Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Tahun kabisat?..10hari kedepan!!


__ADS_3

"Ka... Kamu Syalen?! ". Kata kata yang berhasil aku keluarkan dari mulutku saat melihat seseorang yang ada dihadapanku saat ini.


" Iya, Hai!!". Singkatnya sambil melambai lambai kearah ku dan juga melambai kearah Dira.


...#######...



Visualnya Syalen.. Minjem dulu 🙌... Wkwk..


Kelihatan sombong dan angkuh, percaya Diri dan tegas, tapi dalam menyindir no 1.


...#######...



Dan ini visual kakaknya, Syena...


Tegas, hebat bela Diri, cantik, dan berwibawa.


...######...


Ngomong ngomong udah nonton Sweet home belum??.. ada mereka lohh!.... Kalau belum, ditonton dulu lah.. Wkwkw...


Oke kita lanjut lagi ke ceritanya ya👉..


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


Cukup lama aku melamun sambil fokus melihat orang yang kini berada dihadapanku, karena aku sedikit tidak percaya dengan apa yang sedang aku lihat saat ini, tapi tiba tiba lamunanku buyar, karena suara Dira yang sedikit berteriak sambil beberapa kali ia menepuk nepuk pundakku.


"Ya, ampun!!.. Ya, ampun... Ganteng banget!!... Dara baru kali ini gue ngeliat cowok yang guanteng banget kayak dia!!.. Bahkan Alex aja lewat ya!!... ". Ucapnya masih menepuk nepuk pundakku, sehingga aku pun langsung berdiri sambil memegangi punggungku yang dipukul olehnya.


"Eh biasa aja dong!!.. Kalok dia ganteng kenapa aku yang kena pukul, seharusnya pukul aja dia... tuh!! orangnya ada didepan". Ucapku kesal padanya sambil menunjuk nunjuk kearah Syalen.


"Eh, kenapa jadi saya yang mau dipukul?!... kalian pikir saya samsak apa, yang bisa kalian pukul!! ". Ucapnya membuka suara.


"Ra!!.. Samsak itu apaan?!". Tanya Dira berbisik padaku, sehingga aku pun langsung menepuk pelan jidakku karenanya.


"Samsak itu!! semacam yang buat tinju tinju itu loh, yang digantung terus ditinju, ngerti gak?! ". Ucapku berusaha menjelaskan padanya.


"Oh!!!, ngerti-ngerti". Ucapnya mengangguk ngangguk.


"Hahaha... Masa samsak saja tidak tau, hidup ditahun berapa kamu??". Ucap Syalen sambil tertawa.


"kenapa memangnya masalah buat lo, untung aja ganteng kalok enggak!... ". Gerutunya yang berhenti tapi masih dengan wajah yang jutek.


"Kalok enggak apa?!.. Kamu pikir saya takut sama kamu, he!!... hantu yang pengetahuannya sempit, lebarkan dulu otakmu, baru menjawab!! ". Ucap Syalen malah meledek Dira. Sehingga dapat kulihat wajah Dira yang kini memerah menahan marah.


"Dara!!!.. Ini orang bisa dimasukin lagi ke buku gak?!.. Kalok bisa mendingan masukin aja dia ke buku lagi terus kita bakar aja!!.., kesel gue ngeliatnya.... muka aja yang cakep, tapi mulutnya pedes kayak ulekan emak emak warteg!! ". Ucap Dira membalas ucapan Syalen.


".. Emangnya kamu tega ya membakar orang yang sempet jadi idola kamu??... Dan ingat!!.. kalok kamu bakar saya, kamu enggak akan bisa ngancurin ORC itu, karena caranya ada disaya.... , lagian kamu juga sudah mati dua kali, tapi masih belum berpikir.. Tck!.. Tck!.. Tck!... ". Ucapnya santai sambil duduk dikursi dengan menyelonjorkan kakinya diatas meja.


"Oh iya!!.. Ngomong-ngomong cara buat ngancurin pak Ali gimana??... Cepet kasih tau, soalnya kan itu gunanya kamu disini". Ucapku kini menimpali perkelahian mereka.


"Dia mah enggak berguna, cuman karena dia pegang buku itu aja dia jadi berguna, dan malah songngong lagi". Ledek Dira lagi, yang sepertinya dia mulai tidak menyukai Syalen.

__ADS_1


"Santai saja, saya akan kasih tau... Tapi!.. Kalau hantu ini mau minta maaf pada saya, dan mengaku bahwa saya ini selain tampan... Saya juga pintar, dan sangat diperlukan oleh semua orang". Ucap Syalen, sehingga aku pun mulai ikut kesal dibuatnya karena ia teralu menyombongkan Dirinya.


"Eh Syalen!!... Kamu itu enggak bisa serius ya... Kamu lupa kalok kita udah bebasin kamu!?". Ucapku dengan datar padanya.


"Oh tentu saja saya mengingat itu!!.. Tapi... Hanya saja tidak kah kamu berpikir , bahwa sih Hantu ini sedikit kurang ajar dengan saya... Karena jelas umur saya jauh diatasnya, jadi masa dia berbicara seperti itu pada saya". Ucapnya santai tapi dengan menatap sinis kearah Dira.


"Eh, lagian elo orangnya kok baperan banget sih!! .. udah tau udah tua!!.. lagian kan yang mulai duluan elo bukan gue!! ". Ucap Dira yang ikut memandang sinis ke Syalen dan dengan sedikit gaya kulihat ia duduk tapi seperti biasanya diatas meja sambil menekuk kaki kanannya diatas kaki kiri.


"Baperan??.. Apa itu!". Tanyanya seperti tidak mengerti sehingga Dira pun langsung tertawa cekikikan.


"Khik.. Khik... Khik... Eh manusia jaman Dinosaurus!!... , hidup ditahun berapa lo?, masa sama baperan aja enggak tau, ngakunya aja hidup di perpustakaan yang begituan aja enggak tau". Ejek Dira balik dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"1584". Seru Syalen tiba tiba.


"Apa! ". Tanyaku binggung padanya sementara Dira hanya mengangkat sebelah alisnya.


"Iya 1584... ,itu adalah tahun kelahiran saya, jadi kalian bisa menghitung sendiri bukan, sudah hidup berapa tahun saya?!.. ditambah lagi saya harus terkurung disini dan itu sudah beberapa tahun yang lalu saya rasa". Ucapnya kini dengan wajah yang muram.


"1584!!... Itu berati udah... Emm.. Berapa ya". Ucap Dira mulai berpikir sehingga aku pun ikut menghitung karena penasaran.


"Sekarang 2016,terus kurangin aja sama 1584.... Berati?!... 432tahun ". Seruku terkejut sambil melihat ke arahnya, yang kini juga menengok kearahku, sambil mengangkat satu alisnya.


"432tahun!!.. Wihh, berati lo udah tua banget dong ya!!.. Ra, kita enggak boleh panggil dia Syalen tapi lebih tepatnya kita harus panggil dia kakek, iya kan". Ucap Dira asal sehingga kulihay raut wajah Syalen kembali kesal dibuatnya.


"Hei!!.. Meskipun saya sudah berumur empat abad lebih... , tapi saya masih terlihat tampan dan muda bukan, kalau masalah umur itu tidak teralu penting yang penting adalah penampilan.. Jadi kalian jangan pernah memangil saya kakek atau apapun itu karena saya tidak suka... Mengerti!! ". Ucapnya kembali menyombongkan dirinya, dengan memberikan peringatan diakhir ucapanya.


"Suka suka kita dong mau ngomong, atau manggil lu apaan!!.. Lu juga manggil gue hantu kan, gue itu juga punya nama tau... Dira!!.. Dira yang cantik jelita". Ucap Dira yang malah memperkenalkan Diri.


"Uwek.. Uwek.. Haduh perut saya jadi mual mendengar dia berbicara!!.. Apa tidam ada tempat sampah atau apapun yang bisa saya jadikan wadah disini". Sindir Syalen dengan berpura pura muntah.


"Kalian berdua cukup!!.. Kenapa kalian jadi saling sindir sih!!.. Ini masalahanya penting tau, dan kalian berdua malah santai santai aja... Kalian enggak ada niat mau urusan ini selesai, kalian mau Orc itu terus bebas HAH!!". Ucapku dengan meninggikan suara,agar mereka berhenti saling menyindir, dan mereka berdua pun langsung terdiam saat aku berbicara demikian.


"Syalen!!!..tolong kamu kasih tau gimana caranya agar kita bisa ngancurin Orc itu, yang sekarang adalah pak Ali... Tolong kamu jangan main main lagi... Dan katakan kapan Orc itu akan bertindak, sehingga kami bisa waspada. ". Ucapku kini sedikit menurunkan nada bicaraku.


"Sekarang tanggal dan bulan berapa, kalau saya boleh tau? ". Tanyanya melihat kearahku.


"Jawab saja pertanyaan saya... Tanggal dan bulan berapa sekarang?! ". Ulangnya lagi.


"Sekarang kalok enggak salah sih tanggal 19 febuari 2016,kenapa?! ". Tanyaku padanya karena penasaran. Dan kulihat wajahnya nampak berpikir.


"ORc itu .. dia sudah mulai bertindak, dan saya rasa waktu kalian mungkin tinggal beberapa hari lagi". Ucapnya kini membuka suara.


"Beberapa hari lagi?!... maksudnya? ". Tanyaku karena tidak tau kepastian yang ia maksud.


"Kalian pasti tau bukan apa itu tahun kabisat?". Ucapnya malah bertanya.


"Kalok enggak salah sih.. tahun yang dimana harinya lebih satu hari, misalnya dalam satu tahun ada 365,berati ditahun kabisat ada 366,dan itu cuman 4tahun sekali.. Iya gak? ". Ucapku antara yakin tidak yakin.


"iya betul sekali!!.. Dan karena ini adalah tahun kabisat... dimana memiliki hari yang lebih, dan tepat dibulan ini jugalah tangga itu akan ada sehingga orc itu pun sepertinya ia sudah mulai menyiapkan segalanya untuk mengambil nyawanya dan membunuhmu". Jelasnya sehingga aku pun sedikit terkejut mendengarnya.


"Maksud kamu, iya bisa melakukan ritual itu saat tahun kabisat, dan tahun itu tepat jatuh ditahun ini bukan, dan berati itu akan ia lakukan diakhir bulan ini.. ". Ucapku menerka dan dijawab anggukan olehnya.


"Betul sekali!!..dan itu akan terjadi kurun waktu 10 hari lagi!! Tapi berita baiknya di saat yang bersamaan kau juga bisa membunuhnyadengan cara yang sama seperti dulu, yaitu.. Kau harus berhasil merampas kalungnya, dan menyatukan bandul kalungnya dengan bandul gelangmu itu". Jelasnya dan aku pun menoleh sekilas pada gelangku.


"Terus kalok sih Pak Alinya, dia gimana? ". Tanya Dira yang malah menanyakan pak Ali.


"Tentu saja sama dengan kalian.. Hanya saja saat ia yang menyatukan maka, kau akan mati dan dia akan mendapatkan separuh nyawanya... Tapi jika kau yang berhasil maka ia lah yang akan lenyap". Terangnya lagi, sehingga aku punengangguk pelan padanya.


"Tapi.. Dimana tempat itu, bukankah kami harus tau agar dapat mengatur rencana? ". Tanyaku penasaran.


"Itulah permasalahannya... Orc itu akan memilih tempat khusus yang menurutnya amat bersejarah baginya, dan yang tau itu hanyalah dia sendiri... Dan saat waktunya tiba kau akan dipanggil kesana... Jadi sebaiknya kau mencari keberadaan ORC itu, dan cari tau juga dimana tempatnya.. ". Ucapnya.


"Jadi apa yang harus aku lakukan agar ia keluar ya dari tempatnya". Ucapku seraya berpikir.


"Oh, kalok itu mah mikirinnya dirumah aja Ra... biar aku yang bantu cari caranya.. Tapi itu kan musti lama... Mendingan sekarang kita balik soalnya tu liat udah jam berapa". Ucap Dira padaku, sehingga aku pun menoleh kearah jam dinding. Dan aku sangat terkejut saat melihat sudah pukul 17:05.

__ADS_1


"Hah!!.. Udah jam segitu.. Gawat nih Dira kita musti pulang.. Kalok mama sama papa pulang lebih awal gimana, bisa kena sidang lagi kita entar". Ucapku panik.


"Yasudah kalau begitu kalian berdua pulang saja... Besok kita sambung lagi pembicaraannya". Ucap Syalen padaku.


"Iya juga ya... Tapi, Dira cepet tolongin aku buat beresin buku buku ini cepetan!! ". Ucapku pada Dira sambil sibuk menaruh buku sesuai letaknya.dan saat aku dan Dira masih sibuk menyusn buku buku ini, tiba tiba saja Syalen tertawa sehingga kami pun menoleh padanya.


"Hahaha... Kenapa kalian repot repot selama ada saya disini". Ucapnya.


"Maksudnya". Tanyaku dan Dira bersamaan.


"Biar saya saja yang merapikanya... Dan kalian berdua pulang saja, kasian jika orang tua kalian mencarikan". Ucapnya dengan ramah.


"Kalok gitu ayo ra kita pulang!!.. Biar ini dia aja yang urus.. Rupanya dia ada baeknya juga ya". Ucap Dira menarik tanganku.


"Tentu saja, saya ini selain tampan saja juga baik asal kamu tau ya". Ucapnya malah kembali menyombongkan Diri sehingga aku dan Dira pun menepuk jidat kami masing masing.


"Yaudah deh ini tolong beresin ya!!.. Aku pulang dulu.. Da.. Dah!! ". Seruku sambil berjalan keluar dan langsung mengunci pintu perpustakaan.


...***********...


Sesampainya aku dirumah aku melihat mobil papaku sudah terpakir di garasi, sehingga aku pun langsung memasukan motorku sekalian, dan aku pun langsung berjalan masuk kedalam rumah.


"Dari mana kamu nak.. Kok maghrib baru pulang?? ". Tanya papaku yang duduj diruang keluarga.


"Pa maaf Dara telat karena tadi musti beresin buku di perpus". Ucapku padanya.


"Yaudah kamu mandi terus ganti baju sana!!.. Habis itu kita makan sama sama, tuh mama kamu sengaja pulang cepet biar bisa madak buat kamu". Ucapnya sehingga aku pun mengangguk dan langsung naik ke kamarku untuk mandi.


'Hiuhh.. Selamat!! ". Seru Dira yang melayang disampingku.


...**********...


Selesai mandi aku pun turun kebawah dan langsung memakan makanan yang telah dituangkan oleh mamaku kedalam piring, sambil sesekali kami berbicara seputaran hari hari kami masing masing.


Dan setelah selesai makan tidak lupa ku beri makan Alang terlebih dahulu sebelum aku tidur, dan barulah aku kembali masuk kedalam rumahku untuk tidur.


.......


.......


.......


.......


.......


Hai kakak-kakak semua yang udah baca "misi hantu kita", sampai chapter ini...


Di Chapter ini dan selanjutnya, Dara dan Dira akan mulai menyusun rencana untuk mencari tahu keberadaan dari ORC itu(pak Ali), tentu saja dengan dibantu oleh Syalen yang meskipun sombong dan angkuh dia juga orang yang baik😊.


Kira kira apakah Dara dan Dira berhasil ya memancing(Pak Ali) untuk keluar, dan gimana ya caranya....


Di chapter ini, kalau ada sedikit tanggal ataupun apapun yang saya bawa dan menurut kalian itu tidak benar, saya mohon maaf karena semuanya hanyalah karangan saya semata dan tidak ada unsur untuk merugikan🙏.


Terimamasih🤗....


.......


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2