
PLAK!!!
Julius, ayah Fredy sangat geram akan ulah anaknya. Ini tamparan kedua yang diberikan pada Fredy. Hukuman itu tidak sebanding dengan apa yang akan disebabkan oleh putranya nanti. Julius menyesali bahwa putranya menjadi pria bodoh yang gila dengan cinta. Akibat ulahnya, dia harus meminta maaf secara langsung kepada Xavier atas perilakunya yang membantu calon istri Xavier melarikan diri. Hal memalukan yang pernah dialaminya.
“Besok, Papa tidak mau tahu. Kamu ikut Papa menemui Tuan Xavier dan meminta maaf padanya. Kalau perlu berlutut dikakinya sampai dia memaafkanmu!!” teriak Julius.
Fredy diam, menahan kemarahannya. Menentang Papanya dalam kondisi seperti itu hanya akan mempersulit dirinya sendiri. Pengaruh perusahaan Xavier memang besar. Tidak sebanding dengan perusahan kecil milik orang tuanya. Wajar jika Papanya marah besar seperti sekarang.
Jika saja, jika saja saat itu dia berhasil pergi bersama Charlotte tanpa diketahui, hal ini tidak akan terjadi padanya.
Kartu kredit, mobil maupun kebebasannya kini dibatasi oleh Papanya. Bahkan jabatannya dikantor harus digantikan oleh orang lain selama masa hukuman itu selesai.
“Papa tahu Charlotte wanita yang baik. Tapi bukan berarti kamu bisa mendapatkannya kembali dengan cara itu! Dia akan menikah. Begitupun denganmu.” Ucap Julius.
“Sadari itu dan intropeksi dirimu.” Julius pergi meninggalkan Fredy sendirian.
^
“Tidak mungkin, Fredy tidak akan melakukan itu. Dia akan menikahi putriku Shinta.” Tolak Susanto tidak percaya.
“Jadi Anda berpikir saya berbohong?” ucap Xavier.
“Tidak!! Calon menantuku tidak akan berkhianat!” tiba-tiba Sella, ibu tiri Charlotte berteriak. Membantah tudingan jika calon suami putrinya itu kabur dengan anak tirinya. Dia tahu Fredy pria bertanggung jawab. Hubungannya dengan Charlotte juga sudah lama berakhir. Mana mungkin Fredy mau membantu Charlotte kabur jika wanita itu sendiri yang memintanya?
“Saya sendiri yang menemukan mereka. Bahkan menghajar habis pria itu didepan putrimu.” Ujar Xavier.
Susanto terduduk lemas disamping Charlotte.
“Yah? Ayah tidak apa-apa?” Charlotte khawatir melihat kondisi ayahnya.
“Itu tidak benar kan? Jawab Ayah?” Susanto tampak putus asa. Menggenggam tangan putrinya agar menepis tuduhan itu.
“Apa yang dikatakannya benar Yah. Aku kabur bersama Fredy. Aku yang memintanya.”
PLAK!
Susanto menampar Charlotte. Xavier dan lainnya dibuat terkejut.
“Y-yah…..” Charlotte memegang pipinya yang sakit. Air mata mengalir deras diwajah Charlotte. Tak menyangka Ayahnya akan melakukan itu padanya. Charlotte tak kuasa menahan tangisnya.
__ADS_1
“Santo cukup!” Kakek sudah berdiri dan membawa Susanto menjauh.
“Tuan Besar, saya harus mendidik anak saya dengan benar sekarang. Dia sudah mempermalukan keluarganya. Saya malu, malu punya anak seperti dia.” Ujar Susanto penuh kekecewaan.
“Aku tahu. Tapi bukan berarti kau bisa menyakiti putrimu! Tenanglah dan kita selesaikan masalah ini bersama.” Ujar Kakek. Susanto tidak bisa membantah. Perintah Kakek Xavier begitu kuat pengaruhnya. Dia kembali duduk disamping istrinya, namun masih tampak kecewa.
“Kakek senang kamu berkata jujur Charlotte.” Tutur Kakek. “Tapi masalah ini harus tetap dicari jalan keluarnya.”
Charlotte mendongak dengan wajah sayu. “Charlotte siap menerima konsekuensinya Kek. Tolong maafkan Charlotte.” Isaknya.
Kakek mendekati Charlotte dan duduk disampingnya. Tangannya terulur menyentuh kepala gadis itu. Membelainya dengan lembut. “Setiap orang punya kesalahannya masing-masing. Kakek sudah memaafkanmu.”
“Benarkah Kek? Kakek mau memaafkan Charlotte?” tanya Charlotte.
“Iya. Kamu tahu Nak, Kakekmu dulu sangat baik padaku. Dia tidak pernah marah pada siapapun. Dia selalu mendukung dan membantu kakek disaat masa-masa sulit. Dia sahabat terbaik yang pernah kakek punya.”
“Saat remaja, kami bertekad akan tetap menjalin hubungan baik ini untuk keluarga kita masing-masing. Aku dan Kakekmu berencana menyatukan keluarga kita. Karena kami memiliki anak perempuan yang sama. Kami gagal menjalin hubungan keluarga itu. Hingga kamu dan Xavier lahir.”
“Kakekmu sangat senang. Begitupun denganku. Kami telah menjodohkan kalian berdua sejak kecil…. Charlotte, kakek ingin tanya satu hal padamu. Maukah kamu menikahi cucuku? Hidup dengannya dan menerima setiap kekurangannya?” pinta Kakek, menggenggam tangan Charlotte.
Charlotte terdiam sesaat. Kakek Xavier begitu tulus memintanya. Jika menolaknya, dia pasti akan menyakiti hati kakek. Rencana pernikahan ini juga karena keinginan mendiang kakeknya. Dirinya akan menjadi wanita jahat dan cucu tidak berbakti. Sanggupkah dia menerima permintaan Kakeknya untuk terakhir kalinya? Bisakah dia hidup bersama dengan pria kasar seperti Xavier? Apa yang harus dipilihnya. Charlotte bingung.
“Charlotte..” panggil Kakek.
Kakek Xavier tersenyum hangat dan memeluk Charlotte. “Terima kasih Nak. Kakek pastikan kamu tidak akan menyesal memilih cucuku.” Ujar Kakek seraya tersenyum dan melirik kearah Xavier.
Xavier memalingkan wajahnya. Daun telinganya seketika berubah merah.
“Jadi, pernikahan tetap dilakukan bukan, Tuan Besar?” Tanya Susanto tampak kembali antusias.
“Ya. Tapi kapan itu, aku serahkan pada Xavier.”
Xavier berdiri. “Aku akan percepat pernikahan kami. Bulan Depan.”
Tanpa meminta persetujuan Charlotte, Xavier sudah memutuskan untuk mempercepat pernikahan secara sepihak. Charlotte dan keluarganya tampak terkejut dengan keputusannya. Charlotte membelakkan matanya lebar dengan mulut ternganga. Syok atas penyataan Xavier yang sangat mengejutkan. Bulan depan? Kenapa pria itu bisa terpikiran hal gila itu. Bukankah mereka akan menikah setelah dirinya lulus? Awalnya Charlotte pikir Xavier akan membatalkan pernikahan mereka karena Xavier marah padanya. Tapi ini? Dia benar-benar pria sinting yang pernah ditemui Charlotte sepanjang hidupnya.
“Ta-tapi...”
“Jika ada yang tidak setuju, bisa bicara secara langsung padaku.” Xavier melirik tajam pada Charlotte. Membuat wanita itu kembali menunduk.
‘Apa-apan ini, kenapa aku jadi lemah didepannya?’ runtuk Charlotte dalam hati.
“Jika tidak ada. Saya permisi.” Xavier segera meninggalkan mereka.
__ADS_1
“Tuan Besar, kalau begitu kami juga permisi. Sebelumnya saya sangat berterima kasih karena sudah memaafkan kesalahan besar putriku. Jika bukan atas kemurahan hati Anda. Putri saya yang tidak punya malu ini tidak akan tahu kesalahannya. Saya serahkan dia sepenuhnya pada Anda.” Ucap Susanto seraya menundukkan kepala.
Charlotte merasa terluka akan perkataan ayahnya. Namun Charlotte membenarkan jika dirinya bersalah disini. Dia pantas mendapat perlakuan menyakitkan itu.
Susanto segera mengajak istrinya pergi. Ayahnya sama sekali tidak memberikan pelukan atau salam perpisahan pada Charlotte. Sebesar itu dirinya menerima kemarahan ayahnya.
^
“Tuan. Apa pertemuannya berjalan lancar?”
“Hmm. Seperti rencanamu.”
Xavier tersenyum penuh arti. Dean membalasnya dengan menganggukkan kepala. “Saya yakin Anda bisa melakukannya. Nona tidak akan menolak jika Tuan Besar sudah berbicara padanya.”
“Bagaimana kau bisa tahu jika Kakek tidak akan membencinya? Kesalahan dia cukup besar. Kakek tidak mungkin bisa sebaik itu menerimanya kembali.” Tanya Xavier penasaran.
“Tuan besar selalu bersikap bijaksana. Nona Charlotte yang notabennya selalu memberontak tidak akan menerima segala macam nasehat pada orang yang tidak disukainya. Tapi hanya kepada orang seperti Tuan Besarlah, Nona akan menurut.” Ujar Dean.
“Oh, jadi begitu. Dia tidak akan mendengarkanku karena aku orang yang dibencinya?”
Dean tersenyum kecil, “Tuan Muda akan menikahi Nona. Saya pikir, itu tidak akan bertahan lama.” Ucapnya penuh maksud.
Xavier berdecak, lagi-lagi dia kalah start dari Dean. Terkadang Asisten pribadinya itu lebih peka pada keadaan dibanding dirinya. Sarannya untuk membuka masalah Charlotte memang sudah benar untuk dilakukan. Wanita itu sudah bisa dijinakkan untuk sekarang.
“Tuan Muda… Sebenarnya ada hal yang ingin saya sampaikan pada Anda.”
“Apa itu.”
“Ketika kita mengunjungi toko penjual Topi wanita Motel kemarin. Saya telah mendapat informasi baru tentang indentitas wanita itu.”
Xavier terkesiap,” Benarkah? Siapa dia?” tanyanya.
“Pembeli Topi itu adalah Nona Shinta, adik tiri Nona Charlotte.”
.
.
Karena udh double up, Nana minta VOTEnya yahhh...Vote smpe 47, Auto update lagi..
Yang mau lihat visual Xavier dan Charlotte pantengin IG Nana @nanayu95
__ADS_1
See youu ^^