
"Kamu ngapain ", ucapku dengan suara yang cukup nyaring. "Shttt..., diam nan.. -, "
"Siapa disana", ucap seseorang. "Gawat, lari... Dara, Lari.... "Ucap Dira tergesa-gesa sambil menariku. Akupun segera berlari, menyusul Dira.
"Hei.. Berenti kalian... ", tegas salah satu orang itu. "Cepet, Dira jangan berenti", ucap ku tergesa-gesa.
Kami terus berlari sampai di sebuah jalan yang hanya ada tangga saja, tanpa berpikir lagi dengan segera kami pun segera naik ketangga. Hingga kami sampai di atap sekolah.
"Gawat.... Gimana ni udah eng... -, "
"Hahaha, mau lari kemana kalian bocah..
Kalian enggak bisa kemana mana lagi", ucap seseorang. Kulihat dua orang tersenyum menyeringai, dibalik topeng mereka sambil menatap kami bergantian. "*Diantara kalian siapa yang merekam tadi , cepat bawa kesini", ucap salah satu dari mereka sambil mendekat. "Rekaman apa ", ucapku karena memang aku tidak tahu menahu, sementata Dira ia sedikit ketakutan.
"Pasti kau", ucapnya sambil menangkap Dira dengan mencekiknya Dira lalu dengan tega ia dorong aku dan Dira kelantai bawah begitu saja. " akhhh...Brukk", hanya itu suara terakhir yang ku dengar*.
*flasback off*
kubuka mata ku, saat kulihat sekeliling aku berada disebuah ruangan yang jika kulihat ini seperti ruangan rumah sakit, "kenapa aku disini ya... Dan mimpi itu, terus Dira diman.. -
Belum sempat pertanyaan pertanyaan itu selesai, tiba tiba dari balik pintu kulihat seorang wanita dan pria parubaya masuk sambil membawa sebuah kue dan beberapa barang lainya ditas.
Mereka terkesiap begitupun dengan ku, seorang wanita parubaya tadi langsung berlari sambil memelukku dan pria tadi keluar sepertinya sedang memanggil dokter. Tak lama berselang,
Saat dokter datang papa dan mama Dara disuruh untuk menunggu sebentar diluar, sambil dokter itu memeriksa. Setelah kurang lebih 20menit dokter itu keluar dan mengatakan bahwa akhirnya aku sudah terbangun dari koma ku dan hanya perlu beristirahat beberapa hari. Lalu dokter itupun pergi Setelah dokter pergi mereka pun segera masuk keruangan ku.
__ADS_1
Dengan cepat mereka memeluk aku yang bahkan tidak mengenali mereka,
"Akhirnya setelah 1tahun kamu bangun juga nak, apa kamu gak tau papa sama mama sedih baget ditinggal Dira dan liat kamu kayak gitu", ucap seorang wanita parubaya itu sambil tersedu.
ku lihat sekeliling dan bertanya dengan heran
"memangnya aku kenapa, dan kalian siapa.", tanyaku yang tidak tau tapi seperti yang ia bilang mama dan papa berati mereka adalah orang tuaku.
"Kamu kecelakaan 1tahun yang lalu disekolah nak karena itu kamu koma", ucap papanya menjelaskan. "dan kami ini papa dan mamamu nak masa kamu lupa",ucap papaku disertai anggukan dari mamaku.
"Ak... Aku... Tidak ingat tapi akan kuusahakan", jawab ku sambil tersenyum. "Lalu dimana Dira, kenapa dia tidak kesini", ucapku bertanya.
"Kamu ingat Dira, bagaimana bisa? ", ucap ibuku tersentak.
"Iya, akupun tidak tau tapi hanya ia yang aku ingat. "Jadi, dimana dia", ucapku lagi.
"papa bercanda kan, gak lucu banget tau gak pa", ucap Dara dengan nada tidak percaya, tapi melihat rauh wajah papa dan mamanya iya pun mulai menangis sambil tersedu sedu. " eng... Enggak mungkin, Kenapa dia bisa meninggal pa, ma. Dia kan udah janji buat tetep sama aku sampai tua", ucap Dara yang tak terima sambil mengamuk dan membanting barang. "Tapi inilah kenyataan nak, kita enggak bisa ngelawan takdir", ucap mama sambil memeluk ku dan menangis.
Lalu papa dengan segera memanggil dokter, yang datang dengan obat bius dan menyuntikannya pada ku, lalu setelah itu yang aku lihat semuanya buram dan menjadi gelap.
*Dara pov and*
***********
karena merasa heran papa dan mama Dara pun, pergi keruang dokter Daniel, dokter yang merawat Dara, dilijat dokter Daniel sudah menunggu sambil mempersilahkan mereka duduk.
__ADS_1
"Silahkan duduk, pak, buk", ucap dokter daniel ramah, pak bagas dan ibu sinta(orang tua dari Dara&Dira), pun duduk"terimakasih dok, balas mereka ramah.
"Dokter saya inggin bertanya, kenapa Dara mengingat Dira tapi tidak dengan kami bukankah dokter bilang bahwa Dara itu amnesia? ."buk sinta bertanya.
"Buk, memang betul Dara sedang amnesia, yang menyebabkan ia tidak dapat mengingat siapa-siapa, tapi kemungkinan besar ia dapat mengingan Dira, mungkin karena mereka dekat terlebih lagi mereka kembar sehingga ada kontak batin, sehingga kemungkinan besar ia dapat menginagatnya", ucap dokter daniel menjelaskan.
"Jadi, apa yang harus kami lakukan dokter", tanya pak bagas. "Kalian bisa membantu Dara mengingat dengan mengenalkannya dengan lingkungan sekitarnya dan orang - orang terdekatnya, tapi jangan teralu dipaksakan karena jika dipaksakan bisa jadi ia malah tidak dapat mengingat semua nya dulu yang pernah ia ingat", ucap dokter daniel.
"Baiklah dok, akan kami coba dan usahakan, terimakasih karena sudah mau merawat anak kami, kami ingin pulang dulu ya dokter", ucap pak bagas sopan. "Sama-sama pak, buk, hati-hati dijalan ya", ucap dokter daniel.
Lalu, pak bagas dan buk sinta pun berjalan ke arah parkiran, dimana mereka memarkirkan mobil mereka dan pulang kerumah mereka.
**********
*dikamar Dara*
Dimalam hari, aku terbagun dari tidurku kulihatnya sekeliling ruangan yang nampak sepi, lalu aku pun teringan kejadian tadi pagi saat aku terbangun, aku mendengar kenyataan bahwa saudara yang sangat aku sayangi meninggal, aku pun mulai menangis dengan mengingat kenangan ku dengan adikku. Entah kenapa tapi dialah yang hanya bisa aku ingat saat ini, Meskipun kami sering berkelahi hanya karena hal sepele tapi tak bisa dipungkiri, tetap ada rasa sayang saat ada yang pergi.
"Kenapa kamu pergi Dira, sedang apa kamu disana, kamu pasti baik baikan, apa aku kecelakaan dan kenapa, kenapa juga kamu yang meninggal, ", sambil berpikir tiba tiba kepalaku terasa berat dan sakit , lalu dengan segera ku pejamkan mataku,tapi tiba -tiba aku seolah mendengan suara seseorang lebih tepatnya 2orang yang sedang berbicara. Dekat sekali bahkan seperti sedang bicara diruangan ini.
"*Kak, itu kembaran kakak yang katanya indigo tapi koma ya", tanya seorang anak yg sepertinya masih berusia dibawah 10tahun, "iya", jawab sekilas seorang wanita yang suara mya tak asing bagiku.
Karena penasaran, dengam suara yang tak asing bagi ku aku segera membuka mata dan mengubah posisi badan ku jadi duduk, kulihat sekeliling tidak ada apa-apa sambil berkata,
"Tadi kayak ada yang ngomong ya, terus kayak gk asing suara yg sa.-, belum selesai kalimatku tiba-tiba ada yang berbicara.
__ADS_1
"Elu udah bangun pai", ucap seseorang yang berada dibelakang ku, karena penasaran aku pun menoleh "si... -, akhhhh", dan karena terkejut akupun langsung pingsan.
(Bersambung)