
Bulu kudukku masih merinding mendengar perkataan orang asing ini.
Apakah aku tidak salah dengar?
Atau dia memang benar orang gila?
Lelaki asing didepanku ini baru saja bilang bahwa dia akan menikahiku.
Aku bahkan tidak ingat bahkan kenal dengan orang ini!
“Dan kamu masih tidak ingat siapa aku?” bisiknya dengan nada kecewa.
Aku menggeleng dan kembali mencoba pergi dari cengkeramannya. Namun, tangannya yang kuat membuatku tak bisa pergi kemana-mana.
“Selena, aku ingatkan kalau kamu lupa. Kamu dulu berjanji ingin menikah denganku saat kita dewasa,” katanya lirih.
Hah?
Aku rasa orang di depanku ini memang tidak waras.
Seumur hidup, aku baru pertama kali berjanji menikah dan itu hanya dengan Dio.
Hanya dia satu-satunya laki-laki yang bisa kubayangkan membangun bahtera rumah tangga sampai maut memisahkan.
Tidak ada yang lain.
Jangan bilang kalau...
Tiba-tiba saja fikiran menggelikan ini muncul, apa jangan-jangan orang ini..
Adalah Dio?
Tidak mungkin orang didepanku ini reinkarnasi dari Dio, kan?
Aku tidak percaya hal-hal seperti itu dan sekalipun itu terjadi, aku tidak bisa menerimanya.
Meskipun, aroma parfum mereka sama tapi ini tentu tidak mungkin terjadi.
Beragam kisah mengenai nyawa manusia yang diberikan kesempatan kedua untuk melanjutkan kehidupannya lewat raga yang lain hanyalah fiksi. Fiksi untuk menyenangkan pembaca dan penggemar film di luar sana.
Manusia tidak bisa hidup dua kali kan?
“Kamu mau berpura-pura menjadi mantan tunanganku yang baru saja meninggal lalu bangkit lagi?” sarkasku.
Tolong katakan tidak.
Aku berharap dalam hati dia segera mengatakan tidak karena sangat konyol jika yang terjadi di novel terjadi di kehidupan nyataku juga.
Tolong segera katakan kamu bukan serpihan nyawa dari mantan kekasihku untuk bisa kembali hidup bersamaku.
Oh, sepertinya aku sangat frustasi dengan situasi saat ini sehingga aku jadi memikirkan hal yang tidak logis seperti kemungkinan jiwa Dio yang bangkit lagi.
Namun, dia tidak perlu menjawab apa-apa karena aku sudah tahu kenyataannya dari kebingungan di wajahnya.
“Kamu punya tunangan dan sempat akan menikah dengan orang lain?”
Aku lega mendengarnya. Tentu saja tidak ada manusia yang bisa bangkit lagi setelah mati.
Namun, aku benar-benar tidak bisa membuang waktuku dengan omong kosong bersama pria ini.
“Aku tidak kenal kamu, aku tidak amnesia dan aku tidak pernah berjanji dengan siapapun sebelumnya soal pernikahan selain dengan mantan tunanganku. Permisi,” aku memintanya minggir tapi dia masih tidak menyerah.
Dia masih menahan tanganku kuat dengan senyum dinginnya.
__ADS_1
“Apa kamu bisa pergi dari hadapanku sekarang? Atau kamu mau merasakan tendangan taekwondoku?” kataku semakin frustasi.
Tentu saja aku hanya mengancamya karena aku sudah tidak ingat apapun lagi tentang jurus-jurus taekwondo.
Lagipula, aku dulu tidak melanjutkan bela diri ini sampai selesai. Gery lah yang konsisten mencapai sabuk hitam dan sampai sempat menjadi pengajar taekwondo buat anak-anak dulu.
Nyatanya, orang ini masih bebal, tidak mau melepaskan tanganku dan masih tersenyum lebar.
“Coba saja kalau berani, aku akan teriak sekarang,” katanya mengancamku.
Sungguh, pria ini kelihatannya saja sangat kuat tapi kelakuannya seperti anak-anak!
“Tidak apa-apa kalau kamu lupa, itu memang sudah lama sekali. Kita bisa bicara nanti. Tapi dengarkan aku satu hal Selena,” bisiknya kini dengan nada serius.
“Aku akan membantumu,” ucapnya lagi yang kini membuatku gerah.
“Kamu dari tadi mengulur waktuku. Bisakah kamu membantuku sekarang juga?” nadaku meninggi tidak sabaran.
Di balik pintu perpustakaan, aku mendengar ada pembicaraan lagi.
“Mama, kata Mang Ujang Selena menghilang dari pemakaman!” pekik Becca.
Oh tidak.
Aku akan segera ketahuan kalau tidak segera lari dari sini!
“LEPASKAN AKU SEKARANG!” desisku
“APA! BODOH KALIAN SEMUA!”
Celine berteriak dan derap langkah kaki kini kembali bergerak menuju pintu.
Di sisi lain, lelaki asing ini masih memegang lenganku erat.
Apakah dia memang berniat mengulur-ngulur waktu sampai aku ketahuan disini?
Apa dia tidak benar ingin membantuku? Apa semua omong kosongnya hanya pengalihan isu untuk membuatku diam di tempat sampai ketahuan Celine?
Di saat aku nyaris kehabisan ide, aku mencoba langkah terakhir untuk melepaskan diri dari lelaki asing ini.
Aku mengigit tangannya!
Dia tampak kaget dengan responsku namun dia menahannya.
Aku masih terus mengigiti tangannya tajam, namun dia masih tidak mengendurkan pegangannya padaku.
Ternyata, aku benar-benar akan selesai disini.
Aku akan tertangkap.
“Selena, aku hanya bicara satu kali. Dengarkan aku dan berhenti berlaku seperti anak kucing. Kamu terlalu lucu untuk dibandingkan dengan kitten," katanya cepat sambil menahan sakit di lengannya.
Aku masih tidak mengentikan gigitanku kecuali dia melepaskanku sekarang juga!
"Aku akan masuk dan mengalihkan perhatian mereka. Kamu ke ruangan Josh Rainer, buat dia bangun, lalu turun melalui balkon menuju pintu keluar kecil di belakang rumah. Sekuriti sudah menunggumu disitu, mereka akan memandumu untuk masuk ke helikopter yang sudah disiapkan,” katanya terburu-buru.
Aku masih mencerna apa yang dia instruksikan padaku dengan kebingungan luar biasa.
Ini bukan jebakan kan?
Jadi dia betul ingin membantu aku dan Josh?
Dia juga menyinggung soal sekuriti. Apa dia yang membuat sekuriti di depan rumah tidak berjaga dan malah menunggu di balkon bawah?
__ADS_1
Aku kemudian melonggarkan gigitanku dan dia menyelamatkan tangannya. Terlihat cetakan gigiku berwarna merah di tangannya yang coklat.
“Sekuriti tidak bisa masuk lagi ke dalam rumah karena berjaga di belakang agar helikopter yang baru tiba tidak ketahuan. Mereka juga tidak bisa memanjat ke balkon Josh karena tekstur tembok tidak bisa dipanjat, namun kamu bisa menuruni balkon ini. Pakai saja sprei lalu buat simpul seperti tali untuk kamu jadikan alat untuk turun,” katanya cepat.
“Kamu harus hati-hati, aku tidak mau kehilanganmu lagi,” katanya sambil mengusap kepalaku dengan satu tangannya yang tidak ku gigit.
Aku masih butuh mencerna semua ini karena terjadi begitu cepat.
Dia tidak mau kehilangan aku lagi?
Namun, karena langkah Celine dan kawanannya semakin dekat menuju pintu, aku tidak punya pilihan lain untuk segera kabur ke kamar Josh.
Akan ada banyak waktu setelah aku dan Josh selamat untuk memikirkan apa yang terjadi hari ini, termasuk siapa lelaki asing yang kupikir jahat dan malah membantuku ini.
“Terima kasih,” kataku bersungguh-sungguh.
“Kita impas. Namun, ada dua hal yang kumohon darimu,” katanya sungguh-sungguh.
Aku berusaha mendengarkannya sebelum ngebut menuju kamar Josh Rainer.
“Pertama, jangan bilang siapapun bahwa aku membantumu. Kedua, jika aku bisa mengingatkanmu akan janjimu dulu, kamu mau menepati janji untuk menikah denganku?” tanyanya serius.
Seumur hidup, ini adalah hari teraneh bagiku.
Aku dikejar-kejar oleh kemungkinan kematian, diselamatkan oleh orang asing namun juga menerima lamaran pernikahan dari orang asing yang tidak aku kenali.
“Aku janji,” kataku kemudian.
Meskipun aku tidak tahu siapa dia, aku ingat tidak pernah berjanji pada siapapun bahwa aku akan menikahi orang selain Dio.
Karena itulah aku berani mengatakan ini. Dia tampak puas dan tersenyum lebih cemerlang, yang membuat wajahnya semakin mirip dengan Josh Rainer.
“Hati-hati, Ratuku,” katanya yang membuatku nyaris salah tingkah.
Dia lalu berjalan tegap menuju pintu perpustakaan dan mendorong gagang pintunya untuk masuk ke dalam.
Semua hal aneh ini dan identitas penolong rahasiaku ini bisa kupikirkan nanti.
Namun, nyawa Josh Rainer tidak bisa menunggu.
Aku harus membangunkannya dan bergegas keluar dari rumah ini sesuai dengan instruksi si pria aneh yang angkuh tapi ternyata berhati baik ini.
Saat aku sudah menghilang beberapa langkah menuju kamar Josh Rainer, aku mendengar samar-samar suara riuh dari dalam perpustakaan.
Lalu, aku terdengar suara orang berteriak seperti sedang menyambut kedatangan raja.
“Tuan Muda Aldebaran! Selamat datang!” pekik salah seorang laki-laki di kawanan Celine.
…
Aku nyaris terjatuh mendengarnya.
Aku pikir kupingku bermasalah, namun aku kembali mendengar suara itu dielu-elukan dari dalam perpustakaan.
"Tuan Aldebaran, penerus perusahaan Tel-X kita telah datang!"
Lelaki itu Aldebaran? Anak kandung Celine?
Dan lelaki itu ingin menikahiku?
__ADS_1