
Satu bulan berlalu sejak Charlotte melahirkan si kembar. Wanita itu kini sedang menikmati acara satu bulan kelahiran si bayi bersama keluarga dan para tamu undangan. Charlotte begitu cantik dengan long dress brown, dengan brukat di sepanjang pundak dan punggung. Rambut cokelatnya tergerai indah di belakang. Dadanya tambah berisi setelah melahirkan, tampak begitu pas dengan dress yang kini ia pakai. Setelah melahirkan, tubuh Charlotte tak menunjukkan pelebaran apapun dan justru semakin sexy. Khususnya dimata sang suami.
Lelaki itu tak pernah melepas pelukan tangannya di pinggang sang istri. Merapatkan tubuh mereka semakin mesra. Tak peduli dengan orang lain yang iri melihat keduanya.
Masing-masing dari mereka menggendong bayi mungil nan lucu. Tiruan hidup mereka berdua. Farelio Emmanuel Xavier dan Olivia Andrea Xavier. Tiga kata setiap nama dengan nama ayah dibelakang mereka, tentunya pemberian nama yang indah dari sang Kakek.
Charlotte benar-benar bahagia saat ini. Ia telah dianugerahi begitu banyak cinta dari orang-orang disekelilingnya. Memiliki seorang suami yang begitu cinta dan sayang kepadanya, dua anak yang begitu manis dan lucu, anugerah apalagi yang ia butuhkan selain itu.
Xavier begitu mencintainya. Lelaki itu memberikan begitu banyak kasih sayang dan cinta. Memberinya perhatian dan menerima dirinya.
Setelah kejadian dirumah sakit, Dokter menyarankan untuk menunggu masa nifas selesai sebelum melakukan hubungan suami-istri. Awalnya Xavier tidak setuju dengan saran tersebut. Karena waktu yang dibutuhkan cukup lama baginya. Ia berniat melakukan protes atas keputusan itu. Tapi sayangnya, sebelum hal itu terjadi, Kakek tahu niat Xavier dan melarang keras sang cucu. Hingga pada akhirnya, lelaki itu terpaksa menunggu hingga satu bulan lamanya.
Selama itu pula, Charlotte memergoki sang suami bersolo ria di kamar mandi mereka. Charlotte merasa kasihan sekaligus ingin tertawa melihatnya. Tak ingin sang suami menderita sendiri, Charlotte berusaha memberikan ‘kepuasan lain’ pada sang suami. Dan lagi-lagi, Xavier memintanya hampir setiap hari. Charlotte benar-benar dibuat lelah olehnya.
Setelah acara selesai dan para tamu kembali kerumah mereka, Charlotte tak sengaja melihat sosok yang ia kenal di pintu gerbang Mansion. Ia mendekat pada sosok itu. Xavier yang melihat sang istri pergi, langsung menghampirinya.
“Ada apa sayang? Kamu mau kemana?”
“Xavi, itu… Bukankah itu ayah?”
Charlotte semakin mendekat. Matanya terbelalak lebar melihat sang ayah berdiri diluar pintu gerbang. Melempar senyum kecil kepadanya. Rasa ingin bertemu pada sosok itu membuat Charlotte meninggalkan Mansion dan berlari menghampiri sang ayah.
“Ayah, apa yang ayah lakukan disini? Kenapa tidak masuk?”
“Cha-Charlotte … ayah…. Bagaimana kabarmu nak?” lirih Susanto, menatap Charlotte serta bayi mungil digendongan dengan mata berkaca-kaca. Seolah ingin merekuh mereka kedalam pelukannya. Rasa rindu bercampur penyesalan tersemat jelas di wajah tua itu.
“Aku baik Yah. Sejak kapan ayah disini? Kenapa tidak masuk kedalam?”
Ingin Susanto membalas perkataan Charlotte, namun terhenti saat melihat Xavier sudah berada disamping wanita itu. Pandangan Susanto teralihkan pada bayi mungil kedua yang ada dalam gendongan Xavier. Dipandanginya kedua bayi kembar itu dengan wajah sedih. Sudut matanya mulai basah. Tak menyangka bisa melihat langsung kedua cucunya.
“Me-mereka anak-anak kalian?” lirihnya.
“Ya! Ini anak-anak kami. Jika Anda sudah puas melihatnya, silahkan pergi dari sini!” ujar Xavier sedikit meninggikan suaranya. Tampak menahan diri atas kedatangan mertuanya.
Mendengar Xavier mengusirnya, Susanto sadar akan kesalahannya untuk datang kesana. Padahal, ia rela menempuh jarak jauh untuk sampai ke kota ini, berdesakan didalam kendaraan demi melihat anak dan cucu-cucunya. Sekarang Susanto tidak memiliki harta apapun. Ia sekarang bergantung pada belas kasih keluarga Fredy. Apalagi, istrinya sudah minta cerai padanya. Sella dan Shinta telah pergi dari rumah. Hingga sekarangpun, ia tidak tahu kemana kedua wanita itu pergi.
“Maaf. Ayah sudah mengganggu acara ini. Sekali lagi ayah minta maaf.” Lirih Susanto dengan air mata berlinang. Segera ia usap agar tidak ada yang merasa kasihan pada dirinya. Ia memang tak punya malu dengan datang di acara besar itu. Mengingat apa yang sudah ia perbuat selama ini. Ia berbalik dan berniat pergi dari sana.
“Kenapa ayah pergi? Ayah tidak merindukanku?” Tubuh Susanto mematung. Suara putrinya begitu menggetarkan hatinya. Rindu? Tentu saja ia rindu! Tapi bagaimana ia menebus rasa penyesalan yang amat besar itu? Ia tak sanggup jika harus berhadapan dengan Charlotte.
__ADS_1
“Sayang, dia sudah membuatmu menderita. Biarkan dia pergi.” Ucap Xavier.
“Dia ayahku Xavi…. Bagaimana bisa aku membiarkannya pergi begitu saja? Hanya beliau satu-satunya orang tuaku sekarang. Apapun kesalahannya, beliau berhak mendapat kesempatan kedua bukan?” tutur Charlotte. Kedua matanya sudah berlinang air mata. Ia rindu kepada sang ayah.
Tahu apa yang terjadi pada orang tuanya, ia meminta Fredy untuk menjaganya tanpa sepengetahuan Xavier. Sebanyak apapun luka yang ayahnya berikan, tetap tak mampu menutup pintu hati Charlotte. Ia selalu mengkhawatirkan sang ayah.
“Xavi! Biarkan Susanto masuk! Kakek yang sudah membuatnya datang kemari!” Kakek menghampiri mereka bersama dengan Dean dan Dona.
Dona segera mengambil Olivia dari Charlotte, begitupun dengan Dean yang juga membawa Farelio dari pelukan Xavier. Kedua bayi mungil itu terlihat mengantuk. Mereka segera membawanya masuk kedalam Mansion.
“Kek, Apa-apaan itu!”
“Diam Xavi! Aku sudah susah payah memberitahu acara ini padanya. Aku suruh Dean menyebarkan berita kalau kita akan mengadakan acara untuk si kembar. Jika dia ayah yang buruk, dia tidak akan datang kesini. Tapi nyatanya, dia datang.” Ujar Kakek.
“A-apa?! Kenapa Kakek lalukan itu! Kakek tahu apa yang sudah dia lakukan pada istriku! Minta maaf pun tidak akan mengubah apapun. Biar dia pergi dari sini!” Xavier tetap tak mau menerima kehadiran mertuanya disana.
“Yang menentukan boleh tidaknya dia disini adalah Charlotte. Jika Charlotte menerima, dia akan disambut baik disini. Jika sebaliknya, dia harus pergi dari sini.” Tegas Kakek.
Xavier hanya bisa mendengus kesal. Sejujurnya ia tak senang, tapi kalau istrinya mau menerima ayahnya, ia bisa apa? Kebahagiaan Charlotte lebih dari segalanya untuknya. Meskipun harus mengalah. “Baiklah. Kita bicarakan didalam.”
Setelah mengatakan itu, Xavier mengajak istrinya masuk kedalam. Begitupun dengan Kakek yang menyuruh Susanto untuk masuk. Udara malam tidak baik untuk kesehatan sang istri.
Duduk diruang keluarga berdempetan dengan sang istri, Xavier memulai pembicaraan mereka. “Cepat katakan apa yang ingin Anda bicarakan!”
“Aku sudah pelan Kek. Memang suaraku seperti ini!”
Geleng-geleng kepala pada tingkah sang cucu. “Susanto, apa yang ingin kau sampaikan. Putrimu ada disini untuk mendengarkanmu.”
“Ya. A-ada yang ingin ayah sampaikan padamu Charlotte. Khususnya ayah ingin meminta maaf atas semua perbuatan Ayah selama ini. Membuatmu dalam kesulitan, memaksamu untuk menikah. Semua itu sungguh sangat Ayah sesali. Maafkan ayah.” Lirih Susanto sesekali mengusap sudut matanya yang berair tanpa bisa ia cegah.
“Tidak perlu ayah meminta maaf. Charlotte sudah melupakan semuanya.” Sahut Charlotte.
“Tetap saja apa yang ayah lakukan selama ini telah melukai hatimu Char. Tidak ada hal yang ingin ayah inginkan selain melihatmu bahagia. Dan sekarang, ayah lega…. Kamu sudah mendapat kebahagiaan itu.”
“….Ayah ingin mengucapkan selamat atas kelahiran si kembar. Mereka mirip sepertimu saat bayi. Ayah merindukan saat itu, bersama ibumu. Kini ayah hanya bisa berdoa supaya kamu terus bahagia selamanya. Sekali lagi maafkan ayah” Lirih Susanto kembali tertunduk. Isakan kecil terdengar darinya.
“Ayah….” Charlotte berlari dan langsung memeluk sang ayah. Derai air mata saling berjatuhan diantara pipi mereka. “Charlotte akan terus menyayangi Ayah.” Isaknya.
^
__ADS_1
“Ayahmu kuijinkan tinggal dirumah lamamu. Itupun kalau dia benar-benar sudah menyesali perbuatannya. Kalo tidak, aku akan usir dia la-“ Bibir Xavier langsung dibungkam Charlotte dengan bibirnya. Memberi kecupan mesra lalu tersenyum semanis mungkin.
“Terima kasih Xavi. Sudah mau menerima ayahku.” Bisiknya dengan penuh cinta. Mengusap pipi sang suami turun kedagu yang kini sedikit ditumbuhi bulu kasar. Ia mengecup dagu sang Mantan Mafia penuh kelembutan.
“Hmm. Jadi manis begini, pasti ada maunya.” Gumam Xavier sok jual mahal dengan menolak bertatap mata dengan sang istri. Hatinya selalu luluh saat melihat Charlotte bersikap manis seperti sekarang.
“Kamu sangat memahamiku, tapi sekarang aku tidak mau apa-apa. Kamu sudah memberi ayah kesempatan sudah lebih dari cukup menyenangkanku.” Sahut Charlotte bergelanjut manja dilengan sang suami.
Xavier menahan senyum. Ia selalu suka cara istrinya bermanja padanya. Laptop di pangkuan ia singkirkan, mengembalikan kacamata ditempatnya. Lalu ia menghadap ke arah sang istri, membalas pelukannya yang tak kalah mesra.
“Sayang, kamu sudah selesai nifasnya kan?”
“Iya.”
“Jadi, aku bisa lakukan itu kan?”
“Hmm.”
“Sekarang boleh?”
“Hmm.”
“Kok hmm sih sayang.”
“Terus mau apa? Nanti kalau Farel dan Oliv bangun gimana?” Mengingatkan ada si kembar diantara mereka. Bisa bangun kapan saja, dan tentunya sedikit mengganggu nantinya.
“Biarkan dia bersama Dona dan babysisternya dulu. Kita bersenang di kamar yuk?” Selalu melancarkan rayuan gombal. Diselingi tangan yang sudah menjalar kemana-mana. Memberi rangsangan pada sang istri.
“Kamu itu ya, selalu saja mesum!” gemas Charlotte mencubit hidung mancung suami tampannya.
“Tapi kamu suka kan sayang?”
“Iiihh, enggak ya! Bikin kesel iya!” Charlotte beranjak bangkit. Ia berjalan menuju pintu keluar ruang kerja itu. Tanpa diduga Xavier, sang istri menoleh padanya dengan senyum menggoda. Memberi kissiew dari jarak jauh. Berkata tanpa suara, ‘Come on Honey’ dengan kedipan mata serta gerakan sexynya. Terkekeh pelan lalu menghilang dari balik pintu yang tertutup.
“What the…. Arggh! Kamu yang minta ya! Tunggu pembalasanku sayangg!!!”
Melonjat dari sofa dan segera berlari mengikuti langkah sang istri. Dipastikan malam ini akan jadi malam terpanjang untuk mereka berdua.
Tamat……
__ADS_1
Nb : Hallo my readers…. Akhirnya kisah Charlotte dan Xavier selesai juga. Pada kepo novel nana gk nih? Caranya gampang kok! Yuks follow Instagram Nana @nanayu_95 Cari tahu novel apa aja yang sudah nana buat ya.
Oh ya, ada yang berminat Season 2 kah? Yuk coment! See you next novel…. Bye bye….