
Xavier turun dari pesawat jet pribadinya di salah satu bandara di Jakarta. Ia berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan. Xavier memutuskan kembali hari ini setelah berhasil menyelamatkan bisnis mafianya di Sisilia. Ia sangat beruntung masih memiliki kesempatan untuk menghentikan rencana Cossa yang hampir menjatuhkannya. Penyerangan di Markas pusat telah dimenangkan, itu karena berkat bantuan sekutu Xavier. Namun, ada beberapa kerusakan yang harus segera ia benahi dan membuatnya menetap lebih lama disana.
Organisasi Cossa memang sangat berbahaya untuk keberlangsungan bisnisnya. Xavier berharap bisa menghancurkan organisasi itu dan memajukan bisnisnya. Kabar tentang penyerangan Markas juga sudah diketahui oleh beberapa petinggi beberapa Negara. Hal itu membuat Xavier bekerja keras menghilangkan isu tentang kelemahan kekuatannya.
Setelah penyerangan Cossa, Xavier tidak tinggal diam. Dua hari setelah itu,ia segera memerintahkan penyerangan balik pada beberapa markas Cossa. Hal itu ia lakukan demi menepis isu yang beredar. Ia terus berusaha mempertahankan pengaruh kekuatannya. Tidak membiarkan siapapun menggoyahkan posisinya sebagai penguasa para mafia yang ditakuti.
Xavier bisa saja menetap di Italia dan berada didekat Markas besarnya. Namun karena Kakek tinggal di salah satu Negara di Asia Tenggara serta usia pria itu yang sudah renta, mengharuskan Xavier menetap di Indonesia.
Awal mula Xavier mengembangkan bisnis mafianya disebabkan oleh ayah kandungnya yang sejak dulu memang memiliki bisnis haram itu. Ayahnya seorang pemimpin mafia yang sangat ditakuti pada jamannya. Ayahnya begitu terkenal di beberapa negara Uni Eropa maupun Amerika Latin.
__ADS_1
Karena sebuah kecelakaan hebat, ayah maupun ibunya meninggal dunia ditempat. Xavier masih berumur 10 tahun saat itu. Akibat kejadian itu, Xavier menjadi orang pendiam. Tidak memiliki banyak teman maupun saudara dekat. Mereka menjauhi Xavier karena status ayahnya. Kini setelah kedua orang tuanya meninggal, hidup Xavier semakin dijauhi banyak orang. Dari teman, Kerabat maupun Saudara. Hanya Kakek dari ayahnya lah yang merawat Xavier kecil dengan penuh kasih sayang. Bisnis Ayahnya dipegang alih oleh Kakek Abraham. Baru Xavier menginjak usia 15 tahun, bisnis itu diserahkan kembali padanya. Kakek menyerahkan semua keputusan pada Xavier dan dia memilih pensiun dari bisnis haram itu.
Xavier yang sejak kecil dididik menjadi pria kuat mental maupun fisik. Ia tumbuh menjadi pria cerdas dan tidak kenal rasa takut. Semua musuh-musuhnya dibabat habis olehnya. Hingga ia menjelma menjadi pria dingin, kejam sekaligus menakutkan.
Permusuhannya dengan Organisasi Cossa telah berlangsung 10 tahun yang lalu. Awalnya mereka saling berteman dan membantu, namun lama-kelamaan Cossa mencari masalah dengan Xavier. Dari pendudukan wilayah maupun cara kerja yang mulai berlawanan. Organisasi mereka lambat laun merenggang dan sering berselisih hingga muncul kebencian satu sama lain hingga saling berniat menjatuhkan. Xavier tidak bisa menghentikan hal itu, ia juga merasa dirugikan akibat ulah Cossa. Dan memutuskan untuk menjadikan mereka musuhnya.
Dean bertanya dari balik kemudi. Seperti biasa, Xavier tidak membutuhkan sopir pribadi dan lebih nyaman bersama asistennya kemanapun ia pergi. Xavier melihat keluar kaca mobil dengan pandangan menerawang. Entah pria itu sedang berpikir atau hanya melamun.
“Jika Tuan ingin ke Mansion, saya sudah menyiapkan kamar Anda.” Dean berpikir, Tuan Mudanya ingin menyendiri lebih dulu. Permasalahannya dengan Nona Charlotte masih belum mendapat titik temu.
__ADS_1
Selama di Sisilia, Dean tidak pernah sekalipun mendengar Tuan Mudanya menanyakan tentang Nona Charlotte. Pria itu selalu disibukkan dengan urusan di Markas Pusat. Dean jadi khawatir kalau Tuan Mudanya sudah tidak ingin lagi berhubungan dengan Nona Charlotte. Bagaimanapun tidak ada satu perintah pun untuk mengusut kejadian yang terjadi pada Nona Muda. Hal semakin membuat Dean bingung dengan sikap Tuan Mudanya.
“Tuan?”
“Kita temui William. Ada yang harus ia laporkan padaku.”
“Baik.”
Dean segera mempercepat laju mobilnya menuju kediaman keluarga Hasana.
__ADS_1