Menikahi Tuan Penguasa

Menikahi Tuan Penguasa
BAB 42


__ADS_3

Acara makan malam dilakukan di Hotel Roses Bels yang berada di pusat kota. Charlotte melihat sekeliling Restoran yang letaknya dilantai 5. Sekilas dirinya terkejut karena tidak mendapati satupun pengunjung. Awalnya Charlotte bimbang untuk masuk. Karena mengira salah tempat. Namun, tiba-tiba dari dalam resto keluar seorang pelayan menyapa dirinya.


“Selamat malam Nona. Ada yang bisa saya bantu?” tanya pelayan resto itu sopan.


“Emb, apa benar ini Restoran untuk reservasi atas nama Ferdinant Xavier?” ujar Charlotte seraya memberikan selembar kartu. Pelayan itu melihatnya sekilas dan seketika tersenyum padanya.


“Benar Nona. Mari silahkan masuk. Tuan Xavier sudah menunggu Anda.”


Huft, tenyata memang benar ini tempatnya. Tapi kenapa tidak ada seorang pun yang makan disana? Membuat orang bingung kan? Pria menyebalkan itu kebanyakan tingkah memang, Gerutu Charlotte dalam hati mengikuti pelayan yang mengantarkannya.


Didalam sana dekat jendela kaca yang memperlihatkan suasana malam kota, Charlote melihat Xavier duduk dikursi sedang menatap keluar. Pria itu terlihat tampan dengan setelan jas dan rambutnya yang disisir keatas, menampilkan jidat paripurnanya yang sempurna. Pria itu belum menyadari kehadirian Charlotte disana.


Charlotte duduk didepan Xavier. Pandangan pria itu kini beralih pada Charlotte didepannya. Menatap wanita itu dari atas sampai bawah. Sampai berhenti di wajah Charlotte.


“Masih menutup topeng asli, huh?” ucap Xavier tersenyum meledek.


“Bukan urusanmu!” balas Charlotte acuh. Memalingkan wajahnya kesal.


“Aku tidak akan memujimu.”


“Siapa juga yang minta dipuji olehmu?” seru Charlotte mendengus kesal.


Xavier terkekeh pelan merasa terhibur. Sebenarnya dia sama sekali tak peduli akan wajah jelek Charlotte. Dia hanya suka saat menggodanya. Ketika melihat Charlotte marah, dia sangat menikmatinya.


Kemudian Xavier memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan untuk mereka. Xavier tidak berniat menawarkan makanan apa yang diinginkan Charlotte. Dia asal memesan makanan. Charlotte menaikkan salah satu alisnya, heran dengan sikap Xavier. Biasanya jika sepasang kekasih melakukan makan malam romantis, si pria pasti akan menawarkan berbagai makanan terenak atau menanyakan makanan favorit si wanita. Tapi ini? Dia malah seenak jidatnya pesan makanan yang sama sekali Charlotte tak tahu.


Charlotte meletakkan buku menu makanan dimeja dengan kesal. Sama sekali tak berniat membukanya sedikitpun. Melihat Xavier yang seenaknya seperti itu, sudah membuatnya hilang nafsu makan. Charlotte tidak yakin akan menikmati makanan disini.


Menunggu makanan datang, Xavier tak henti menatap Charlotte. Sorot matanya tampak berubah-ubah, kadang mata itu menajam seolah ingin memarahinya tapi terkadang menunduk kecewa. Beberapa detik kemudian kembali tersenyum menyebalkan. Seperti itu sampai Charlotte lelah untuk berusaha tak melihatnya.


“Matamu sakit hah? Kenapa dari tadi lihat aku terus?!” Seru Charlotte mulai kehilangan kesabaran.


“Aku lihat ikan dibelakangmu.” Jawab Xavier santai.


Charlotte berbalik dan melihat ikan arwana didalam aquarium. Ikan itu juga melihat dirinya sama seperti Xavier. Mulutnya yang monyong seolah sedang meledek dirinya yang terus marah-marah tak jelas.


Charlotte kesal dan berbalik badan. Kedua tangannya bersedekap menatap Xavier yang menyebalkan. Melihat ekpresi Charlotte, Xavier berusaha menahan gelinya sendiri. “Kenapa kau kesal? Ada apa dengan ikan itu?”


“Ikan itu jelek sepertimu. Menyebalkan!”


Xavier tertawa renyah. Namun sedetik kemudian kembali terdiam. Dia sejenak lupa jika mereka berada di tempat umum. Tak berselang lama, pelayan datang membawa berbagai makanan dan meletakkannya dimeja mereka.


Mata Charlotte terbuka lebar melihat semua makanan kesukaannya ada disana. Ada Tomyum seafood, udang bakar madu, dan juga steak tuna. Semua terlihat enak dan menggugah selera makannya. Hampir saja air liurnya menetes sebelum Charlotte sadar jika Xavier ada didepannya tengah menunggu reaksinya.

__ADS_1


“Well. You like it?”


“Tidak. Biasa aja tuh.” Sangkal Charlotte masih menjaga harga diri.


“Okay. Kau bisa berkata seperti itu tapi air liurmu tidak.”


“Xavi!!!”


“Nikmatilah. Selagi kau masih bersamaku, apapun yang kau mau akan kupenuhi.” Xavier mengambil air putih dan meminumnya. Charlotte terkesiap, ucapan Xavier seolah mencubit hatinya. Jika dipikir, saat Xavier tidak sedang marah, pria itu cukup baik menurutnya. Ya, hanya sedikit.


“Bagaimana kau tahu?”


“Apa?” Xavier mendongak, melihat Charlotte bingung.


“Makanan kesukaanku.”


“Itu sangat gampang. Dean yang mencarinya. Lalu memberitahuku. Resto ini juga dia yang mengusulkan.” Jawab Xavier  seenaknya. Padahal dirinya sendiri yang melakukan itu.


“Benarkah? Kenapa tidak kau saja?” tanya Charlotte. Jujur saja, Charlotte pikir Xavier sendiri yang mencoba mencaritahu kesukaannya. Dia sedikit kecewa.


“Untuk apa? Tidak ada gunanya.” Ujar Xavier seraya melihat reaksi Charlotte. Wanita itu menunduk dan memainkan makanannya. Terlihat menghembuskan nafas. “Kau akan besar kepala nanti. Iya kan?”


“Tidak begitu juga. Aku akan senang jika memang kau yang melakukannya, tapi ternyata tidak. Aku lupa satu hal, Kalau kita ini musuh.” Ujar Charlotte.


“Ya. Memang seperti itu kan. Kau tidak akan senang melihatku bahagia. Kau ingin aku menderita karena pernikahan ini dan takut padamu.”


Xavier sejenak terdiam. Memandang Charlotte penuh arti. “Apa kau masih membenciku?”


“Perlukah aku menjawabnya. Kau tahu hal itu.” jawab Charlotte ketus dan malah semakin muak dengan Xavier.


Xavier memandang keluar jendela berkaca. Dadanya serasa panas. Entah kenapa, saat Charlotte mengatakan rasa benci terhadapnya, dadanya terasa sesak. Perasaan yang benar-benar aneh. Tidak sekalipun dirinya mudah terpancing emosi seperti ini. Bahkan terhadap musuh-musuhnya sekalipun yang haus akan kekuasaan miliknya. Xavier tidak mengerti. Bagaimana membuat Charlotte patuh padanya. Dan mengikuti kemauannya. Jika dirinya ingin berdamai demi kakek.


Setelah perdebatan itu, acara makan malam berjalan dalam keheningan. Xavier  dan Charlotte sama-sama terdiam. Melihat Xavier yang diam, muncul perasaan bersalah dalam diri Charlotte. Dirinya merasa telah berlebihan dalam berbicara.  Charlotte meletakkan sendoknya dan menatap Xavier.


“Maaf.”


Xavier mendongak, “Aku sudah bicara sembarangan padamu. Kuharap kau mengerti bagaimana posisiku sekarang. Aku selalu terbawa emosi saat kau meledekku. Apalagi menyangkut pernikahan.” Ucap Charlotte bersungguh-sungguh. Benar-benar merasa bersalah.


“Tak masalah. Aku sudah biasa menerima kebencian orang lain.” Jawab Xavier. Xavier mengambil air dan meminumnya lagi. Pria itu tidak menyelesaikan makan malamnya yang masih tersisa.


“Aku membuatmu kesal ya?” tanya Charlotte.


“Tidak. Kenapa?”

__ADS_1


“Makananmu tidak kau habiskan?”


Xavier hanya melirik makanannya. “Aku kenyang.”


Xavier kembali memandang keluar. Tangannya bersedekap menatap gemerlap lampu kota itu.


“Nih.” Tiba-tiba saja, Charlotte menyuapkan makanan didepan mulut Xavier. Xavier tentu saja terkejut melihat sikap Charlotte. Dia hanya diam menatap bingung pada Charlotte.


“Rasanya enak deh. Cobalah.” Masih mengulurkan tangannya yang memegang sendok berisi udang.


“Tidak. Kau saja yang makan.” Tolak Xavier.


“Ayolah, cobalah sedikit saja.” Desak Charlotte kini sudah berdiri disamping Xavier.Terus memaksa Xavier agar mau menerima makanan pemberiannya.


“Tidak usah. Aku tidak lapar.” Xavier memalingkan wajahnya.


“Astaga, masih saja keras kepala ya. Pokoknya harus makan. Kemarilah..”


Charlotte terus memaksa agar mulut Xavier terbuka. Xavier tetap menolak dan menghindar. Hingga akhirnya, tubuh Charlotte tak kuasa menahan beban tubuhnya, terhuyung kedepan dan hampir menimpa Xavier. Untung saja, pria itu sigap menangkap Charlotte hingga tubuh wanita itu terduduk dipangkuan pria itu. Tangan kiri Xavier melingkar sempurna di pinggang ramping Charlotte. Wajah mereka sangat berdekatan.


HAP!


“Enak kan?”


Kesempatan itu digunakan Charlotte dengan cepat untuk menyuapkan makanannya ke mulut Xavier. Charlotte terkikik senang melihat reaksi Xavier yang lucu saat makanan itu memenuhi mulutnya.


.


.


.


makanya Xavi, jgn suka ancem2... Charlotte dah sebel tuh...wkwk


Jgn lupa VOTE ya.. VOTE Sampai 57 Auto update...


Yg pingin tahu info update lihat story IG nana ya @nanayu95


See you ^^


 


 

__ADS_1


__ADS_2