
Tepat dimalam hari sebelum pukul 8 malam, aku dan Dira sudah bersiap siap hendak pergi ke tempat dimana kami janjian tadi.
Aku membawa tas ku, sebagai alasan untuk nenek dan tante ku bahwa aku akan pergi untuk tugas kelompok.
"Ini... Buku, sama pulpen dibawa aja ya buat serep, terus hp juga deh...terus ini tali juga". Ucapku seraya memasukan barang barang yang aku sebut tadi.
"Ini ra, masukin juga". Ucap Dira sembari menyodorkan barang yang menurutku sama sekali tidak penting, karena buat apa aku kesana membawa pembalut.
"Buat apaan gue bawa pembalut kesana, lagian kan enggak lama juga". Ucapku padanya.
"Bawa aja, barang kali penting kan biar nenek percaya juga karena kamu bawa pembalut ya bilang aja pembalut dari sekolah belum kamu keluarin bisa kan". Jelasnya padaku. Dan karena tidak ingin berdebat teralu lama dengannya segera kumasukkan pembalut itu kedalam tasku, dan segera kami pun berjalan keluar.
Tidak lupa aku izin terlebih dahulu dengan nenek dan juga tante ku. Kemudian kami pun berangkat dengan berjalan kaki.
Sepanjang perjalan aku hanya dia mendengarkan celotehan dari Dira, tidak lupa juga kami sempat berhenti di depan rumah Ayu dan kulihat Dira masuk kesana, dan keluar bersama Ayu.lalu kamu pun melanjutkan perjalanan kami.
"Jadi ra, gimana rencana kamu buat masuk kesana? ". Tanya Ayu padaku.
"Kalok untuk masuknya sih itu Akbar yang ngatur, tapi nanti pas aku udah didalem, paling aku cuman bakalan nyari jasad kamu, dan nanti kalok udah ketemu aku bakalan lapor polisi biar mereka yang menangani lebih lanjut". Terangku padanya.
"oh rencana kamu bagus". ucapnya padaku.
Dan tak lama kami pun sudah sampai di persimpangan, dan tak lama setelah kami teman teman ku sudah datang dengan menaiki mobil dan kulihat mereka seperti membawa beberapa barang.
"Lah ini siapa lagi sih ra? ". Tanya Akbar padaku saat melihat Ayu.
"Dia ini Ayu, yang minta tolong itu lo". Terangku padanya.
"Kalian bawa apa... Gorengan.. Buat apa? ". Ucap Dira dan aku pun hanyak melihat apa yang mereka bawa itu sembari mengeryinkan dahiku melihat apa yang dibawa oleh mereka.
"Tau ni sih Akbar, katanya ada rencana eh malah gorengan". ucap Adit dengan nada sebal pada Akbar.
"Akbar... Jangan bilang ini-". Ucapku seraya menyunggingkan senyumku karena sudah tau jalan rencana Akbar, tapi aku berbicara mengantung hendak menunggu jawaban dari Akbar.
"Yap... Betul, ini gue taroh obat tidur... Hahahaa....gimana pinter kan ". Ucapnya seraya tertawa tawa layaknya penjahat.
"Oh rupanya itu rencana lo... Pinter juga lo guci". Ucap Dira seraya ikut tertawa bersama Akbar.
"Emang kayak lo... Pe*k". Ucap Akbar lagi pada Dira.
Lalu kami pun mulai menyusun rencana, tidak lupa kuberitahu rencana ku pada mereka.lalu rencana kami adalah dengan meretas rekaman CCTV terlebih dahulu, dan itu akan dilakukan oleh Haris yang ada dirumahnya. Dan langkah selanjutnya adalah mereka akan mengurus penjaga yang ada diluar, sementara aku akan masuk bersama Dira. Sementara Ayu dia akan diluar saja bersama yang lain. Mengapa hanya aku yang masuk karena tubuh ku yang kecil pasti akan memudahkan ku untuk masuk dan bersembunyi. selain itu juga Karena akan sangat berisiko jika kami masuk bersamaan.sehingga hanya aku saja dan Dira, Lalu Alex dia sebagai penghubung antara kami semua dan ia pun memberikan ku sebuah walkie talkie, yang berguna agar kami bisa saling berkomunikasi.
Segera kami jalankan rencana setelah Haris bilang bahwa kamera semuanya telah dimatikan olehnya. Dan kemudian dimulai oleh Akbar dan Adit yang akan pergi ke pos satpam yang dimana 2 orang satpam nya sedang asik bermain catur, dan mereka pun menawarkan gorengan pada kedua orang itu.
Tapi kulihat dari kejauhan kenapa Akbar dan Adit malah ikut makan.
"Lah kok malah Akbar yang makan sih". Ucap Ellin dari belakangku.
"Tunggu aja..... Mungkin itu buat mereka mastiin sama satpamnya lagian kan satpamnya juga udah makan tuh". Ucap Alex pada Ellin.
Dan tak lama kulihat kedua satpam itu sudah pingsan dan kami pun mendapatkan panggilan masuk dari Adit yang mengatakan bahwa situasi sudah aman, segera kami ke pos dan tiba tiba saja Akbar jatuh kelantai dan terbaring disana.
"Kok dia malah jatoh sih.. Bar... Akbar... Dia tidur juga ya". Ucap Hana seraya berusaha membangunkan Akbar.
"Yahhh... kayaknya gorengannya ditelen deh sama dia... Haduh, untung aja dia enggak pingsan sebelum satpamnya pingsan, kalok enggak gagal ni rencana... Lex tolong, berat banget ni badak.. ". Ucap Adit yang kesusahan berusaha membetulkan posisi duduk Akbar.
"Jadi ini ceritanya senjata makan tuan ya, mau bikin tidur orang . eh, dia malah tidur juga, nyusahin aja". Ucap Alex menimpali dan berusaha menolong Adit.
"Ya udah gue masuk ya... Biar aja Akbar nya tidur disana, nanti kalok gue udah nemuin jasadnya gue bakalan bilang ya". Ucapku seraya mengambil kunci dari satpam yang sedang tidur dan segera berlari masuk kedalam rumah.
...****...
Sesampainya aku didalam,kulihat kesekeliling rumahnya sangat sepi sekali seperti tidak ada orang sama sekali. aku dan Dira pun mulai mencari, dan Dira mengatakan ia merasakan sebuah tubuh yang sudah tidak ditempati dan juga sebuah tubuh yang masih ditempati, jadi bisa kusimpulkan itu pasti adalah Jasad dari Ayu, dan bisa jadi ada seseorang juga disini yaitu Andre, sehingga aku pun berusaha sediam mungkin takut Andre mengetahui keberadaanku.
Dan ku ikuti Dira, secara diam diam. Dan Dira pun menuju kelantai dua, sebelum Aku menaiki tangga. terlebih dahulu kuminta Dira untuk naik dan memastikan apa ada orang atau tidak dan setelah aman aku pun naik keatas. Dan menuju keruangan yang diyakini oleh Dira bahwa jasad Ayu ada didalam sana.
__ADS_1
Sebelum aku membuka pintu tiba tiba saja kulihat pintu itu hendak dibuka, jadi segera aku bersembunyi didekat gordeng jendela, dan kulihat seorang pria sekitar 24thn, keluar dari kamar, dan menuju kelantai bawah, segera aku dan Dira pun masuk kedalam kamarnya.
...****...
Saat didalam kamar kulihat sebuah kamar bernuansa merah dan warna hitam. Tapi sayangnya kamar ini nampak tidak terawat karena sangat berantakan. Tapi segera kualihkan pandangan ku pada Dira hendak menayakan keberadaan jasad Ayu padanya.
"Disebelah sana ra". Ucap Dira seraya menunjuk sebuah dinding dengan lemari pakaian.
Segera kubuka lemari itu tapi nihil, tidak kudapati apa apa, begitu juga dilemari lainnnya.
"Kok enggak ada ya.... Tapi menurut pemciumanku seharusnya dideket sini ra". Ucap Dira padaku.
"Yakin disini". Ucapku padanya. Dan dia hanya mengangguk padaku.
Aku pun mulai meraba raba dalam lemari itu, dan benar tebakan ku didekat pojok lemari ada sebuah tombol kecil dan bila ditekan sebuah pintu rahasia akan terbuka tepat di depan ku atau belakang lemari itu.
"Oh jadi dia buat semacam pintu rahasia dan ditarok didalem lemari sama dia". Ujarku, dan masuk kedalam pintu itu, tidak lupa kututup kembali pintu ini.
Dan saat aku sudah masuk kedalam, ruangan ini sangat dingin, bahkan seperti kulkas saja, dan kulihat kearah tengah tengah ruangan disana ada sebuah tubuh manusia yang sedang berbaring disana. Segera kudekati tubuh itu dan kulihat benar ternyata dia adalah Ayu. Segera kuambil walkie tolkie ku dan kupanggil Alex dengan ini.
"Bzz.... Dara disini... Jasadnya udah ditemuin... Ganti". Ucapku dengan menggunakan walkie tolkie.
"Alex disini... Kalok jasad udah ditemuin cepet keluar... Ganti". Ucap Alex padaku.
Saat aku hendak menjawabnya, tiba tiba saja aku merasa ada yang datang, sehingga aku pun bersembunyi dibawah tempat tidur Jasad itu.
Dan kulihat dari bawah ada seseorang yang masuk, aku pun menutup rapat mulutku takut ketahuan, tapi sialnya tiba tiba walkie talkie ku berbunyi.
"Bzz.. Ini Alex...Dara apa kamu udah keluar... Ganti". Ucapnya.dan terus me gulangnya berkali kali.
Dan tiba tiba saja Andre sudah berjongkok dihadapanku dan membuat ku takut saat melihat nya karena ia sudah tau keberandaanku.
"Kena kau... Cepat keluar". Ucapnya seraya menarik kakiku, dan aku pun berusaha sekuat tenagaku untuk memberontak.
"Lepas". Teriakku , dan beruntungnya aku berhasil terlepas dari cengkramannya, dan segera aku pun berdiri dari posisi ku.
"Dira tolong kasih tau yang lain aku baik baik aja dan segera suruh mereka pergi dan telpon polisi". Teriakku pada Dira.
"Tapi ra-
"Cepet". Sergahku lagi dan dia pun menghilang.
"Lu ngomong sama siapa ha". Ucapnya sembari melihat sekeliling.
" Lu enggak perlu tau... Kamu mau lapor polisi, yaudah laporin aja... Kita lihat siapa yang paling bersalah disini.. Asal kamu tau aku masuk kesini karena kamu nyembunyiin jasad kan disini". Ucapku jujur.
"oh jadi kamu udah tau ya... Kalok gitu kamu enggak boleh keluar lagi dari sini". Ujarnya sambil tersenyum menyeringai padaku.
"Dasar manusia enggak punya hati... Kamu tega teganya ngembunuh orang yang kamu cintai dan sekarang jasadnya malah kamu bekuin begini". Teriakku padanya.
"Gue enggak punya hati... Dia yang enggak punya hati... Asal lo tau... Ayu... gue udah suka sama dia sejak kecil, tapi dia malah milih Herman yang jelas jelas enggak sebanding sama gue". Ucapnya tak kalah garang padaku.
"Tapi bukan gini caranya... Asal lo tau cinta enggak harus memiliki, kalok lo kayak gini sama dia sama aja lo nyiksa dia disana". Ucapku padanya.
"Gue enggak peduli... Kalok gue enggak bisa dapetin Ayu yang lainnya juga enggak boleh". Ucapnya dan tiba tiba saja sebuah balok kayu yang entah sejak kapan sudah ia pegang dan di ayunkannya pada ku sehingga aku pun jatuh tersungkur di lantai.
Brukk~
Aku pun terlemas karena pukulan yang tepat mengenai perut ku itu, dan sepertinya aku tidak bisa melawannya lagi. Dan saat dia hendak melayangkan satu pukulan lagi tiba tiba saja ia sudah jatuh tersungkur dan tidak sadarkan diri dihadapanku.
"Dara kamu enggak pa pa kan". Ucap Dira yang akhirnya muncul dan menolongku.
"Aku... Enggak pa pa.. Gimana kamu udah suruh Alex telpon polisi". Tanyaku padanya dengan lemas.
"Udah, katanya polisi udah dijalan,dan kemungkinan paling cepet 15 menit lagi, itu aja kalok enggak macet. dan mereka juga udah pergi dari sini tinggak kita aja". Ucapnya padaku.
__ADS_1
"Yaudah, Dira kamu tolong iket dia. Ini ambil di tas ku ya,sementara aku mau nulis sesuatu". Ucapku yang sudah mengambil kertas dan pulpen.
aku memintanya untuk mengikat Andre, kalau kalau saja Andre nanti berhasil terbangun dan kabur saat polisi sudah sampai.
Segera kutulis sebuah pesan yang dimana isinya adalah tentang pembunuhan yang dilakukan oleh Andre, dan juga fitnahnya pada Bapak Ayu.
Dan setelah selesai menulis pesan itu segera kulipat dan kuletakan kertas itu tepat diatas tubuh Ayu. Dan aku Pun berbalik kearah Dira untuk melihat kerjaannya.
"Dira udah se... -
aku sangat terkejut dibuatnya karena selain mengikatnya dia juga menutup mulut Andre, tapi yang tidak kuhabis pikir ia menggunakan pembalut untuk menutup mulut Andre.
"Udah beres ra.. Ayo pulang". Ucap ya santai seakan tidak punya salah sama sekali.
"Kamu kenapa pakek pembalut buat nutup mulutnya sih Dira... Emang perlu ya... Orang dia udah pingsan juga". Ujarku padanya.
"ya perlu lah... Karena itu pembalutnya gue bawa... Gimana pinter kan gue nya". Ucapnya sambil membanggakan dirinya.
"oh jadi ini,alasannya kenapa kamu mau bawa pembalut itu... ternyata buat dipakek gitu". Ucapku masih tidak percaya padanya.
"Udah berantemnya nanti aja, keburu polisi dateng... Dan oh ya dia juga udah gue foto buat kenang kenangan, hahaha". Ucapnya seraya tertawa. Dan mengajakku pergi.
...*****...
Kami pun segera pergi dari sana dan segera kuhubungin teman temanku, dan ternyata mereka masih menunggu ku didekat persimpangan jalan.
"Maaf gue telat". Ucapku ngos ngosan.
"Elu enggak pa pa kan..gimana berhasil ". Tanya Hana padaku. Dan aku pun mengangguk pada mereka.
"Eh ini Akbar nya belum bangun ya". Tanyaku pada mereka.
"Ya gini lo liat lah... Makannya kita cuman gotong dia sampek sini aja, soalnya berat, sekalian nunggu elu". Ucap Adit padaku.
"Oh gitu... Eh dit.. Cepet suruh sih Haris balikin lagi kamerannya, dan sekarang kita semua harus pergi dari sini". Ucapku saat melihat mobil polisi sudah memasuki pekarangan rumah Andre.
Dan segera kami angkat Akbar dan kami masukan Akbar kedalam mobil, dan barulah kami masuk dan segera pergi dari sana,aku turun didekat jalan rumah nenekku dan masuk kedalam rumah nenekku kemudian aku pun segera tidur dikamarku.
.......
.......
.......
.......
(Bersambung)
.......
.......
.......
Makasih banyak ya, yang udah setia baca Novel"Misi Hantu Kita".π€
Dan makasih juga kalok ngevote, dilike dan komentarnya.ππ
Maaf banget kalok dalam Novel ini ada typo nya,π©
maaf juga kalok Authornya cuman bisa 1kali up aja... atau bahkan enggak sama sekali dalam 1 hari itu,π karena jujur aja dalam buat Novel ini tu sama sekali enggak ditulis di kertas terus disalin... kalok kalian mau tau aja ya, saya dalam buat Novel ini saya bikin Alurnya langsung dan untuk isinya saya karang sesuai dengan pemikiran saya... Karena itu kadang lama. π
Dan maaf juga ya kalok misalnya kalian dalam baca Novel ini sering ngeluh :kak kok ulang ulang sih ceritanyaπ¬... kok banyak pov nya sihπ΅..... itu saya tulis untuk memperjelas cerita saja, agar kalian bisa tau kejadian dari beberapa sisi sekaligus untuk memperjelas ceritanya. π
Karena itu saya harap ini semua bisa dimengerti dan dimaklumi ya. π
__ADS_1