Menikahi Tuan Penguasa

Menikahi Tuan Penguasa
BAB 80 (Part 1)


__ADS_3

BRAK!!


Pintu ruangan ditendang dari luar, dimana Sella dan Shinta dikurung. Xavier masuk dengan aura menakutkan. Emosinya masih labil, dan kini ingin memberikan perhitungan pada dua wanita didepannya ini.


“Berdiri.” Perintah Xavier.


Sella tak bergeming dari tempatnya. Ia duduk bersedekap tangan seraya menatap Xavier penuh rasa tak suka. Sedangkan putrinya, tubuhnya gemetar ketakutan hanya melihat Xavier yang berdiri tegak dengan aura seorang pembunuh.


“Kau mau apa hah? Menantu tidak tau diri!” Sembur Sella tak takut. Ia merasa terhina diperlakukan buruk oleh Xavier dengan cara menguncinya didalam ruangan. Seharusnya pria itu yang pergi dari rumahnya bersama istri bodohnya itu!


“Jadi kalian masih tidak mau mengakui kesalahan kalian?” Xavier tersenyum kecut, tatapan dinginnya masih tak lepas dari wanita rendah didepannya.


“Kami tidak melakukan apa-apa! Jadi pergilah dari rumah ini!” seru Sella seraya berdiri dengan berkacak pinggang. Wanita itu tak kalah emosi pada Xavier. Ia merasa menjadi pemilik rumah ini, dan Xavier harus pergi secepatnya dari sana.


“Ma…” cicit Shinta berdiri dibelakang ibunya dengan menutupi wajahnya. Ia takut melihat Xavier berjalan perlahan mendekati mereka.


“Diamlah!” bisik Sella menyuruh putrinya tak ikut campur.


Xavier menghentikan langkahnya saat jarak mereka hanya 30 cm. Diperhatikannya wajah Sella dengan teliti. Lalu beralih pada Shinta yang berlindung di belakangnya. Senyum devil tiba-tiba mengembang diwajahnya yang tampan namun mirip iblis.


“Arghh!!”

__ADS_1


“Ma!!!”


Tubuh Sella terangkat keatas setelah Xavier mencekik kuat lehernya. Wanita itu memekik kesakitan seraya memegang tangan kokoh Xavier untuk melepaskannya. Kaki wanita itu menendang-nendang ke udara, berusaha meraup nafasnya yang tersengal. Shinta berteriak ketakutan melihat ibunya dicekik tanpa belas kasihan. Xavier dengan sikap tenangnya tak menghiraukan teriakan Shinta.


“Lepaskan Mamaku! Kau pria jahat!” teriak Shinta berharap Xavier melepaskan mamanya yang kini wajahnya berubah pucat.


“Tolong jangan sakiti Mamaku! Lepaskan dia!”


“Lepaskan? Setelah apa yang dia perbuat pada istriku? Seharusnya sejak dulu kujadikan kalian pengemis diluar sana.” Xavier dengan tenang melontarkan kata-kata sarkasme. Ia justru menikmati wajah kesakitan Sella. Seperti seorang pyscho.


Tap tap tap…


Suara langkah kaki seseorang memasuki ruangan itu. Susanto yang baru tiba dirumah dibuat terkejut melihat istrinya hampir dibunuh oleh Xavier.


“Kejam sekali kau! Setelah mengambil alih perusahaanku, kau juga ingin membunuh keluargaku satu persatu!?” seru Susanto penuh emosi.


Ya, tanpa peringatan lebih dulu, perusahaan Setiawan Group milik keluarga Hasana telah diambil alih Xavier secara sepihak hari ini. Xavier sudah merencanakannya sejak dirinya berada di Italia. Ia tahu, cepat atau lambat perusahaan milik keluarga istrinya akan bangkrut. Karena itu ia harus segera mengambil alih perusahaan itu menjadi miliknya. Xavier tahu bagaimana Charlotte ingin menyelamatkannya. Walaupun pada akhirnya ia harus dikhianati wanita itu.


Tak peduli apa yang dipikirkan mereka padanya, Xavier selalu percaya keputusannya adalah yang terbaik.


Dalam menjalankan bisnis, Xavier tidak pernah mencampur-adukkan urusan pribadinya. Masalahnya dengan Charlotte memang belum selesai, tapi ia harus bersikap professional dengan segera bertindak mengambil keputusan dalam menyelamatkan perusahaan milik keluarga istrinya.

__ADS_1


“Aku tahu kau ingin memiliki perusahaanku dengan cara licik. Kau dan Kakekmu itu sama sekali tak berniat membantu kami! Kau dan Kakekmu sama-sama bajing*an!!” umpat Susanto.


Mendengar kata-kata kasar Susanto, membuat Xavier mengepalkan kedua tangannya. Pria itu dengan beraninya telah menghina kakeknya! Rahangnya kembali mengeras, wajahnya merah padam menahan emosi. Darah Xavier naik sampai kepalanya hingga guratan urat diwajahnya terlihat. Xavier dipenuhi emosi yang sebentar lagi akan meledak.


“Apa kau tahu siapa yang baru saja kau hina?” ujar Xavier dengan gigi bergemelatuk masih berusaha mengendalikan diri.


“Ya aku tahu! Tidak seharusnya aku menikahkan putriku dengan manusia kejam sepertimu! Kau tidak pantas mendapat wanita baik manapun. Kau hanya orang yang haus dengan kekayaan orang lain, dasar bajing*n!!”


Susanto mendekati Xavier dan berniat melemparkan pukulan padanya. Tindakan pria itu telah membangkitkan jiwa iblis Xavier.


BRAK!!


Xavier memelanting tubuh Susanto dan melemparnya ke lantai. Hingga tubuh tua itu berbenturan dengan lantai marmer yang keras. Pria itu meringis kesakitan seraya memegang tubuhnya yang remuk redam. Tak mengira jika Xavier berani melakukan itu pada dirinya yang berstatus masih  ayah mertua pria itu.


“Apa yang kau lakukan pada ayahku, Xavi!” Charlotte berdiri diambang pintu dengan didampingi seorang pelayan. Wanita itu tampak terkejut melihat suaminya menyakiti Ayahnya hingga terluka. Ia menatap Xavier dengan kekecewaan.


.


.


.

__ADS_1


Awas aja klo lu nyakitin Charlotte, kuhapus dari KK kau Xavi !! hmm


__ADS_2