
Keesokan harinya aku bangun seperti hari hari biasanya saat akan berangkat sekolah, ku gunakan seragam sekolahku sambil tidak lupa ku bawa juga buku Alex, aku mengembalikan buku ini lagi padanya karena menurutku buku ini sudah cukup membantuku untuk sementara. dan kumasukan ke dalam tas sekolahku,sambil menuruni tangga untuk sekedar sarapan bersama orang tuaku.
"Pagi papa, mama!! "Seruku bersemangat menatapa kedua orang tuaku yang sudah duduk rapi dimeja makan.
"Pagi"singkat papaku.
"Pagi.. Ayo makan". Ajak mamaku padaku.
Dan tanpa basa basi aku pun langsung melahap makanan yang sudah di tuangkan diatas piringku tanpa pilih pilih, karena memang dasarnya aku bukanlah orang yang pemilih dan sambil sesekali tertawa karena cerita lucu dari mereka.
"Hari ini udah masuk semester baru... Kamunya gimana? ". Tanya mamaku padaku.
"Ya gitu deh ma... Seneng aja, emangnya kenapa? ". Tanyaku padanya.
"Enggak pa pa... Mama seneng aja kalok kamu seneng karena masuk semester baru... Udah sarapannya dihabisin terus berangkat sekolah". Ucapnya sambil tersenyum padaku, sehingga aku pun mempercepat makanku.
"Makannya pelan pelan nak!.. Nanti keselek gimana? ". Ucap papaku melihat tingkahku.
"Iya pa... Mama nih tadi suruh cepet cepet". Ucapku sambil tersenyum padanya, dan melanjutkan makanku.
...**********...
Sehabis aku selesai sarapan, aku pun langsung berpamitan kepada kedua orang tuaku, dan langsung bergegas menaiki motorku dan menjalankannya kearah sekolahku.
Disepanjang perjalanan entah mengapa suasana hatiku sangatlah baik, sehingga aku pun menutuskan untuk bersenandung,sampai Dira muncul dan menghentikannya.
"Semangat banget!!.. Kenapa? ". Tanya Dira yang ternyata sudah ada dibelakangku.
"Emang enggak boleh". Singkatku sambil masih fokus menatap jalanan.
"Boleh sih.... Tapi tumben banget, soalnya dari tadi gue merhatiin elo... dari nyisir, makan, sama naik motor juga nih... Emang kenapa? ". Ucapnya heran padaku.
"Entahlah". Singkatku sambil tersenyum padanya.
Dan setelah aku menjawab demikian tak kudengar lagi suara darinya, padahal ia masih tepat berada dibelakangku. Sehingga kini giliran akulah yang bertanya padanya.
"Kok enggak nanya lagi". Tanyaku sambil menoleh sekilas kekaca spion.
"Emang enggak boleh". Singkatnya mengulang perkataan ku tadi.
"Boleh.. Tapi aneh aja.. Kenapa? ". Tanyaku lagi padanya.
"Entahlah". Singkatnya lagi mengulang perkataanku.
Dan karena malas dengan jawabannya aku pun memutuskan untuk tidak bertanya lagi, dan hanya fokus pada jalanan.
...*******...
sesampainya aku disekolah seperti biasanya, tempat pertama yang akan aku datangi adalah parkiran, sehingga aku pun langsung memarkirkan motorku dan saat aku hendak membuka helm, kulihat dari arah kejauhan seseorang yang nampak berjalan sambil menatap tajam kearahku.
Ya siapa lagi kalok bukan Pak Ali, kulihat ia masuk kedalam mobilnya setelah puas memberikan tatapan sadisnya itu padaku dan kemudian menjalankan mobilnya keluar dari lingkungan sekolah.
"Dia kenapa liat aku kayak gitu? ". Tanyaku heran karena melihatnya demikian.
__ADS_1
"Eh elo amnesia apa?... Elo kan musuh dia Dara... ya sepantasnya gitulah!! ... Masa dia kalok ketemu musuh harus hormat sih!! ". Gerutu Dira yang ternyata ada dibelakangku, sehingga aku pun teringat sesuatu.
"Oh iya!!... Gue lupa... Pak Ali kan udah jadi musuh ya... Tapi dia itu mau kemana? ". Ucapku yang baru teringat alasannya.
"Mana gue tau!... Elo lah yang nyari tau". Ucapnya lagi dengan sedikit kesal padaku. Sehingga aku pun hanya bisa mendengus padanya.
"Padahal hari ini aku lagi semangat!!.. Karena kamu ngingetin... semangat ku jadi ilang deh". Gerutuku sambil melangkah masuk kedalam sekolah, berniat meninggalkannya diluar.
"Ya, kenapa jadi gue... Kan Itu sih ORCnya yang nongol salahin dia lah". Gerutunya yang tiba tiba muncul dihadapanku
"Kamu kok bisa masuk sih?... Bukannya kemaren enggak? ". Tanyaku terkejut padanya.
"Karena dia udah pergi jadi gue bisa masuk". Ucapnya sambil menyunggingkan senyumamnya itu, dan karena telah mendapatkan jawabannya aku pun kembali melanjutkan langkahku memasuki sekolah.
...********...
Aku pun sampai dimejaku, dan dengan segera ku ambil beberapa helai tisu kemudian mengelap mejaku yang sedikit berdebu.
"Kok temen temen belum datang ya? ". Tanyaku heran.
" Iyalah orang masih pagi.... Ihh... Kotor banget ya... Dara kursiku sekalian". Seru Dira memerintahku sambil menatap tanganku yang masih mengelap meja dan kursi.
"Eh... Kalok mau bersih, bersiin sendiri!!.. Enak banget jadi hantu kok merintah... Ini kalok mau ngelap". Ucapku kesal sambil menyodorkan beberapa helai tisu kearahnya.
"Ish... Susah banget minta tolong!!...katanya manusia tapi enggak punya rasa kemanusiaan... Manusia macam apa itu? ". Gerutunya yang masih bisa kudengar sehingga aku pun sedikit kesal di buat olehnya.
"Kalok aku enggak punya rasa kemanusiaan, kamu juga sama enggak punya rasa kehantuaan tau". Ucapku padanya, dan langsung berjalan kearah tempat sampah dan membuang tisu bekasku kedalamnya barulah aku duduk dikursiku.
"Masalah buat lo". Ejeknya padaku, dan saat aku hendak menjawabnya aku sedikit terkejut saat tiba tiba ada seseorang memanggilku. Dan dengan segera kutolehkan wajahku ke asal suaranya.
"Kamu sendirian ya disini? ". Tanyanya padaku.
"Enggak berdua". Ucapku terlepas begitu saja padanya, dan kulihat raut wajahnya pun berubah.
"Berdua, maksudnya? ". Tanyanya lagi padaku sambil mengeryinkan dahinya.
"Iya aku kan disini sama kamu jadi aku enggak sendiri... jadi berdua". Ucapku sambil tersenyum kikuk padanya.
" tapi aku tadi kayak denger kamu lagi ngomong... Kamu lagi ngomong sama siapa tadi?... Kok kayak serius banget aku liatnya...". Ucapnya berjalan kearahku dengan menggantung seolah meminta jawaban dariku.
"Oh... Itu... Itu.. Tadi!!.. Aku lagi apa ya?.. Nah, aku tadi itu lagi akting!.. Iya akting, tapi karena enggak ada lawan aktingnya karena itu aku kayak ngomong sendiri deh". Ucapku cengengesan berusaha beralasan.
"Akting buat apa coba.. Kamu mau jadi artis apa? ". Tanyanya sambil terkekeh pelan padaku.
"Hehe... Iya aku mau coba aja, kali aja aku bisa jadi artis apalagi buat film horor gitu? ... Gimana aktingku enggak jelek jelek amat kan? ". Ucapku sambil bertanya padanya.
"Iya Akting kamu tadi bagus... Aku aja tadi ngiranya kamu lagi ngomong sama hantu... Tapi enggak mungkinlah ya! Hantu itu kan enggak ada". Ucapnya padaku sehingga aku pun hanya mengangguk saja padanya.
"Hei... Kalok kata lu hantu itu enggak ada!!.. Gue ini apa?... Biji jagung apa?!!". Gerutu Dira geram padanya.
"Em... Menurut aku kayaknya hantu dan sejenisnya itu ada deh, bahkan berdampingan sama kita, cuman kita aja yang enggak bisa ngeliat mereka". Ucapku berusaha menjelaskan padanya.
"Tapi... Aku rasa enggak deh... Soalnya selama aku idup enggak pernah tu liat yang begituan... Dan aku semakin enggak percaya waktu liat chanel nya sih xxx, masa hantunya setingan,.... kan dari situ kita udah tau kalok hantu itu enggak ada...kalok ada pun itu cuman setingan.... ". Ucapnya malah menjelaskan panjang lebar padaku. Dan aku pun sedikit menolehkan pandanganku pada Dira yang agaknya sedang kesal dibuat olehnya.
__ADS_1
"Tapi kan... ".
"Aduh.... ". Serunya sambil memegangi kepalanya yang agaknya sakit karena barusan dipukul oleh Dira.
"Kamu enggak pa pa? ". Tanyaku padanya, sambil menilik tajam kearah Dira.
"Enggak, tapi tadi apa ya perasaan ada yang mukul kepala aku deh". Ucapnya heran, sehingga aku pun semakin menatap tajam kearah Dira.
"Kamu sih ngomongnya sembarangan.... Mungkin yang tadi mukul kamu itu hantu!! ". Ucapku berusaha menakut nakutinya.
"Ah, bercanda kamu!.. Aku kan udah bilang hantu itu enggak ada". Ucapnya malah terkekeh.
"Nih orang memang harus sedikit belajar kayaknya, tentang apa itu hantu... ". Ucap Dira yakin dan kemudian tersenyum penuh arti pada Siswa yang tadi.
Dan setelah Dira berkata demikian kulihat ia nampak memainkan sakelar lampu sehingga lampu kelas kami nyala dan padam secara bergantian.
"Loh ini kenapa ya? ". Tanyaku pura pura tidak tau.
"Mungkin ini lagi konslet kali ya? ". Ujarnya pelan, Dan aku hanya mengangguk pelan saja padanya.
Dan setelah puas memainkan lampu , kulihat Dira beralih kebelakang siswa itu sambil sesekali meniup belakang lehernya sehingga mungkin ia sekarang sedang merinding.
"Kok aku jadi merinding ya?... Dara kamu merinding gak ". Tanyanya padaku mulai gemetaran.
"Enggak memangnya ada apa? ". Tanyaku padanya.
Dan saat ia hendak menjawabku tiba tiba saja ia berteriak histeris karena ketakutan, kemudian berlari keluar dari dalam kelas sambil tunggang langgang. Sehingga aku pun tak kuasa menahan tertawa.
"Hahah... Dia kenapa lari gitu". Ucapku sambil terkekeh.
"Pasti lari lah... Orang tadi waktu dia mau ngomong kakinya gue pegang, ya dia lari". Jelas Dira padaku sehingga aku pun mengerti alasannya kenapa ia berlari.
Dan saat aku dan Dira masih sibuk tertawa, tiba tiba saja Ellin datang dengan herannya, karena melihat aku tertawa sendiri.
"Lo kenapa ketawa ra? ". Tanyanya padaku.
"Itu tadi liat siswa yang duduk disitu lari gara gara dikerjain Dira". Jelasku padanya sambil menunjuk kursi siswa itu.
"Oh sih mamat... Emang dia di apain Dira sampek lari gitu". Tanyanya penasaran padaku.
"Dia mancing emosinya Dira... Dia bilang dia enggak percaya sama hantu... Jadi dikerjaain Dira deh". Jelasku lagi padanya, sehingga Ellin pun tertawa juga.
Dan saat masih tertawa, aku dan Ellin mendapatkan pesan dari Hana bahwa yang lainnya sudah berada dikantin. Sehingga kami pun langsung pergi kesana, untuk menyusul mereka.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
__ADS_1
(Bersambung)