
“Bangun sayang.”
Xavier duduk ditepi tempat tidur, seraya mengguncang pelan bahu istrinya. Ia sudah memakai kemeja berbalut jas biru dengan celana kain hitam dan sepatu Fantopel mengkilat. Rambutnya disisir rapi menampilkan jidat paripurna nan sempurna. Bersiap berangkat kerja. Sebenarnya Xavier tidak ingin membangunkan wanitanya, setelah apa yang mereka alami tadi malam. Charlotte pasti kelelahan setelah pertempuran hebat mereka. Xavier terpaksa membangunkannya, karena ada tamu yang ingin menemui wanita itu.
“Ukhh!”
Tubuh wanita itu menggeliat, matanya secara perlahan terbuka. “Xavi..” Charlotte tersadar dan melihat suaminya sudah rapi. Ia mendudukkan tubuhnya, bersandar di tempat tidur dengan menaikkan selimut sampai ke bawah leher. “Kau mau berangkat ya?”
“Iya. Ayo mandi. Ada yang mencarimu dibawah.”
“Hm? Mencariku? Siapa?” tanya Charlotte penasaran.
“Lihat sendiri, ayo cepat mandi.” Xavier memintanya untuk bergegas. Pria itu tak tahan jika melihat Charlotte dalam keadaan bangun tidur seperti sekarang. Apalagi tubuh wanita itu masih polos. Ia bisa saja masuk kedalam selimut dan bertempur lagi dengan wanita itu. Pasti menyenangkan dibandingkan harus berkutat dengan pekerjaan yang menumpuk.
“Katakan dulu siapa yang datang? Aku tidak punya teman disini.” Ucap Charlotte sambil menguap. Karena memang ia masih merasa ngantuk.
“Jadi kau ingin aku yang menemani tamumu? Oke baiklah. Tidak rugi juga berbincang dengan para wanita itu sebelum berangkat kerja. Pasti menyenangkan.” Ucap Xavier dengan mengulum senyum. Mulai berdiri dengan memasukkan kedua tangan disaku celana.
“Hah! Wanita?? Xavi, jangan macam-macam ya! Atau kupotong juniormu itu!” seru Charlotte dengan suara penuh ancaman. Melototkan kedua bola matanya.
Xavier tergelak keras. Lalu ia mendekati istrinya dan menyikap selimut yang membungkus tubuhnya.
“Xavi! Kau mau apa? Turunkan aku!!”
Xavier mengangkat tubuh polos Charlotte dalam gendongannya. Ia benar-benar tak sabar harus berdebat dengan wanita itu pagi-pagi seperti ini. Ia melangkah menuju kamar mandi.
Didudukkannya Charlotte di Wastafel. Wanita itu tampak cemberut karena tindakan Xavier yang seenak jidatnya. “Kenapa cemberut begitu. Ayo mandi!”
“Aku akan mandi, tapi kau pergi dulu.”
“Kenapa? Aku akan tetap disini menunggumu.”
“Sudah jangan banyak bicara, aku mau mandi sendiri. Sudah sana pergi!” Charlotte menutupi area sensitif tubuhnya dengan kedua tangannya. Ia tahu sejak tadi suaminya tidak berhenti memandangi bagian ‘itu’. Pandangan yang sama sebelum mereka menghabiskan malam bersama.
“Aku ingin memandikanmu.” Xavier mengerling nakal, lalu berjalan ke Bathtup dan mengisi air diwadah besar itu.
“Xavi, aku bisa mandi sendiri. Kalau kau disini malah membuatku lama mandinya!” tolak Charlotte terus membuat alasan.
“It’s okay. Tidak masalah.” Jawab Xavier dengan santainya.
__ADS_1
“Hah?! Ma-maksudku nanti pakaianmu basah. Lihatlah, kau sudah tampan dan keren.” Dalam hati, Charlotte meruntukki mulutnya yang sedang memuji suaminya. Jika saja ia tahu, pria itu telah menyunggingkan senyum senangnya sekarang. Xavier berbalik dan mendekat pada Charlotte.
Charlotte semakin waspada saat melihat sorot mata suaminya yang berubah tidak seperti biasanya. Mata itu sangat intens menatapnya seolah Charlotte hanya satu-satunya objek disana. Wanita itu menelan ludah susah payah.
Kini Xavier memajukan tubuhnya lebih dekat pada Charlotte. Kedua tangan bertumpu dikanan kiri wanita itu. Mata hitam pekat itu terus menatap penuh intimidasi. Charlotte jadi salah tingkah, ia angsurkan tubuhnya ke belakang. Hingga mentok ke kaca.
“Aku tampan dan keren katamu?”
Alis Charlotte terangkat. Mengedipkan mata berulang kali. Kenapa Xavier mengulangi perkataannya? Bahkan pria itu tampak penasaran.
“I-iya. Kenapa?”
“Coba ulangi?”
“Hah? B-buat apa?” semakin bingung. Ini lelaki kenapa tiba-tiba meminta hal aneh?
“Cepat katakan, atau aku akan menciummu.”
‘Heh??? Apa-apaan itu?’ batin Charlotte tak mengerti.
Cup!
“Ayo katakan..”
Xavier benar-benar tak sabaran. Apakah penting mengucapkan dia tampan disaat ada orang yang sedang menunggunya?
“Xavi, kita bisa bicara nan-“
Cup!
Kini bibirnya yang menjadi sasaran. Duh, tubuh Charlotte langsung mematung. Ada apa dengannya?
“Aku mau sekarang.” Xavier berkata tegas.
Cup!
Xavier kembali mencium bagian lehernya, lalu arah pandangan mata nakalnya turun kebawah melihat dua bukit kembar yang tertutupi tangan wanita itu. Charlotte yang menyadarinya langsung mengeratkan tangannya. Tidak mengijinkan mata itu menembus pertahanannya. Sadar akan sasaran selanjutnya, Charlotte bergegas mendorong tubuh besar Xavier menjauh.
“Kau tampan! Oke, sudah, puass????” Jantung Charlotte hampir saja lepas dari tempatnya. Kenapa Xavier menyebalkan sekali hari ini. Pria itu marah besar atau bersikap aneh seperti ini menurutnya sama saja! Charlotte pusing dibuatnya!
__ADS_1
Xavier melebarkan senyumnya. Ia kembali mendekatkan diri pada wanita itu lalu mengecup keningnya. “Mandilah. Aku tahu kau masih lelah. Tubuhmu harus sehat untuk malam ini. Aku tunggu diluar.” Sebelum pergi, Xavier mengedipkan mata sambil tersenyum penuh arti. Lalu menutup pintu dari luar.
“Fiuhh!” Charlotte melorot kelantai, ia lega bisa bebas dari sikap aneh suaminya. Menurutnya, Xavier terlalu berlebihan. Apa maksudnya tubuhnya harus sehat untuk malam ini?
Mata Charlotte terbelalak, “Lagi?? Astaga! Tubuhku saja masih sakit.” Keluhnya dengan kepala tertunduk. Xavier memang hebat dalam hal bercinta, Charlotte saja tidak bisa mengimbanginya. Sebenarnya, apa merek jamu yang pria itu minum sih?
^
Xavier turun ke lantai bawah dengan menggunakan lift. Ia sandarkan tubuhnya ke dinding lift seraya memasukkan tangan ke dalam saku.
Ting!
Lift berhenti dibawah, ia berjalan keluar dengan santai. Tubuh besar tegapnya selalu bisa menggetarkan hati wanita manapun, sorot mata kelamnya mampu menghancurkan nyali musuh. Dimanapun pria itu berada, penampilannya begitu berkelas dan mempesona.
Mansion tempat tinggalnya saat ini memanglah besar dan mewah. Segala fasilitas semua ada. Mempunyai pelayan dalam jumlah puluhan, belum termasuk penjaga dan pengawal disana. Beberapa tempat disediakan kemudahan. Saking luasnya tempat itu, para pelayan bisa menggunakan tombol didinding rumah saat ingin membutuhkan bantuan temannya. Xavier selalu memperhatikan orang-orang yang bekerja dengannya. Memberi mereka gaji besar, dan tempat tinggal. Namun, disamping kebaikannya itu, ada banyak peraturan yang harus mereka ikuti tentunya, semua itu tidaklah gampang.
Xavier bukan orang yang mudah menerima kesalahan. Setiap orang yang tidak mampu bekerja dengan baik, mereka akan mendapat hukuman sesuai kesalahannya. Tidak main-main, Xavier menyiapkan ruangan dibawah tanah, khusus untuk para pembuat onar. Xavier tidak suka ada masalah sekecilpun dalam tempat tinggalnya. Mereka yang bersalah harus keluar Mansion jika telah menyelesaikan permasalahan mereka. Xavier tidak akan membiarkan, siapapun bisa datang dan pergi seenaknya di tempat kekuasaannya.
Mereka semua tahu pekerjaan Xavier. Semua mematuhi peraturan dengan baik dan tidak pernah berniat melanggarnya. Gaji besar dengan tanggungjawab besar pula. Mereka tahu konsekuensi bekerja dibawah keluarga Xavier. Keluarga yang dicap berbahaya, sadis dan menakutkan.
Mansion itu adalah tempat tinggal utama bagi Xavier. Tempat itu adalah tempat terakhir Orang tuanya tinggal setelah keluarganya kembali dari Italia. Dari kecil, Xavier dibesarkan di Negara asal Roti Pizza itu. Baru ketika umur 9 tahun, ayahnya pindah dari sana. Kenangan terakhir Orang tua Xavier melekat di Mansion itu. Ia tidak akan bisa meninggalkannya begitu saja.
“Selamat pagi Tuan Muda.” Dona membungkukkan kepala ketika berpapasan dengan Majikannya.
“Hm, apa Dean sudah datang?”
“Tuan Dean belum datang Tuan.”
“Baiklah. Lalu dimana tamu istriku?”
“Ada diruang tamu Tuan. Masih menunggu Nona.” Xavier tidak bertanya lagi, ia meminta Dona pergi. Langkah Xavier kembali membawanya ke ruang tamu. Xavier menghentikan langkah tepat didepan dua wanita yang kini duduk berdampingan. Melihat Xavier datang, Keduanya langsung berdiri dan menyapa pria itu.
“Jadi, kalian sahabat istriku?”
.
.
. Hari senin nih, yuks Vote nya bestie... Ditunggu yahh... ^-^
__ADS_1