Menikahi Tuan Penguasa

Menikahi Tuan Penguasa
BAB 53


__ADS_3

KHUSUS 21+...........!!


Xavier melepaskan ciumannya setelah dirasa Charlotte kehabisan oksigen akibat perbuatannya. Wanita itu memberontak, itu jelas. Tapi tetap saja Xavier tidak bisa mengontrol dirinya jika sedang menginginkan wanita itu. Keduanya saling menatap dengan nafas memburu.


“Lyla hanya temanku.”


Charlotte sejenak bingung. Apa maksud perkataan Xavier?


“Kami tidak memiliki hubungan apapun.” Imbuhnya. Kedua mata Xavier memancarkan kesungguhan disetiap perkataannya. Namun hal itu malah semakin membuat Charlotte kebingungan.


“Lalu, kenapa kau mengatakan itu padaku?” balas Charlotte, pikirannya masih belum sepenuhnya dikuasai. Ciuman Xavier membuat otaknya lambat.


“Dia! Kami sudah putus sejak lama. Aku hanya ingin memberitahu hal itu.”


Charlotte berpikir keras sekarang. Lyla? Teman? Putus? Wanita … maksudnya wanita yang dilihatnya tadi?? Jadi dia adalah mantan kekasihnya pria jahat ini?? Uwaahhh Daebak! Kenapa hal ini tidak terpikirkan olehnya sebelumnya!?


Mereka pernah bertemu sebelumnya. Kenapa ingatannya benar-benar buruk! Astaga…


“Ohh, dia ya. It’s okay. Aku tidak mempermasalahkannya kok.” Charlotte kini merasa tak nyaman dengan posisi mereka. Xavier begitu dekat dengannya. Bahkan ia bisa merasakan kulit kakinya menyentuh sesuatu dibawah sana.


“Kupikir kau bersikap kasar karena hal itu.”


“O.. emm… tidak juga kok. Be-begini…. “


“Katakan saja.”


“Iya, maksudnya begini aku tadi marah karena…”


“Bagaimana kalau kita melakukannya sekarang?”


“A-apa?? Melakukan apa?” Charlotte semakin dibuat bingung.


Tangan Xavier mengusap wajah Charlotte dengan lembut. Senyum miringnya kian mempesona penuh teka-teki. “Kau tahu maksudku.”


“Tahu ap mhhh…”


Xavier kembali membungkam bibir Charlotte dengan antusias. Tubuhnya kini menindih Charlotte dan semakin memperdalam ciuman mereka. Perlahan tangan Xavier turun dan mencari satu persatu kancing kemeja Charlotte. Membukanya satu persatu hingga memperlihatkan pundak pundak mulus wanita itu.


Ciuman Xavier turun ke bawah tepat dileher terbuka Charlotte. Tangannya kini mulai bekerja menarik tali br*nya.


Plak!!


Sebuah tamparan keras mendarat diwajah pria itu.


“Kenapa kau selalu memaksaku. Kenapa kau jahat padaku.” Lirih Charlotte.


Xavier terdiam, menundukkan kepalanya. “Aku bilang aku tidak mau menikah denganmu! Aku juga bilang tidak ingin disentuh olehmu! Apa itu kurang jelas, jika aku sangat membencimu!!” teriak Charlotte diiringi tangisan.

__ADS_1


Kini Xavier menatap Charlotte yang berurai air mata. “Kau membenciku?”


“Ya! Aku sangat membencimu. Karena kau, hidupku bukan lagi milikku. Semua, kau yang mengatur. Itu tidak adil! Hiks.”


“Baiklah. Semua yang kau katakana, memang benar. Aku pria jahat dan suka memaksa.” Ucap Xavier.


“Tapi bukankah kita sama?” imbuhnya.


Charlotte menatap bingung pada Xavier. “Sama? Aku tidak sama denganmu!!”


Charlotte memukuli Xavier dengan membabi buta. Tak menyangka pria itu bisa mengatakan hal itu kepadanya. Xavier lebih jahat darinya. Itu kenyataan.


Xavier mencengkram tangan Charlotte dan menahannya diatas kepala wanita itu. Sorot mata pria itu kembali dingin. Manatap tajam Charlotte dengan luapan kemarahan yang tertahan dalam dirinya.


“Kau wanita di Motel itu. Wanita yang sudah berani menyentuh tubuhku! Dan melarikan diri karena takut. Aku benar?” ucap Xavier tersenyum bengis.


“A-apa?” Charlotte tertegun sesaat. Bibirnya kelu seketika. Terkejut saat Xavier tahu tentang rahasia besarnya. “Ba-bagaimana kau..”


“Tingkah lakumu itu tak jauh berbeda dengan seorang bit*h diluar sana.” Potong Xavier penuh penghinaan.


Seketika air mata Charlotte kembali luruh. Baru kali ini ia dianggap manusia serendah itu oleh orang lain. Xavier bangkit, turun dari tempat tidur. Ia membuka laci di dekat sofa dan mengambil sesuatu disana. Xavier kembali mendekat dan meletakkan begitu saja sebuah topi hitam di samping Charlotte.


“Itu milikmu bukan?”


Charlotte menegakkan tubuhnya dan merapikan kemejanya. Lalu menyentuh topi milik Shinta yang diambil dari saudara tirinya itu.


Xavier sudah tahu jika ia wanita dimalam itu. Ini buruk baginya. Xavier pasti tidak akan membiarkan masalah ini selesai begitu saja. Dia pasti akan membalas apa yang sudah ia perbuat. Bagaimana nasibnya sekarang? Charlotte tertunduk sedih. “Kau sudah tahu semuanya. Lalu apa yang akan kau lakukan….” lirihnya. Menyerahkan diri dan membayar perbuatannya, hanya itu yang bisa dilakukan, pikir Charlotte.


“Jika keluargamu tahu hal ini. Mereka pasti kecewa. Benar bukan?” ucap Xavier.


“J-jangan! Kumohon….” teriak Charlotte memohon.


“Jadi apa yang harus kulakukan?” Xavier balik bertanya. Seolah sedang mempermainkan wanita itu.


“Apapun itu, aku akan melakukannya.  Jadi kumohon, jangan memberitahu hal itu pada mereka.”


Xavier tersenyum devil, merasa ia telah memenangkan permainan ini. Pria itu lantas duduk disamping Charlotte yang menundukkan kepalanya.


Hati dan harga diri Charlotte sudah hancur. Apalagi yang ia punya selain menyerah pada Xavier. Tindakan yang sudah ia lakukan sangat tidak pantas. Seharusnya ia mencari cara lain waktu itu dan bukan melampiaskannya pada Xavier. Dia bodoh dan kini harus menanggung akibatnya.


Tangan Xavier kembali terulur menyentuh lembut wajah Charlotte. “Turuti ucapanku. Akan kuhapus semua kesalahanmu.” Bisiknya.


Charlotte menelan ludahnya dengan susah payah, saat kedua mata mereka bertemu. Ia tahu, dirinya tidak akan mudah lepas dari cengkraman pria itu. Hingga pada akhirnya ia mengangguk pasrah menyerahkan diri pada Xavier. Dan tentu saja, pria itu tidak menyiakan kesempatan yang ada. Malam ini akan menjadi malam panjang untuk mereka.


^^


“Ini kopi Anda, Tuan Besar.”

__ADS_1


Dona meletakkan secangkir kopi didepan Kakek. Dean pagi-pagi juga sudah datang ke Mansion. Duduk bersama Kakek disana. Minum secangkir kopi dan sarapan bersama.


“Apa mereka sudah bangun?” tanya Kakek.


“Belum Tuan, sepertinya mereka kelelahan setelah acara kemarin.” Jawab Dona.


“Hohoho, pengantin baru zaman sekarang berbeda jauh dengan zamanku dulu.” Kelakar Kakek.


“Kenapa Tuan Besar?” tanya Dean.


“Dulu, sehari setelah aku dan istriku menikah, aku justru disuruh beres-beres rumah. Pagi-pagi lho itu, istriku orangnya cerewet, gak mau tuh namanya rumah kotor. Maklum, setelah senang-senang, susah-susah kemudian. Haha.” Ujar Kakek tertawa.


Dean tersenyum, “ Sejak dulu Tuan Besar sangat gigih. Rela melakukan apa saja demi orang lain. Sekarang Tuan Besar masih seperti itu.” Pujinya.


“Hal besar dimulai dari hal kecil Dean. Dengan cara itu, aku membesarkan perusahaan dan cucuku Xavier.” Ucap Kakek dengan mata sayu. Kembali mengenang masa-masa sulitnya.


“Setelah Tuan Muda menikah, apa yang akan Anda lakukan selanjutnya?” tanya Dean. Dean tahu semua hal tentang keluarga Xavier. Sejarah hidup keluarga itu, dan keinginan Kakek yang menjadi tujuan utama Tuan Mudanya.


Apapun yang Kakek inginkan, Xavier pasti akan melakukannya. Tak peduli itu bertentangan dengan prinsip hidupnya.


“Aku ingin mereka berdua hidup bahagia. Aku berharap Charlotte bersabar menghadapi pria seperti Xavier. Anak itu, walaupun penurut tapi sangat keras kepala.” Ujar Kakek.


Dean tersenyum, membenarkan perkataan Kakek akan hal satu itu. “Saya setuju, Tuan Muda sudah punya pandangan hidupnya sendiri. Dia mampu mengambil keputusan dengan baik.”


“Ya, dia orang yang bisa membawa perusahaan jauh lebih baik.” Ucap Kakek menganggukkan kepala.


“Tuan Besar. Saya mau bertanya satu hal.”


“Apa itu Dean. Katakanlah.”


“Ini tentang Nona Charlotte. Bagaimana nanti jika Nona memberontak dan meminta berpisah dari Tuan Muda? Mengingat Nona masih belum sepenuhnya setuju pernikahannya.” Tanya Dean terlihat khawatir.


Kakek menyandarkan tubuhnya, dan memejamkan mata sejenak. “Hanya Charlotte yang boleh menjadi menantu di keluarga ini. Xavier pasti mengerti hal itu.”


“Ma-maksud Anda, apa itu adalah keinginan Anda setelah ini?” tanya Dean terkejut.


“Ya. Mau bagaimana lagi. Anak itu pasti sudah merencanakan sesuatu untuk mengikatnya. Kita tunggu saja hasilnya Dean.” Kakek meminum kopinya dengan perasaan senang pagi ini.


.


.


.


Saran & kritik dipersilahkan................  ^-^


Jgn lupa VOTE yaaaaa......

__ADS_1


__ADS_2