Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Cerita awal dari Dira


__ADS_3

Lalu saat sudah malam seperti biasanya, setelah aku belajar. Kubuka hp ku untuk sekedar menonton film yang belum pernah aku tonton di tv.


"Dara... Gimana kalok pas pergi ke pasar malam nya Ajak yang lain". Ucap Dira yang duduk di belakang ku.


"Yang lain siapa, maksud lu hantu yang lain". Ucapku mengeryinkan dahiku.


"Bukan lah gila lu. Masksud nya Akbar, alex, ellin, sama adit". Ucapnya lagi.


"Oh, bilang dari awal enggak usah pakek ngatain orang gila. Entar enggak jadi pergi baru tau lu". Ucapku lagi padanya.


"Yaudah sih. Cepet wa in mereka, kan ada grup nya kan". Ucap nya lagi.


Segera ku kirim pesan ke grup kami. Dan tak lama ada pesan balasan dari mereka


...#####...


Anak orang gabung yuk


^^^Malam minggu kepasar malam yuk√√^^^


Adit:pasar malam yang deket lapangan rumah kita ya ra.


Akbar:seriusan, ayok gas lah.


^^^Iya deket lapangan itu√√^^^


Ellin:boleh ayok.


Alex:jam brp?


^^^Gimana kalok jam 7,kumpulnya dirumah adit ya... √√^^^


Akbar:👌


Alex:oke


Ellin:siap


...#####...


"Udah kan". Ucapku pada Dira.


Lalu ia pun hanya mengangguk dan kembali duduk di atas lemari kamar sambil mengambil hp ku dan main disana.


"Eh... Hp ku jangan diambil ra". Teriakku padanya.


"Pinjem lah, sekali kali juga". Ucapnya lagi.


Lalu tak lama kemudian pintu kamar ku terbuka dan menampakan papaku, seketika hp yang ada di tangan Dira terjatuh kebawah tepat di sebelah kaki papaku.


"Ini kok hp kamu bisa jatuh dari lemari ra, kenapa kamu taruh diatas". Ucapnya padaku.


"Emm tadi gak sengaja taruh diatas terus jatuh pa". Ucapku berusaha mengelak.


"Terus kamu ngomong sama siapa, perasaan papa denger dari luar kamu ngomong hp ku jangan diambil ". Tanyanya padaku.


"Sama saya pa". Ucap Dira dari atas lemari.


"Itu... Aku lagi menghapal pa, buat tugas soalnya di suruh teater". Ucap ku saat telah menemukan alasan ku.


"Teater... judulnya apa". Tanya nya lagi.


"Itu kalok enggak salah.... hp ku harta ku. Heheh.... Aneh ya.. ". Tawa ku dengan sedikit canggung.


"Lumayan, ya udah terusin aja dan jangan lupa istirahat ya". Ucapnya padaku.

__ADS_1


Lalu segera aku mengangguk sambil mengambil hp ku dan ia pun keluar dari kamarku.


"Untung aja". Ucap Dira padaku.


Lalu aku pun kembali menonton film ku itu sampai selesai sementara Dira kembali duduk diatas lemari sambil bernyanyi.


kemudian setelah aku selesai menonton film aku akan tidur karena besok aku harus sekolah.


...************...


Keesokan harinya kupakai seragam olahragaku, dan segera aku pergi ke sekolah setelah berpamitan kepada kedua orang tuaku.


Saat dijalan Dira terbang dari atas motor ku, dan ia berhenti di taman lalu kuberhentikan juga motor ku dan kulihat ternyata ia sedang memakan bunga yang ada ditaman lalu segera aku berjalan kearahnya.


"jangan dimakan Dira, kasian yang udah nanemnya, susah susah ditanam eh malah lu makan". Ucqpku sambil berusaha menariknya.


"Apaan dih Dara, liat tu bungannya kan banyak, lagian udah pada jatoh juga kan mumbazir kalok enggak dimakan". Ucap Dira mengacuhkan ku.


"Yaudah, kalok masih lu makan kita batal kepasar malam ya". Ucapku lagi memberi ancamana padanya.


"Jangan lah, yaudah ayo kesekolah". Ucapnya sambil melayang kearah motorku.


Lalu aku pun kembali menyalahkan motorku, dan berangkat kesekolah. Saat sampai disekolah kuparkirkan motorku dan segera aku masuk ke kelas.


" kesambet apaan dia ya ra. kok tumben rajin banget . Pagi pagi udah belajar". Ucap Dira pada Akbar yang sudah duduk dimejanya.


"Dara elu udah selesai belum pr dari pak Ali... Waduh mati gue kalok enggak selesai ni". Ucap Akbar panik tanpa mengubris ucapan Dira barusan.


"U-


Ucapku terputus oleh Dira.


"Waduh habis lu bar... Pak Ali paling sensitif sama pr. Biasanya hukuman paling enteng ya bersihin wc kalok paling beratnya ditambah plus potong nilai.... Khik.. Khikk... Khik... ". Ejek Dira yang diselingin oleh suara tawanya.


"Elu kok tau sih Dira". Tanyaku padanya.


"Kok bisa". Tanya Akbar pada Dira.


"Karena aku kan se....


Eh udah dulu ya". Ucap Dira sambil menghilang tiba tiba.


"Kok dia ngilang sih, ada yang enggak beres ni ra jangan jangan di sering dihukum pas pelajaran pak Ali dulu, makannya dia malu ngakuinnya.... Hahahah... ". Ucap Akbar lagi sambil tertawa seperti orang yang punya rencana licik.


"Udah jangan ketawa aja. lu mau nyontek kan, udah biar gue ajarin aja sekalian lu belajar sebelum bel masuk". Ucap ku lagi sambil mulai mengajarinya.


...*******...


Saat istirahat kami baru ingin pergi menuju kantin, tapi tiba tiba Alex datang bersama Adit dengan membawa beberapa makanan.


"Kok tumben disini, enggak dikantin". Tanya Ellin lada mereka.


"Iya... Bosen aja sekali kali lah makan disini". Ucap adit lagi.


Lalu mereka pun duduk dan kami pun mulai untuk makan, kami semua hamya diam sapai Alex membuka suara.


"Besok jadi ya.. Ke pasar malam nya". Ucap Alex yang masih mengunyah makananya.


"Jadi dong... "Ucap Ellin padanya.


"Eh gimana kalok kita pakek baju coupel yuk ber5". Ucap Akbar dan kemudian aku sedikit tersenyum dengan idenya itu.


"Boleh juga, gimana baju kaos yang kita beli waktu itu aja, yang warnanya biru". Ucap Adit lagi.


"Kan itu cuman kita ber4 yang punya dit, Dara dia kan enggak ada waktu itu". Ucap Alex lagi.

__ADS_1


"ya enggak masalah lah, Dira pakek aja yang warna biru, yang penting warnanya sama, entar disana kita cari yang coupel lagi untuk ber5". Ucap Ellin lagi.


"Oke, warna biru kan, bagus juga jadi nanti kalok mencar gampang nyarinya". Ucapku lagi sambil tersenyum dan menghabiskan makananku.


...*****...


Saat pulang sekolah, aku pun berjalan menuju parkiran dan tiba tiba Dira muncul dari belakang ku dan mengikuti langkahku.


"Udah selesai.. Ayo pulang". Ucapnya lagi.


"Udah kamu dari tadi kemana aja sih". Tanyaku padanya.


"Aku ya keliling lah". Ucapnya santai.


"Eh... Dia kan... Dara kamu pulang aja ya aku mau pergi bentar". Ucapnya lagi sambil berlari dan menghilang.


"Ada ada aja deh... Mau kemana lagi tu hantu". Ucapku lagi dan segera kunyalahkan motor ku untuk pulang kerumah.


Saat sampai dirumah seperti biasa aku hanya akan sendiri karena orang tua ku sedang bekerja dan biasanya akan pulang sore hingga malam.


Yang bisa ku lakukan hanya menyibukan diriku sendiri dengan kegiatan yang penting bagiku, agar aku tidak merasa sendiri dirumah. Dan saat hari sudah menjelang sore setelah makan dan mandi.


Aku pun berbaring sekedar untuk meluruskan pinggangku sejenak, Kupejampak mataku sejenak dan saat kubuka Tiba tiba ada sesosok kepala dengan rambut panjang menjuntai tepat diatasku. Karena kaget segera aku pun beranjak dari tempat tidur ku sambil berteriak.


"Akhhhh.. Hantuu". Teriakku dan segera aku beranjak dan berdiri dekat meja yang ada disamping ku.


"Ini gue lo.... Khikkk... Khik... Khikk.. ". Ucap Dira sambil tertawa.


"Elu... Dasar... Si*lan". Ucapku sambil melempar buku yang ada diatas meja dan tepat mengenai kepala Dira yang langsung terjerembap ke kasur.


"Hu... Untung jatuhnya ke kasur... Coba kelantai bisa pecah lagi ni kepala". Ucapnya santai dan duduk di atas tempat tidur.


"Ngapain lu nongol dari atas ". Tanyak ku sambil sedikit berteriak.


"Namanya juga hantu ya gitu... Kalok gue dari pintu ya namanya tamu.. Hahaha". Ucapnya sambil tertawa. Tapi entah kenapa aku malah kesal mendengarnya.


"Elu ya... Mau bikin gue jadi kayak lu apa, gimana kalok gue mati duluan sebelum pembunuh lu ". Ucapku lagi padanya.


"Ya enggak bakalan lah elu kan enggak sakit jantung, jadi pasti bakalan idup dong". Ucapnya santai.


"Yaudah... Elu habis dari mana tadi kenapa pergi emang ada yang lu cari". Tanyaku mengubah topik pembicaraan.


"Iya seseorang". Ucapnya lagi lagi membuatku penasaran.


"Pembunuh itu ya". Tanyaku padanya.


"Ya enggak lah, bisa bisa gue dimasukin ke botol lagi. Yang gue cari itu orang yang udah ngembebasin gue tau gak, ternyata dia sekolah di sekolah itu juga lo". Ucapnya lagi.


"Orang yang ngembebasin lo, oh karena dia lu bisa keluar dari tahanannya mbah dukun itu ya. siapa orangnya... ". Ucapku lagi dengan mulai sedikit antusias.


"Gue sih enggak tau siapa namanya tapi kalok liat orangnya gue tau". Ucapnya lagi.


"Emang dia tau cara ngembebasin lo, caranya gimana". Tanyaku lagi padanya.


"Dia sih enggak tau... Tapi kebetulan aja. Jadi cerita awal kenapa dia bunuh kita adalah..... ". Ucapnya lagi.


"Elu mau nyeritain kenapa kita kecelakan". Tanyaku padanya.


"Iya, tapi bukan pelakunya, jadi... ". Ucapnya dan mulai menceritakan semuanya.


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


(Bersambung)


__ADS_2