Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
RENCANA JAHAT


__ADS_3

Aku bergegas berjalan ke gerbang utama dengan rasa takut yang kulawan mati-matian.


Menyelamatkan Josh Rainer dan membawanya kabur adalah rencana yang paling mungkin saat ini untuk kucoba.


Meskipun, aku tahu ini akan berjalan tidak mudah. Ya, aku akan berhadapan dengan Celine, si bengis yang menginginkan anak tirinya celaka bagaimanapun caranya.


Jika aku gagal, kemungkinan besar aku juga akan berakhir celaka.


Dan jika itu terjadi, ayah, ibu, Gery dan Anna pastilah akan sangat sedih atas penderitaanku.


Namun, aku berusaha membuang semua pikiran buruk itu. Masih ada kesempatan untuk aku dan Josh keluar dari rumah ini dalam keadaan selamat.


Tapi, aku tetap harus waspada dan tidak boleh sembrono.


Tiba-tiba saja ide cemerlang terlintas di fikiranku. Aku memutuskan untuk menghidupkan perekam suara di ponselku untuk berjaga-jaga, jika tiba-tiba saja aku ditawan oleh Celine.


Jika mereka menahan dan membungkamku, aku akan mengirimi rekaman suara ini kepada Gery dan Anna untuk membantuku keluar dari jerat Celine.


Entah dalam keadaan hidup ataupun mati...


Tidak, aku dan Josh Rainer harus keluar dalam keadaan hidup. Kami pasti keluar dalam keadaan hidup!


Aku meyakinkan pikiran dan hatiku. Masih berupaya melawan raguku, aku memasuki gerbang megah berpelitur kayu jati itu dengan mantap.


Namun, ada yang aneh.


Tak ada empat sekuriti yang biasa berjaga di depan gerbang rumah Gurnawijaya. Aku sendiri yang membuka kunci dan mendorong gerbang itu sampai akhirnya bisa kulewati.


Mengapa mereka tidak ada disini?


Aku mengecek ke kiri dan ke kanan, mencoba menemukan wajah familiar diantara taman luas depan rumah ini. Namun, tidak ada siapapun.


Untuk pertama kalinya, rumah konglomerat Gurnawijaya dapat dibobol dengan gampang tanpa pengawasan oleh petugas keamanannya.


Aneh sekali. Apakah ini perangkap?


Atau apakah Celine juga membereskan para sekuriti untuk lebih leluasa mencelakakan Josh Rainer?


Entahlah. Aku hanya berharap semoga tidak adanya sekuriti akan menguntungkanku dalam melancarkan strategi penyelamatan ini.


Aku terus berjalan di taman yang luas sebelum mencapai teras rumah Josh. Aku hampir tidak percaya dengan apa yang kulihat saat aku melewati parkiran mobil yang berada di ujung taman menuju teras rumah.


Ada mobil Becca terparkir disitu bersama enam mobil lainnya.


Pemandangan ini jarang terjadi karena biasanya hanya mobil Celine saja yang akan terparkir di luar rumah ini. Namun, yang paling membuatku tak percaya adalah Becca yang ternyata lebih memilih mendukung Celine dibandingkan aku yang nyaris menjadi kakak iparnya.


Becca, kamu sungguh tega.


Kembali berbohong padaku dan malah berada di gembong orang jahat.

__ADS_1


Aku mungkin tidak bisa memaafkannya lagi kali ini.


Aku mencoba membuang rasa amarahku pada Becca dan berkonsentrasi pada apa yang akan aku temui di depan nanti.


Kini, aku sudah mencapai teras dan membuka pintu rumah megah ini.


Lagi-lagi, pintu mudah sekali untuk aku buka. Tak ada sejumlah pelayan yang biasanya siaga di depan pintu dan menyambut tamu.


Apakah Celine membebastugaskan kerja pelayan juga untuk melancarkan aksinya?


Tidak ada waktu untuk berfikir lebih lanjut. Dengan setengah berlari, aku bergegas menaiki tangga untuk menuju kamar Josh Rainer.


Saat berada di undakan terakhir di lantai dua, aku mendengar beberapa suara yang tengah berbicara dari arah perpustakaan ayah Josh Rainer.


Celine dan kawanannya.


Perpustakaan tersebut berada di sebelah tangga persis. Sementara itu, kamar Josh Rainer berjarak empat kamar dari perpustakaan ini dan terletak di pojok sisi timur rumah.


Sempat ragu untuk melanjutkan, aku mencoba mencuri dengar apa yang Celine dan kawanannya bicarakan dengan menempelkan kupingku di daun pintu perpustakaan.


"Dia masih berada pengaruh obat tidur. Kapan sebaiknya kita memusnahkan dia?" kata suara wanita yang aku duga adalah suara Diana.


Ada beberapa detik waktu diam sampai akhirnya suara familiar menjawab pertanyaan itu.


Suara Celine.


"Menyingkirkan anak ingusan itu? Tentu saja kita harus menunggu dokter bodoh itu pulang agar rencana ini berjalan sempurna."


Mereka hanya menidurkan Josh untuk sementara ini.


Tapi apakah maksudnya dokter bodoh itu adalah aku? Mengapa mereka menungguku untuk mencelakakan Josh?


Bukankah mereka lebih gampang melakukannya jika tidak ada aku?


Suara laki-laki tegas terdengar setelahnya. Dari suaranya, sepertinya pemilik suara ini adalah laki-laki setengah baya.


Aku sempat ragu ini melanjutkan menguping atau langsung bergegas menemui Josh. Namun, karena aku rasa pembicaraan yang mereka lakukan sangat penting, aku memutuskan untuk tinggal sebentar disini.


"Ibu Celine, seluruh dokumen pemindahan kekuasaan dari Bapak Josh Rainer ke bapak Aldebaran telah selesai. Sidik jari yang kita ambil dari Pak Josh saat tidur tadi sudah mewakili perubahan di organisasi, kapan Ibu mau mengumumkannya ke publik?" tanya lelaki setengah baya.


Apa?


Celine berhasil melengserkan Josh dari Tel-X?


Oh tidak.


Kedatanganku ternyata sudah tidak bisa menghentikan aksi gila harta Celine.


"Segera atur pertemuan besar-besaran dengan wartawan besok pagi. Di sisi lain, berita pembunuhan Josh Rainer harus sudah didengar publik malam ini juga," kata Celine tajam.

__ADS_1


Ti..tidak.


Aku tidak salah dengar kan?


Mereka benar-benar berniat untuk membunuh Josh?


Badanku lemas seketika.


Aku benar-benar tidak percaya apa yang aku dengar.


Hanya karena harta, ibu tiri rela membunuh anak yang dibesarkannya selama ini?


Dan..Becca.. sahabatku yang juga adik dari kekasihku terlibat dalam masalah ini?


Aku serasa ingin pingsan.


Aku ingin menjauh dari pembicaraan mengerikan ini dan segera membawa kabur Josh Rainer.


Selagi masih ada waktu!


Namun, lagi-lagi pertanyaan dari Celine kembali mengusikku dan membuatku tetap bergeming di tempat.


"Becca, kapan dokter bodoh itu akan tiba kemari?" tanya Celine.


Becca terdengar diam beberapa detik sebelum menjawabnya.


"Mama, dia masih akan berada disana, mungkin menuju petang dia akan pulang. Butuh waktu satu jam untuk kesini jadi kira-kira satu setengah jam lagi lah," ucap Becca.


Lagi-lagi Becca memanggil Celine dengan sebutan mama?


Apa hubungan Celine dengan Becca sebenarnya?


Dan mengapa mereka menungguku pulang untuk membunuh Josh Rainer?


"Kalau begitu apa sebaiknya kita mulai sekarang penyuntikan obat kepada Josh? Butuh waktu dua jam agar racun dari obat ini menyebar, sehingga waktunya pas sekali saat dokter datang nanti," kata suara laki-laki lain yang aku tidak kenal.


"Setuju. Dokter bodoh itu akan menyuntikkan obat rutin kepada Josh saat dia datang. Tanpa dia tahu bahwa obat yang kita suntikkan sebelumnya akan bekerja dan memusnahkan saraf Josh. Disitulah dia akan kita tangkap sebagai pembunuh Josh Rainer Gurnawijaya," kata suara yang aku duga adalah Diana.


"Hahahaha," mereka semua kompak tertawa lepas.


...


Oh Tuhan.


Aku merinding mendengarnya.


Aku kini bahkan terduduk lemas di depan pintu perpustakaan.


Ternyata inilah rencana Celine selama ini.

__ADS_1


Semua kebingunganku atas sikap aneh Celine dan alasan mengapa dia mempekerjakanku akhirnya terjawab.


Dia ingin membunuh Josh Rainer dan menimpakan semua tuduhan pembunuhan kepadaku!


__ADS_2