Misi Hantu Kita

Misi Hantu Kita
Maling lu ya..


__ADS_3

Setelah makan dan membereskan piring sisa makan, aku, Dira dan, abdul segera keluar rumah kulihat sekeliling.


"Ra, liat tu ada bungan banyak lagi". Ucapnya girang. Kulihat ke arah yang ditunjuk Dira dan memang betul disana terdapat banyak sekalu bunga


Sebenarnya aku sedikit canggung tapi aku pun pergi kesana.


"Ini, kita minta dulu at.. -, ucap ku terptong. Oleh Dira.


"Ambil aja langsung entar kalok manggil yang punya rumah, ganggu lagi, kan udah malem juga". Ucap Dira.


"Jangan kak, minta aja nanti yang punya rumah marah". Ucap abdul.


"Lu mau makan gak", tanya Dira. Sambil bertolak pinggang.


"Ya.. Ya.. Maulah ", ucap abdul gelagapan. seperti agak takut.


"Nah itu langsung aja ". Ucap Dira lagi.sambil melayang kesana diikuti abdul.


"Tunggu dulu dong ra". Ucap ku lagi, mengejarnya.


Didepan rumah nya aku mengalami dilema apa aku ambil saja ya, atau kuminta, tapi aku tidak kenal. Jadi aku memutuskan untuk mengambil tapi tiba tiba suara seoseorang mengejutkan ku.


" adek siapa dan ada keperluan apa datang kemari", tanya seseorang. Aku pun menoleh dengan sedikit tersenyum tak enak hati dan berkata.


"An... Anu.. Om maaf menggangu. saya anak dari pak bagas dan buk sinta, saya kesini sebenernya mau minta bunga, boleh enggak, dikit aja kok om", tanyaku sambil tersenyum.dan ternyata seorang pria paru baya , sedikit lebih tua dari papaku.


" oh anak nya sih bagas, Boleh... Kalok mau ambil aja tapi jangan semuanya ya" ucapnya,


"makasih ya om, ". Ucapku tersenyum.


"Sama sama, om pergi kemasjid dulu ya", ucapnya tersenyum Lalu ia pun pergi ke masjid.dengan segera ku ambil beberapa dan.


" kak Dara kenapa ngambil kakak kan enggak makan bunga". Ucap abdul.


"Buat kalian jadi cepet, ". Mereka pun mengangguk.


Dan saat tangan ku sudah hampi penuh, baru saja ingin ku berikan pada mereka berdua, tapi tibatiba dari belakang.


"Woi.. Maling lu ya". karena kaget bunga yang ada di tangan ku pun berhamburan, dan dengan segera kulihat kebelakang. Seorang lakilaki yang hampir sebayaku. Wajahnya lumayan kalok aja orang nya enggak sinis.


"Eng.. Enggak kok, saya udah minta tadi sama om om yang keluar barusan". Ucapku membela diri. Ia nampak mengeryinkan dahi dan berucap.

__ADS_1


"Serius lu minta ama bapak, tapi itu kan punya ibuk jadi tetep aja lu maling". Teriaknya lagi.


"Ya elah lagian gak percayaan banget sih ni orang jadi manusia", ucap Dira sambil makan bunga yang terjatuh tadi.


Dan saat baru mau menjawab datang seorang ibu ibu dan berkata.


"Ada apa dit,". Tanya wanita parubaya itu pada anaknya.


"Ini buk ada yang mau maling bunga". Ucapnya lagi sambil menunjukku. Ibu itu pun melihat kearah ku.


"Eng... Enggak tante saya tadi udah minta sama om, om, yang kluar tadi katanya boleh", ucapku menjelaskan, Sambil menunduk.


"Iya tante percaya sama kamu, dan juga keliatannya kamu anak baik, kalok boleh tau kamu tinggal dimana", tanya ibu itu.


"Nama saya Dara tante, anak dari pak Bagas dan buk Sinta, itu yang tinggal di depan rumah tante", ucapku lagi sambil menunjuk kearah rumah.


"Oh, anak nya pak bagas ya, wah cantik ya, tapi kok tante enggak pernah liat kamu". Tanyanya lagi. Aku hanya tersenyum mendengarnya seketika senyuman ku berubah saat anak nya menyindirku lagi.


"Wlek... Wlek.. kayak gitu dibilang cantik, lalu apa kabar yang jeleknya", ucapnya lagi.sambil pura pura muntah. Aku hanya menatap sinis kearahnya dan berkata.


"Iya tante, waktu pindah kesini saya masih koma dirumah sakit". Jelasku. "Kalok gitu saya minta maaf ya tante kalok menggangu, sampai ada yang bilang saya maling tadi, jadi saya pamit pulang dulu ya", ucapku lagi. Sambil berlalu pergi diikuti Dira dan abdul. kudengar suara anak nya yang seperti agak marah dengan ku.


"Eh iya". Ucap ibu itu.


********


saat baru mau masuk kerumah, kudengar suara mobil masuk lingkungan rumah, dan saat kulihat ternyata itu mobil papa ku, yang baru saja datang. Lalu akupun menyapa mereka, dan kami pun masuk kerumah.


Karena sudah makan aku pun memutuskan untuk kelantai atas tepatnya kekamar ku.


Kututup pintu dan aku berbaring di kasur.


"Dara, aku belum kenyang", ucap Dira datang dari belakang , Bersama abdul.


"Cukuplah, tadi aja untung ibu itu enggak marah tau, sampai dikataiin maling aku sama anaknya". Ucap ku sambil mendengus kesal. Dira pun hanya diam.


"Kak, jadi kado nya kapan diperbaikin, ". Tanya abdul.


"Oh iya, bentar". Ucapku lagi sambil mencari dimana kuletakan tadi. Dan aku baru ingat kalok tidak salah ada di dekat meja makan.


Aku bergegas kebawah sambil mengambilnya ke dapur. Setelah dapat aku pun masuk kekamar lagi. ku buka isi kota yang hampir hancur tapi tidak sampai dalam untung nya. dan memang ada baju.

__ADS_1


Kulihat sebuah baju seperti sebuah gamis.


Tanpa bertanya aku pun mulai membungkus, tapi abdul menyodorkan sebuah kertas, yang isinya hanya ia yang tau.


"Apa isinya dul". Tanya Dira. Aku pun menatap abdul.


"Surat buat ibu, semoga habis ia baca ia enggak sedih lagi", ucapnya dengan mata yang mulai berkaca kaca.dan menghilang seketika dari hadapanku.


"Kemana dia". Tanya ku, sambil mencari.


"Kayaknya dia pulang deh kerumahnya,". Jawab Dira.


Segera kubungkus semuanya beserta suratnya, setelah selesai, kulihat jam menunjuk pukul 19:45.aku pun pergi kekamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka, karena aku sudah sangat lelah.


"Elu udah mau tidur, cepet banget", tanya nya.


"Iya besok aku udah mau sekolah". Jawab ku singkat.


Segera ku baringkan tubuhku, dan menutup mataku. Tapi...


"Dara... Dara... ". Ucap Dira. Sambil mencolek ku.


"Emm", singkatku.


"Beneran lu mau sekolah, ". Tanyanya lagi dengan suara yang sedikit memelankan, tapi masih kudengar.


"Emangnya kenapa". Tanyaku sambil mengubah posisiku.


"Enggak kenapa napa, coba aja aku masih idup pasti aku juga sekolah". Ucapnya menunduk hampir menangis.


"Elu ikut aja lah besok kesekolah kan bisa", jawabku, iya pun mengangguk senang.


"Gua baru inget, dir elu kok masih disini, emang ada masalah apa. Kenapa belum balik". Tanyaku lagi. Kulihat raut wajahnya yang senang berubah jadi datar. Agak lama ia menjawab...


"yang pasti tujuan aku untuk, Lindungin kamu dari.. -"


Ucapnya lagi terputus sambil melihatku.


"Dari apa? ", tanya ku sambil mengeryinkan dahi.


"Cari tau aja sendiri... ". Ucapnya tertawa sambil menghilang.

__ADS_1


"Eh, dasar..., . Mentang mentang dia hantu, pakek ngilang lagi". Ucapku kesal. Aku pun berbaring dan tidur kembali.


(Bersambung)


__ADS_2