
Aku pun mengangguk dan berbaring untuk tidur, sambil kadang kadang ku lihat keatas lemari dan benar ia masih ada disana duduk sambil memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong. Cukup lama aku masih membuka mata ku, tapi akhirnya aku pun bisa tidur juga.
...*******...
Dipagi harinya aku sedikit terusik dengan suara yang berasal dari Dira, lalu kubuka mata ku secara perlahan dan kulihat ia sedang menonton Drakor.
"Elu ngapain Dir". Tanyaku sambil mengucek mataku.
"Lagi nonton, drakor ni pemain nya ganteng banget". Ucapnya lagi sambil tersenyum senyum.
Lalu ku lihat sudah jam 5 pagi dengan segera aku bergegas untuk pergi ke kamar mandi karena hari ini aku piket jadi aku ingin datang pagi.
"Dara, mau apa". Tanya nya penasaran.
"Aku mau mandi". Ucapku segera masuk ke kamar mandi.
"Pagi banget sih". Ucapnya lagi sambil berteriak dan dapat kudengar dari kamar mandi, tapi sengaja aku abaikan. Setelah mandi kupakai seragamku, dan merias wajahku senatural mungkin agar tidak mencolok. Lalu aku keluar dari kamar mandi.
"Dir ayo turun". Ajaku ia pun hanya mengikuti ku dari belakang.
Saat sampai didapur segera ku buka kulkas untuk melihat ada apa saja di dalam kulkas, dan benar isi nya kosong hanya ada beberapa saja tapi, akan lama untuk dimasak.
Lalu ku tutup kulkas lagi dan aku mencari makanan didalam lemari, kulihat ada sebungkus mie instan jadi segera ku ambil dan ku masak. Setelah mie nya masak segera ku makan secara perlahan di meja makan.
"Dara kamu makan aku juga mau, kan dari kemarin aku enggak makan". Ucap Dira merengek.
"Mau makan apa lagi sih". Tanyakku. Yang masih sibuk memakan mie ku.
"Bunga lah, tapi kalok mie itu juga enggak pa pa". Ucapnya lagi.
"Ni". Ucapku sambil menyodorkan mangkuk mie yang masih tersisah setengah. Lalu setelah Dira makan kami pun bergegas untuk pergi kesekolah.
...******...
Saat sampai disekolah kulihat suasana sekolah yang masih terbilamg sepi hanya ada beberapa saja yang sudah masuk, mungkin karena mereka piket juga. Dan ini baru jam 06:05.
Lalu dengan segera aku masuk kedalam halaman dan menuju ke kelas saat dikelas kulihat disana hanya ada Akbar.
"Bar lu piket juga ya, baru elu yang dateng". Tanyaku.
"Eh Dara, iya ni rese banget yang lain nya ni belum dateng, oh ya lu sapu dari sudut yang kanan ya". Ucapnya sambil memanyunkan bibirnya.
Lalu aku pun hanya mengangguk. dan kulihat ia mengambil penghapus sepertinya ia ingin membersihkan papan tulis dan
__ADS_1
Segera ku ambil sapu dan akan mulai menyapu dari sudut kanan.
Tapi tiba tiba...
"sini biar aku yang hapus". Ucap Dira tiba tiba datang dihadapan akbar.
"Akhhhh, setannnnn". Teriak akbar sambil melempar penghapus dan tersungkur dilantai sambil menutup matanya.
"bar... Akbar lu kenapa, setan apa". Tanya ku yang menghampiri nya.
"Kayaknya dia bisa liat aku deh Dara". Ucap Dira, lalu aku pun kembali menoleh keaeah akbar, kulihat raut heran diwajahnya.
"ke... Kenapa wajah lu sama kayak setan ini ra lu kenal". Tanya nya berbalik padaku.
"lu bisa liat dia bar". Tanyaku. Ia pun hanya mengangguk.
"Oh, jadi bener dong lu ini juga indigo". Ucapku lagi.
"Jadi bener dia hantu... Sana pergi lu jauh jauh dari gue". Teriak akbar lagi. Sambil menutup wajahnya.
"Bar jangan teriak dong, nanti yang lain pada denger. dia udah jinak kok, dan dia ini kembaran aku yang kecelakaan. Dia masih disini karena mau ngungkapin pembunuhnya ". Ucapku lagi sedih.
"Be... Beneran dia udah jinak". Ucap akbar lagi sambil curi curi melihat kearah Dira.
"Eh aku beneran baik kok, enggak makan orang jadi jangan takut, beneran deh". Ucap Dira lagi sambil berusaha meyakinkan Akbar.
dan kulihat Akbar kembali mengangkat kembali wajahnya sambil menatap kearah kami.
"Iya ya mukak kalian mirip banget, dan iya kayak nya dia baik juga kayak lu ". Ucap akbar lagi.
Segera ku bantu ia untuk berdiri, dan
"Maaf ya bar kalok Dira nakutin lu, kalok lu enggak mau temenan sama gue lagi enggak papa kok". Ucap ku, karena pasti setelah kejadiaan ini ia pasti enggak akan mau berteman dengan ku lagi.
"Enggak ra dalam sejarah kamus gue enggak ada tu ninggalin temen, apalagi kalok dia baik, meskipun gue yang sering ditinggalin hehehe. ". Ucapnya lagi.
"Beneran lu masih mau temenan sama gue". Tanya ku lagi sedikit tak percaya.
"Iya asalkan ni sih tepung sajiku enggak dateng kayak tadi, udah berapa kali dia kayak gitu ya ampun.. Untung jantung gue kagak keluar". Ucapnya lagi sambil asal nyeplos kulihat raut wajahnya yang mulai tidak takut lagi.
Lalu akupun legah karena aku pikir aku akan kehilangan teman lagi. Tapi tidak dengan Dira kulihat ia cemberut.
"elu berani sama gue ha". Tanya Dira seperti sedang marah sambil menyeringai.
__ADS_1
ia pun mulai maju beberapa langkah, kulihat seketika darah dari kepala, hidung, mulut mulai keluar dan sekujur tubuhnya mulai membiru. Seketika tercium bau amis dari tubuh Dira.
Kulihat raut takut dari Akbar begitu juga dengan ku yang mulai bergidik ngeri melihat itu.
"E.. Elu... Enggak serius kan Dira". Tanyaku takut.
"Dia tadi bilang aku apa ". Tanya Dira sambil menyeringai lagi.
"Gue... Gue becanda kok, kan tadi katanya lu baik, kan biasa ya ra kalok lagi becanda... kita kan temen iya temen lo". Ucap akbar lagi sambil bergetar.
" tapi aku juga bercanda looo... Hahah, takut lu. Wlekkk... enak dikerjain, udahlah selow jangan tegang kali". Ucap Dira sambil tertawa.
Seketika aku dan Akbar saling menatap kesal kearah nya karena pasti semua orang juga akan takut ya kan.
"Untung dia hantu ya kan ra kalok enggak udah gue telen". Ucap akbar kesal, tapi berbisik pada ku karena takut terdengar oleh Dira.
"Ngomong apaan lu bedua, pagi pagi udah ghibah aja. Ngomongin gue ya". Tanya Dira tiba tiba muncul di tengah tengah kami.
"Enggak.. Enggak ya ra orang kita kan enggak ngomongin dia ya". Ucap akbar lagi.
"Bener... ". Tanya Dira lagi, sedikit mendekat pada akbar.
Tapi belum sempat akbar menjawab tiba tiba ada suara dari arah pintu.
"Ngapai lu berdua, gila ya... ". Ucap seseorang yang tak lain adalah Adit.
"Elu yang gila, lagian ngapain sih lu kesini orang jelas lu di sana dan udah berapa lama lu disitu". Tanya ku sambil mengambil sapu.
"Suka suka gue dong lewat mana kan lewat dari arah sini cepet dan tadi gue denger suara si akbar ngomong kayak bilang enggak.. Enggak.. Ya ra. Itu apaan". Ucapnya lagi.
"Orang kita lagi bahas film ya kan ra". Ucap akbar dengan cepat.
Sambil mengambil penghapus yang ia lempar dan kembali menghapus papan tulis. Aku pun mengangguk karena pasti dia tidak ingin disangka gila karena ia bisa melihat hal hal yang mistis.
Aku pun kembali menyapu karena siswa siswa sudah mulai berdatangan, tapi aku lega untung saja tadi tidak ada yang dengar dan lihat palingan juga sih Adit yang hanya dengar sekilas.
Sementara Dira jangan ditanya ia sudah terbahak bahak di atas meja guru menertawakan aku dan akbar tapi karena sudah mulai banyak orang ia pun mulai pindah ke belakang tempat dudukku.
Lalu tak lama setelah kami piket kelas, bel sekolah berbunyi, untung kami selesai tepat waktu dan ini semua gara gara Dira kalok saja dia tidak mengajak kami ngobrol mungkin kami masih bisa istirahat sebentar tadi.
Aku pun duduk di bangku beserta siswa yang lain. Lalu tak lama berselang masuk seorang guru yang mengajarkan pelajaran matematika.
"Dia kan..... "Ucap Dira tiba tiba.
__ADS_1
(Bersambung)