
“Akhirnya kau bangun.”
Mata Charlotte mengerjap-ngerjap memperjelas penglihatannya. Memastikan jika apa yang dilihatnya bukan sebuah halusinasi. Ia mencoba mendudukkan tubuhnya yang masih terasa sakit. Ia kembali menatap pria didepannya.
Air mata Charlotte mengalir dari sudut matanya. Sosok yang selalu ia rindukan kini benar-benar ada didepannya. Xavier, suaminya, pria yang dinantinya kini kembali padanya. Menatap dirinya dengan tajam dengan wajah lelah. Ia bisa melihat kekhawatiran di sorot mata pria itu. Charlotte tak henti mengalihkan pandangan tatkala dunianya terpusat pada sosok didepannya.
“Tuan, biarkan saya memeriksa kondisi Nona.” Charlotte baru menyadari ada orang lain dikamarnya. Ia mengalihkan pandangannya pada seorang wanita berumur 30-an memakai pakaian serba putih mendekat padanya. Wanita itu menyentuh lengannya dan memeriksa beberapa anggota tubuhnya yang lain. Masih dalam keadaan terkejut, Charlotte diam membiarkan wanita itu melakukan sesukanya.
“Bagaimana?”
“Nona dalam kondisi baik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.”
“Sudah kau cek semua?”
“Sudah Tuan?”
“Kau yakin?”
“Yakin Tuan.”
“Baiklah, kau bisa pergi.”
__ADS_1
Wanita itu beranjak dari tempatnya. Lalu memasukkan alat-alat yang Charlotte yakini adalah peralatan medis. Jadi wanita itu adalah Dokter? Memangnya ia sakit apa? Kenapa harus mendatangkan Dokter segala?
Terakhir ia ingat, ia sedang berdebat dengan Shinta. Lalu wanita itu pergi dengan kata-kata menyakitkan hatinya. Ia tak kuasa menahan tubuhnya yang terasa berat. Hingga ia tidak lagi mengingat apapun setelah itu. Apakah ia pingsan? Ya, mungkin saja.
“Kalau begitu saya pamit pergi. Permisi Tuan, Nona.” Dokter itu berjalan keluar kamar meninggalkan mereka.
Charlotte terdiam menatap tubuhnya. Ia sudah berganti pakaian. Baju tidur motif bunga melekat ditubuhnya. Charlotte masih bingung dengan apa yang terjadi dengannya.
“Minum ini.”
Xavier menyodorkan susu hangat pada Charlotte. Asap diminuman itu masih mengepul. Namun bau khas susu itu menyerang kuat indera penciuman Charlotte. Tiba-tiba isi dalam perutnya bergejolak. Rasa ingin memuntahkan sesuatu menguasainya. Charlotte langsung menutup mulutnya dan bergegas turun dari tempat tidur. Matanya langsung tertuju pada pintu kamar mandi. Tanpa pikir panjang ia berlari kesana.
“Huek! Huekkkk!!”
Usapan hangat di tengkuk leher dan punggungnya meringankan rasa mual diperutnya. Charlotte mengatur nafasnya yang tak beraturan. Peluh keringat membasahi keningnya. Tubuhnya kembali lemas seolah tenaganya terkuras habis bersamaan dengan keluarnya cairan kental itu.
Ada apa dengan tubuhnya? Baru kali ini ia muntah-muntah parah seperti ini. Seingatnya ia tidak punya penyakit asam lambung. Namun apa yang ia alami ini seolah dirinya memiliki asam lambung tinggi. Mungkinkah karena pola makannya yang tidak teratur akhir-akhir ini?
“Sudah semua?”
Charlotte terkejut saat menyadari ada seseorang yang sejak tadi membantunya. Ia menoleh kebelakang, Suaminya ikut berjongkok seraya mengusap punggungnya.
__ADS_1
Sejenak Charlotte terdiam, ia masih belum bisa menyakini jika pria itu telah kembali. Ada rasa senang sekaligus kekhawatiran jika sosok didepannya tak nyata.
“Kenapa diam? Sudah mendingan?”
Suara serak yang penuh kecemasan. Charlotte tak mengira bisa mendengar suara itu lagi. Ia tidak tahu harus bereaksi apa, ia hanya bisa menganggukkan kepalanya.
“Ayo kita keluar.”
Seperkian detik kemudian, Charlotte merasa tubuhnya melayang. Xavier menggendongnya ala bridal style menuju tempat tidurnya. Pandangan Charlotte tak henti melihat wajah tampan suaminya yang tertutup kekhawatiran. Dalam hati, ia yakin, kejadian ini benar-benar nyata.
“Istirahatlah.” Xavier beranjak pergi setelah selesai menyelimuti Charlotte.
“Xavi…” Charlotte dengan cepat menarik tangan pria itu. Hingga membuatnya kembali terduduk disampingnya. Tanpa aba-aba, Charlotte langsung memeluk Xavier. Kedua tangannya memeluk erat perut pria itu. Kepalanya ia tenggelamkan didada bidang Xavier. Charlotte memejamkan mata, hingga sudut matanya berair.
“Aku tidak bermimpikan? Kau benar-benar kembali Xavi. Aku… Aku sangat merindukanmu…”
.
.
.
__ADS_1
Maaf ya sedikit up nya... kalau besok mau up 2 eps, VOTEnya hrs tmbus 140 ya...
See you ^-^