menyenangkan. Dengan seluruh tindakan Celine yang seperti itu pastilah sangat berpengaruh terhadap mentalnya.


“Karena itulah kalian selalu menyediakan helikopter supaya Josh bisa pulang pergi ke sini kapanpun dia mau?” tanyaku masih ingin tahu.


Margaretha menggeleng.


“Tidak selalu karena Nyonya Gurnawijaya sering berpergian. Namun di lapangan itu tuan muda bisa melakukan apa saja. Dia bisa berlatih bermain biola, berolahraga dan bertemu dengan Nona Helena,” jelas Margaretha.


Oh.


Josh dan Helena ternyata sudah saling mengenal dan tumbuh bersama sejak kecil. Dan sepertinya, Helena selalu menemani Josh disaat masa-masa susahnya dulu.


Dan entah mengapa, fakta ini membuat hatiku seperti tersentil.


“Jadi taman ini berbatasan langsung dengan rumah Nona Helena. Kami membuatkan jalan rahasia yang bisa diakses Nona Helena saja, tidak ada satupun anggota keluarga rumahnya yang tau," jelas Margaretha.


Dia melanjutkan, "Mereka sering menghabiskan waktu berdua di rumah pohon yang kami buatkan di ujung semak taman. Nona Helena senang memasak, dan dia selalu membagikan makanannya kepada tuan muda yang kelaparan,” katanya.


Sungguh kisah cinta yang sangat indah.


Saling mengenal sejak kecil, tumbuh dan berkembang bersama dalam suka dan duka, dan sama-sama berhasil saat dewasa.


Aku seharusnya tahu sejak awal Josh Rainer tidak pernah memaksudkan seluruh kontak fisiknya padaku sebagai hal yang serius.


Dia mungkin hanya terbawa suasana dan perasaan karena aku telah membantunya. Dia mungkin ingin berterima kasih padaku dengan mengekspresikannya lewat pelukan, genggaman tangan dan ciuman itu.


Tidak ada maksud lain.


Fakta-fakta ini membuat segala sesuatunya jelas. Mengapa Josh Rainer tumbuh menjadi pria tertutup, hanya bicara seperlunya dan kelihatan sulit untuk didekati.


Selain karena masa lalunya yang suram, dia juga sudah memiliki wanita yang selama ini bisa dijadikannya untuk bersandar.

__ADS_1


Dan itu Helena.


Dan itu artinya, aku harus segera mengubur perasaan yang baru mau mekar ini agar tidak jatuh terlalu dalam.


__ADS_2