
“Char, lu kok bisa sih gak takut sama suami lu?” tanya Mona meringsek maju mendekati Charlotte. Begitupun dengan Lexy yang tak mau ketinggalan obrolan. Mereka berani bicara santai dengan Charlotte tentunya setelah Harimau gila itu pergi. Bertemu dengan Xavier membuat mereka spot jantung!
“Udah biasa! Udah kebal juga. Lagian kami tiap hari ketemu. Udah tahu sifat masing-masing.” Jawab Charlotte sekenanya. Ia mengambil jeruk di piring dan mengupasnya. Lalu memakannya dengan lahap. Wanita itu lebih tertarik dengan makanan di tangannya sekarang. Sorot matanya berbinar-binar, seolah ingin menghabiskan semuanya.
“Perut lu belum keliatan ya Char?” Lexy mengamati bagian tubuh sahabatnya dengan sorot mata penasaran. Seperti sedang bicara ‘begini ya wanita kalo lagi tekdung? Makan banyak tapi perut gak gendut-gendut?’
“Kalian tau gue hamil?” Charlotte menoleh pada kedua sahabatnya tanpa berhenti makan.
“Iya, kita udah tau. Kemarin kita ke rumah lu karena tahu lu balik ke Jakarta. Eh, belum juga ketemu, lu dah pergi. Om Susanto juga bilang kalo lu lagi tekdung. Trus kita cari waktu buat nengokin lu.” Ucap Lexy kini tangannya sudah berpindah di perut Charlotte. Mengusap perlahan, namun tetap dengan wajah penasaran. Charlotte merasa geli saat perutnya disentuh. Hingga ia tak bisa menahan tawanya.
“Char, kok lu bisa sih hamil anak harimau gila itu? Kupikir lu gak mau deket ma dia?” tanya Mona, ikut-ikutan menyentuh perut Charlotte. Mereka seperti menemukan mainan baru. Terkikik sama-sama. Mau heran tapi memang kenyataan seperti itu. Sahabatnya bisa menyukai pria yang sangat menakutkan. Mereka tak habis pikir, tapi begitulah Charlotte sahabat mereka. Tidak bisa diduga.
Charlotte benar-benar tidak tahan, ia sangat geli, kala jemari kedua sahabatnya mengelitik diperutnya. Ia letakkan dimeja jeruk ditangan dan menjauhkan tangan jahil kedua sahabatnya itu. “Berhenti! Gue geli tauk! Dan jangan mengatai suami gue harimau gila! Gue cinta ma dya.” Ujar Charlotte dengan bibir mengerucut, tak rela misua tercintanya diejek. Kesal saja.
Lexy dan Mona terkekeh. “Lu udah bucin deh Char!” seru mereka berdua.
“Eng-enggak! Siapa bilang?” sangkal wanita itu.
“Kita!!!” Mereka saling melempar tawa. Hingga Charlotte juga tak tahan dan ikutan tertawa bersama mereka.
Ting Tong!
“Eh siapa tuh?” Mona mengalihkan pandangannya ke pintu. Disusul Charlotte dan Lexy.
“Gak tau.” Charlotte menggeleng. Mungkin saja, tamu itu mencari suaminya. Dia tidak punya teman di Kota ini.
Salah satu pelayan datang berniat membukakan pintu. Namun Charlotte mencegahnya, dan menyuruhnya melanjutkan pekerjaan. Ia sendiri yang membukakan pintu itu.
Seorang pria berbadan tinggi sekitar 180 cm dengan tubuh tegap, rambut cepak berwajah bule seperti suaminya berdiri menjulang didepan mata Charlotte. Mata biru laut milik pria itu balik memandang padanya. Perlahan menarik sudut bibirnya keatas membentuk senyuman. Charlotte menatap penasaran pada pria itu. Perawakannya hampir mirip Xavier. Namun, suaminya jauh lebih tampan dari pria itu.
“Cari siapa ya?’ tanya Charlotte.
“Apa Xavi ada?”
“Oh, suamiku tidak ada. Dia sudah pergi kerja.” Jawab Charlotte.
“Oh, begitu ya. Aku terlambat. Kalau begitu, aku akan temui dia sendiri. Terima kasih ya…. Kakak ipar.” Pria itu kembali tersenyum jenaka, lalu berbalik pergi. Meninggalkan Charlotte yang tercenung didepan pintu.
“Siapa pria ganteng-ganteng serigala itu?” Mona dan Lexy ternyata sudah berdiri dikanan kiri Charlotte. Menatap penasaran pria yang baru saja pergi.
“Astaga!” Charlotte terjingkat saking terkejutnya. “Kalian ini kenapa tiba-tiba kesini sih!”
__ADS_1
“Gue penasaran, kenapa pria disekitar sini cakep-cakep sih. Gue kan tersepona….” Ucap Mona dengan suara mendayu. Penuh kekaguman.
“Terpesona! Bahasa indo lu remidi ya?! Capek gue ngoreksi lu!” kesal Lexy seraya memutar bola matanya malas.
“Bodo amat! Char, bilang gue siapa pria ganteng itu?” desak Mona kepo tingkat dewa. Mengacuhkan Lexy yang cerewet.
“Gue gak tau. Dia cari Xavi, trus pergi gitu aja.” Balas Charlotte.
“Ooooo” bibir Mona membentuk bulatan.
“Tapi kenapa dia panggil gue, Kakak ipar ya? Apa Xavi punya adik?” gumam Charlotte bingung.
Cletak!
“Aduh!” Charlotte mengaduh kesakitan kala Lexy menyentil jidatnya.
“Lu tuh bilang cinta ma suami lu, tapi siapa keluarganya gak tahu! Istri macam ape lu!?” ujar wanita itu gemas.
“Kan Xavi gak pernah crita.” Ucap Charlotte dengan mencebikkan bibir.
“Maka dari tu, lu harus tanya banyak-banyak deh soal keluarganya dya.” Ujar Lexy seraya mengajak kedua sahabatnya kembali ke dalam rumah.
Tok Tok!
“Masuk!”
“Tuan, ada tamu dari Sisilia ingin bertemu.” Sekretaris Xavier memberitahu jika ada orang yang ingin menemui atasannya.
Xavier mengalihkan pandangannya ke pintu, “Siapa?” tanyanya dengan menyernyitkan dahi. Bertanya-tanya siapa orang yang dimaksud. Jika orang itu dari Sisilia, mungkin salah satu anak buahnya. Tapi kenapa datang ke kantor? Ia sangat melarang, orang-orang gelapnya datang ke sana karena alasan keamanan.
“Orang itu tidak mau menyebutkan nama Tuan. Katanya dia adalah …. Emb..” Sekretaris itu terdiam, seolah jika ia melanjutkan ucapannya pekerjaannya akan hilang saat itu juga.
“Apa?? Bicara yang jelas!”
“I-itu. Orang itu bilang, dia adalah Adik tertampan Tuan.” Bibir Sekretaris itu langsung terkatup rapat dengan menundukkan kepala. Seolah ia sudah bicara tak sopan. Duh, dia pasti dipecat setelah ini!
“Suruh dia masuk!”
“Ba-baik Tuan.” Sekretaris itu ngacir keluar ruangan diiringi nafas lega.
Tak berselang lama, orang yang dimaksud memasuki ruang kerja Xavier. Kaki lebarnya mempercepat langkahnya sampai didepan meja Xavier. Mata Xavier meruncing, dengan kedua tangan tertakup diatas meja. Meniti Pria yang menganggap dirinya tampan.
__ADS_1
Xavier berdiri, ia mendekati pria itu, lalu tanpa diduga memeluknya seperti seorang kawan dekat. “Hugo! Senang melihatmu, Jerk!” Xavier menepuk bahu pria yang bernama Hugo.
“Aku juga brother!”
Xavier memegang kuat pundak kokoh Hugo, menatap pria itu dengan rasa senang. Tak menyangka bisa bertemu pria itu dikantornya. Hugo adalah salah satu orang kepercayaannya dan memegang kendali penuh Markas Pusat setelah Xavier. Orang yang sudah banyak membantu dalam mengurus dunia hitamnya sekaligus sudah dianggapnya seorang adik.
“Kau tampak hebat sekarang. Apa bidikanmu masih sama hebatnya?” ujar Xavier menaikkan satu alisnya dengan antusias.
“Selalu sempurna seperti biasa. Dan tidak pernah mengecewakanmu Brother!” jawab Hugo menyombongkan diri.
“Haha… I know! Ayo duduklah.” Xavier mengajak Hugo ke sofa khusus tamu didekat sana.
“Bagaimana kabarmu?” Xavier sudah lama tak bertemu Hugo karena ia sendiri telah memerintahkan pria itu pergi ke Kanada demi melakukan pelatihan keras dan berat sebagai prajurit terkuatnya. Karena hal itu, Markas Pusat lengah dan diserang beberapa minggu yang lalu. Xavier menyesalkan keputusannya itu, dan meminta Hugo kembali ke Sisilia.
“Aku baik Brother! Aku dengar kau sudah menikah, kenapa tidak beri kabar?” tanya Hugo menampakkan wajah kecewa.
“Maafkan aku, aku memang sudah menikah. Pernikahanku cukup merepotkan jadi tidak mengundang banyak orang.”
“Aku sudah melihat Kakak ipar! Dia cantik, dan matanya…”
“Mirip ibuku.” Jawab Xavier cepat. Menyunggingkan senyum kecil. Ah, kalau mengingat istrinya, ia jadi ingin pulang.
“Yap! Kau sudah tepat memilihnya Brother! Aku suka!” Xavier langsung menatap tajam pada Hugo. Membuat pria itu terkekeh, “Menyukainya sebagai kakak iparku! Kau masih saja curigaan!” sembur Hugo. Karena memang, itulah yang ia rasakan ketika pertama kali bertemu istri Kakaknya. Hugo merasa senang, karena akhirnya Kakaknya bisa mendapat wanita yang baik. Setidaknya, harus ada orang yang pantas menjadi pawang Xavier.
“Ckck. Masih saja bergurau denganku Hmm! Aku patahkan kepalamu baru tahu rasa kau!” seru Xavier cukup kesal dibuatnya.
“Haha, Maaf Brother! Aku bercanda. Lagipula ada alasan aku datang kesini. Ada hal penting yang ingin kukatakan.” Ujar Hugo. Xavier terdiam, langsung memusatkan fokusnya pada Hugo.
“….. Entah ini berita buruk atau baik. Tapi Cossa, mereka mulai bergerak. Mereka sudah datang kesini, bersama Michael pimpinan mereka. Bedeb*h itu mengincarmu Brother!”
.
.
.
Nana mau nyritain dunia hitam Xavier dulu ya, dimana krn musuhnya, Charlotte dipertemukan dgn suami tercintah!
Ngelarin atu2 dlu,.... Yg mau lihat anak Xavi mirip bapaknya, tenang ajah. Mereka emng mirip kok... Satu pabrikkan malah.. wkwkwk
Happy Reading...
__ADS_1