Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
JEBAKAN MAUT


__ADS_3

Aku masih tidak mempercayai apa yang kudengar di bawah sana.


Cinta segitiga antara Josh Rainer, Aldebaran dan Helena?


Dan siklus ini terulang lagi?


Ya ampun.


Mengapa hidup bisa begini pelik?


Di tengah kekagetanku, Ale tiba-tiba saja mengenggam tanganku.


“Aku tidak pernah membalasnya,” katanya berbisik sambil menggeleng.


Dia lalu mencium tanganku.


Dan entah mengapa, aku membiarkannya.


Ale seperti ingin menjelaskan padaku bahwa Helena tidak pernah menjadi pengalih seluruh rasanya padaku.


Bahwa selama ini, Ale tidak pernah membalas cinta Helena.


Tapi mengapa..


Mengapa kata-kata itu tidak membuatku lebih baik?


....


Aku masih merasa nelangsa.


Karena... memang bukan Ale yang membuat hatiku terasa seperti air mendidih saat ini.


Tapi Josh Rainer.



Ya, Josh Rainer.


Josh tahu bahwa Helena pernah menaruh nama Ale di hatinya.


Namun dia tidak peduli.


Dia tetap menyayangi perempuan itu seperti tidak ada yang terjadi.


Dia tetap ingin menikahi Helena meskipun perempuan yang dicintainya juga pernah menaruh rasa terhadap saudara tirinya.


Dia bahkan menunggu Helena pada malam saat dia mengalami kecelakaan.


Dan berdasarkan pengakuan Helena, Josh Rainer yang menabrakkan dirinya sendiri saat itu karena putus asa?


Ya, putus asa karena menurutnya cintanya kepada Helena bertepuk sebelah tangan.


Dia pikir Helena tidak menerima lamarannya.


Karena itu, dia ingin selesai saja dari dunia ini.


Benarkah begitu Josh?


Memikirkan itu membuat kepalaku terasa pecah.


Jika benar Josh Rainer ingin mengakhiri hidupnya saat itu, aku akan kehilangan simpati padanya.


Bagaimana bisa dia mau membuang hidupnya begitu saja, sedangkan tunanganku menginginkan hidup yang lebih panjang saat dia harus mati?


....


Ini tidak adil.


Tolong katakan itu tidak benar, Josh.


Namun dibawah sana, Josh masih membisu dan tampaknya tak ingin menghentikan perannya menjadi pria amnesia.


Di depan perempuan yang sangat berarti baginya.

__ADS_1


Sementara aku, diatas sini, menunggu penjelasan yang masuk akal dari Josh.


Penjelasan yang aku harapkan. Bahwa dia juga memperjuangkan hidup yang Tuhan beri.


Sebagaimana aku berjuang untuk tetap bernafas sampai saat ini meskipun Dio telah tiada.


Aku sedih sekali.


Josh Rainer yang aku pikir kuat seharusnya tidak akan melakukan bunuh diri.


Aku ingin mempercayainya, tapi mengapa rasanya sulit sekali?


“Dulu, waktu aku mengatakan padamu bahwa aku menyukai Aldebaran, kamu diam berminggu-minggu dan mogok makan. Dan sekarang, kamu juga tidak mau bicara. Josh, tolong jangan siksa aku dengan membalas perbuatanku seperti ini,” Helena  terdengar frustasi saat kembali mengajak bicara Josh.


Tidak ada balasan, masih hening seperti semula.


“Kamu selalu menjadi pelindungku. Kamu selalu menjadi Josh Rainer yang selalu menenangkanku disaat aku merasa dunia ini terlalu menakutkan untuk karirku. Kamu selalu menjadi Josh Rainer yang tidak pernah ingin melihat aku menitikkan air mata,” katanya terisak-isak.


“Dan sekarang, aku tidak bisa menyampaikan kacaunya hatiku melihatmu seperti ini. Aku minta maaf jika kamu benar-benar ingin mengakhiri duniamu karena aku! Aku sekarang menangis untukmu Josh, mengapa kamu diam saja? Bukankah kamu selalu menghapus tangisku dan menenangkanku? Dimana Josh Rainerku itu?” nada Helena sudah meninggi.


Namun, Josh Rainer tetap bergeming.


Dia tetap tidak ingin membongkar kedoknya.


“Ayo kita pergi. Disini sudah tidak seru lagi,” Ale menarik tanganku.


Ale lah yang mengajakku untuk mendengarkan pembicaraan super privasi ini, namun Ale juga yang ingin menghentikannya sesegera mungkin.


Namun, kebalikan dengannya, aku ingin tinggal lebih lama.


Aku ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana Helena menganggap Josh Rainer.


Aku ingin tahu apakah Josh tetap bersikeras untuk memainkan peran palsunya.


Dan diluar semua itu, aku ingin memastikan bahwa Josh tidak kembali bermesraan dengan Helena.


....


“Oh iya, aku juga ingin menjelaskan padamu bahwa kamu tidak perlu cemburu lagi pada Ale. Aku sudah bilang padamu berkali-kali, kisahku dengan Ale berakhir saat kuliah dulu," katanya kembali bercerita.


Di depanku, Ale tidak nyaman saat namanya kembali disebut oleh Helana.


"Selena, ayo kita pulang," ajak Aldebaran ingin pergi.


Namun, aku memberikan isyarat padanya untuk diam. Aku masih ingin mendengarkan apa yang terjadi antara Josh, Helena dan Aldebaran.


"Setelahnya, aku menganggapnya seperti kakak. Tapi kamu selalu tidak memperbolehkanku bertemu dengannya. Sejak aku mengungkapkan perasaanku pada awal kuliah dulu sampai akhirnya kami bekerja di Inggris,”ucap Helena menjelaskan lagi.


“Kamu hormat pada kakakmu itu, tapi juga benci padanya. Kamu bahkan melarangku untuk sekadar menelepon dan menanyakan kabarnya. Padahal, diantara kami tidak ada apa-apa. Dan sekarang, kamu pikir aku juga ada main dengan produser itu. Demi Tuhan dia itu penyuka lelaki! Kami tidak ada apa-apa Josh!” Helena histeris.


Aku mencoba memahami seluruh perkataan Helena.


Bahwa Josh Rainer adalah orang yang pencemburu dan posesif. Dia bahkan membatasi ruang gerak Helena dan Aldebaran, meskipun saat itu dia sedang tinggal jauh di Amerika.


Tapi aku tidak bisa memproses keanehan lain yang disebutkan Helena.


Soal kata kakak.


Helena menyebut Aldebaran adalah kakak Josh?


Bukannya Aldebaran adalah adik tiri Josh?


Aldebaran bahkan memperkenalkan dirinya sebagai adik tiri Josh Rainer saat siaran langsung tadi pagi.


Mengapa Helena menyebut Aldebaran sebagai kakak Josh?


“Selena, ayo,” Ale sekarang sudah menarik badanku setengah memaksa, untuk kembali melanjutkan perjalanan lewat jalan rahasia kami.


Dari gesturnya, Ale seperti tidak ingin aku berlama-lama dan mendengarkan apa yang dibicarakan Helena.


“Bukankah kamu adik tiri Josh?” aku mengindahkan ajakannya dan kini telah melepas tanganku darinya.


Ale memasang tampang datar, namun tersenyum kecil.

__ADS_1


“Sudahlah. Biarkan Josh yang pusing dengan kehadiran Helena, kamu jangan ikutan pusing,” katanya sambil mencoba menarik tanganku lagi.


Ale tidak mau menjawab pertanyaanku.


“Jawab aku Ale.”


Ada apa sebenarnya?


“Ayo pergi sekarang atau nanti kita tertangkap dan tidak kabur dari rumah ini!” Aldebaran kini sudah memaksa menarikku.


Di saat yang sama, Helena kembali bergumam di depan Josh Rainer yang pura-pura bisu.


“Ale selalu baik padaku, meskipun dia tahu kamu selalu kesal kalau aku berhubungan padanya. Namun, kekhawatiranmu tidak beralasan Josh. Dia sudah punya Becca, teman kuliahku dulu dan Becca bilang mereka akan segera bertunangan. Jadi kamu tidak perlu cemburu padanya lagi, oke?”


Tidak.


Sekarang rasanya kupingku seperti ingin lepas.


Aku kini melepaskan tangan Aldebaran kencang.


Masih dengan mulut yang menganga.


Dan menatap pria di depanku, yang sudah kuanggap sebagai saudaraku itu dengan tatapan nanar.


Apakah kupingku menipuku?


....


Aldebaran bertunangan dengan Becca?


Jadi... ternyata mereka berdua.. ada di tim yang sama?


...


Aldebaran, masih berdiri tertunduk didepanku.


Dan aku kembali mengingat semua kata-kata manisnya, bahwa dia selalu memimpikanku sebagai ratunya.


Dan ingin kembali hidup sederhana bersama orangtuaku sebagaimana mestinya.


Oh tidak.


Semuanya palsu.


Jadi aku dijebak?


Ale sebenarnya memang ingin menangkapku dan membawa jasad utuhku kepada Becca dan Celine?


Mengapa aku bodoh sekali?


Mengapa aku bisa-bisanya dijebak seperti ini?


!!!


Jantungku rasanya kini ingin copot dari rongganya.


Saat melihat Ale tertawa menyeringai di depanku.


Dan kali ini dia tidak saja menarik tanganku.


Tapi mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya.


Cepat sekali. Tak bisa aku hentikan.


Lalu dengan gerakan kilat, dia menutup hidungku dengan benda yang sudah disiapkan di tangannya.


Yang membuatku jatuh lunglai, dan rasanya seperti tertidur.


Melihat wajah tampan Aldebaran yang tiba-tiba menjadi jauh.


Dan mendengar kata-kata terakhir sebelum aku benar-benar tidak berdaya di dalam pelukannya.


“Aku benci cara ini Selena, maafkan aku.”

__ADS_1


__ADS_2