
Becca memang menyembunyikan sesuatu dariku.
Jelas sekali. Aku bisa menebak bahwa dia sangat dekat dengan Celine dan kemungkinan besar ikut mendalangi rencana menjatuhkan Josh Rainer.
Namun, dia selalu menutupinya dengan beragam kebohongan untuk meyakinkanku.
Aku benar-benar tidak kenal lagi sosok yang seharusnya menjadi adik iparku ini.
“Jadi kenapa Sel? Aku khawatir dengan bahaya apa yang dimaksudkan Gery itu.”
Becca sendiri masih menunggu jawabanku perihal bahaya apa yang tengah jadi perhatianku selama menjadi dokter pribadi di rumah ini.
Aku segera mencari alasan untuk membuatnya tak curiga.
“Bukan bahaya besar sih, Gery terlalu melebih-lebihkan. Aku hanya kesal dengan karena banyak sekali aturan di rumah ini yang membatasi gerak-gerikku sebagai dokter,” kataku.
Becca tampak memagut-magut, namun dia kelihatan kurang puas dengan penjelasanku.
“Aku paham perasaanmu. Aku juga kesal sekali kalau pekerjaanku banyak diinterupsi. Apalagi kamu dikenal sebagai dokter yang idealis waktu mahasiswa dulu, ingat?” Becca mencoba mengenang masa lalu.
“Memangnya kamu tahu apa yang terjadi, Bec?” kataku mencoba menjebaknya.
Becca terkesiap dan tampak tak siap dengan pertanyaanku tadi.
“Aku… dengar dari Gery seperti yang kamu sampaikan tadi. Ada suster yang lebih berkuasa dari dirimu dan Ibu Celine yang mengawasi gerak-gerikmu..” Becca menjawab sekenanya.
“Termasuk ada kamera pengawas yang selalu mengawasi kegiatanku?”
Becca kini tampak terperangah dengan mulut membentuk huruf O.
"Jadi kamu sudah tahu?”
Kena.
Inilah jawaban Becca yang aku ingin dengar.
“Oh, jadi kamu juga sudah tahu dan tidak memberitahuku sama sekali soal ini? Kamu membiarkan saja ini terjadi?”
Becca sudah tidak bisa mundur lagi.
Aku puas dengan jawaban tadi. Ini sudah cukup menjelaskan segalanya.
Becca dan Celine ada di tim yang sama.
Tim yang sama untuk mencelakakan Josh Rainer.
Dan aku sengaja menggali ini semua di depan Josh Rainer yang tengah berpura-pura tidur.
Agar dia tahu semua dan bisa menyusun rencana selanjutnya.
“Aku tidak menyangka, Becca. Mengapa kamu tidak mau cerita sedikitpun denganku?”
“Sel, bukan begitu..”
“Jika kamu jadi aku, apakah kamu senang dimata-matai? Senang jika pekerjaanmu diganggu dengan banyak alasan tak masuk akal?”
“Tidak, Selena.. aku.”
“Aku selalu menganggapmu sahabatku. Kita pernah hampir menjadi kakak dan adik ipar, ingat?”
“Selena, Ibu Celine hanya terlalu takut denganmu. Dan aku tidak bisa berbuat apa-apa!" teriak Becca.
__ADS_1
Becca kini bergerak ke depan wajahku. Dia benar-benar ingin mencoba mempengaruhiku.
"Dia sudah kehilangan semuanya dan tak mau kehilangan anak satu-satunya. Dia takut kamu memberikan sesuatu yang tidak-tidak kepada Josh, makanya dia membuat kamera pengawas itu.”
Becca bohong lagi.
Dengan kedekatannya dengan Celine, dia harusnya tahu bahwa Josh bukanlah anak kandung Celine. Dia juga harusnya tahu bahwa Celine masih memiliki satu anak hasil perselingkuhannya dulu dengan ayah Josh, Aldebaran.
Josh bukanlah orang penting bagi Celine.
Tapi menyingkirkan Josh menjadi sangat penting bagi hidup Celine.
Dan Becca mencoba memanipulasiku dengan cerita murahan ini.
Aku mencoba mengikuti permainannya dengan tidak membeberkan fakta-fakta yang kutahu, namun memancing lebih banyak informasi darinya untuk didengar oleh Josh Rainer.
“Dia harusnya tahu aku sangat membutuhkan pekerjaan ini. Apa menurut Celine aku akan memberi anaknya racun tikus?”
Becca tampak bergetar saat aku mengungkit soal racun.
“Tidak.. bukan Sel. Ibu Celine juga takut satu hal darimu,” kata Becca mencoba meyakinkanku.
“Apa?” tanyaku dengan nada meninggi.
“Kamu terlalu cantik untuk ada di posisi ini.”
Apa hubungannya?
Becca pasti tengah berbohong lagi.
“Kamu cantik, pintar dan muda. Ibu Celine takut kamu memanfaatkan situasi amnesia Josh untuk keuntunganmu sendiri," Becca kembali mengatakan hal yang aku tidak yakin benar atau bohong.
"Apa maksudmu?"
Aku berdiri mematung.
Kemungkinan, wajahku kini memerah mendengar kata-kata yang meluncur dari mulut Becca itu.
Ini pasti kebohongan Becca lagi, jangan percaya begitu saja Selena.
Dengan mencocokan segala informasi yang aku dapatkan, aku tahu pasti tujuan utama Celine memasang kamera dan audio pengawas adalah takut Josh Rainer kabur dari pengawasannya.
Dia takut rencananya untuk mencelakakan Josh tidak sesuai rencana. Dan dia mungkin takut aku akan berkomplot membantu anak tirinya untuk keluar dari rencana busuknya.
Namun masih ada satu hal yang menggantung di pikiranku selama ini.
Jika Celine ingin mencelakakan Josh, buat apa dia repot-repot menawarkan pekerjaan untukku?
Bukankah lebih mudah jika aku tidak ada di sekitar Josh? Bukanlah lebih gampang jika Josh tidak mendapatkan pengobatan sama sekali dan dibiarkan saja amnesia?
Apakah benar karena ini permintaan dari Helena?
Apakah Helena seberpengaruh itu di keluarga Gurnawijaya? Sampai Celine pun tak bisa menghentikannya?
Jika Helena memang sangat dekat dengan Becca, apakah artinya mereka juga ada di tim yang sama untuk melihat Josh celaka? Atau Helena sama tidak tahunya dengan aku?
Hal ganjil ini sangat mengangguku.
“Selena, dalam keadaan hilang ingatan dan kedekatan kalian, bukan tidak mungkin Josh akan jatuh hati padamu. Sementara itu, Helena adalah satu-satunya wanita yang direstui oleh keluarga Gurnawaijaya untuk mendampingi Josh,” jelas Becca panjang lebar.
“Ibu Celine takut kamu berusaha keras merayu Josh agar di menyukaimu dalam waktu enam bulan ini. Makanya dipasang kamera pengawas," ucapnya.
__ADS_1
Bohong. Celine tidak perlu menyetujui peran dokter pribadi jika dia takut aku akan menggoda anaknya.
"Aku tidak bisa memberitahu ini padamu karena Ibu Celine pasti akan marah besar dan proyek vendor yang sudah aku dapatkan dengan Tel-X jadi taruhannya,” Becca melanjutkan.
“Ibu Celine tidak mau kamu mengambil keuntungan dari ini semua dan pada akhirnya mengambil alih semua harta keluarga Gurnawijaya..”
Aku mulai gerah dengan kebohongan Becca.
“Becca! Saat Celine mengatakan ini padamu, apa tidak ada satu katapun keluar dari mulutmu untuk membelaku?”
“Aku sudah.. sebisaku tapi..”
“Apa kamu pikir aku akan berlaku tidak professional seperti itu? Apa kamu yang sudah mengenalku bertahun-tahun tidak tahu bahwa aku tidak mungkin berlaku rendah seperti itu?
“Selena, Ibu Celine adalah orang yang sulit diajak berkomunikasi..”
“Aku kecewa padamu, Becca. “
Aku masih yakin seluruh hal yang dia katakan adalah bohong dan hal itu semakin membuatku kecewa padanya.
Namun, jika memang yang dia katakan benar terjadi, aku lebih kecewa lagi padanya karena tidak membelaku sama sekali. Becca seharusnya tahu aku bukanlah orang yang menuhankan harta.
Aku hanyalah wanita yang berusaha menjalankan hidupku secara seimbang dan sebaik-baiknya.
Dan aku tidak pernah memanfaatkan pekerjaanku untuk menggoda. Tidak akan pernah.
“Selena, pekerjaanku jadi taruhannya. Aku harus terus setuju dengannya dan membiarkan ini karena ini bisa menganggu proyek kerjasama bisnis yang baru aku rintis. Jika aku terlihat tidak menyetujuinya dan membuat dia kesal, dia pasti akan menghentikan kontrak dan mencari pengganti perusahaan!”
Oh tidak. Becca benar-benar mengingatkanku pada orangtuanya.
Orang-orang yang gila harta. Sampai tidak memiliki nurani untuk membela orang terdekatnya sekalipun.
“Selena, maafkan aku. Aku benar-benar butuh proyek ini. Ini adalah proyek besar pertama yang aku dapatkan setelah setahun lamanya perusahaanku ku rugi terus. Aku butuh kepercayaan Celine untuk menunjang karirku Selena.”
"Jadi maaf jika aku tahu soal penyadapan ini tapi tak bisa memberitahumu," katanya lagi.
Tentu saja, aku tidak marah tentang masalah penyadapan ini. Aku marah karena dia masih tidak jujur meskipun sudah ku konfrontasi, yang artinya dia brnar-benar sadar telah mendukung orang jahat untuk mencelakakan orang.
“Kamu tetap kakak perempuanku satu-satunya.”
Aku tidak ingin mempercayai kata-kata Becca lagi.
Terlalu banyak kebohongan yang ditutup-tutupi sampai aku tidak bisa mengenali lagi mana yang fakta.
Tapi ketika dia mengatakan aku adalah kakak perempuan satu-satunya, tak kusangka itu cukup mengguncang hatiku.
Bukan karena aku memang menyayanginya sebagai adik.
Tapi aku kecewa karena dia mengangapku terlalu tinggi namun tidak memperlakukanku sebagaimana kakaknya.
Berbohong.
Berkomplot dengan orang jahat.
Dan kemungkinan menjebakku untuk terlibat dalam masalah ini.
Tapi untuk apa? Apa karena uang kamu rela melakukan semua ini dan memojokkan orang yang kamu kenal bertahun-tahun ini, Becca?
“Selena.. aku benar-benar minta maaf. Aku akan memberimu hadiah kecil jika kamu mau menerima permohonan maafmu. Dan kamu tidak mungkin bisa menolaknya.”
“Apa maksudmu?” tanyaku kebingungan.
__ADS_1
“Ini akan jadi tempat favoritmu. Ikut aku ke tempat peristirahatan terakhir Dio.”