Menikahi Pembunuh Pacarku

Menikahi Pembunuh Pacarku
RENCANA BALASAN


__ADS_3

“Tenang dulu Selena.”


Nenek Josh Rainer mendekat dan memberikan tangannya untuk membantuku bangkit dari lantai.


Aku masih syok.


“Aku tidak akan membiarkan Celine mengacak-acak masalah keluargaku lebih jauh lagi,” kata nenek Josh menenangkanku dan membantuku bangkit.


Kini dia bahkan mengusap bahuku, memberikan semangat padaku.


Karina lalu mendekat menuju meja pertemuan dan menghidupkan layar monitor dengan remote di tangannya.


Di layar jumbo itu, aku kaget melihat potret wajahku terpampang besar di salah satu sajian breaking news di stasiun televisi.


Di sebelahnya, tampak headline dengan tulisan besar “Dokter Diduga Rencanakan Pembunuhan dan Bawa Kabur Bos Tel-X”.


...


Oh tidak.


Celine masih tidak mau mengakui kesalahannya dan tetap menimpakan semuanya padaku.


Di berita itu, ada video yang menunjukkan banyaknya obat-obatan terlarang yang tersimpan di kotak obat Josh Rainer, salah satunya obat untuk melumpuhkan syaraf yang mematikan. Video di berita tersebut juga mengambil gambar kamar Josh Rainer yang berantakan, mulai dari pintu masuk yang ditahan dengan sofa hingga pilar balkon yang masih terlilit tali tambang sebagai bukti bahwa aku membawa kabur Josh.


Lebih gilanya lagi, berita juga menyebutkan bahwa aku sengaja mematikan kamera pengawas sejak siang namun berpura-pura pergi ke luar sebagai alibi untuk menjauhi dugaan. Setibanya kembali dari luar rumah, aku lalu membawa pergi Josh Rainer yang diduga dalam keadaan koma lewat balkon.


Berita juga menyiarkan bahwa aku kemungkinan besar dalam mengalami sakit mental setelah ditinggal mati oleh tunanganku, yang merupakan anak dari anggota DPR Ferdi Revano. Aku juga dikatakan stress karena harus membayar uang venue pernikahan yang tidak bisa dibatalkan biayanya sehingga inilah yang melatarbelakangi motif penculikan.


Aku sedih, benci dan marah sekali.


Semua ini tidak adil untukku.


Aku ditinggal mati tunanganku, membayar uang ganti rugi yang bukan kewajibanku dan malah ditimpakan kesalahan atas perbuatan yang tidak sama sekali aku lakukan.


Semua pemberitaan ini pastilah akan membuat reputasiku untuk melanjutkan profesi dokterku menjadi terganggu. Mana ada rumah sakit yang mau mempekerjakan dokter yang terlilit skandal mengerikan seperti ini?


Karirku pasti hancur.


Aku tidak akan pernah memaafkan Celine dan Becca yang sudah berlaku sangat tidak manusiawi padaku seperti ini.


Di sebelahku, nenek Josh tampak memegang dagunya seperti sedang berfikir.


Setelah beberapa detik termangu dalam imajinasinya, dia lalu tersenyum lebar.


“Sepertinya, Celine masih berpikiran bahwa semua tindakan penyelamatan ini dilakukan sendiri oleh mu, Dokter," katanya masih berfikir.


Ya, jelas sekali Celine tidak tahu bahwa Nyonya Gurnawijaya sudah bergabung bersama tim kami dan siap untuk membungkam aksinya tak lama lagi.


"Dia juga masih berpikiran bahwa Josh mengalami amnesia sehingga Josh tidak akan muncul ke publik karena kejiwaannya sedang terganggu. Dengan begitu, tidak akan ada yang bisa membuktikan bahwa kamu tidak salah,” jelas nenek Josh.


Sebetulnya, aku sudah tidak bergairah untuk bermain teka-teki seputar konflik rumah tangga Gurnawijaya. Aku hanya ingin keluar dari sini dan memukul Celine dan Becca jika aku mampu.


“Dia sengaja menekanmu dan membuat bukti-bukti palsu ini agar polisi dan masyarakat percaya bahwa kamu lah yang berbahaya. Dia memperalatmu dengan tuduhan depresi sehingga tindakan ceroboh penculikan ini menjadi masuk akal. Di sisi lain, tidak ada satupun yang bisa membelamu karena semua bukti memberatkanmu,” paparnya lagi.


“Apalagi, dia melakukan semua ini saat aku sedang di Amerika. Dia juga selama ini telah membuat alibi palsu yang membuatku terus berhubungan dengan Josh Rainer gadungan, sehingga pengakuanku tentu akan menguntungkannya,” katanya.


 “Tanpa dia tahu, sebetulnya Anda sejak awal sudah bersama kami dan aku punya bukti yang tak bergerak. Rekaman di ponselku ini dan pengakuan Josh Rainer sendiri yang sudah mendapatkan perlakuan tidak layak dalam dua minggu ini,” balasku dengan nada tinggi.


Aku marah. Benar-benar marah.


Tapi tetap saja, kebenaran ini pastilah sulit membantu membersihkan namaku yang sudah terlanjur kotor.


“Betul sekali, Josh beruntung memiliki wanita pemberani dan lihai sepertimu, Selena. Rekaman itu akan menghancurkan Celine dalam sekali pukulan," puji Karina kepadaku.


Memiliki aku?


Apa nenek Josh salah bicara tadi?


"Aku bisa bilang Ini manuver yang bunuh diri dari Celine. Dengan dia memberitakan ini, aku semakin yakin dia belum tahu bahwa kita selangkah di depan dia saat ini,” katanya menutup deduksinya sambil tersenyum.

__ADS_1


“Margaretha, apa yang Celine bicarakan tentang pemindahan kekuasaan ke media?”


Margaretha lalu memindahkan layar monitor ke pemberitaan yang lain.


Beberapa berita online menulis berita yang mengatakan bahwa sebelum Josh dibawa kabur olehku, Josh mengalami kecelakaan namun sifatnya hanya sakit ringan.


Kemudian, Josh berobat denganku namun aku malah melakukan malpraktek yang membuat Josh mengalami amnesia. Mereka juga menulis bahwa sebelumnya telah terjadi kesepakatan antara ayah Josh, Josh dan Celine bahwa jika Josh tidak bisa memegang perusahaan, maka kekuasaan akan di pegang sementara oleh Celine.


Di media tersebut, Celine juga mengungkapkan kesedihan dan kebenciannya padaku yang telah melakukan aksi jahat untuk menghancurkan keluarganya, utamanya anaknya sendiri yang sangat dia kasihi.


Aku mual mendengarnya. Dia bertingkah playing victim dan tidak memberikan celah untuk aku membela diri.


Celine benar-benar bengis, kejam dan menakutkan. Dan aku bersumpah dia harus mendapat balasan yang pantas.


“Apakah dia mencoba menghubungiku?” tanya nenek Josh lagi.


“Betul, Nyonya. Namun saya sudah menyampaikan hal yang Nyonya pesankan kepada saya sebelumnya. Nyonya saat ini sedang dalam pertemuan bisnis di Chicago dan akan segera pulang ke Indonesia untuk ikut membantu mencari Josh,” jelasnya.


“Bagus. Biarkan Celine tetap berfikiran aku tidak tahu apa-apa. Lalu, kita akan lanjutkan perangkap yang kita siapkan saat besok pagi dia akan melakukan press conference dengan media,” kata nenek Josh santai sambil kembali menyeruput teh di cangkirnya.


“Nyonya, saya juga mau melaporkan transaksi mencurigakan lainnya. Setelah hari ini dokumen pemindahan kekuasaan Tel-X sah dilimpahkan sementara kepada Celine," lanjut Margaretha sambil membawa berkas di tangannya.


Nenek Josh mengambil berkas itu dan memeriksanya.


"Ada dugaan transaksi illegal sebesar Rp1 triliun ke perusahaan cangkang di Eropa dan Rp500 miliar yang mengalir ke salah satu perusahaan konsultan untuk proyek jaringan telekomunikasi kita yang baru,” jelas Margaretha.


Nenek Josh Rainer mendengarkannya secara seksama, namun tidak ada rasa kaget ketika dia mendengar banyaknya jumlah uang yang keluar dalam sehari dari perusahaan yang dia miliki saat ini ke kantong Celine.


“Perusahaan cangkang itu terdaftar atas nama Aldebaran Gurnawijaya sedangkan perusahaan konsultan terdaftar atas nama Rebecca Revanni,” jelas Margaretha.


Leherku bergidik mendengar dua nama yang disebutkan itu.


Aldebaran dan Becca.


Mereka juga menikmati uang curian dari perusahaan Josh?


Namun Aldebaran? Dia juga terlibat dalam seluruh konspirasi ini sama halnya dengan Becca?


Lalu mengapa dia mau membantuku menyelamatkan Josh tadi siang?


Ini sangat membingungkan.


Di saat otakku masih berdesing memikirkan semua kejanggalan ini, tiba-tiba saja suara melengking terdengar memecahkan imajinasiku.


Suara itu dari Nenek Josh.


“SUDAH AKU KATAKAN BERULANG KALI JANGAN PERNAH SEBUT ANAK ITU SEBAGAI ANGGOTA KELUARGA GURNAWIJAYA! DIA TIDAK PANTAS!”


Margaretha mengganguk sambil memohon maaf,” Aldebaran, maksud saya Nyonya. Saya mohon permisi.”


Margaretha masih bersikap kikuk dan dia memohon diri untuk keluar dari ruangan ini.


Meninggalkanku kembali dengan nenek Josh berdua kembali di ruangan ini.


Aku masih kaget dengan perubahan sikap nenek Josh Rainer yang sedari tadi ramah namun tiba-tiba jadi segalak itu saat mendengar nama Aldebaran.


“Oh maaf kalau aku mengagetkanmu Selena. Hanya saja anak itu sudah banyak membuat susah keluarga ini,” katanya kemudian sambil mengurut kepalanya tanda sedang pening.


Aku menggeleng cepat meskipun masih kaget, “Tidak apa-apa Nyonya. Apa Nyonya mau saja pijat kepalanya? Saya sering memijat kepala ibu saya jika dia sedang pusing.”


Tak kusangka, Karina malah tertawa terbahak-bahak.


“Maaf Selena, kamu lihat sendiri bahwa aku sudah tua dan sering pusing. Kamulah yang butuh pijatan dan istirahat yang cukup karena seharian ini telah mengorbankan nyawamu untuk keselamatan cucuku. Kamu mau aku pijat?” dia malah menawar balik.


Aku jadi keki dengan situasi ini dan menolak tawarannya. Entah bagaimana, kami sama-sama menganggap hal ini lucu dan akhirnya tertawa bersama.


Meskipun, di kepalaku kata-kata tidak pantas terus menggema.


Bagi Karina, Aldebaran tidak pantas menyandang nama Gurnawijaya.

__ADS_1


Bagaimana jika nenek Josh tahu jika cucu kesayangan dan satu-satunya pewaris perusahaan sempat bermesraan dengan dokter yang kehidupan statusnya berbeda dengan dia ini?


Apakah dia juga akan berteriak padaku seperti itu?


“Selena, aku tahu yang kamu dengar di media memang tidak mengenakkan tapi aku mohon kamu untuk bersabar," katanya mencoba kembali menenangkanku.


Aku menghembuskan nafas panjang.


"Saya sudah tidak sabar membungkam perbuatan mereka besok, Nyonya," kataku jujur.


Margaretha tampak tertawa lagi mendengar responsku.


"Aku dan cucuku sudah menyusun rencana untuk besok. Dan kamu tahu? Tebakkan cucuku tidak pernah meleset. Dia sudah memperkirakan Celine akan melakukan ini semua untuk membuatmu tertekan,” katanya sambil kembali tersenyum lebar.


Tidak heran, Josh memang cerdas sebagaimana gen DNA Gurnawijaya turun dari neneknya.


"Dan kamu tahu? Tebakannya benar lagi. Dia bilang kamu tidak akan merasa tertekan sama sekali, malahan kamu pasti sudah siap untuk memukul balik Celine," katanya lagi sambil tersenyum.


Oh Josh.


Kita memang baru saja bertemu, tali mengapa kamu seperti sudah mengenalku seumur hidup?


Dan lagi-lagi perasaanku kembali mellow.


“Dan dia tadi juga bilang akan mati-matian berusaha membersihkan nama baikmu,” katanya sambil mendelik kepadaku dengan senyum penuh arti sebelum kembali menyeruput tehnya.


Oh Josh Rainer.


Dia bersikap dingin di depanku.


Namun, di belakangku dia terus memikirkan cara untuk melindungiku.


Dua minggu sudah kami saling mengenal. Walaupun komunikasi kami selama ini terbatas, aku rasa Josh merasakan hal yang serupa.


Perasaan untuk sama-sama saling melindungi.


Perasaan untuk sama-sama melihat wajah yang tertawa.


Ya, aku dan dia seperti bergerak dalam satu frekuensi yang sama.


Dan kami sama-sama menikmatinya.


Lalu aku mengingat kembali profesiku dan kembali mencoba membuang jauh-jauh fikiran ini.


“Aku rasa kamu butuh tidur. Besok akan jadi hari yang panjang untuk membereskan Celine. Tidurlah, Selena,” seru nenek Josh.


Aku lalu berterima kasih padanya atas sajian teh dan telah menenangkanku. Saat aku ingin membuka pintu, Karina kembali menahanku.


“Selena, cucuku sangat peduli padamu dan aku ingin kamu tahu aku tidak ada masalah dengan itu."


Dan kata-kata itu membuatku serasa ingin pingsan di tempat.


.


.


...SAATNYA TEBAK KARAKTER!...


...Hayoo siapa kira-kira wanita dibawah ini?(isi di kolom komentar ya)...


a.Selena


b.Helena


C.Becca


Hasilnya akan diketahui di update selanjutnya ya!


__ADS_1


__ADS_2