
“Selena!”
Suara dua anak manusia melengking tinggi, seakan menyambutku kembali ke dunia nyata.
Mataku mencoba beradaptasi dengan sinar matahari yang masuk dari jendela di kamar yang dekorasinya didominasi warna putih ini.
Aku sedang berada di kamar inap di rumah sakit.
Kemudian melihat dua wajah tersenyum gembira melihatku kembali membuka mata.
Wajah Anna dan Gery.
“Apa kamu merasa lebih baik?” tanya Gery sambil mencoba menaikkan tempat tidur elektrikku.
Membuat badanku ikut terkerek keatas, lebih dekat dengan lengan Gery,
“Gery! Jangan digerakkan dulu, Selena masih perlu pemulihan!” gertak Anna.
“Ini kerendahan buatnya, aku coba naikkan supaya dia tidak mendongak gitu. Kasihan kepalanya pasti masih sakit!” gertak Gery balik.
Aku mencoba mengamati kedua sahabatku ini.
Mereka khawatir padaku.
Namun.. ada yang berbeda saat Gery mencoba menghardik Anna.
Aku mengamati wajah Anna dalam diam dan kemudian menyadari ada yang salah.
Ekspresi Anna sangat ganjil.
Seperti kecewa dia dibentak seperti itu oleh Gery.
“Aku akan beritahu ibu dan ayahmu kalau kamu sudah sadar, mereka sedang di ruang dokter,” kata Anna keluar dari ruangan dengan membuang buka.
Dia bahkan tidak melihat ke depan saat berjalan menuju pintu dan membukanya dengan tatapan masih menunduk.
Lalu dia menutup pintu kencang.
“Bisa lebih sopan sedikit gak sih? Gak perlu banting pintu kan ganggu orang sakit!” sewot Gery.
Oh tidak..
Aku sepertinya bisa membaca situasi ini.
Anna cemburu karena Gery terlalu perhatian padaku.
Anna kelihatan sekali menyukai Gery. Tapi bagaimana dengan perasaan Gery sendiri?
Yang aku tahu, Gery belum bisa melupakan Becca. Setelah putus lima tahun lalu dengan Becca, Gery tidak pernah menggandeng siapapun lagi di depanku.
Jika Gery tahu bahwa Becca menggilai Aldebaran sampai ingin membunuhku, apakah dia akan sakit hati?
Oh, kehidupan memang sungguh rumit.
“Kamu sudah bikin sedih Anna, kamu tahu?” aku menegur Gery karena terlalu sewot.
“Kenapa gitu?” tanya Gery tidak peka.
Aku menggelengkan kepalaku lemah. Heran dengan kepolosannya.
“Apa yang kamu sedang rasakan sekarang setelah pingsan dua hari? Kamu kehilangan banyak darah dan kami kebingungan karena darahmu ternyata cukup langka,” jelas Gery.
Oh, jadi aku tidak sadarkan diri selama itu?
“Apakah ayahku yang mentransfusikan darahnya padaku?” tanyaku mengkonfirmasi.
Aku dan ayahku memiliki golongan darah yang sama yakni O rhesus negatif, yang diketahui hanya dimiliki 1% populasi Asia. Golongan darah O bersifat universal, artinya kami bisa memberikan darah kami kepada golongan darah manapun. Namun, kami hanya bisa menerima transfusi dari golongan darah yang sama denganku saja yakni O rhesus negatif.
Hal tersebut membuat aku hanya bisa mendapatkan darah dari ayahku, yang telah mewarisi darah dari keluarganya ini dan menurunkannya ke aku. Pasalnya, jarang sekali ada orang yang memiliki golongan darah O rhesus negatif, mayoritas teman-teman yang kukenal memiliki golongan darah O namun rhesus positif yang tidak bisa ditransfusikan kepadaku.
“Bukan, ayahmu tidak bisa menjadi donor karena tidak dalam kondisi prima. Josh Rainer lah yang memberikan darahnya buatmu.”
Deg.
Jantungku berdegup kencang mendengar namanya.
Setelah menyelamatkanku, dia juga mendonorkan darahnya buatku?
__ADS_1
Dan dia juga memiliki golongan darah yang langka ini?
Aku tidak bisa menyembunyikan rasa terharuku atas apa yang dia lakukan.
Aku diselamatkan sekali lagi olehnya.
Josh Rainer..
Terima kasih karena telah melindungiku.
Kini, di tubuhku juga mengalir darahnya. Mengetahui hal ini membuat aku senang entah mengapa.
“Dia dimana sekarang?” tanyaku sambil mendelik ke kiri dan ke kanan.
Gery tampak geleng-geleng kepala melihat ekspresiku.
“Kamu baru sadar setelah dua hari bobo cantik dan yang pertama kali kamu tanyakan adalah laki-laki yang udah menyulitkan hidupmu itu? Kamu gak mengkhawatirkan kondisi ayah dan ibumu setelah disekap para pria tak dikenal itu? Kamu gak menanyai aku dan Anna yang juga kebingungan mencari jalan keluar tapi untunglah bantuan segera datang?” tanya Gery dengan nada heran.
Apa?
Ayah dan ibuku juga disekap?
“Jadi mereka juga disekap? Lalu bagaimana keadaan mereka!?!” tanyaku histeris.
“Ibumu baik-baik saja, dia sedang menunggui ayahmu di kamar perawatannya. Sedangkan ayahmu asam lambungnya kambuh, sepertinya karena terlalu khawatir pada keselamatanmu . Untung saja ada Aldebaran.. kakak masa kecilmu itu ternyata berguna juga.. ehemm.”
Otakku seperti membeku saat mendengar namanya.
“Jadi kalian disekap bersama? Dan Aldebaran.. menolong kalian?”
“Dia menolong kami dan juga menyelamatkan nyawa ayahmu,” koreksi Gery.
“Saat dia tiba, dia langsung menggendong ayahmu dan membawanya ke rumah sakit terdekat. Anna memang sudah memberikan pertolongan pertama pada ayahmu karena serangan asam lambungnya terjadi tiba-tiba di tempat, namun kalau Aldebaran tidak segera membawanya ke rumah sakit.. aku tidak tahu… karena ayahmu sudah sangat kesulitan bernafas kemarin.”
Aldebaran…
Ternyata dia tidak sama sekali berada di pihak Celine dan Becca.
Dia benar-benar serius dengan ucapannya.
Untuk kembali bersama-sama hidup bahagia di “rumah” yang seharusnya.
Rumahku.
Aku, ibu dan ayahku.
“Tapi semua sekarang baik-baik saja. Anna selalu mengontrol kondisi ayahmu di ruangan sebelah sedangkan ibumu selalu bergantian menjagai kalian. Aku dan Josh Rainer juga berganti menjagaimu. Aldebaran sempat datang melihatmu dan bicara dengan Josh Rainer, tapi setelahnya dia tidak pernah kembali lagi.”
Dia tidak pernah kembali lagi.
Aldebaran pasti hanya belum ada waktu lagi untuk mengunjungi kami.
Dia tidak mungkin pergi lagi kan?
Dia sendiri yang bilang ingin pulang ke rumah. Dan dia selalu dianggap sebagai kakak tertuaku di keluarga ini.
Dan..
Aku sangat menunggunya untuk pulang ke rumah.
Untuk mengucapkan rasa terima kasih yang terhingga karena sudah menyelamatkan keluargaku.
Dan juga minta maaf karena terlalu sering berfikiran buruk tentangnya.
Dia.. ternyata tetap menjadi Ale yang aku kenal.
“Terima kasih Gery,” kataku sungguh-sungguh. Sembari mengatakannya, aku berusaha untuk turun dari tempat tidurku untuk kemudian menuju ke kamar ayahku di sebelah.
“Jangan Selena! Anna bilang kamu perlu pemulihan. Anna pasti sudah menyampaikan kepada ayah dan ibumu di sebelah bahwa kamu sudah siuman, jadi mereka tidak perlu khawatir lagi,” Gery kembali menahanku untuk bergerak lebih banyak.
Aku mendengus namun akhirnya menyadari bahwa kata-kata itu ada benarnya.
Karena tak lama setelah aku menggerakkan kakiku untuk ke lantai, pinggangku kembali terasa nyeri.
Gery menawariku untuk minum dan makan namun aku menolaknya. Akau tidak merasa lapar atau haus sama sekali, yang aku rasakan saat ini adalah perasaan khawatir.
Khawatir masih ada ancaman lain yang mengintai aku dan keluargaku.
__ADS_1
Setelah Becca selesai diringkus, aku seharusnya tenang.
Namun, aku masih belum merasa aman jika tidak ada yang menjelaskanku apakah terror Celine dan Becca akan juga berhenti. Mereka bisa saja memiliki rencana yang lebih besar untuk menjerumuskan aku dan melukai keluarga dan teman-temanku kembali, dan aku sangat khawatir tentang itu.
“Gery kamu .. apakah kamu tahu siapa yang melakukan ini kepada kita?’
Gery kini tengah sibuk mengupas buah apel disampingku. Apel itu sendiri ada di parcel yang baru dibuka olehnya tadi. Entah darimana parcel buah itu berasal.
“Si perempuan gila itu kan?” jawab Gery enteng.
Mulutku membentuk angka O besar.
“Jadi.. kamu sudah tahu.. bahwa Becca?”
“Ya.. Aldebaran dan Josh Rainer menceritakan semuanya pada kami. Aldebaran yang pertama cerita saat membebaskan kami dari rumah penyekapan yang tidak ada jendelanya itu. Lalu setelah Josh Rainer menyelamatkanmu, dia juga cerita apa yang Becca telah lakukan padamu,” katanya masih mengupas apel.
“Lalu.. bagaimana.. perasaanmu?” kataku hati-hati.
“Kenapa tanya perasaanku? Harusnya aku yang bertanya ini padamu. Bagaimana perasaanmu dikejar dua kakak beradik yang sama-sama punya tunangan tapi sama-sama rela mengorbankan nyawanya buat kebahagianmu? Hah?” jujur Gery sambil menunjukkan pisau pemotong padaku.
Gery memang orang yang sangat to the point namun aku tidak pernah tahu bahwa Gery telah tahu informasi sebanyak ini mengenai apa yang terjadi antara aku, Josh Rainer dan Aldebaran hanya dalam dua hari belakangan.
“Yang terparah, kenapa kamu gak pernah cerita tentang mereka tentang kebusukan Becca padaku? Kamu pikir aku tong sampah dapur yang diem aja gak bisa ngomong dan dimintai pendapat?” Gery kembali nyerocos.
Terdengar nada kesal di suara Gery karena aku selama ini telah merahasiakan peran Becca dalam seluruh kejadian yang menimpa keluarga Gurnawijaya. Dia kesal karena aku tidak pernah cerita padanya.
“Aku tidak mau melukai perasaanmu bahwa Becca yang kupuja-puja itu ternyata…”
“Selena, dia nyaris jadi pembunuh dan kamu gak cerita hanya karena peduli dengan perasaanku? Ku kasih tau padamu ya. Kisahku dengannya selesai lima tahun lalu. Selesai dan gak ada yang tersisa sama sekali,” jelas Gery.
“Tapi kamu selalu mengagung-agungkan Becca cantik.. Becca gemes.. Becca gayanya makin keren.. setiap kali kita ketemu, itu maksudnya apa? Bagaimana bisa kamu bilang kamu gak punya perasaan padanya?” tanyaku heran.
Gery kini menghembuskan nafas panjang.
Dia lalu meletakkan pisau dan apel yang telah dia potong di meja sambil tempat tidurku.
“Mau tahu kenapa?” Gery kini sudah berbicara dengan menatapku lagi.
Aku mengangguk.
“Karena kamu adalah perempuan paling tidak peka yang pernah kutemui.”
Maksudnya?
Aku mencoba mencerna kata-kata Gery dan masih tidak memahami apa maksudnya.
“Ger.. gak jelas deh, kita lagi ngomongin Becca kenapa jadi bawa-bawa aku yang gak peka gini? Gak peka apa coba?”
Gery kini berdiri dan mencoba memilin-milin rambutku. Seperti yang selalu dia lakukan sejak kami kecil.
“Selena, aku…”
Aku menunggunya selesai bicara.
“Aku menyukaimu. Sejak dulu sekali selalu menyukaimu.”
Oh tidak.
Gery!
Aku menutup mulutku dengan tangan saking tidak percaya dengan apa yang kudengar.
.
.
.
.
.
...Jeng jeng jeng... ternyata Gery benar-benar punya perasaan sama Selena. Gimana nih peluang Gery menurut kalian?...
...A. Terbuka lebar, karena Gery dan Selena tumbuh bersama. Chemistry itu pasti ada 🤩...
...B. Tipis. Situasi lagi kacau gini, lagian Gery pasti masuk daftar tunggu ketiga setelah Josh Rainer dan Aldebaran 😢...
__ADS_1
...C. Nol besar. Selena gak akan berpaling dari Josh Rainer yang udah dipilihnya. Langkahi dulu mayat Josh Rainer! 🇮🇩...