Menikahi Tuan Penguasa

Menikahi Tuan Penguasa
BAB 90


__ADS_3

Mona dan Lexy langsung berdiri ketika didepannya melangkah seorang pria yang kini menyandang status sebagai suami sahabat mereka. Mereka memberanikan datang, karena banyak hal yang ingin dibicarakan dengan Charlotte. Saking banyaknya, mereka lupa kalau Xavier orang yang menyeramkan dan kini mereka berada dikandang Harimau gila itu!


Bagaimana tidak gila! Saat mereka masuk gerbang utama Mansion, para penjaga mendatangi mereka berdua dan meminta ini itu. Disuruh menunjukkan tanda pengenal lah, ditanyai berbagai hal, lalu barang bawaan mereka harus dicek dan dibongkar ditempat! Mau mengumpat, tapi ini itu tempat tinggal sahabatnya. Mau mukul mereka, tapi langsung sadar akan kalah melihat para penjaga yang badannya segede dugong. Ya sudah, pada akhirnya mereka berdua menuruti apapun yang para penjaga itu mau. Asal mereka bisa bertemu Charlotte sahabat mereka.


“Apa kalian sahabat istriku?” Xavier kembali mengulangi pertanyaannya saat mereka diam. Lebih tepatnya melamun. Xavier sampai mengerutkan dahi.


“I-iya!!” jawab keduanya bersamaan diiringi senyum kikuk yang konyol.


“Duduklah.” Perintah Xavier. Pria itu juga mengambil tempat diduduk didepan mereka. Menyilangkan kaki dengan berdekap tangan. Punggung lebarnya ia sandarkan di sofa. Menatap manusia-manusia sejenis istrinya. Cara bicara mereka yang ketakutan, mirip sekali saat istrinya sedang berbuat hal bodoh. Bukankah jika bersahabat, pikiran mereka tertranfer satu sama lain. Mereka pasti sama konyolnya dengan istrinya. Ah, tapi menurutnya Charlotte jauh lebih istimewa dari siapapun. Wanitanya juga lebih cantik dan tentunya selalu membuatnya bergairah.


“Mau apa kalian kemari?”


Mona dan Lexy sama-sama tertunduk lemas mendengar pertanyaan itu yang entah sudah belasan kali terdengar ditelinga. Dari gerbang depan sampai masuk kedalam Mansion, mereka tak hentinya dicecar pertanyaan sama. Dan itu membuat mereka mual.


“Kami ingin mengunjungi Charlotte karena merindukannya.”  Jawab Mona.


“Kalian tidak punya pacar apa, bisa-bisanya rindu dengan istri orang!” Jengkel dan cemburu, suara ketus Xavier sangat merendahkan mereka. Pria itu seolah tak senang mendengar alasan mereka, kedua sahabat istrinya hanya melongo mendengar perkataannya yang seperti golok itu. Tajam dan tidak berperikemanusiaan. Bagaimana bisa Xavier tahu jika mereka jones?? Jomblo ngenes! Omegod!!


“Eh? Maafkan kami.” Ekor mata Mona melirik cepat pada Lexy. Sahabatnya itu tengah menatap Xavier dengan jengkel. Buru-buru ia paksa kepala sahabatnya menunduk. Ia tidak akan berkutik, kalau sampai Lexy ikut nyerocos. Bisa-bisa mereka pulang hanya tinggal nama. Dengarkan, Tahan, sabar sampai mereka bertemu Charlotte, penyelamat mereka.


“Istriku akan turun. Kuharap kalian tidak berlama-lama bicara dengannya! Jangan buat dia kelelahan!” perintah Xavier mirip sultan. Sarat akan ancaman. Mulut pedas Xavier begitu menusuk.


“Ba-baik.” Jawab Mona ketar ketir.

__ADS_1


Duh, kenapa bisa Charlotte menikah dengan pria gila, angkuh dan kasar seperti Xavier sih? Amit-amit tujuh turunan kalau mereka nikah dengan pria yang mirip dengannya. Mona dan Lexy sama-sama berdoa dalam hati. Dan beramai-ramai mengumpati pria didepannya. Tentunya dalam hati juga! Ckck.


“Lho, kalian??”


Charlotte sudah turun kebawah berjalan kearah mereka. Mata dan senyumannya melebar kala melihat kedua sahabatnya datang. Mona dan Lexy langsung berdiri dengan bersemangat dan berniat menghambur untuk memeluk Charlotte, namun seketika terhenti saat Xavier berdeham menyadarkan ekspetasi berlebihan mereka. Lupa jika mereka masih di kandang Harimau bersama harimau gilanya! Huh!


Charlotte lah yang meringsek maju dan memeluk mereka dengan wajah bahagia. “Kok dateng gak kasih kabar gue sih?” logat gaulnya mulai keluar saat bersama kedua sahabatnya. Cipika sana sini, tertawa renyah dan berakhir dengan pelukan lagi. Charlotte seolah tak memperdulikan keberadaan suaminya disana.


‘Apa-apaan itu? Denganku saja tidak sampai sosor sana sosor sini?!’ gerutu Xavier, tentunya dalam hati. Merasa terasingkan oleh istrinya.


“Maaf Char, kami belum sempat kasih tahu. Kami buru-buru soalnya, takut ketinggalan pesawat.” Balas Mona dan dianggukin oleh Lexy.


“Kalau saja kasih tahu pun, belum tentu si Sultan bolehin.” Timpal Lexy dengan mata sinis. Terarah pada Xavier. Mengingat perlakuan menyebalkan para penjaga dan pelayan pria itu. Lexy masih kesal.


“Hehe, tentu saja dibolehin. Kalian tamu pentingku! Eh kenapa bicaranya jadi begini sih.” Ujar  Charlotte seraya tertawa kecil. Jadi ikut-ikutan berbicara seperti mereka.


“Dia gak papa kok. Iya kan Xavi?” ucap Chalotte menoleh pada suaminya. Xavier langsung tersenyum kecil, tanda menyetujui. Namun matanya kembali melirik kedua sahabat istrinya dengan wajah tak suka. Sungguh berani mereka mengadu pada Charlotte, batinnya jengkel.


“Iya gak papa bilangnya, karena ada kau disini.” Sindir Lexy membalas perlakuan Xavier tadi. Hah! Mana bisa wanita itu kalah peperangan adu mulut dengan pria seperti Xavier. Mumpung ada Charlotte disana, sekalian saja menumpahkan kekesalan mereka.


“Eh, begitu ya… Ya sudah, ayo duduklah. Mau minum apa?” tanya Charlotte.


“Air putih ajah deh gue. Ups!” Mona keceplosan bicara santai. Hingga reflek menutup mulutnya.

__ADS_1


“Oke deh. Kalo lu Lexy?” tanya Charlotte.


“Ada gak minuman dingin, seger? Kalo ada bawain es batunya sekalian. Buat kepala gue yang udah mendidih nih!” seru Lexy penuh sindiran keras. Mendengus dengan mata memincing kearah Xavier. Xavier hanya melengos, malas mendengar aduan yang ditujukan untuknya.


“Hehe, ada kok Lex. Bentar ya.” Ujar Charlotte. Charlotte langsung memanggil pelayan dan menyuruh mereka membuatkan minuman seperti kedua temannya minta. Tak lupa ia juga memesan kopi khusus untuk suaminya.


Tak berselang lama, minuman mereka datang. Mereka menikmatinya. Xavier menyeruput kopinya sedikit, lalu meletakkannya di meja. “Sayang kemari..” jari telunjuk Xavier bergerak menyuruh wanitanya datang mendekat.


Charlotte langsung berdiri dan berjalan mendekati suaminya. Charlotte duduk disamping suaminya. “Ada apa?”


“Aku harus pergi. Nikmati acaramu disini.” Ujar Xavier seraya mengelus pipi Charlotte lalu menciumnya.


“Lho, gak makan dulu?” tanya Charlotte.


“Tidak. Aku sudah terlambat.” Xavier bangkit dari sofa diikuti Charlotte. “Kalian!”


Mona dan Lexy langsung terjingkat kala Xavier memanggil mereka dengan nada keras dan itu sangat mengejutkan mereka. Sontak keduanya melihat kearah Xavier dengan kepala setengah menunduk. Si Harimau mulai membalas sepertinya.


“Jangan buat istriku kelelahan, bicara seperlunya saja! Dan ingat, jangan mengajaknya keluar dari sini! Mengerti!?” Xavier menaikkan suaranya satu oktaf, namun pria itu tidak serius mengatakannya. Itu semua hanya gertakan kecil agar kedua wanita itu tidak berbuat hal yang menyusahkan. Bagaimanapun, Xavier tahu jika mereka dulu pernah membantu istrinya kabur. Itu juga menjadi alasan Xavier mewaspadai hal yang tidak diinginkan.


Ancaman Xavier sukses membuat kedua wanita itu mengangguk cepat, seperti anak kecil yang habis dimarahin oleh ibunya. Patuh.


“Xavi, jangan menakuti mereka seperti itu.” Tutur Charlotte dengan mengerucutkan bibirnya. Wanita itu kasihan melihat kedua sahabatnya ketakutan.

__ADS_1


“Jangan kasihani mereka. Kau lupa, apa yang kalian rencanakan beberapa bulan lalu? Hm?” nada Xavier rendah namun sarat akan peringatan. Pria itu tersenyum penuh arti membuat Charlotte menunduk karena malu kembali diingatkan akan kegagalannya kabur sebelum mereka menikah dulu. Dan tentu saja, hal itu tidak akan ia lakukan lagi. Mengingat Xavier sudah mencintainya begitupun dengannya. Xavier merentangkan tangannya lalu memeluk istrinya dengan erat. “Aku tidak ingin kejadian itu terulang. Tetaplah disisiku sayang.” Bisik Xavier tepat ditelinga Charlotte hingga wanita itu bisa merasakan hembusan hangat nafas suaminya.


Charlotte membalas pelukan Xavier. “Iya, aku janji.”


__ADS_2