Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Dirumah Alex (part1)


__ADS_3

Saat sedang bersiap siap, kudengar suara seseorang dari luar rumah ku, dan saat kulihat dari arah jendela ternyata itu adalah suara dari Ellin dan Akbar, yang sedang memanggilku. Segera aku pun turun kelantai bawah dan saat kulihat sudah ada mereka di ruang tamu.


"Eh, nak ini temen kamu dateng kok enggan dibukain pintu". Ucap mamaku padaku.


"Tadi baru mau dibukain ma, tapi udah keduluan". Ucapku pada mamaku.


"Udah kalok gitu kalian ngobrol ya.. Mama mau masuk kedalem dulu, dan nanti kalok udah mau pergi, pulangnya jangan malem malem ya". Ucapnya dan berjalan meninggalkan kami, dan aku pun hanya mengganguk padanya.


"Gimana mau langsung pergi gak ni". Ucap Akbar membuka suara.


"Boleh Aditnya mana, kok enggak sama kalian". Tanyaku padanya.


"Oh,dia mah gampang, tinggal dipanggil aja, kalok lu kemungkinan yang lama. Karena itu kita kesini duluan iya enggak lin". Ucap Akbar lagi dan disertai anggukan oleh Ellin.


"Yaudah, kalok gitu ayok". Ajakku pada mereka, setelah aku meminta izin pada mamaku, dan kami pun berjalan keluar.


...****...


Dan disana, didekat mobil sudah nampak Adit, yang sedang berjongkok, dan nampaknya sedang menunggu kami semuanya keluar.


"Udah selesai Arisannya, lama banget". Gerutunya pada kami sambil berdiri.


"Ya, lu ngapa enggak masuk, malah kayak orang i*diot aja jongkok di samping mobil, lu BAB ya". Ejekku padanya. Akbar dan Ellin pun tertawa juga dengan ku.


"Sembarangan lu, tadi gue mau masuk, tapi enggak jadi, karena males. Karena itu gue nunggu disini". Ucapnya lagi.


"Males, kenapa? ". Tanya Ellin padanya.


"Ya lu tau lah, dia kan anak mami and papi, pasti kalok masuk terus ngajak anaknya keluar musti di sidang dulu, ya jadi mendingan gue nunggu lah dari pada kena sidang juga". Ucapnya santai.


"Yang maksud lo anak papi mami siapa? gue ya... Elo kali". Ucapku dengan nada sedikit kesal.


"Enak aja gue... Ya elo lah". Ucapnya lagi dengan nada songong. Dan saat aku baru ingin bicara tiba tiba saja Akbar membuka suara.


"Udah... Udah... Mending kita jalan sekarang, nungguin lo dua berantem, bisa bisa sampek pagi kita disini... Ayo lin mereka enggak mau masuk, tinggal aja". Ucap Akbar yang kemudian masuk ke dalam mobil.


"Eh jangan". Ucap kami serentak dan mulai masuk juga kemobil.


Aku duduk dibelakang, tepatnya disamping Akbar, karena Adit dia duduk disamping Ellin, dan saat mobil mulai berjalan kami semua hanya diam membisu di mobil. sama sekali tidak ada yang berniat membuka suara, sampai Dira datang dan duduk di tengah tengah aku dan Akbar, karena terkejut Akbar pun membuka suara.


"Hai... Guys.. ". Ucap Dira dengan nada lantang dan muncul di tengah tengah kami.


"Eh, anak setan nonggol". Lantang Akbar, seketika Ellin dan Adit pun menoleh kearahnya.


"Anak setan,.. Siapa bar... Dia.. ". Ucap Adit sambil menunjuk ku.

__ADS_1


"Eh, sembarangan aja lu... Apa namanya ya kemaren... Em, baju lecek". Ucapku lagi dengan nada tak terima karena dikatai anak setan olehnya.


"Ya kan gue nebak, soalnya dia tiba tiba bilang anak setan nonggol, ya gue kira elu, karena elu duduk disitu". Ucapnya lagi dengan nada santai tapi sambil tertawa.


"Enggak.. Kok, gue kaget aja tiba tiba ngerasa kayak ada setan nyolek gue... Terus kayak nya anaknya deh". Ucap Akbar dengan sedikit kesal sambil melihat kearah Dira.


"Heheh, sorry bro, enggak sengaja... Selow, selow... Ngomong ngomong belum sampek ya". Ucap Dira sambil mengalihkan pembicaraan. Dan aku hanya menggeleng padanya.


"Lama banget mana sempit lagi... Eh guci beras.... Geser dikit ngapa, sempit ni, elu lagi pakek makan tempat". Ucal Dira asal nyerocos tanpa memperhatikan raut wajah Akbar yang sudah marah anggaknya. Dan saat Akbar baru ingin membuka suara dengan cepat kupotong pembicaraannya.


"Eh udah hampir sampek". Ucapku sambil menunjuk rumah Alex.


"Oh iya ". Ucap Dira yang juga ikut menunjuk rumah Alex.


...*****...


Saat kami sampai kami pun duduk berbincang bincang dengan mereka, dan sambil makan makanan yang telah di hidangkan oleh ibu dan ayahnya Alex. Dan setelah selesai makan mereka pun masuk kedalam karena ada kerjaan mendadak untuk mereka, sehingga tinggal kami semua dengan Alex, Haris, dan Hana.yang masih ingin berbicara.


"Maaf ya, ibu sama ayah gue sibuk, ada kerjaan bentar katanya". Ucap Alex pada kami.


"Iya enggak pa pa kok lex". Ucap Adit padanya.


"Oh ya.. Dara elo masih diikutin gak sama yang kata elo pakek baju serba item itu". Tanya Haris padaku.


"Eh iya kakak Hana, tadi kak nya ketinggalan, gimana kak Dara masih kah". Ucapnya sambil menggosok gosok kepalanya.


"Enggak tau, soalnya aku kan udah naik motor, tapi kayaknya sih enggak deh... Mungkin emang akunya aja yang salah liat, dan mungkin kebetulan aja waktu itu dia liat aku". Ucapku menjelaskan padanya.


"Kan udah gue bilang elonya aja yang keGRan". Ucap Adit sambil terkekeh.


"Elo kayanya mau ngajak ribut ya dit". Ucapku sambil beberapa kali menghela napas, karena ucapnya itu.


"Eh udah... Udah... Oh ya Dara kamu inget kan, soal kemaren". Bisik Hana sambil menenangkan ku.


"Oh iya... Ayo, ini juga dia udah ada disini". bisikku padanya.


"Kalian ngapain sih, bisik bisik dari kemaren juga, elu dua punya rahasia ya... Enggak seru deh main rahasia rahasiaan sama kita iya enggak". Ucap Ellin dan disertai anggukan yang lain.


"Itu... kita enggak maksud gitu lin tapi... Elo semua pasti enggak bakalan percaya nanti tentang apa yang mau gue omongin". Ucapku sambil menghela napas.


"Emang apaan ra, kalok lo ennggak ngasih tau ya, mana kita tau ". Ucap Ellin lagi.


"Iya, ngomong aja kali, enggak usah malu malu, orang kan urat malu lo udah putus". Ucap adit lagi yang kini mendapatkan tatapan sadis dari Ellin dan Alex.dan ia pun hanya bisa tersenyum canggung.


"Jadi gue bisa liat hantu, karena gue indigo... Dan kemaren Hana bilang dia juga bisa liat Dira, tapi Aneh nya cuman dirumah dia dan enggak bisa liat pas disekolah, atau tempat lainnya". Jelasku.

__ADS_1


"Hantu.... Dira, siapa dia? ". Tanya Ellin padaku, dan saat aku baru ingin menjelaskan tiba tiba Akbar membuka suara.


"Dira itu adik kembarannya sih Dara,tapi dia udah meninggal 1tahun yang lalu, dan aku juga bisa liat dia". Ucap Akbar singkat.


"Jadi,Dara punya kembaran gitu. Tapi kembarannya udah meninggal". Ucap Ellin pelan.


"Iya". Singkatku.


"Maaf ya ra, aku enggak tau soal itu". Ucap Ellin padamu dan aku pun mengangguk seraya tersenyum padanya.


"Elo bisa liat bar... Kok bisa... Berati elo". Ucap Adit yang kemudian menggantung seakan menunggu jawaban Akbar.


"Iya Akbar indigo sama kayak gue... Dan gue pun baru tau pas dia bisa liat Dira waktu Dira nonggol didepan dia". Ucapku menimpali.


"Wah, hebat, terus kak Hana indigo juga dong, kalok dia bisa liat". Ucap Haris dengan mata berbinar binar.


"Ya ni anak orang kita seriusan juga, dikiranya seru kali ya bisa liat hantu, dia enggak tau apa gimana seremnya". Ucap Akbar sambil menepuk jidatnya.


"Karena itu kita mau buktiin bisa atau enggak Haris... Oh, ya Hana ini ada Dira, gimana elo liat". Ucapku lagi.


"Dimana ra... Enggak ada ya". Ucap Hana sambil melihat sekeliling.


"Ya ini di depan lo". Ucap Akbar sambil menunjuk Dira, tapi Hana hanya mengeleng saja.


"Berati elu enggak indigo, kalok enggak keliatan". Ucap Adit santai.


"Aneh juga ya,tapi kemaren kok bisa ya". Ucap Dira sambil menaruh tanganya di dagu nya seolah olah sedang berpikir.


"Emang kemaren lo liat dimana na, terus lagi ngapain? ". Tanya Alex yang akhirnya membuka suara.


"Dikamar lex, pas lagi berdiri di depan kaca". Ucap Hana dengan nada sedikit ragu.


"kalok gitu coba aja, barangkali keliatan". Ucap Adit menimpali. Lalu segera kami semua pun berjalan menuju kamar Hana.


.......


.......


.......


.......


.......


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2