Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
TAKUT TAK BERALASAN


__ADS_3

Aku masih bersandar di pundaknya. Menunggu ceritanya mengenai Helena.


Namun, beberapa detik berlalu, Josh malah terdiam seperti tak ingin memulai cerita tentangnya dan perempuan yang cantik sekali seperti Barbie itu.


“Jadi..?” aku bertanya sekaligus mendesaknya untuk segera bicara.


Di dalam hatiku, ada rasa mendidih karena cemburu.


Namun, aku juga tidak bisa menahan diri untuk tahu seluruh kisah romansa Josh Rainer dengan Helena.


Aku sangat penasaran sekali.


Josh masih terdiam, aku kemudian mendelik padanya dan melihatnya sedang tersenyum lebar.


“Jadi gimanaa? Kok malah senyum-senyum?” kataku sambil mencubit pipinya.


Tiba-tiba saja, bibir yang tersenyum itu sudah berada di keningku.


Josh Rainer mengecup keningku mesra.


“Kamu tau Selena? Satu hal yang paling aku sukai darimu adalah rasa ingin tahumu yang besar..” katanya menggodaku.


Josh!


Jangan pura-pura menyanjungku, aku yakin kamu pasti ingin bilang bahwa aku adalah perempuan yang sangat kepo!


Mana ada coba orang yang jatuh hati karena melihat kekasihnya memiliki tingkat penasaran yang tinggi?  


“Serius. Aku suka sekali saat kita main detektif-detektifan waktu aku berpura-pura amnesia saat itu. Rasanya.. aku tidak akan pernah menemukan perempuan seperti kamu yang bisa menangkap semua petunjukku dan mampu membawaku keluar hidup-hidup dari rumah itu,” ujarnya sambil mengelus lembut rambutku.


Aku tersenyum geli.


Apa Josh punya fetish dengan perempuan kepo?


 “Josh, itu bukan rasa ingin tahu, tapi insting. Insting untuk menyelamatkan  orang yang kucintai hidup-hidup bagaimanapun caranya,” aku mengatakan itu dan kemudian mencium pipinya.


Josh tampak terbelalak saat mendengar kata-kataku.


Raut wajahnya tampak mengeras, kaku.


Namun, Josh tidak berhenti sampai disitu.


Dia lalu menarikku ke dalam dekapannya dan memelukku erat.


“Jika aku.. melakukan kesalahan yang membuat hidupmu berjalan tidak sebagaimana mestinya, apakah kamu akan memaafkanku?”


Hah?


Apa maksud Josh?


“Maksudmu apa?” tanyaku bingung.


Dia mengindahkanku, tetap memelukku erat.


“Aku hanya berandai-andai.. jika aku mengecewakanmu satu kali, apa kamu akan meninggalkanku?”


Aku…


Mengapa Josh Rainer tiba-tiba bertanya akan hal ini?

__ADS_1


Dia lalu melepaskan pelukannya.


“Aku hanya ingin tahu. Karena.. aku sangat tak sanggup kehilanganmu Selena..” ujarnya pelan.


Ya ampun, aksi manisnya terjadi lagi!


Aku tersenyum girang mendengarnya, namun entah mengapa wajah Josh masih terlihat kalut.


Ternyata dia masih menunggu jawabanku.


“Aku sudah memilihmu, aku harus terima konsekuensi hal-hal bahagia dan buruk yang aku temui denganmu. Pasti aku akan kecewa jika kamu sengaja berbuat salah, namun aku akan mencoba menghapus rasa kecewaku itu karena.. aku mencintaimu Josh Rainer. Mencintai dirimu apa adanya, kebaikan dan keburukanmu. Dan aku harus siap dengan itu,” jelasku.


Wajah Josh masih tidak berubah, kaku. Namun, kini dia menciumi tanganku lembut.


“Tapi, aku tidak pernah suka dibohongi. Jika kamu punya sesuatu yang harus dikatakan, katakanlah didepanku,” ujarku lagi.


Dia menciumi pipiku berkali-kali dengan bibirnya yang lembut.


“Setiap detik, rasa cintaku padamu seperti bertambah terus,” katanya lagi dengan wajah datarnya.


Entah mengapa, mendengar ini membuatku tertawa.


“Josh, aku tidak tahu bahwa kamu bisa juga melucu,” kataku.


Dia lalu mencubitku.


“Aku serius, Sayang..” katanya kesal.


“Aku juga serius mau mendengarkan ceritamu dengan Helena! Ayo mulai!” kataku kembali teringat dengan topik yang seharusnya dimulai daritadi.


Wajah Josh kini kembali cerah. Dia lalu mendekapmu lagi di lengannya.


 “Jadi begini, ayahku dan ayah Helena adalah teman dekat sejak kecil, dan mereka selalu bercanda untuk menikahkan aku dan dia saat kami sudah besar nanti.”


Mendengar penjelasan pertama ini saja sudah membuat hatiku tercabik.


Namun, aku tetap mendengarkannya seksama.


“Helena adalah satu-satunya teman dekatku sejak aku kecil. Dengan aku yang sangat introvert ini, hanya Helena yang mampu memahamiku. Helena mampu membuatku melupakan masalah-masalahku dan membuat hidupku menjadi lebih mudah.”


Aku kini menghembuskan nafas.


 Josh dan Helena memang sedekat itu.


“Sampai akhirnya.. semua teman-teman di sekolah SMP dan SMA suka menjodoh-jodohkan kami. Entah bagaimana, Helena sering mengatakan kepada semua orang bahwa dia kekasihku, dan aku berterima kasih padanya. Karena jika tidak begitu banyak perempuan yang mencoba mendekatiku. Aku sangat risih dan tidak suka keramaian, dan Helena tahu aku tidak nyaman dan selalu membantuku keluar dari masalah.”


Helena yang mengakui ke semua orang bahwa mereka adalah sepasang kekasih?


Benar begitukah?


“Semua orang selalu mengatakan bahwa kami couple goals. Tapi, tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya kami hanya berpura-pura menjadi kekasih. Bahkan Aldebaran tidak tahu bahwa kami hanya pura-pura. Dia yakin kami berdua adalah sepasang kekasih karena sering mendengar percapakan romantis kami di kamarku. Padahal, aku hanya membantu Helena untuk mengembangkan bakat aktingnya karena dia bercita-cita untuk menjadi artis sejak saat kecil..” jelasnya.


Benarkah begitu?


Jadi semua itu hanya untuk percakapan akting saja?


Jika ini benar, pantas saja Ale pernah bilang bahwa Josh dan Helena sering melakukan pembicaraan romantis sejak kecil, seperti tidak bisa kehilangan satu sama lain dan bermimpi untuk menikah bersama di masa depan.


 “Sampai akhirnya.. aku dan Helena kuliah bersama di Amerika, dia mengambil jurusan seni peran sedangkan aku seni musik di kampus yang sama. Saat itu, Aldebaran juga kuliah di kampus yang sama dengan kami, namun dia mengambil ilmu ekonomi dan telah hampir menyelesaikan tahun terakhirnya. Mulai dari situ aku melihat ada yang berbeda dari Helena..”

__ADS_1


Berbeda?


Apakah Josh Rainer mulai merasakan perasaan yang berbeda terhadap Helena?


“Aku tahu gerak-gerik orang yang sedang jatuh cinta. Aku bisa melihat bagaimana dulu ayahku sangat kesengsem dengan Celine. Dan saat itu.. aku melihat Helena juga melakukan hal yang sama. Dia bertingkah seperti perempuan yang sedang jatuh cinta.. namun bukan denganku,” ucap Josh Rainer menggantung.


Bukan dengan Josh?


Apakah.. maksudnya saat Helena pernah menyukai..


 “Tapi dengan Aldebaran,” lanjutnya kemudian.


Oh aku ingat!


Helena pernah membicarakan ini waktu aku dan Ale menguping dari atas loteng Josh waktu itu!


“Aku tidak bisa menjelaskan detailnya.. namun aku sangat sedih dan kecewa saat itu. Aku tidak membayangkan satu-satunya sahabatku, orang yang sudah kuanggap sebagai adik sendiri malah jatuh cinta dengan Al.. saudara tiriku yang selalu menang dariku di segala hal,” ucap Josh Rainer.


Aku tidak mengerti maksud Josh.


“Menang di segala hal?” aku mencoba mengonfirmasi.


Josh mengangguk.


“Maafkan jika aku terdengar sangat kekanak-kanakan, namun itulah yang aku rasakan terhadap Aldebaran saat itu. Dia selalu menjadi anak favorit ayahku. Dia selalu dibicarakan di keluarga besar kami sebagai anak yang sangat berbakat, supel, menyenangkan, mewarisi otak bisnis ayahku karena sangat cerdas. Asal kamu tahu, Al lulus kuliah S1 di Amerika dulu saat usianya 19 tahun, saking pintarnya dia,” papar Josh Rainer.


Aku tersenyum kecil mengingat betapa luarbiasanya Ale, meskipun dia dibesarkan dari panti asuhan sejak lahir.


 “Aku tahu ini bukan salah Al, namun semenjak dia datang aku merasa semakin tidak bahagia. Kamu pasti tahu bagaimana Celine memperlakukanku dengan buruk sejak kecil. Dengan Al datang tiba-tiba di rumah kami, aku semakin tidak terlihat oleh ayahku. Semua orang seperti tidak pernah menanggap aku ada. Aku yang dingin, arogan, tertutup dan hanya terobsesi dengan musik, yang selalu dianggap sebelah mata oleh ayahku yang seorang pebisnis kenamaan. Hanya Helena dan nenekku yang benar-benar peduli padaku..” jelasnya.


Aku tahu, Aldebaran pastilah sangat disukai semua orang karena sifat flamboyannya.


Namun, aku tidak tahu bahwa kesuperioran Ale dapat menekan mental Josh Rainer seperti ini.


Aku kini mencoba mengelus bahunya.


“Jadi,, ketika Helena juga kepincut dengan pesona Al, aku merasa Al selalu mengambil semuanya yang berhak menjadi milikku. Dan aku sangat benci padanya saat itu.. saat itu aku masih terlalu muda sehingga mudah saja aku membencinya.”


“Jangan bilang setelahnya kamu mengaku pada Helena bahwa selama ini kamu mencintainya? Hanya karena kamu tidak ingin dia bersama Al?” tanyaku menduga kemana percakapan ini akan berjalan.


Josh Rainer memandangku kelu, dengan wajah sedih dia mengangguk.


“Aku masih terlalu muda dan terlalu bodoh untuk menyadari bahwa hidup bukan hanya untuk dijalani memendam benci, apalagi untuk saudaraku sendiri. Helena kaget dengan pengakuanku saat itu namun dia paham bahwa hidupku terlalu bergantung padanya. Dia akhirnya menerimaku, namun aku tidak tahu apakah dia benar-benar mencintaiku karena sepertinya dia hanya takut menolakku.. dia takut aku menyakiti diriku sendiri jika dia tidak menerima cintaku..” jelas Josh Rainer.


Oh tidak.


Artinya, saat itu Josh Rainer dengan sengaja memutus rasa cinta Helena untuk Ale? Hanya karena dia marah?


Dan Helena menerimanya hanya karena menjaga perasaan Josh dan untuk untuk kebaikan mentalnya? tidak mencintainya sama sekali?


Dan kini, Josh Rainer pergi dari Helena yang telah mengorbankan perasaannya kepada Ale untuk  pergi bersamaku?


Josh.. aku tahu kamu mengalami serangkaian hal yang membuat tertekan saat kecil.


Tapi aku sangat tidak simpatik dengan sikapmu saat itu.


Dan...


Entah mengapa aku takut..

__ADS_1


Bagaimana jika dia juga melakukan hal yang sama denganku?


Melukaiku dan setelah itu pergi begitu saja?


__ADS_2