
Yang tengah kupeluk saat ini adalah Ale.
Ale yang sejak dulu adalah sosok pemberani dan tidak kenal takut.
Ale yang selalu mampu membuatku tertawa dengan lawakannya.
Ale yang tidak bosan menghujaniku perhatian.
Ale yang selalu bercerita mengenai kisah raja dan ratu yang ditakdirkan bersama, di setiap malam sebelum kami tidur
Raja yang harus pergi jauh untuk mendapatkan kekuasaannya.
Sebelum meminang si ratu yang amat dicintainya.
Ale yang selalu meyakinkanku bahwa dia bukanlah orang jahat. Sejakdia merampas tas Ibuku di terminal Kalideres dulu.
Aku tidak akan melupakan raut wajah Ale saat dia mencoba menarik paksa tas Ibuku.
Apalagi saat wajahnya kutendang dengan kaki telanjangku saat itu.
Hidungnya berdarah hebat saat itu. Dan dia memang berencana lari dari tempat kejadian sebelum sekuriti datang menangkapnya.
Namun, setelah itu Ibuku melakukan hal yang diluar dugaanku.
Ibu malah memeluk Ale.
Bertanya padanya apakah badannya sakit? Apakah dia lapar?
Ibuku lalu mengusapkan tisu untuk membuang darah di hidung Ale.
Ibuku bertanya padanya , anak kecil kamu ingin makan apa?
Di saat itulah, Ale menangis sejadi-jadinya.
Dia memeluk kaki ibuku, dan menciuminya.
Dia meminta maaf kepada Ibuku dan bilang bahwa dia bukanlah orang jahat.
Ibuku terharu dan tidak butuh waktu lama untuk mengajaknya pulang bersama.
Sejak itu, dia menjadi kakak laki-lakiku untuk dua bulan yang penuh bahagia.
Lalu tiba-tiba saja, Ale pergi.
Meninggalkanku berhari-hari dalam kemurungan dan kesedihan.
Semua dimulai saat ada laki-laki yang mencari Ale.
Dia mengaku sebagai pengawal dari keluarga konglomerat di Jakarta.
Dan tengah mencari identitas anak yang meninggalkan panti asuhan.
Anak yang setelah ditelusuri adalah calon pewaris konglomerasi perusahaan terbesar di Jakarta.
Dan itu adalah Aldebaran.
Aldebaran yang sama dengan kini yang tengah merangkulku.
Aldebaran yang membantuku mencari jalan keluar saat Celine ingin membunuhku.
Aldebaran yang rela menimpakan seluruh kesalahan Celine padanya.
Aldebaran yang sejak awal bertemu lagi tetap ingin menikahiku.
Ale…
Ternyata kamu adalah raja dari cerita yang selalu kamu dongengkan padaku?
Dan aku adalah ratu buatmu?
…
Ale...
Tapi, aku tidak juga lupa.
Bahwa kamu adalah anak Celine.
Celine yang ingin membunuh Josh Rainer dua kali.
Celine yang ingin memenjarakanku atas perbuatan yang tidak pernah aku lakukan.
__ADS_1
Celine yang telah membobol uang perusahaan Gurnawijaya untuk kepentingannya.
Dan semua itu dilakukan Celine untuk Aldebaran.
Kamu adalah anak dari wanita keji itu, Ale.
Kamu adalah anaknya.
Semua kejahatan ini dilakukan Celine untuk melihatmu menggantikan Josh Rainer di muka bumi ini.
Kamu adalah tujuan Celine berlaku bengis selama ini.
Ya Tuhan.
Aku baru bertemu lagi dengannya, tapi mengapa situasi seperti membenci kami?
Ale kini mengacak-acak kepalaku dalam dekapannya.
Seperti yang selalu dia lakukan dulu untuk membuatku tertawa.
Tapi, aku kini tidak bisa lagi tertawa.
Membayangkan terlalu banyak yang terjadi dan garis hidup telah memisahkan jalan antara aku dan Ale.
Kamu ada di pihak mana Ale?
“Ale..?” aku mencoba melepaskan rangkulannya.
Dia tampak tidak ingin pelukan antara kami berakhir.
“Kenapa? Aku bau?” katanya yang membuatku spontan tertawa.
Kenyataannya, Ale sangat amat wangi saat ini. Persis wangi parfum Dio yang selalu dia semprotkan setiap hari di tubuhnya.
“Kamu selalu bau matahari rasa terminal Kalideres buatku,” aku meledeknya.
“Aku juga tidak akan lupa bau kakimu saat menendang hidungku saat itu,” katanya membalas ledekanku.
Kami lalu tertawa bersama.
Seperti sudah lama sekali.
Setelah kepergian Dio.
“Apa kamu sekarang sudah jadi orang jahat?” tanyaku to the point.
Dia memandangku penuh arti.
“Definisi jahat itu apasih?” tanyanya santai sambil mengacak-acak rambutku.
Aku menahan tangannya, karena sudah terlalu pusing dengan semua yang terjadi.
“Jahat itu berada di tim yang berbeda denganku,” kataku menjauh darinya. “Kamu sekarang jadi orang jahat?”
Ale tampak menimbang jawabannya.
“Selena, aku tidak peduli ada di tim mana yang penting kita bisa bersama sampai maut memisahkan nanti,” katanya di luar perkiraanku.
Yang sukses membuat hatiku seperti tertancap paku.
Aku tahu, sejak awal Ale sudah memperlihatkan rasa tertariknya padaku.
Dia bahkan sudah melamarku.
Namun, meskipun dia sudah menjelaskan siapa dirinya, aku tidak serta merta ingin langsung menikahinya.
Karena bagiku, Ale adalah kakak laki-lakiku.
Dia selalu menjadi figur kakak buatku.
Aku tidak pernah bermimpi berjalan di altar bersamanya.
Di fikiranku, Ale akan berdiri bersama orang-orang terdekatku saat melihat aku mengucap sumpah dengan lelaki yang kucintai seumur hidup.
Disitulah posisi Ale yang seharusnya.
“Ale, kamu adalah kakakku dan selamanya akan begitu” aku mencoba menjernihkan fikirannya.
Tentu saja, Ale tidak ingin berhenti.
“Selena, aku tahu kamu butuh waktu. Ini semua memang gila. Aku sendiri sudah lelah dengan konflik yang terjadi di keluarga gila ini. Aku hanya ingin pulang ke rumah. Aku ingin berkumpul lagi bersama kamu, bersama Ibu dan Ayah. Aku akan menunggu kamu kapanpun kamu siap. Setahun, dua tahun, sepuluh tahun..”Ale mengeluarkan jurus cerewetnya.
__ADS_1
“Ale itu tidak mungkin..” aku kembali tidak bisa melanjutkan kata-kata karena dipotong Ale.
“Tidak ada yang tidak bisa di dunia ini, Selena. Tolong, jangan tolak aku. Berikan kesempatan padaku untuk menjadi rajamu. Mewujudkan semua imajinasi kita dulu saat kecil. Karena kamu selalu menjadi ratuku,” katanya meyakiniku.
Dia bahkan kini sudah mencium tanganku.
Bagaimana ini?
Dua kakak beradik sama-sama meminta kesempatan dariku?
Yang satu adalah yang mampu membuat hatiku berdebar dalam beberapa minggu terakhir.
Yang satu adalah orang yang penting buat hidupku, sudah kuanggap sebagai saudara laki-lakiku sendiri.
Bagaimana takdir bisa membuat kami jadi saling terhubung begini?
“Selena, jika kamu takut aku berada di tim yang salah. Dengarkan ini. Tidak berarti Josh Rainer ada di tim yang tidak melakukan kejahatan,” katanya
Mataku terbelalak.
Apa maksudnya?
“Aku tidak paham maksudmu,” balasku masih mencoba memahami maksud Ale.
Ale kini telah memegang kedua bahuku.
“Jika Ibuku jahat padamu, tidak berarti Josh Rainer tidak melakukan kesalahan apa-apa disini,” ujarnya.
Apa maksud Ale?
Apa dia mau mengatakan bahwa Josh sama jahatnya dengan Celine?
Ataukah..
Atau maksudnya seluruh perlakuan jahat Celine adalah balasan karena Josh Rainer yang memulai duluan?
“Maksudmu.. Celine bengis seperti ini karena Josh Rainer melakukan sesuatu yang jahat sebelumnya pada Ibumu?” tanyaku tidak percaya.
Benarkah begitu?
Jika demikian, mengapa Ale mau membantu Josh Rainer?
“Aku tidak bisa menjelaskan lebih banyak karena ini adalah masalah Ibuku dan Josh. Aku bahkan tidak mau terlibat sama sekali. Selena, posisi kita saat ini sama,” katanya meyakinkanku.
Apakah Josh Rainer juga sama jahatnya dengan Celine?
Memikirkan itu membuat hatiku saat ini terasa seperti terbakar.
“Saat kamu bilang posisi kita sama, itu maksudnya apa?” tanyaku mengonfirmasi.
Ale tampak melepaskan jas birunya dan menggulung lengan kemeja putih yang dia kenakan saat menjawabku, “Posisi kita sama disini. Sama-sama ingin kabur. Sama-sama ingin pulang ke rumah. Sama-sama muak dengan seluruh drama orang kaya disini.”
Mataku terpejam dan kembali memikirkan ulang semua ini.
Di saat semua orang memintaku untuk tetap disini, hanya Ale yang menolak itu dan mengajakku untuk pulang.
“Kita ada di tim yang sama, Selena. Hanya aku dan kamu,” bisiknya padaku sebelum dia menarikku untuk pergi dari istana mewah ini lewat jalan rahasianya.
.
.
.
.
.
.
...❤❤❤TEBAK-TEBAKAN YUK❤❤❤...
Kalau menurut netizen nih, kira-kira Aldebaran motifnya beneran gak sih atau ada uang di balik batu?
a. Aldebaran beneran gak mau kehilangan Selena
b. Aldebaran pura-pura aja ngambil hati Selena padahal tetap bantuin Celine
c. Gatau deh, emang iseng aja kayanya
Kira-kira yang mana ya?
__ADS_1