
Karena ini adalah hari jumat kami pun pulang cepat, saat sampai dirumah segera ku kerjakan pr ku. Setelah selesai aku kembali teringat akan perkataan Dira tadi pagi lalu segera ku panggil dia.
"Dira... Dira.. ". Panggilku.
"Kenapa". Tanya nya.
"Perkataan kamu tadi pagi itu maksud nya apaan". Tanyaku.
"Iya itu semuanya akan segera datang, dan semuanya berkaitan". Ucapnya lagi.
"Maksudnya gimana sih". Tanyaku lagi.
"Kepo, santai aja kerjain semuanya secara perlahan dan bertahap jangan gegabah". Ucapnya lagi.
"Kamu gitu banget sih, oh ya tadi pas aku pulang kenapa kamu enggak muncul apa ada masalah". Tanyaku lagi, karena percuma jika kutanya masalah tadi ia tidak akan jujur.
"Enggak kenapa kenapa kok, cuman aku males aja tiap hari pulang naik angkot mulu sekali kali naik motor dong ra". Ucapnya lagi.
"Gue udah lama enggak bawa motor, jadi kemungkinan enggak bisa ". Ucapku pada Dira.
"Dulu kan kamu bisa, kalok gitu gimana kalok aku ajarin kamu mau ya". Ucapnya padaku.
"Terserah, sana pergi aku mau tidur siang dulu". Ucapku lagi sambil berbaring.
"Ih Dara ayo kita liat markas kita katanya mau liat kemaren tapi enggak jadi". Ucapnya lagi sambil menarik ku.
Lalu segera kami pun turun kelantai bawah dan keluar ke belakang rumah lewat pintu belakang karena kebetulan gudang terletak dibelakang rumah dan memisah. Segera kami masuk kedalam dan betul saja kulihat didalam sini memang sudah sedikit rapi dan bersih ternyata.
"Gimana keren kan, dan disitu udah aku tulisin". Ucapnya sambil menunjuk sebuah kata kata yang bertulis.
...####...
...PERINGATAN...
markas ini hanya boleh dimasuki oleh orang yang berkepentingan, dan bagi yang tidak berkepentingan silahkan putar balik.
^^^^^^Terima kasih ^^^^^^
...#####...
"Buat apaan tu". Tanyaku padanya.
"Ya buat peringatan lah, enggak baca apa". Ucapnya lagi.
"Oh, emang bakalan ada yang masuk kesini ya selain kita berdua". Tanya ku lagi.
"Itu.... Oh ya disini untuk nulis misi kita". Ucapnya lagi mengalihkan pembicaraan, dengan menunjuk dinding lain yang sudah ada meja dan sebuah sterofom di dindingnya.
__ADS_1
"Oke, kalok gitu penyelidikannya dimulai Dari.... Kisah pembunuhan 1tahun yang lalu di SMA Nusa Tenggara dan pelakunya kita kasih nama apa... ". Ucapku sambil menulis kan keterangan itu dikertas.
"Tapi gimana nyelidikin nya ya kita kan sekarang ada ditempat yang beda". Tanya ku lagi padanya.
"Tenang ingat kata kata ku santai aja kerjain semuanya secara bertahap dan jangan gegabah". Ucapnya lagi.
Aku hanya mengeryinkan dahi ku, memikirkannya bukanya disini dia yang mati terbunuh ya seharusnya kan dia yang mau kasus ini cepetan selesai.
"kalok gitu pelakunya mau dikasih nama apa". Tanyaku.
"Gak usah bagus bagus lah kasih aja namanya gak tau diri". Ucapnya lagi.
"Kok Itu sih namanya". Tanyaku lagi.
"terus mau nama apa, udah enggak usah pakek nama segala lah". Ucapnya lagi.
"Oke ya udah". Jawab ku singkat.
Lalu kami pun mulai membahas semua hal yang menurut kami penting. Dan saat sudah mulai malam kami pun meninggal kan misi kami dan segera kukunci gudang dan masuk kedalam rumah.
...****...
Keesokan harinya karena ini adalah hari libur aku pun memutuskan untuk bersantai saja dirumah karena PR ku sudah aku kerjakaan kemarin, dan aku dirumah hanya seorang diri tapi sebenarnya aku tidak sendiri karena aku bersama dengan Dira.
Sementara kedua orang tua ku masih bekerja hari ini karena mereka hanya libur di hari minggu.
"Dirumah aja lah, lagian juga mau kemana sih". Tanyaku padanya.
"Ya kemana aja kali, masa elo sama sekali enggak bosen dirumah mulu, kalok enggak dirumah, sekolah, dirumah, sekolah". Ucapnya sedikit kesal.
"Iya gimana, orang aku cuman betah dirumah dan kalok keluar pun mau kemana". Tanyaku lagi.
"Kemana aja lah kan yang penting jalan jalan lagian selama 1tahun kamu koma, gue enggak pernah kemana mana". Ucapnya lagi.
"Masa sih, bukanya kamu tetep bisa jalan jalan ya". Tanyaku lagi.
"Itu... Akhh... Pokoknya ayo.. ". Ajak nya lagi.
"Emangnya mau kemana sih, terus naik apa, bus... Angkot... Musti nunggu lagi kita di halte tau". Ucapku padanya.
"Kan ada motor tinggal dipakek lah, ayo sekalian gue ajarin, lagian kan elo udah bisa cuman masih ragu". Ucapnya lagi sambil menarik narik tangan ku.
Lalu karena tak tega segera aku bersiap siap dikamar dan ku ambil kunci motor yang ada di dekat lemari, beserta beberapa uang yang ditinggalkan oleh mamaku. Segera kami berjalan kearah garasi.
"Terus ini musti gimana". Tanya ku lagi.
Segera Dira pun menyalakan motor dan menjelaskan padaku apa apa saja yang harus aku lakukan saat berkendara. Lalu setelah aku mengerti kami pun naik ke motor.
__ADS_1
"Ayo cepet sekarang gas pelan pelan aja ya". Ucapnya lagi.
"Oke, oke". Ucapku lagi.
Segera ku lakukan apa yang diperintahkan oleh Dira dan motor kami pun mulai berjalan meninggalkan pekarangan rumah.
sedikit sulit karena sudah hampir satu tahun lamanya aku tidak mengendarai motor. Dan bahkan kami hampir saja menumbur ayam tetangga kalau kalau saja aku tidak sempet mengerem.
"mau kemana dulu ni". Tanya ku yang masih fokus menatap jalan.
"Emmm... Kepantai yuk udah lama loh kita emggak kesana". Ucapnya lagi. Aku pun mengangguk dan mengarahkan motor kami menuju pantai.
Saat sampai dipantai dengan sangat antusia kulihat ia berlari lari dipinggir pantai, dan ia pun melambai kearah ku untuk mengajakku bermain.
Lalu kususul Dira yang sedang berlari ditepi pantai seketika aku teringat kenangan ku dengan nya saat kami masih kecil dan bermain disana. Setelah puas berlari lari.
Kami pun memutuskan untuk duduk sebentar sambil beristirahat, lalu kucari tempat duduk yang dimana tidak teralu ramai orang.
Dan kami pun duduk disana. segera ku pesan 2 buah es kelapa dan 2mangkok bakso dan Kami pun makan disana sambil bercerita cerita singkat. Setelah makan aku pun membayar pesanan kami tadi.
"Udah puas main air sama makannya terus mau kemana lagi". Tanya ku, dan ia pun mengangguk.
"Emmm... Ke mall yuk, udah lama aku enggak main kesitu". Ucapnya lagi.
"Ke mall mau ngapain katanya mau jalan jalan". Ucapku padanya.
"Ya kan juga sama jalan jalan, sekalian aku mau beli baju ya". Ucapnya lagi.
"Baju buat apaan pakek yang itu aja kan ada dan emangnya lu bisa makek". Tanyaku lagi.
Karena jujur saja aku sedikit heran karena ia meminta dibelikan baju oleh ku.
"Bisalah gue kan juga bosen makek yang ini aja, entar gue kasih tau caranya". Ucapnya lagi.
"Yaudah ayo". Ucapku lagi.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
(Bersambung)
__ADS_1