Menikahi Tuan Penguasa

Menikahi Tuan Penguasa
BAB 79 (Part 2)


__ADS_3

Melihat Charlotte memuntahkan isi perutnya membuat Xavier tak tega. Ia mengikuti Charlotte ke kamar mandi. Membantunya mengeluarkan semua isi dalam perut wanita itu.


Xavier heran, seperti inikah wanita jika sedang hamil? Rela menderita dalam mengandung seorang bayi. Kata Dokter itu, Charlotte akan menjadi lemah dalam awal kehamilan. Jadi bayi dalam perutnya itu akan membuat Charlotte dalam kesulitan dalam 9 bulan kedepan?


“Istirahatlah.”


“Xavii.. “Tiba-tiba saja tangannya dipegang oleh Charlotte hingga mengharuskannya kembali duduk disamping wanita itu. Xavier terdiam, tatkala istrinya tiba-tiba memeluknya dengan erat. Pelukannya begitu hangat, seolah tidak mengijinkannya pergi darinya. Xavier bingung, haruskah ia memberi pelukan yang sama? “Aku tidak bermimpikan? Kau benar-benar kembali Xavi. Aku… Aku sangat merindukanmu…”


Charlotte merindukan dirinya? Jadi istrinya memiliki perasaan yang sama dengannya saat mereka berjauhan? Xavier tak mengira, Charlotte juga memikirkan dirinya. Ada rasa senang dalam hati Xavier.


Ia membalas pelukan Charlotte sama eratnya. Jujur, ia juga merindukan wanita itu, wangi aroma tubuhnya begitu menguasai pikirannya selama berhari-hari. Dalam lubuk hatinya, Xavier masih mencintai wanita itu.


“Hiks, kenapa kau pergi lama sekali? Aku hampir mati karena merindukanmu…” ucap Charlotte mengadu. Lelehan air mata membasahi kemeja Xavier.


“Hm. Maaf.”


“Tapi tidak masalah. Kau ada disini Xavi. Aku merasa senang.” Charlotte semakin mempererat pelukannya. Mengendus aroma tubuh suaminya yang sudah lama ia rindukan.


“Tidurlah. Kau harus banyak istirahat.”


“Emb, tapi kau akan menemaniku kan?”


“Iya.”


Charlotte akhirnya menurut. Ia membaringkan tubuhnya. Xavier membantunya menyelimuti Charlotte. Wanita itu terus menggenggam tangannya hingga matanya kembali terpejam.

__ADS_1


Xavier menunggu sampai Charlotte benar-benar tertidur. Setelah memastikan istrinya lelap. Ia bangkit dari tempatnya. Keluar dari kamar. Xavier menutup pintu kamar dengan rapat. Lalu berjalan turun ke bawah. Di ruang tamu sudah berdiri Dean. Ketika melihat Xavier mendekat, Dean segera menghampirinya.


“Bagaimana keadaan Nona?”


Xavier tidak langsung menjawab, pria itu memilih duduk disalah satu sofa dan menyandarkan tubuhnya. Dean ikut duduk didepannya menunggu Xavier bicara.


Beberapa menit berlalu, namun Xavier tidak kunjung menjawab pertanyaannya. Muncul dugaan buruk dalam benak Dean. Ia merasa khawatir dengan kondisi Nona Mudanya. Apa sakit Nona Charlotte parah?


“Tuan, sebenarnya apa yang terjadi? Tolong beritahu saya.” Ujar Dean.


Xavier menghela nafas sejenak. Lalu menatap Dean dengan serius. “Dia hamil. Karena itu dia pingsan.”


Wajah Dean yang awalnya cemas  kini berubah gembira. Kedua sudut bibirnya tertarik keatas. Itu adalah kabar terbaik yang pernah ia dengar. Nona Mudanya hamil anak Tuan Muda Xavier. Itu berarti, calon penerus keluarga Xavier telah tumbuh didalam perut Nona Charlotte. Pikiran Dean langsung berkeliaran membuat rencana masa depan Penerus keluarga Xavier. Banyak hal yang harus ia lakukan. Dan yang paling penting memberitahu kabar baik ini pada Tuan Besar Abraham. Pria itu pasti akan sangat senang mendengarnya. Sudah lama beliau menantikan seorang cicit.


“Tidak ada perayaan.” Sela Xavier tegas.


“Hah? Apa maksud Tuan?” Dean menatap bingung Xavier.


Xavier beralih melihat kearah Dean. Terdapat kilatan tajam dimata hitam gelapnya. “Charlotte hamil bukan anak dariku. Tapi anak pria bajing*n itu!!”


Mata Dean terbelalak, ia sangat terkejut atas pernyataan Tuan Mudanya. “Bagaimana bisa Tuan mengatakan hal mengerikan seperti itu?? Itu tidak masuk akal Tuan.” Bantah Dean.


“Kenapa kau sangat yakin jika itu anakku? Kau pikir kau suaminya?!”


“Bukan begitu maksud saya. Bagaimana Anda bisa menyimpulkan hal itu? Apakah Dokter itu yang mengatakannya? Bukankah Tes DNA dilakukan dirumah sakit?”

__ADS_1


“Aku tidak perlu tes DNA! Aku yakin anak itu bukan anakku!”


“… Sebelum ini, Charlotte sudah mengkhianatiku. Lagipula, pria terakhir bersamanya adalah pria itu! Bukan aku! Walaupun kita melakukan Tes DNA, itupun harus menunggu bayi itu lahir! Aku tidak sudi berada dekat dengan anak yang tidak jelas siapa ayahnya!” Ujar Xavier dengan nafas memburu. Wajahnya merah padam menahan emosi.


Dean ingin membalas Xavier, namun melihat Tuan Mudanya dipenuhi emosi, Dean memberi jeda pria itu untuk menenangkan diri. Ia yakin, Tuan Mudanya masih dalam kondisi emosi yang buruk. Kejadian di hotel waktu itu pasti mengganggu pikiran normalnya. Untuk sementara ini, ia harus berbicara pelan-pelan padanya.


“Bukankah ada baiknya kita tanyakan langsung pada Nona? Siapa sebenarnya ayah dari anak yang ada dalam kandungannya.” Saran Dean.


“Untuk apa menanyakan hal itu padanya. Kau ingin aku mati menerima kenyataan pahit itu? Istriku berselingkuh dan hamil anak pria lain? Begitu?!”


“Tuan bukan maksud-“


“Tidak ada yang berubah dari ucapanku. Aku tidak bisa menerima anak itu….” Xavier bangkit dari tempatnya lalu pergi keluar. Dean memperhatikan Xavier yang berjalan gontai.


Kenapa masalahnya menjadi rumit seperti ini? Apakah benar Nona Charlotte hamil anak Tuan Fredy? Jika benar, bencana besar akan datang untuk semua orang. Dean ketakutan membayangkannya.


.


.


Hebat ya ada yg bs nebak alurnya hehe....


Konflik masih berlanjut bestie....


oh ya udah Hari senin nih, yuks VOTE yang byk, biar othor tmbah semngat ^-^

__ADS_1


__ADS_2