Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Camping(part2)


__ADS_3

Saat kami masih diperjalan didalam bus, aku hanya diam saja sambil mendengarkan beberapa orang yang bernyanyi, dan juga celotehan teman temanku yang ada dibelakang sambil kadang beberapa kali aku juga menoleh pada mereka seraya tertawa.


"Eh ra... Itu mana sih Dira kok enggak keliatan dari tadi". Tanya Akbar yang ada dibelakangku mencari keberadaan Dira.


"Iya ra, kok dia enggak ada? ". Tanya Hana juga padaku.


Aku pun hanya tersenyum manyun melihat mereka seraya menggelengkan kepalaku kemudian menjawab.


"Dia... Enggak mau ikut, katanya ". Singkatku dan kembali menolehkan kepala ku kedepan, tapi aku tersentak karena mendengar suara Hana dan Akbar yang berteriak.


Akhhh~


Suara teriakan mereka yang terdengar didalam bus. Sontak saja semua orang langsung melihat kearah mereka termasuk Aku pun sontal berbalik dan langsung ingin bertanya pada mereka.


"Kenapa bar"/"Berisik akbar, Hana". Ucap Alex dan Adit yang baru terbangun dari tidurnya secara bersamaan tapi berbeda ucapan.


"Ish... Kenapa sih kalian teriak teriak... Kalian juga berdua". Ucapku sedikit was was karena terkejut.


"Maaf ya semuanya... Ini mereka mungkin tadi lagi tidur terus mereka pada ngigau". Ucapku lagi pada yang lainnya, dan mereka semua pun kembali pada kegiatan mereka masing masing.


"Kenapa... Kenapa kalian pada teriak, ada apa? ". Tanya ku menungguk penjelasan mereka.


"Elo bilang sih sajiku kagak ikutkan". Ucap Akbar sambil mengelus elus dadanya.


"Iya memang enggak , terus". Ucapku bertanya.


"I.. Itu ra..bukanya Dira ya... ". Ucap Hana gelagapan. Aku pun langsung menoleh kearah yang ditunjuk olehnya dan aku sendiri pun langsung terkejut saat melihat Dira disana sedang menempelkan wajahnya lekat lekat kekaca jendela, dan sambil tersenyum dan melambai padaku.


"Kenapa Dara... Ada apa dijendela? ". Tanya Alex padaku.


"Itu lex... Disana ada Dira, biasalah dia iseng lagi". Ucapku seraya menggaruk garuk kepalaku yang tidak gatal.


"Oh.. Kirain apa... Ternyata sih hantu itu ya... Yaudah kalian jangan ribut gue mau tidur". Ucap Adit kembali tidur.


"Yaudah deh gue juga mau tidur lagi... Kirain apa". Ucap Alex yang juga memejamkan matanya. Aku pun langsung menoleh kearah Dira dengan raut sedikit kesal.


"Eh... S*tan enggak ada kerjaan ya... masuk gak lo". Ucapku sedikit berbisik sambil menggerakan tanganku memberi kode padanya untuk masuk. Dan ia malah menganggkat jempolnya dan tiba tiba dia sudah hilang dari jendela dan duduk disampingku.


"Iya ada apa ra? ". Tanyanya belagak tidak tau, dan baru saja aku ingin menjawab ucapanku sudah dipotong oleh Akbar.


"Ish... S*tan enggak ada akhlak ya lo memang... Kenapa lo nongol dikaca hah... Untung gue sama Hana enggak jantungan iya gak na". Ucap Akbar kesal, dan mendapatkan anggukan dari Hana, sementara Dira hanya tertawa tawa.


"Dira katanya lo enggak mau ikut... Ini kenapa lo malah tau tau nempel di kaca". Ucapku juga kesal karena ulahnya, dan dia pun diam sejenak sambil melihat kami dan kembali berbicara.


"Hehehe... Awalnya sih iya ra... Tapi dirumah sepi, makannya gue nyusul deh... Ya gue iseng aja, karena denger mereka berdua nanyakin gue... Sekali kali gue nyoba lengket disitu". Ucapnya apa adanya sambil menunjuk jendela tempat ia menempel tadi.


"Lu bener bener ya... Gue itu nanyak karena padahal gue udah seneng banget lo enggak ikut eh.. Tau taunya... Apes banget deh". Ucap Akbar sambil mengacak ngacak rambutnya.


"Karena itu gue dateng... Udahlah gue tau kalian enggak bakalan bisa happy kalok enggak ada gue, jadi udah bar enggak usah sok enggak suka gue disini deh". Ucap Dira santai.


"Terus sekolah malem lo gimana... Katanya lo mau sekolah". Tanyaku lagi padanya.


"Oh itu mah gampang...gue bisa urus lo enggak perlu pusing... Tenang aja ". Ucap Dira yang memejamkan matanya seperti hendak tidur.


"Ish...dimasa lalu lo, lo salah apaan sih ra... Kok dapet hantu yang pemalas kayak dia". Ucap Akbar ketus bertanya padaku.

__ADS_1


"Enggak tau bar". Singkatku dan kulihat Dira sudah membuka matanya.


"Cepat atau lambat kalian juga bakalan tau". Ucapnya santai yang masih fokus melihat kedepan dan kembali menutup matanya untuk tidur.


"Maksudnya". Tanyaku padanya. Dan kugoyang goyang kan badannya ternyata ia sudah tidur, atau pura pura tidur, aku juga tidak tau tapi percuma saja jika aku mencoba membangunkannya.


"Dia udah tidur ra? ". Tanya Hana sambil menilik Dira sekilas. Dan aku hanya mengangkat kedua pundakku yang menyatakan entahlah.


"Ish... Dia malah tidur lagi ". Ucap Akbar masih kesal.


Dan kami semua pun akhirnya diam ditempat masing masing, sambil menunggu bus kami sampai ketempat tujuan.


...******...


Sesampainnya kami dipinggir hutan, bus kami pun mulai pergi dan akan menjemput kami 2hari lagi disini, kami pun berjalan masuk kedalam hutan dengan dipandu oleh petugas yang memang khusus menjaga hutan tempat dimana kami akan camping.


sekitar 15menit kami berjalan masuk kedalam hutan hingga kami pun sampai dibagian yang pas untuk kami memasang tenda.


Kami pun diminta untuk memasang tenda masing masing, dan maksimal satu tenda diisi oleh 3-4orang. Sehingga aku, Ellin, dan Hana kami satu tenda.Sementara Akbar, Alex, dan Adit menjadi satu tenda.


"Eh kalian tiga... Cari kesebalh sana ya, posisi tanah yang bagus... Dan kita kesana kita nyari disana oke". Ucap Alex pada kami. Kami pun mengangguk dan mulai berjalan.


Kami pun segera berjalan ke Sekeliling , guna mencari lokasi yang pas untuk kami mendirinkan tenda.


"Nah gue rasa disini bagus nih... Soalnya tanahnya enggak ada batu batu dan juga ini dibawa pohon jadinya adem ". Ucap Hana menunjuk sebuah bagian yang dimana tanahnya cukup rata Dan ada pohon juga disana.


"Hah.. Mantap... Iya disini aja, gue suka". Ucap Dira yang sudah melayang dan duduk diatas pohon, dan aku pun hanya bisa menggeleng geleng melihatnya.


"Iya bagus sih... Tapi kita pasang tendanya geseran dikit ya dari pohonnya, takutnya nanti ada dahan yang patah eh kita malah ketiban lagi... Hana, kamu panggil Alex sama yang lain sana... Biar gue sama Dara yang masang tenda". Ucap Ellin mengusulkan dan kami pun hanya menggangguk padanya.


"terus Tendanya mana lin... Dan masang nya gimana? ". Tanyaku pada Ellin yang sudah membuka tasnya.


"Oke bentar... Ini gue buka dulu ya". Ucapnya padaku sambil membongkar tendanya.


Setelah tendanya terbuka, segera kami pun mulai memasang Tendanya, dan aku pun sedikit kesulitan karena aku belum pernah memasang tenda sebelumnya, beruntung ada Ellin yang mengajariku caranya.


Dan saat tenda kami sudah berdiri,segera kami membentangkan terpal kecil untuk kami duduk sambil menunggu yang lain,dan tak lama setelahnya mereka sudah datang sambil ikut duduk bersama kami dengan nafas yang sedikit kelelahan.


"Kalian dari mana, kenapa pada ngos ngosan sih". Ucapku bertanya.


"capeknya... Akhir.. Akhirnya sampek juga". Ucap Hana sambil duduk disampingku.


"Haduh... Gue capek banget... Dari sana... Tau tadi kita langsung jalan kesini aja ". Gerutu Akbar sambil memijit mijit kakinya.


"Kalian emang dari mana sih kok pada capek". Tanya Ellin yang juga penasaran.


"Tadi gara gara sih akbar nih... Kita jadi muter muter". Ucap Adit kesal.


"Ya maaf, salah alamat tadi... Udah tu tenda kita cepet kalian diriin entar keburu malem lagi". Ucap Akbar kelelahan.


"Enak banget lo ya... lo aja yang diriin". Ucap Adit kesal.


"Udah udah sini biar gue yang diriin... Tendanya mana bar". Pinta Alex padanya.


"bentar". Ucap Akbar membuka tasnya, digeledah isi tasnya, tapi kulihat raut wajahnya yang mulai sedikit panik.

__ADS_1


"Gimana bar.. Kok lama banget". Ucap Alex berjalan dan ikut membuka isi tasnya.


"Ya, pasti tu tenda enggak ada". Santai Adit.


"Enggak ada Lex.. Kayaknya ketinggalan pas gue kerumah lu deh". Ucap Akbar cengengesan.


"Ish... Lo sih... Makan lo enggak sekalian lo tinggal... Dit lo ada bawa tenda gak?... Kalok gue juga enggak bawa karena kata dia mau bawa ". Tanya Alex sambil melihat Adit.


"Ya pasti gue bawa dong". Ucapnya seraya tersenyum bangga dan membuka isi tasnya.


Tapi saat ia masih mengeledah tasnya tiba tiba raut wajanya jadi panik, saat membongkar isi tasnya.


"Hahaha... Pasti ditas lo juga enggak ada kan, makanya jangan songong dulu lu". Ucap Akbar mengejek Adit.


"Ish... Kalian berdua enggak bawa malah seneng ini jadi kita gimana? ". Ucap Alex pada mereka.


"Terus ini gimana dong... Gak ada tenda kita musti tidur dimana". Ucap Akbar saat ia tidak membawa tenda.


"Gak tau... Ya, mau enggak mau disini lah". Ucap Adit santai menepuk nepuk terpal yang kami duduki.


"jadi kalian tidur di terpal.... Kalok enggak ada tenda? ". Tanyaku setelah mendengar perdebatan mereka.


"Ish... Kalian pada ngomong apaan sih... Perasaan gue dari atas denger kalian ribut". Ucap Dira yang turun dari pohon.


"Ini gue sama Adit lupa bawa tenda". Ucap Akbar seraya mengemasi kembali barangnya.


"Oh... Itu ditasnya Dara ada tenda". Ucapnya santai. Aku pun sedikit terkejut karena setahuku aku tidak membawa tenda.


"Lah perasaan gue enggak ada ngisi tenda". Ucapku padanya.


"Iya elo enggak bawa tapi gue yang ngisi". Ucap Dira santai. Dan seketika Akbar langsung memeluk Dira singkat.


"Gemesin... Makasih ya sajiku, akhirnya lo ada gunanya buat gue". Ucap Akbar gemas.


"Ish. Apaan sih lo... Lepas.. Main peluk peluk aja... Lo kira gue hantu apaan". Gerutu Dira sambil mndorong Akbar.


"Hehehe... Sorry, untuk pertama kalinya elo ada gunanya juga ya buat gue, jadi gue ingin mengucapkan terima kasih". Ucap Akbar seraya menyengir.


"Itu gue bawa... Buat jaga jaga kalok sih Dara enggak ada tenda... Bukan buat elu". Ucap Dira datar tapi pedas. Sehingga kami pun tertawa mendengarnya.


"Enggak pa pa... Yang penting gue enggak tidur di luar... Mana ra tendanya... Sih Alex sama Adit mau masang". Ucap Akbar meminta tenda padaku.


Segera kubuka isi tasku, dan kuberikan tenda yang ada disana pada Mereka, dan Alex dan Adit pun langsung memasangnya, sementara Akbar menolong kami untuk menyiapkan makan siang yang hendak kami makan.


.......


.......


.......


.......


.......


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2