Menikahi Tuan Penguasa

Menikahi Tuan Penguasa
BAB 72 (Part 1)


__ADS_3

“Yes, who are you?”


Seorang pria bule muncul dikamar pertama yang ia datangi. Xavier memiringkan kepalanya untuk melihat isi kamar itu. Ada beberapa anak kecil berlarian disana. Xavier yakin Charlotte tidak mungkin ada disana. Tanpa permisi, Xavier langsung pergi begitu saja.


“Hei! What happen to you?! The stup*d man!” pria bule itu berteriak marah pada Xavier karena dianggap tidak sopan.


Xavier tidak peduli, yang ada dipikirannya sekarang adalah menemukan istrinya. Ia tidak tenang sebelum memastikannya sendiri.


Kamar kedua diisi seorang wanita single, saat melihat Xavier didepan pintunya, wanita itu berubah sikap sedikit genit. Bahkan menawarkan Xavier bantuan. Xavier tidak menanggapi hal itu dan malah pergi meninggalkannya.


Langkah Xavier berhenti ketika ia sudah berada di kamar ketiga, Xavier langsung menekan bel pintu. Ia berharap Charlotte tidak berada satu kamar dengan pria brengs*k itu! Ia masih berpikir positif jika istrinya berada dikamar yang berbeda. Jika benar seperti itu, Xavier tidak akan mempermasalahkannya.


Ceklek!


Pintu terbuka… seseorang muncul dari balik pintu. Seorang pria dengan bertelanjang dada muncul dari sana. Wajah yang familiar yang ia kenal, Fredy. Pria itu tampak terkejut akan kedatangannya!


^

__ADS_1


Tubuh Fredy seolah membeku. Tatapannya tertuju langsung pada mata hitam gelap nan dingin. Menatap balik padanya dengan ekpresi tak terbaca. Sorot mata itu menghunus tajam seolah mampu menembus kepala Fredy. Xavier berdiri tegap tepat didepan matanya!


Sejenak hanya keheningan diantara mereka. Saling menatap penuh maksud. Fredy terlihat terkejut namun tak menapik rasa takutnya ketika melihat aura Xavier yang serasa ingin membunuh. Entah itu firasatnya saja atau yang lainnya. Yang pasti Fredy merasa, hal buruk akan terjadi.


“Fred, siapa?” Charlotte mendekati Fredy yang masih berdiri didepan pintu, menutup pandangan wanita itu dari orang yang berada didepannya.


“Siapa si- “


Suara Charlotte terhenti tatkala melihat sosok suaminya berdiri diambang pintu. Ia terkejut akan kedatangan Xavier disana. Namun hal itu tak berselang lama, Charlotte justru melebarkan senyumnya dan menghampiri suaminya.


Charlotte belum menangkap reaksi Xavier yang pasif.  Ia merasa kedatangan suaminya adalah hal yang membahagiakan. Ia tanpa sadar juga merindukan pria itu. Rasa bahagianya mengalahkan instingnya sebagai wanita.


Baru beberapa menit berselang, ia baru merasakan keanehan itu. Xavier tidak memberikan sambutan yang sama kepadanya. Ia merenggangkan lingkaran tangannya dipinggang pria itu. Dan mendongak keatas untuk bisa melihat wajahnya.


Xavier bergeming ditempatnya. Sama sekali tak bergerak ataupun merespon. Pandangannya lurus kedepan, tak terputus. Charlotte merasa bingung, ia melepaskan pelukannya dan menatap Xavier. “Xavi, kenapa diam? Apa yang terjadi?” Charlotte seperti orang yang tidak tahu apa-apa. Membuat Xavier menurunkan padangan dinginnya pada mata cokelat hasel itu.


“Bukankah seharusnya aku yang bertanya?” nada bicaranya tidak tinggi ataupun pelan, tapi lebih terkesan menuntut sebuah jawaban.

__ADS_1


“Xavi….”


“Kau jangan salah paham. Kami tidak melakukan apa yang kau pikirkan.” Fredy menyela, ia tahu apa isi otak pria didepannya itu. Xavier pasti mengira mereka ada hubungan setelah apa yang dia lihat.


Xavier mengalihkan pandangan mengerikannya pada Fredy. Rahangnya mulai mengeras dengan urat ototnya yang menegang.


“Siapa yang menyuruhmu bicara, bajing*n?!” suaranya pelan, namun mematikan lawan.


.


.


.


 Udh hari senin ya.... yuk VOTE yuks....^-^


Happy Reading.....

__ADS_1


__ADS_2